W88top casino trực tuyến

Monthly Archive: May 2020

Keluar Rumah tanpa Masker, Akhyar Tegaskan Sanksi Penarikan KTP

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution kembali mengingatkan pentingnya penggunaan masker di tengah wabah corona saat ini.
Terlebih setelah keluarnya Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Karantina Kesehatan dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid 19) di Kota Medan.
Sebab, warga yang membandel akan ditindak. “Pemko Medan terhitung mulai tanggal 1 Mei 2020 telah memberlakukan Perwal No 11 Tahun 2020 yang mengatur mengenai karantina kesehatan. Didalam Perwal tersebut merupakan regulasi pelaksanaan cluster Isolation,” ujar Akhyar dalam talk show di radio, Sabtu (2/5/2020).
Di dalam peraturan yang terdiri dari 23 pasal dan 12 BAB itu, Akhyar menjelaskan, salah satunya akan ada sanksi yang diterapkan bagi warga yang tidak menggunakan masker ketika berada di luar rumah. Selama ini, tambah Akhyar, Pemko Medan hanyak dapat melakukan imbauan-imbauan tanpa bisa melakukan penindakan. “Bagi warga yang masih membandel tidak menggunakan masker ketika keluar rumah Pemko Medan kini sudah dapat menerapkan sanksi berupa penarikan KTP,” tegas Akhyar.
Akhyar juga menginformasikan, jajarannya hari ini (2/5/2020 juga akan melakukan penyaluran masker secara serentak kepada seluruh warga Kota Medan sebagai langkah awal menjalankan Perwal tersebut, sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat tidak menggunakan masker terutama saat melakukan aktivitas di luar rumah. “Hari ini saya dan Jajaran Pemko Medan mulai dari Camat, Lurah hingga Kepala Lingkungan (Kepling) secara masif akan membagikan masker kepada seluruh masyarakat. Hal ini juga berkaitan dengan peraturan yang terkandung dalam perwal yang baru ini, diharapkan masyarakat akan sadar dan memahami pentingnya menggunakan masker guna memutus mata rantai Covid 19 di Kota Medan agar tidak semakin meluas,” kata Akhyar.
Selain mewajibkan menggunakan masker, sambung Akhyar, aturan lain yang terkandung didalam Perwal tersebut adalah pelarangan kepada pengusaha atau pedagang khususnya yang bergerak dibidang kuliner agar tidak melayani makan ditempat. “Dalam perwal ini juga mewajibkan kepada pengusaha kuliner agar hanya melayani pemesanan take away maupun melalui aplikasi pemesanan makanan online. Jika ditemukan pengusaha yang masih menyediakan meja dan kursi serta memfasilitasi kerumunan orang, kami juga akan menindak melalui sanksi pencabutan izin usahanya,” papar Akhyar.
Selanjutnya, Akhyar juga memaparkan mengenai akan diberlakukannya karantina rumah yang diberlakukan bagi warga yang masuk kategori Pelaku Perjalanan (PP), Orang Tanpa gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) serta Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ringan. Sedangkan yang dikarantina di rumah sakit diberlakukan bagi warga yang masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berat serta bagi warga yang positif Covid-19.
“Perwal ini juga mewajibkan isolasi dirumah bagi warga dengan kategori OTG, ODP serta PDP ringan sesuai dengan rekomendasi Tim ahli, mekanismenya Tim Ahli akan melihat kondisi kesehatan serta kelayakan rumah untuk menjalankan isolasinya jika dinyatakan layak maka warga yang masuk kategori tersebut diisolasi di rumah masing-masing. Namun, jika tidak Pemko Medan akan menyiapkan tempat yang layak untuk warga yang akan diisolasi,” jelas Akhyar.
Pada masa karantina atau isolasi ini, tambah Akhyar, tim medis akan secara intensif akan memantau kesehatan warga tersebut begitu juga dengan asupan makanan bergizi dan vitamin juga akan diberikan. “Selama masa isolasi Pemko Medan juga akan memberikan bantuan bagi kebutuhan dasar, sehingga orang yang diisolasi tidak harus pergi ke luar rumah untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Tim medis juga terus menerus memantau kesehatan serta asupan gizi serta vitamin juga akan diberikan hingga orang tersebut dinyatakan sembuh atau negatif,” ucapnya. (*/pojoksumut)
The post Keluar Rumah tanpa Masker, Akhyar Tegaskan Sanksi Penarikan KTP appeared first on Pojoksatu.id.

Rayuan Luhut Bocor, Walikota Kendari Tutup Akses 500 TKA China

POJOKSATU.id, JAKARTA – Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa membocorkan rayuan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, terkait kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China.
Kery mengungkit janji Luhut kepadanya. Luhut pernah menjajikan bantuan terkait kedatangan TKA China di Konawe Sulawesi Tenggara. Namun hingga kini rayuan Luhut itu tak kunjung direalisasikan.
“Menko Maritim katakan, ‘sudah Ker, apa yang kau minta kami siapkan’. Tapi sampai sekarang kenyataannya juga belum ada, bagaimana kita ini?” kata Kery dalam video unggahan kanal YouTube Talk Show TV One, Jumat (1/5/2020).
Ia pun mengaku tidak pernah menerima surat resmi mengenai kedatangan TKA China di Sulawesi Tenggara.
“Saya tidak pernah menerima pemberitahuan resmi. Saya cuma tahu dari pemberitaan saja dari wartawan. Mudah-mudahan kita sepakat menolak,” ucapnya.
Selain Bupati Konawe, Walikota Kendari, Sulkarnain Kadir juga menolak kedatangan 500 TKA China.
Sulkarnain beralasan, kedatangan TKA China bertepatan dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik.
Hal itu disampaikan Sulkarnai dalam diskusi daring yang disiarkan MNC Trijaya FM bertajuk “PSBB, Mudik dan Bansos” pada Sabtu (2/5).
“Harus kita pahami ada kondisi psikologis dari masyarakat yang merasa tidak adil. Mereka disuruh bertahan di rumah, tidak kemana-mana, tidak boleh mudik. Bahkan warga Kendari di luar kota kita larang pulang. Tapi justru TKA yang datang,” katanya.
Menurut Sulkarnain, pihaknya akan menutup akses 500 TKA asal China yang akan datang ke Kendari demi menjaga keselamatan warga Kendari dari penularan virus Corona atau Covid-19.
Ia berharap pemerintah pusat ikut menjaga kepercayaan masyarakat yang sudah mengindahkan imbauan.
“Gerbang kita tutup dengan tegas, tidak ada masuk TKA. Silahkan kalau mereka mau masuk wilayah lain. Yang penting kan tanggung jawab saya menjaga masyarakat Kota Kendari,” tegasnya.
Di Kota Kendari sendiri, lalu lintas TKA sudah tidak asing. Namun, di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, pemda secara ketat dan tegas menutup akses untuk TKA yang masuk ke Kendari.
“Jadi saya kira mohon pemerintah pusat membantu kami di daerah, supaya tidak ada benturan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tenggara Sultra Ali Mazi membenarkan daerahnya akan kedatangan 500 TKA asal China yang rencananya datang mulai pekan ini secara bertahap. Rencananya mereka akan dipekerjakan di salah satu pabrik smelter yang ada di Sultra.
(one/pojoksatu)
The post Rayuan Luhut Bocor, Walikota Kendari Tutup Akses 500 TKA China appeared first on Pojoksatu.id.

13 Orang Dikarantina di RS Pratama Wonomulyo Hasil Tracing Kasus Corona 01

POJOKSULSEL.com, POLMAN – 13 orang dikarantina di RS Pratama Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), mulai Sabtu (2/5/2020). Mereka akan dikarantina sampai 14 hari ke depan.
13 orang itu dikarantina setelah dilakukan kontak tracing dari pasien positif corona kasus 01. Meskipun, 13 orang itu hasil rapid testnya nonreaktif. Tetapi mereka tetap dikarantina selama 14 hari.
“Yang dikarantina di RS Pratama Wonomulyo tidak ada yang rapid testnya positif (reaktif). Semua negatif (nonreaktif),” kata Kepala Dinas Kesehatan Polewali Mandar Andi Suaib Nawawi, Sabtu (2/5/2020) malam.
Andi Suaib Nawawi mengatakan, 13 orang yang dikarantina itu berasal dari Ugi Baru, Kecamatan Mapilli.
Kabar baiknya, 13 orang itu nonreaktif hasil rapid testnya yang dilakukan oleh tenaga medis PKM Mapilli.
“13 yang dibawa ke RS Pratama itu di Ugi Baru, masuk wilayah Mapilli. Saya sudah tugaskan Kepala Puskesmas Mapilli, untuk menjemput 13 orang itu dibawa ke RS Pratama Wonomulyo,” kata Andi Suaib Nawawi.
Andi Suaib Nawawi menjelaskan, 13 orang yang dikarantina di RS Pratama Wonomulyo itu, akan kembali dirapid test setelah 7 hingga 10 hari ke depan.
“Tetapi tetap diisolasi sampai 14 hari ke depan. 7 sampai 10 hari setelah dilakukan rapid test pertama akan dirapid test kembali,” ujarnya.
Selain itu, kata Andi Suaib Nawawi, ibu dari pasien 01 masih menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Hasil rapid testnya reaktif.
Ibu dari pasien kasus 01 itu nantinya akan dirawat di RSUD Polewali. Sebab, berdasar protokoler kesehatan penanganan corona, orang di atas 60 tahun akan ditangani di Rumah Sakit.
Hanya saja, saat ini, 3 ruang isolasi di RSUD Polewali masih terisi. Sementara, dalam protokol penanganan corona, pasien positif swab hasil pemeriksaan PCR tidak bisa dicampur dengan pasien yang hasil rapid testnya reaktif.
Aturan kedua, yakni tidak bisa dicampur antara laki-laki dan perempuan dalam satu ruangan.
“Sebenarnya tidak penuh. Tetapi ada aturan tidak bisa digabung antara lelaki sama perempuan dalam satu ruangan. Kemudian pasien positif swab tidak bisa digabung dengan pasien yang masih hasil rapid test reaktif,” kata Andi Suaib Nawawi.
(fly/pojoksulsel)
The post 13 Orang Dikarantina di RS Pratama Wonomulyo Hasil Tracing Kasus Corona 01 appeared first on Pojoksatu.id.

Tokopedia Diretas, Data 15 Juta Pelanggan Bocor

POJOKSATU.id, JAKARTA- Tokopedia dikabarkan mengalami masalah keamanan yang mengakibatkan data dari 15 juta pengguna mereka bocor.
Seorang peretas dalam salah satu forum bernama RaidForums mengklaim dia meretas Tokopedia pada Maret lalu dan mengantongi data dari 15 juta pelanggan.
Data yang diperoleh berupa email, kata kunci dan nama.
Kantor berita antara sudah menghubungi Tokopedia, namun, hingga berita ini dibuat, mereka belum memberikan komentar.

(dhe/pojoksatu)
The post Tokopedia Diretas, Data 15 Juta Pelanggan Bocor appeared first on Pojoksatu.id.

Robert Alberts Ungkap Bobroknya Manajemen Arema FC, Jadi Trauma Latih Singo Edan

POJOKSATU.id, BANDUNG – Bagi Aremania, nama Robert Rene Alberts akan selalu di hati mereka. Pasalnya, pelatih berkebangsaan Belanda ini sukses membawa Arema FC menjadi juara Indonesia Super League (ISL) musim 2009/2010.
Tapi Robert Alberts punya pengalaman buruk menjadi pelatih di klub berjuluk Singo Edan itu.
Juru taktik yang kini menukangi Persib Bandung itu menyebut manajemen Arema FC sangat buruk sehingga dirinya tidak akan pernah kembali lagi ke klub asal Malang, Jawa Timur itu di masa mendatang.
Robert Alberts menyebut manajemen Arema FC kerap terlambat membayar gajinya dan itu dianggapnya masalah besar.
“Saya datang ke Indonesia pada 2009, saya datang ke Malang dan Arema memiliki musim yang sukses. Tapi kami punya masalah besar di dalam klub,” kata Robert di channel YouTube pribadinya.
“Saya menolak untuk melatih beberapa kali karena gaji saya tidak dibayar. Kami bahkan berhenti total, pemain pada pulang kampung, saya juga pulang. Gaji tidak dibayar mereka banyak janji.”
“Lingkungan di dalam klub sangat tidak menyenangkan. Tapi para pemain, staf, staf pelatih, kami masih bersama. Kami komplain besar kepada manajemen waktu itu. Mungkin itu salah satu alasan kami bisa sukses pada waktu itu, kami bekerja sama dengan sangat baik,” kata mantan pelatih PSM Makassar ini.
Meski berhasil menjuarai Liga 1 pada musim 2009/2010 itu, Robert Rene Alberts memutuskan hengkang ke PSM karena gajinya tak kunjung dibayar manajemen Arema FC.
Browser anti blokir Kojop sudah bisa diunduh di Play Store, klik bit.ly/kojop
The post Robert Alberts Ungkap Bobroknya Manajemen Arema FC, Jadi Trauma Latih Singo Edan appeared first on Pojoksatu.id.

Begal Dikeroyok Warga Sekampung, yang Melindungi Juga Dipukul, Motor Dibakar

POJOKSATU.id, PURWOSARI – Seorang begal bernama Ahul Mukmin (23) jadi bulan-bulanan massa. Ia dikeroyok warga sekampung usai membegal warga di Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (1/2) sore.
Akibatnya, warga Dusun Triwung, Desa Karangasem, Kecamatan Wonorejo, itu mengalami luka-luka di bagian tubuhnya.
Insiden itu terjadi di jalan nasional Malang- Surabaya, tepatnya di Dusun Kemirahan, Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari, sekitar pukul 16.30 WIB.
Korban begal bernama Siti Kutiati (36). Ia dibegal saat membonceng keponakanannya.
Kejadian bermula saat warga Dusun Gajahan, Desa Gajahrejo, Kecamatan Purwodadi, itu mengendarai motor Honda Vario dari arah Malang.
Kapolsek Purwosari AKP Saifudin menerangkan, saat sampai di lokasi kejadian, korban dipepet Ahul Mukmin yang mengendarai motor Honda Beat yang melaju di sebelah kiri korban.
Selanjutnya, Mukmin merampas dompet korban yang diletakkan di dasbor dek motornya. Selanjutnya, pelaku langsung kabur ke arah utara.
Melihat dompetnya dicuri, korban meneriaki pelaku dengan sebutan ‘maling’.
“Mendengar suara teriakan itu, sejumlah warga dan tukang ojek langsung mengejar pelaku yang melintas di Tejowangi. Pelaku akhirnya tertangkap di Dusun Juri,” jelas Saifudin.
Begitu diamankan, pelaku Mukmin langsung dihajar massa. Motor Honda Beat yang dikendarai pelaku juga langsung dibakar massa.
Pelaku kemudian dibawa ke salah satu rumah warga, sambil menunggu dijemput polisi.
Warga yang kadung marah menunggu pelaku dari luar rumah tempat pelaku diamankan.
Penjemputan pelaku oleh polisi pun berjalan dramatis. Sebab, sejumlah warga terus berupaya melayangkan bogem pada pelaku.
Bahkan seorang pria berbadan tegap yang berusaha mengamankan dan melindungi begal dari keroyokan massa juga kena getahnya. Ia dipukul warga yang sedang marah.
“Sekarang sudah kami amankan di Mapolsek,” kata Saifudin sebagaimana dikutip dari Radar Bromo, Sabtu (2/5).
Dari penyidikan, pelaku bukanlah seorang residivis. Namun, Mukmin mengaku pernah mencuri HP.
“Motor dan pelaku semuanya kami amankan di mapolsek. Kasusnya dalam proses penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.
Lihat video begal di Purwosari dikeroyok warga sekampung berikut ini:

(zal/mie)
The post Begal Dikeroyok Warga Sekampung, yang Melindungi Juga Dipukul, Motor Dibakar appeared first on Pojoksatu.id.

Nekat Samakan Parasnya dengan Han So Hee, Meldianti Dihujat Netizen

POJOKSATU.id, KEPONAKAN Dewi Perssik, Rosa Meldianti kembali memantik reaksi netizen. Ini terjadi lantaran dia mengunggah foto bersama artis Korea.
Tak tanggung-tanggung, Meldi menyebut dirinya mirip Han So Hee dengan pemeran pencuri laki orang (Pelakor) Da Kyung di drama Korea yang lagi hits, The World of Married.
Meldi merasa wajahnya tak jauh beda dengan Han So Hee. “12 12 lah,” tulisnya pada caption foto yang diunggahnya, Sabtu (2/5/2020) malam.
Pada foto itu, Meldi menyandingkan wajahnya dan wajah Han So.
Tak perlu waktu lama, beragam komentar netizen pun muncul. Kritikan ditujukan ke Meldi yang dianggap terlalu banyak mengkhayal.
“Apa cuma gua yang emosi,” komen @inidheaaa.
“Kalau dilihat dari lubang sedotan yaa,” tulis desyfaikahaisyah4’s.
“Wkwkwk ngayal ketinggian,” respon anjanimutiara29.
“Tarlalu halu looooo mell,” komen @shedaeton.
“Halu tingkat dewa,” tulis @abdulsems.
Seperti diketahui Han So adalah salah satu model dan aktris ternama di Korea. Belakangan namanya ramai diperbincangkan karena aktingnya cukup menjiwai sebagai pelakor.
Drama The World of Married ini menduduki urutan teratas drama saat ini di negaranya. (nin/pojoksatu)
The post Nekat Samakan Parasnya dengan Han So Hee, Meldianti Dihujat Netizen appeared first on Pojoksatu.id.

4.099 Orang Telah Dirapid Test di Tangsel

POJOKBANTEN.com, CIPUTAT, Dinas Kesehatan bersama Gugus tugas Covid -19 terus berupaya mencari sumber penyebaran Covid-19 diwilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Hingga Jumat (1/5) terlapor sebanyak 4.099 orang yang telah menjalani rapid test covid -19 berdasarkan by name by address.
Juru bicara gugus tugas Covid-19 Kota Tangsel, Tulus Muladiyono, menjelaskan, Pemkot Tangsel telah menerima alat rapid test sebanyak 5.611 dan per 1 Mei 2020 alat rapid test sebanyak 4.099 , alat yang invalid sebanyak 24. Hasil dari rapid untuk negatif Sebanyak 3.953 dan reaktif sebanyak 122.Sedangkan alat yang tersisa sebanyak 1.512.
“Rapid test ini dilakukan di Rumah Sakit sebanyak Jumlah : 1.373, Presentase: 33,7 persen, Negatif: 1332 (33,7persen), reaktif: 41 (33,6 persen). Puskesmas sebanyak Jumlah : 2.045
Presentase: 50,2 persen Dimana hasilnya Negatif: 1.976 (50 persen), reaktif: 41 (56,6 persen)”ungkapnya.
Sedangkan di Labkesda sebanyak Jumlah : 333
Presentase: 8,2 persen, hasil Negatif: 333 (8,4persen), reaktif: 0 (0 persen). Dinkes sebanyak Jumlah : 324 Presentase: 8,0 persen, Negatif: 312 (7,9 persen) Dan Reaktif: 12 (9,8 persen).
“Total sebanyak 4075 dengan Presentase: 100 persen, hasil Negatif: 3.953 (100persen) Dan Reaktif: 122 (100 persen),”jelasnya.
Sedangkan untuk rapid test yang dilakukan dari Provinsi Banten dilakukan di Pondok Aren Sebanyak 247 yang dirapid dengan hasil positif 1,negatif sebanyak 245 dan invalid 1, Jombang sebanyak 331 dengan hasil positif sebanyak 4 ,negatif Sebanyak 324 ,invalid sebanyak 3, Lengkong Gudang Timur sebanyak 252 dengan hasil positif 0 negatif Sebanyak 249,invalid sebanyak 3. Pasar Serpong sebanyak 150 dengan hasil negatif Sebanyak 149, reaktif sebanyak 1,invalid 1, untuk di Pasar Modern BSD yang telah dirapid sebanyak 350 dengan hasil negatif sebanyak 347, reaktif 0 , invalid 3. Untuk di Pasar Modern Bintaro sebanyak 252 dengan hasil negatif Sebanyak 247 dan reaktif sebanyak 5 invalid 0, Sedangkan di Pasar Ciputat sebanyak 226 dengan hasil reaktif 0 negatif Sebanyak 266 invalid 0.
Tulus menjelaskan Rapid test bukan penentu utama seseorang dinyatakan terinfeksi virus corona atau tidak. Bagi yang dinyatakan reaktif berdasarkan rapid test, masih harus melanjutkan tes dengan metode swab menggunakan alat Polymerase Chain Reaction (PCR).
Rapid test dilakukan dengan menggunakan spesimen darah untuk pengujian virus corona di tubuh seseorang. Sementara tes swab lewat PCR atau genome sequencing dilakukan dengan menguji lendir dari tenggorokan, kerongkongan, atau hidung.
(hms/pojokbanten)
The post 4.099 Orang Telah Dirapid Test di Tangsel appeared first on Pojoksatu.id.

Krisis Keuangan karena Corona, Barcelona Siap Jual Striker Andalannya

POJOKSATU.id, BARCELONA – Masa Luis Suarez di Barcelona tampaknya akan segera berakhir. Bomber berkebangsaan Uruguay tampaknya masuk daftar jual klub untuk mengatasi krisis keuangan karena pandemi Virus Corona.
Seperti kebanyakan klub di Eropa, penghentian kompetisi karena pandemi ini, membuat kondisi kas Barca tidak stabil. Tidak ada pendapatan dari matchday dan hak siar televisi.
Penjualan pemain dianggap sebagai satu-satunya solusi untuk menstabilkan kembali neraca keuangan mereka.
Dan striker andalan Barcelona, Luis Suarez bisa dijual dengan harga cukup tinggi untuk mengatasi masalah tersebut.
Seperti diketahui, kompetisi La Liga musim 2019/20 masih ditangguhkan – meskipun beredar kabar liga akan segera bergulir kembali dengan tanpa penonton – menyebabkan klub sekelas Barcelona mengalami krisis keuangan.
Bomber Barcelona, Luis Suarez.
Klub Catalan telah mengeksplorasi cara-cara baru untuk menghasilkan pendapatan dan menjual pemain bisa menjadi salah satu taktik yang digunakan.
Surat kabar Spanyol Marca melaporkan bahwa Suarez bisa menjadi kandidat utama untuk dijual musim panas ini, dengan banyak klub MLS tertarik untuk mengontrak pemain Uruguay itu.
Presiden Inter Miami, David Beckham sebelumnya berbicara tentang keinginannya untuk membawa mantan striker Liverpool ke Amerika, sementara Suarez sendiri telah mengakui bahwa ia mungkin akan pindah ke MLS suatu hari nanti.
Browser anti blokir Kojop sudah bisa diunduh di Play Store, klik bit.ly/kojop
The post Krisis Keuangan karena Corona, Barcelona Siap Jual Striker Andalannya appeared first on Pojoksatu.id.

Janda Tak Kebagian, Sopir Angkot Marah

POJOKSATU.id, DEPOK – Pembagian paket sembako di RT 5/7, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok nyaris ricuh.
Sejumlah warga miskin protes lantaran tidak kebagian paket sembako. Padahal, ada keluarga yang tergolong mampu, tapi mendapatkan sembako.
Warga menilai pembagian paket sembako yang bersumber dari PT Arista tidak tepat sasaran. Mereka menuding pihak RT tidak adil.
Warga RT 5/7, Okta menjelaskan, Ketua RT 5, Selamet Riyadi beserta jajaran kepanitiaannya menyuplai bantuan tidak tepat sasaran.
“Banyak warga yang membutuhkan. Janda ada yang tidak dapat, sopir angkot tidak dapat, ojek online juga tidak dapat. Semuanya pada tinggal di rumah kontrakan,” kata Okta kepada Radar Depok (grup Pojoksatu).
Okta mencontohkan, sebagian penerima paket sembako sudah memiliki rumah pribadi. Sedangkan warga yang ngontrak justru tidak kebagian.
“Anehnya lagi, satu rumah ada yang dapat sampai empat paket sembako. Sama yang bukan warga RT sini juga dapat. Ini kan tidak adil,” tuturnya.
Berdasarkan informasi yang didapat Okta, PT Arista memberikan 120 paket sembako, tetapi yang disalurkan pengurus RT hanya 90 paket.
Edwin, salah satu supir angkot dan mengontrak di RT tersebut juga mengaku curiga akan hal tersebut. Karena, pada saat meminta daftar warga yang menerima paket sembako, pihak RT atau panitia tidak memberikannya.
“Saya curiga kenapa warga luar dapat tapi warganya sendiri yang benar terdampak tidak dapat sama sekali,” ungkapnya.
Edwin sudah satu bulan terakhir tak mendapat penghasilan dari menarik angkot, sehingga dirinya sangat berharap dapat bantuan. Namun, dirinya pun tidak kunjung dapat. Tapi tetangganya yang menurutnya tergolong mampu justru mendapatkan bantuan.
“Kalau begini pasti saya marah, keluarga saya kasihan, dampaknya sangat terasa buat kami. Beberapa kali bantuan dari donatur dan kini PT Arista saya masih juga tidak dapat,” tegas Edwin saat dikonfirmasi.
Pembagian sembako dari PT Arista membuat suasana dil ingkungan hampir ricuh. Dua kali warga berbondong mendatangi salah satu rumah panitia pembagian sembako.
(arn/radardepok)
The post Janda Tak Kebagian, Sopir Angkot Marah appeared first on Pojoksatu.id.