aji santoso

Makan Konate Dinilai Tidak Butuh Waktu Lama untuk Beradaptasi

POJOKSATU.id, MALANG – Resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya, Makan Konate belum berlatih dengan skuad Green Force.
Pasalnya, Konate saat ini masih berada di Mali. Pemain 28 tahun itu juga masih akan absen saat Persebaya berlatih pada besok (28/1) sore.
Mantan pemain Arema FC itu baru akan bertolak ke Surabaya pada Kamis (30/1). Artinya, dia baru akan bergabung latihan pada awal pekan depan.
Dengan ini, Konate akan berlatih tak sampai satu bulan sebelum kompetisi dimulai. Sebab, Liga 1 2020 akan kick off pada 29 Februari mendatang.
Meski cukup mepet, pelatih Persebaya Aji Santoso menilai hal itu dinilai tak akan jadi masalah.
“Lebih lama (berlatih) sebenarnya lebih bagus. Tapi waktu latihan tak sampai satu bulan saya rasa cukup bagi Konate,” katanya kepada Jawa Pos.
Meski begitu, Aji tak menampik Konate harus segera beradaptasi dengan tim baru. Termasuk dengan pola permainan yang akan diusung Aji di musim ini. Juga dengan rekan-rekan anyar.
“Konate harus paham bagaimana keinginan pemain lain. Pemain lain juga harus paham keinginan Konate. Saya rasa waktu tak sampai satu bulan itu pas,” ucapnya.
Apalagi, Konate memang sudah kenyang pengalaman di Liga 1. Performanya musim lalu juga cukup baik. Pemain kelahiran 10 November 1991 itu merupakan top scorer Arema FC dengan torehan 16 gol.
Dia bahkan mampu mengungguli torehan gol striker Dedik Setiawan. Pemain 25 tahun itu hanya mengemas 7 gol.
Konate akan datang bersamaan dengan David da Silva. Pemain 30 tahun itu saat ini memang masih berada di Brasil. Dia akan terbang ke Surabaya pada Kamis (30/1). Kemudian berlatih bersama skuad Green Force pada awal pekan depan.
(jpc/pojoksatu)
The post Makan Konate Dinilai Tidak Butuh Waktu Lama untuk Beradaptasi appeared first on Pojoksatu.id.

Persebaya Surabaya Resmi Tunjuk Aji Santoso Sebagai Pelatih

POJOKSATU.id, SURABAYA – Aji Santoso resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Persebaya Surabaya di sisa pertandingan putaran kedua kompetisi Liga 1 musim 2019.
Aji Santoso bertugas mengembalikan tren positif Persebaya yang gagal menang di enam pertandingan terakhir hingga menyebabkan mundurnya Wolfgang Pikal.
“Terima kasih saya diberi kesempatan melatih di Persebaya Surabaya,” ujarnya di laman resmi klub.
Nama Aji Santoso sejatinya disebut-sebut sejak nama Djadjang Nurdjaman diberhentikan sebagai kepala di akhir putaran pertama lalu.
Akan tetapi, urung karena ia masih melatih salah satu tim di Liga 2, PSIM Yogjakarta.
Terkait keputusanya bergabung dengan Persebaya, dirinya mengaku sulit menampik tawaran tersebut. Terlebih telah memiliki ikatan emosional.
“Sebelumnya saya sempat mendapat tawaran, tetapi situasinya tidak memungkinkan. Tentu sekarang saya menerima tawaran ini dengan pertimbangan matang, karena Persebaya adalah tim yang membesarkan saya,” ucapnya.
Pelatih asal Malang sudah tidak asing bagi pencinta Bajol Ijo, sebab selain pernah mengantarkan Persebaya juara saat masih menjadi kapten tim 1996-1997, ia juga pernah melatih tim kebanggaan Arek-Arek Suroboyo tersebut.
Sebagai arsitek, Aji Santoso juga membawa Persebaya melewati play-off ISL musim 2009-2010 dengan status sebagai caretaker, kemudian menjadi arsitek Persebaya pada era IPL.
Ia berharap dengan pengetahuannya terhadap kultur Persebaya, mampu mengembalikan marwah tim yang kini menghuni peringkat sembilan di klasemen sementara tersebut.
(ant/jpnn/pojoksatu)