Amerika Serikat

Ini 6 Catatan Pertandingan Final Piala Dunia Wanita 2019

POJOKSATU.id, JAKARTA – Amerika Serikat berhasil memperpanjang dominasi mereka di Piala Dunia Wanita dengan meraih gelar juara keempat.
Amerika tercatat meraih gelar juara saat Piala Dunia Wanita pertama kali digelar yakni pada 1991 setelah mengalahkan Norwegia 2-1.
Delapan tahun berselang, mereka kembali menjadi juara. Pada partai final lawan China, Amerika menang lewat drama adu penalti.
Gelar ketiga diraih empat tahun lalu (2015), saat mereka berhasil mengalahkan Jepang dengan skor telak 5-2.
Menariknya, empat tahun sebelumnya (2011), keduanya juga bertemu di final. Namun ketika itu, Jepang yang keluar sebagai pemenang.
Sementara itu, pada pertandingan lawan Belanda, dini hari tadi, ada sejumlah catatan menarik.
Dilansir BBC, ada enam catatan pertandingan final Piala Dunia Wanita 2019 :
1. Penyerang AS Megan Rapinoe adalah pemain kedua dalam sejarah yang bermain di tiga final Piala Dunia Wanita (2011, 2015, 2019) setelah pemain Jerman Birgit Prinz (1995, 2003, 2007).
2. Timnas wanita AS mencetak 26 gol di Piala Dunia Wanita 2019. Jumlah ini menjadi yang terbanyak dicetak oleh satu tim di satu turnamen tunggal dalam sejarah kompetisi.
3. Rapinoe menjadi pemain pertama yang mencetak penalti di final Piala Dunia Wanita, sekaligus menjadi pencetak gol tertua di final. Diketahui, usianya 34 tahun dua hari.
4. Amerika juga mencatatkan rekor kemenangan berturut-turut terpanjang dalam sejarah Piala Dunia Wanita dengan 12 kemenangan.
5. Kiper Belanda Sari van Veenendaal membuat delapan penyelamatan di pertandingan ini – paling banyak dilakukan oleh seorang kiper dalam pertandingan babak sistem gugur di Piala Dunia Wanita 2019.
6. Sejak gagal melawan Australia pada Juli 2017, AS telah mencetak gol dalam 45 pertandingan berturut-turut di semua kompetisi, mencetak 148 gol dan mencetak setidaknya dua kali dalam setiap 12 pertandingan terakhir mereka.
(zul/pojoksatu)

Juarai Piala Dunia Wanita, Amerika Serikat Raih Gelar Keempat

POJOKSATU.id, JAKARTA – Amerika Serikat sukses menjuarai Piala Dunia Wanita usai mengalahkan Belanda, Senin (8/7) dini hari WIB.
Pada pertandingan tersebut Amerika sukses menundukkan lawannya, Belanda dengan skor dua gol tanpa balas.
Sebelum mencetak gol, kedua tim sempat bermain imbang di babak pertama dengan skor 0-0. Di babak kedua, Megan Rapinoe dan Rose Lavelle jadi pembeda.
Memasuki menit ke-61, Rapinoe membuka keunggulan Amerika setelah sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor tendangan penalti.
Delapan menit berselang, Amerika menggandakan keunggulan. Kali ini Lavelle yang mencatatkan namanya di papan skor.
Hingga pertandingan berakhir tak ada tambahan gol. Dengan ini, Amerika meraih gelar juara keempat di Piala Dunia Wanita.
Mereka mencetak rekor sebagai negara pemegang gelar terbanyak di ajang ini sejak digelar pertama kali pada 1991.
Berikut daftar juara Piala Dunia Wanita :
1991 : Amerika Serikat 2-1 Norwegia
1995 : Norwegia 2-0 Jerman
1999 : Amerika Serikat 0-0 (5-4 p) China
2003 : Jerman 2-1 Swedia
2007 : Jerman 2-0 Brasil
2011 : Jepang 2-2 (3-1 p) Amerika Serikat
2015 : Amerika Serikat 5-2 Jepang
2019 : Amerika Serikat 2-0 Belanda
(zul/pojoksatu)

Soal Rencana LaLiga Digelar di Amerika, Sikap Presiden Real Madrid Tegas

POJOKSATU.id, MADRID – Presiden Real Madrid, Florentino Perez menolak tegas rencana beberapa pertandingan LaLiga musim ini digelar di Amerika Serikat.
Sikap Perez tersebut mengingat Real Madrid menjadi salahsatu klub yang akan dipertandingkan di Negeri Paman Sam tersebut.
“Kami tidak akan berangkat ke Amerika Serikat,” kata Perez dalam pernyataan sikapnya seperti dikutip dari Goal.
“Saya tidak tahu bagaimana ketertarikan itu terhubung, tetapi mereka bukanlah klub maupun penggemar. Kami dengan tegas menolaknya,” tegas Perez.
Senada Wakil Presiden Persatuan Pemain Sepak Bola Spanyol atau AFE, Sergio Busquets menyatakan sikap penolakannya.
Penggawa Barcelona itu menilai bukan langkah yang tepat Laliga membawa pertandingan ke luar Spanyol meski itu tujuannya untuk promosi.
Sebelumnya, La Liga berencana menggelar  memang berencana menggelar satu dan dua pertandingan ke Amerika Serikat.
Tujuannya semata untuk promosi dan menambah pamor kompetisi LaLiga ke luar Spanyol terutama Amerika Serikat.
(qur/pojoksatu)