ancaman sanksi

Piala Indonesia 2018, PSSI: Ikut atau Sanksi Menanti!

POJOKSATU.id, JAKARTA –Sekjen PSSI, Ratu Tisha menebar ancaman untuk tim peserta babak 32 besar Liga Indonesia 2018 yang berniat mengundurkan diri di fase tersebut.
PSSI, ditegaskan Tisha akan melakukan tindakan tegas dengan memberikan sanksi berat kepada tim yang melakukan pelanggaran disiplin tersebut agar Piala Indonesia berjalan lancar sampai tuntas.
“Sudah pasti babak 32 besar lebih ketat. Jika ada tim mengundurkan diri atau tidak menyelenggarakan laga, akan ada sanksi,” kata Tisha di Jakarta, kemarin.
“Tidak hanya mengalami kekalahan, tapi juga bisa denda. Atau bisa juga dinaikkan ke Komite Disiplin jika dinilai ada kesengajaan,” tegasnya.
Dikatakan Tisha, ketegasan itu akan ditempuh semata agar tim-tim yang berpartisipasi dalam Piala Indonesia 2018 dapat lebih berkomitmen.
Dia tidak ingin gelaran tersebut hanya dijadikan ajang permainan semata. “Karena kami harus menghargai langkah klub yang terhenti di babak sebelumnya,” ucapnya.
“Mereka tidak main-main mempersiapkan hal itu. Saya rasa klub Liga 1, 2, dan 3 yang lolos ke babak 32-besar memperiapkan dengan baik,” sebut dia.
Untuk diketahui, babak 32-besar Piala Indonesia 2018 akan berlangsung pada mulai 22 Januari hingga 6 Februari. Sementara babak 16-besar akan digelar pada 11 hingga 19 Februari.
Sedangkan babak 8-besar akan berlangsung pada 24 Februari hingga 2 Maret. Untuk semifinal digelar pada 7 dan 12 Maret. Sementara babak Final dijadwalkan digelar pada 17 dan 24 Maret.
(qur/pojoksatu)

Fans Ronaldo Berulah, Manchester United Kena Getahnya

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester United tengah menunggu ancaman sanksi dari UEFA gara-gara sejumlah fans Cristiano Ronaldo yang melakukan invasi ke dalam lapangan.
Insiden itu terjadi di ajang Liga Champions saat Manchester United menjamu Juventus di Old Trafford, Selasa (23/10/2018) dini hari WIB.
Saat itu sejumlah penonton yang belakang diketahui sebagai penggemar CR7 menerobos penjagaan untuk menemui Ronaldo di tengah lapangan saat pertandingan baru berjalan tiga menit.

Insiden kembali terjadi saat sejumlah orang memasuki lapangan usai pertandingan, lagi-lagi untuk menemui peraih 5 Ballon d’Or itu.
Ronaldo yang saat itu harus menghadapi mantan klubnya itu pun terlihat tak merasa terganggu. Ia bahkan dengan santai menerima permintaan fansnya itu untuk selfie dan menjabat tangannya.
Namun insiden tersebut tentu sangat tidak dibenarkan oleh UEFA selaku pihak penyelenggara ajang kompetisi paling bergengsi di benua biru tersebut.
UEFA menilai, panpel Manchester United telah melakukan kecerobohan dan dinilai gagal menjaga keamanan jalannya pertandingan.
Oleh karena itu, Setan Merah kini sedang menghadapi ancaman sanksi, dan sidang dari Komsisi Disiplin UEFA sendiri baru akan digelar pada 22 November mendatang.
(qur/pojoksatu)

Persib Bandung Terancam Sanksi Berat, Mario Gomez: Kenapa Baru Sekarang!

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung tengah dibayangi sanksi berat dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menyusul insiden berdarah jelang kick-off Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Minggu (23/9/2018) siang WIB.
Seorang suporter Persija alias Jakmania bernama Haringga Sirila (23) tewas di lokasi kejadian setelah dianiaya sejumlah oknum Bobotoh.
Akibat insiden tersebut, Kemenpora dan PSSI pun menghentikan sementara kompetisi Go-Jek Liga 1 2018 hingga dua pekan ke depan.
Kompetisi Dihentikan, Pelatih Persib Tetap Lakukan Ini
Persib Bandung Jadi Sorotan, Mario Gomez Tak Merasa Tertekan
Terkait ancaman sanksi yang bisa diterima Persib Bandung, sang pelatih, Mario Gomez bereaksi keras menanggapi hal tersebut.
Ditegaskan pelatih asal Argentina itu, jika ada hukuman kenapa baru diputuskan sekarang sedangkan korban jiwa di sepakbola bukan hanya kali ini saja terjadi.
“Saya tidak tahu karena ada aturan dalam situasi ini. Dan saya katakan banyak kejadian seperti ini sebelumnya, kenapa bukan dari sebelumnya melakukan itu?” kata Gomez seperti dikutip dari Simamaung.
Meninggalnya suporter yang menimpa seorang anggota Jakmania tersebut disebutkan dia, bukan yang pertama dan sudah banyak korban jiwa lain berjatuhan.
Bahkan di pihak Persib, Bobotoh pun pernah ada yang meninggal dengan cara yang sama karena dianiaya suporter rival, termasuk aksi pelemparan rantis yang membawa pemain Persib di putaran pertama lalu.
“Kenapa bukan dari 2012 karena di sana juga ada korban? Dua bulan lalu, kenapa bukan saat itu (ambil keputusan sanksi). Pemenang ditentukan di lapangan, bukan di ruangan,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)