anderlecht

Vincent Kompany : Aku Bukan Guardiola

POJOKSATU.id, JAKARTA – Vincent Kompany menegaskan jika dirinya bukanlah Pep Guardiola.
Namun, Kompany tidak menampik jika dirinya sangat kagum dengan pelatih Manchester City itu.
Ia menganggap jika Guardiola adalah guru-nya. “Aku bukan Guardiola. Tapi kupikir aku murid yang baik,” ujarnya dilansir BBC.
Sebab, menurut mantan kapten City ini, selama di Etihad ia merasa seperti sedangkan di sebuah universitas.
“Rasanya seperti berada di universitas setiap hari. Dia (Guardiola) menjelaskan semuanya dengan sangat jelas dan saya belajar banyak darinya,” sambungnya.
Karena itu, ia pun tak segan mengaku jika Guardiola adalah inspirasinya untuk bisa membawa Anderlecht meraih gelar juara Liga Belgia musim depan.
Untuk diketahui, setelah 11 tahun mengabdi bersama City, Kompany memilih pergi dan bergabung ke Anderlecht.
Bersama klub asal Brussels ini, ia akan menjalani peran ganda. Yakni menjadi pelatih sekaligus pemain.
Anderlecht sendiri dianggap sebagai klub paling sukses di sepak bola Belgia setelah memenangkan liga 34 kali.
Akan tetapi, musim lalu mereka hanya finis di posisi keempat dengan 51 poin.
“Dalam satu musim kita harus menjadi lebih baik dari lima tim lain,” kata Kompany pada konferensi pers pertamanya.
“Tetapi saya yakin bahwa dengan beberapa perubahan kita akan berhasil.
“Saya tidak ingin memilih antara bermain sepakbola yang bagus atau menjadi juara. Saya ingin keduanya.
“Aku tahu bahwa aku terlalu banyak menekan diriku sendiri. Mari kita perjelas, aku tidak datang ke sini untuk menjadi yang kedua,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Tinggalkan City, Vincent Kompany Jalani Peran Ganda di Klub Baru

POJOKSATU.id, JAKARTA – Setelah memastikan meraih treble winners musim ini, Vincent Kompany mengumumkan dirinya akan meninggalkan Manchester City.
Tak berapa lama terungkap klub mana yang jadi pelabuhan sang kapten City itu. Ia akan bergabung dengan klub asalnya di Belgia, Anderlecht.
Ia dikontrak selama tiga musim ke depan dan akan menjalani peran ganda sebagai pemain sekaligus pelatih.
Hal ini disampaikannya dalam surat terbuka yang diunggah di Facebook-nya.
“Untuk 3 tahun ke depan, saya akan mengambil peran sebagai Pemain-Pelatih RSC Anderlecht,” tulis Kompany.
“Ini mungkin mengejutkan Anda. Ini adalah keputusan paling bersemangat namun rasional yang pernah saya buat.”
“Sebagai pemain sepak bola, saya lahir dan besar di RSC Anderlecht. Sejak usia 6 tahun, saya telah bersatu dengan klub itu. Sejarah dengan 34 gelar liga, mereka tidak ada duanya,” ujarnnya.
Lebih lanjut, pemain kelahiran Brussels ini menjelaskan kronologis terkait keputusannya untuk bergabung dengan Anderlecht.
“Belum lama ini, saya menerima telepon dari RSC Anderlecht. Tidak disangka-sangka, mereka menawari saya posisi Player-Manager,” ucapnya.
Bukan hanya itu, Kompany juga menyampaikan salam perpisahan kepada Manchester City.
“Manchester City telah memberikan segalanya untukku. Aku sudah berusaha memberikannya sebanyak yang aku bisa,” katanya.
“Sudah tiba saatnya aku pergi sekarang,” lanjutnya.
“Meskipun luar biasa, saya tidak merasakan apa-apa selain rasa terima kasih. Saya berterima kasih kepada semua yang mendukung saya dalam perjalanan spesial, di klub yang sangat istimewa.
“Saya ingat hari pertama, sejelas yang saya lihat terakhir. Saya ingat kebaikan tak terbatas yang saya terima dari orang-orang Manchester.
“Aku tidak akan pernah melupakan bagaimana semua pendukung City tetap setia kepadaku di saat-saat yang baik dan terutama di saat-saat yang buruk. Menghadapi rintangan, kamu selalu mendukungku dan mengilhami aku untuk tidak pernah menyerah,” paparnya.
(zul/pojoksatu)