antonio conte

Inter Vs Ludogorets Digelar tanpa Penonton, Begini Respon Antonio Conte

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pertandingan Inter vs Ludogorets pada leg kedua 32 besar Liga Europa pada Jumat (28/2) dini hari digelar tanpa penonton. Keputusan ini diambil karena mengantisipasi penyebaran virus corona di Italia.
Menanggapi hal ini, Pelatih Inter Antonio Conte mengatakan kehadiran penonton sangat dibutuhkan setiap klub.
Namun dalam situasi saat ini, Conte sepakat dengan keputusan yang dibuat pihak terkait. Ia pun berharap situasinya bisa segera kembali normal.
“Saya pikir bermain di balik pintu tidak indah, sepak bola membutuhkan publik dan untuk merasakan seluruh suasana di sekitarnya, itu hal yang paling indah,” kata Conte kepada Sky Sport Italia.
“Karena itu, kami ikut pada keputusan yang dibuat untuk alasan kesehatan, tetapi saya berharap bahwa semuanya kembali normal,” sambungnya.
Terkait lawan Ludogorets, Conte mengatakan timnya harus memperlakukan pertandingan seolah-olah imbang 0-0.
Inter sendiri memiliki keuntungan karena di leg pertama menang dengan skor dua gol tanpa balas.
“Kita perlu mengamankan kualifikasi, yang merupakan hal terpenting. Kita tahu bahwa semua game menyembunyikan beberapa kesulitan,” ucapnya.
“Kami mulai dari hasil yang baik di leg pertama tetapi kami tahu pertandingan dimulai dengan 0-0 dan kami harus menghasilkan kinerja yang baik, dan memiliki keinginan untuk menang,” tambahnya.
Untuk diketahui, karena adanya peningkatan kasus virus corona di Italia, laga Inter vs Sampdoria ditunda. Sedangkan pertandingan melawan Juventus juga dilaporkan bakal digelar tanpa penonton.
(zul/pojoksatu)
The post Inter Vs Ludogorets Digelar tanpa Penonton, Begini Respon Antonio Conte appeared first on Pojoksatu.id.

Debut Manis Eriksen, Conte Kini Punya Strategi Cadangan Mematikan

POJOKSATU.id, MILAN – Sukses Inter Milan melaju ke semifinal Coppa Italia 2019/20 ditandai dengan debut bintang anyar Nerazzurri, Christian Eriksen. Pemain yang baru bergabung awal pekan ini langsung masuk sebagai pemain pengganti pada laga lawan Fiorentina, Kamis (30/1/2020) dini hari WIB.
Usai pertandingan, pelatih Inter, Antonio Conte mengaku ‘terpaksa’ memainkan Eriksen pada laga kontra Fiorentina itu. Pasalnya, stok gelandang terbatas dan Eriksen harus masuk untuk memberi perubahan.
Eriksen menyelesaikan kepindahannya dari Spurs ke Giuseppe Meazza pada hari Selasa, bergabung dengan Nerazzurri dalam kesepakatan 16,8 juta juta pound atau sekitar Rp300 miliar.
Gelandang 27 tahun itu dengan cepat masuk ke jantung aksi dalam pertandingan perempat final hari Rabu, sebagai pengganti dengan 24 menit tersisa, menggantikan Alexis Sanchez.
Pada saat itu skor 1-1, sebelum Nicolo Barella langsung mencetak gol kemenangan – hanya 42 detik setelah Eriksen menginjak rumput Giuseppe Meazza.
Awalnya Conte tidak tertarik membawa Eriksen ke medan perang, begitu cepat setelah kedatangannya. Namun, terpaksa karena kurangnya pilihan.
“Kami tidak berniat menggunakan Eriksen secepat ini, karena ia baru memulai latihan bersama kami kemarin, tetapi gelandang yang tersedia cuma Matias Vecino dan Barella,” kata Conte kepada Rai Sport.
“Eriksen memiliki karakter dan meningkatkan level kualitas skuad. Saya berharap mendapatkan lebih banyak pemain, karena kami benar-benar terbatas di tengah.”
Kehadiran Eriksen yang terbukti bisa menghidupkan lini tengah Inter, membuat Conte kini punya strategi cadangan yang mematikan.
Selama ini, Conte menggunakan formasi 3-5-2 dengan dua gelandang tengah (Sensi dan Barella) beroperasi di depan regista yang diperankan Marcelo Brozovic.
Eriksen bisa menggantikan salah satu dari Sensi dan Barella, namun pada pertandingan lawan Fiorentina, pemain Timnas Denmark itu bertugas sebagai trequarista.
Dengan peran itu, playmaker di belakang dua striker memberi keleluasaan kepada Eriksen, membagi bola atau sesekali melepaskan tendangan dari luar kotak penalti.
Pada pertandingan itu, Eriksen sempat memberi assist brilian kepada Lautaro Martinez yang berhasil menjaringkan bola. Sayangnya dianulir wasit karena striker asal Argentina offside.
“Kami mencoba sistem dengan trequarista hari ini untuk mengatasi absennya Stefano Sensi dan Marcelo Brozovic.
“Eriksen dapat bermain dalam beberapa peran yang berbeda, dan kita akan lihat – itu bisa menjadi pilihan, tetapi kita harus lebih banyak mengusahakannya.”
“Kami agak terpaksa menggunakan tiga striker bersama karena saya tahu tentang masalah di lini tengah,” pungkas Conte.
(fat/pojoksatu)
The post Debut Manis Eriksen, Conte Kini Punya Strategi Cadangan Mematikan appeared first on Pojoksatu.id.

Lautaro Martinez Jadi Sorotan, Begini Respon Antonio Conte

POJOKSATU.id, JAKARTA – Lautaro Martinez menjadi salah satu pemain Inter Milan yang jadi sorotan belakangan ini.
Hal ini tidak lepas dari penampilan apiknya. Tercatat, ia sudah mencetak delapan gol dalam 14 pertandingan liga sejauh ini.
Saat mintai tanggapannya, pelatih Antonio Conte enggan berkomentar. Ia mengatakan lebih suka untuk fokus pada seluruh tim.
“Ketika orang berbicara terlalu banyak tentang individu, saya tidak pernah menyukainya,” ujarnya dilansir Football Italia.
“Saya ingin berbicara tentang tim. Lautaro membaik dan tumbuh, tetapi saya ingin menggarisbawahi pekerjaan seluruh kelompok,” sambungnya.
Sementara itu, Inter Milan akan mengadapi Roma pada laga lanjutan Liga Italia. Diakui Conte, saat ini pihaknya dalam kondisi kurang baik dengan sejumlah pemain yang cedera.
Meski begitu, ia meyakini akan hasil positif yang bisa didapat nanti. “Ini bukan situasi baru bagi kami, kami menghadapinya dengan cara yang benar,” ucapnya.
“Tidak ada waktu untuk menangis dan bersembunyi. Kita harus melakukan yang terbaik,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Kontra Dortmund, Antonio Conte : Pertandingan Ini Sangat Penting

POJOKSATU.id, JAKARTA – Inter Milan akan menghadapi Borussia Dortmund pada laga lanjutan Liga Champions, Rabu (6/11) dini hari WIB.
Pada pertandingan yang digelar di Signal Iduna Park, dengan hasil imbang dapat membuat Inter memiliki peluang lebih tinggi untuk lolos ke babak berikutnya.
Mengingat, Dortmund masih akan menghadapi Barcelona di Camp Nou, sementara Inter akan menghadapi Azulgrana di San Siro.
Meski begitu, ditegaskan pelatih Antonio Conte, pertandingan nanti sangat penting bagi Inter.
Pasalnya, dikatakan Conte, laga tersebut bisa jadi momen yang dapat menentukan perkembangan timnya.
“Pertandingan ini akan sangat penting, kami memiliki raihan poin yang sama dengan Borussia Dortmund, saya rasa Barcelona sudah dapat dipastikan lolos ke babak berikutnya,” ujarnya dilansir dari Football Italia.
“Dortmund adalah tim yang kuat dan sudah terbukti kualitasnya. Suasana yang luar biasa akan menyambut kami, jadi kepribadian kami akan diuji. Pertandingan ini akan menjadi momen yang dapat menentukan perkembangan kami,” sambungnya.
Untuk diketahui, saat ini Inter berada di posisi kedua klasemen Grup F, sedangkan Dortmund di posisi ketiga. Keduanya sama-sama mengoleksi empat poin.
(zul/pojoksatu)

Antonio Conte Isyaratkan Belanja Pemain Baru

POJOKSATU.id, JAKARTA – Antonio Conte mengaku khawatir dengan kondisi pemain Inter Milan yang dinilainya mengalami kelelahan.
Akibatnya, saat lawan Parma, Sabtu (26/10) kemarin, Inter hanya bisa bermain imbang 2-2.
“Saya tak bisa meminta hal lebih dari anak-anak ini karena ini laga ketiga kami dalam enam hari dan kami, pada praktiknya, selalu memiliki susunan pemain yang sama karena bermacam masalah. Saya sama sekali tidak bahagia dengan ini,” ujarnya dilansir Football-Italia.
“Saya sedikit khawatir, melihat masih ada empat laga sebelum jeda berikutnya. Kami harus mengeluarkan yang terbaik dari situasi dan inilah yang tengah kami lakukan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Conte mengisyaratkan bakal mendatangkan pemain baru pada bursa transfer Januari mendatang.
Pasalnya, dikatakan Conte, Serie A dan Liga Champions merupakan turnamen yang menuntut banyak hal dan dirinya tidak bisa merisikokan dengan hanya berpatisipasi di kompetisi tersebut.
“Saya sedikit khawatir karena kami terus menggunakan pemain yang sama dan ini meningkatkan kemungkinan cedera. Wajar saja dengan klub kami mengevaluasi sisi yang dapat ditingkatkan,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Sering Kebobolan di Babak Kedua, Conte Tak Mau Menyesal setelah Melawan Dortmund

POJOKSATU.id, MILAN – Pelatih Inter Milan, Antonio Conte mengingatkan pemainnya untuk memastikan mereka ‘tidak menyesal’ setelah pertandingan melawan Borussia Dortmund, Kamis (24/10/2019) dini hari nanti.
Tim asuhan Conte belum pernah meraih kemenangan dari dua laga sebelumnya di Grup F. Nerazzurri bermain imbang 1-1 melawan Slavia Prague dan kalah di Barcelona.
Inter kalah 1-2 di Nou Camp setelah unggul lebih dulu. Kini juara Liga Champions 2010 itu harus mengejar defisit tiga poin dari Barcelona dan Dortmund di papan klasemen.
“Kami tidak bisa mengatakan bahwa pertandingan ini adalah final,” kata Conte pada konferensi pers jelang laga kontra Dortmund. “Itu akan berlebihan, final dimainkan di akhir.”
“Tapi, kami akan terlibat dalam pertandingan penting ketika kami menghadapi Borussia Dortmund. Saya ingin satu hal, bagi kami untuk memberikan semua yang kami miliki sehingga kami meninggalkan lapangan tanpa penyesalan,” tegas Conte.
Pernyataan Conte itu merujuk pada performa anak asuhnya yang sering kehilangan konsentrasi di babak kedua. Seperti ketika kalah dari Barcelona. Mereka menyesal gagal mempertahankan keunggulan dan harus pulang dengan tangan hampa.
Pada laga terbaru melawan Sassuolo di Serie A, juga menunjukkan labilnya lini belakang Inter.
Mampu unggul 4-1 atas Sassuolo hingga menit 71, gawang Samir Handanovic malah kebobolan dua gol pada 19 menit terakhir. Inter beruntung bisa membawa pulang tiga poin dari Mapei Stadium.
“Kami harus bermain sebaik mungkin. Tapi saya ulangi, kami harus bermain sebaik mungkin agar tidak menyesal.”
Conte akan tanpa gelandang kunci Stefano Sensi (ketegangan paha), bek sayap Danilo D’Ambrosio (jari kaki patah), dan pemain pinjaman Manchester United Alexis Sanchez (pergelangan kaki terkilir).
Awal kemenangan enam pertandingan Inter di Serie A baru-baru ini dihentikan oleh Juventus dan mereka kebobolan dua gol pada kemenangan Minggu 4-3 di Sassuolo.
Mantan bos Chelsea Conte memperingatkan para pemainnya bahwa kecerobohan akan dihukum oleh Dortmund.
“Mereka tim yang kuat dan sangat bagus saat istirahat,” tambahnya. “Mereka memiliki pemain cepat, yang sangat kuat di lapangan terbuka.
“Untuk alasan ini, kita tidak boleh mengulangi kesalahan yang kita buat melawan Sassuolo, ketika kita kehilangan bola dalam permainan build-up kami dan terus kebobolan,” pungkasnya.
Sementara bintang muda Dortmund, Jadon Sancho, sudah bisa bermain setelah absen dalam kemenangan 1-0 pada Sabtu melawan Borussia Monchengladbach karena alasan disiplin.
Pemain depan berusia 19 tahun itu sempat dihukum karena terlambat pulang dari tugas internasional bersama Timnas Inggris.
Pelatih Dortmund Lucien Favre akan membuat keputusan tentang kiper Roman Burki (lutut), sementara Marco Reus (sakit), Marcel Schmelzer (cedera pinggul) dan Paco Alcacer (cedera otot) tidak dibawa ke Milan.
Gelandang Julian Weigl mengatakan Dortmund harus mempertahankan momentum mereka menyusul kemenangan Sabtu dan memastikan mereka mengonversi peluang apa pun di Milan.
“Kami ingin melanjutkan kesuksesan kami dan memainkan permainan kami dengan intensitas dan upaya penuh,” katanya dalam konferensi pers.
“Inter sangat berbahaya saat menyerang, tetapi juga bertahan dengan sangat baik. Kami harus efisien di depan gawang jika kami ingin menang,” tuturnya.
(fat/pojoksatu)

Conte Bahagia 10 Pemain Inter Bisa Kalahkan Sampdoria

POJOKSATU.id, JAKARTA – Antonio Conte mengaku bahagia saat Inter Milan meraih kemenangan di laga pekan keenam Liga Italia lawan Sampdoria, Sabtu (28/9) malam WIB.
Conte pun langsung memberikan pujian kepada para pemainnya. Pasalnya, kemenangan Inter diraih saat mereka hanya bermain dengan 10 pemain.
Inter harus kehilangan Alexis Sanchez di menit ke-46 akibat kartu merah. Sebelumnya di babak pertama, ia sempat menyumbang satu gol.
Meski begitu, Inter mampu mengatasi serangan Sampdoria dan meraih kemenangan 1-3.
“Saya puas dengan kemenangan ini. Laga-laga seperti inilah saat Anda bermain dengan kejelasan gaya bermain, dengan banyaknya peluang, Anda harus membunuh pertandingan,” ujarnya dikutip dari Football-Italia.
“Sungguh hebat unggul 2-0 di paruh pertama dan kami sedikit bermain terbuka di awal babak kedua. Itu (kartu merah Sanchez) bisa saja membunuh tim mana pun, tapi bukan kami, bukan pemain-pemain ini,” sambungnya.
Lebih lanjut, Conte pun menyebut pemainnya tampil luar biasa. “Kami tampil baik untuk memainkan pemain-pemain dari bangku cadangan untuk menjaga keseimbangan pertempuran. Kami mencetak gol ketiga, bisa saja lebih, jadi saya bahagia. Ini jadi pengalaman berharga dan dapat membantu kami berkembang,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Imbang Lawan Slavia Praha, Antonio Conte : Kami Mengalami Kesulitan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Penampilan apik di Liga Italia ternyata tidak cukup jadi bekal Inter Milan di Liga Champions.
Pada laga pertama Grup F, Inter Milan hanya mampu bermain imbang 1-1 lawan Slavia Praha.
Dalam pertandingan yang digelar di San Siro, Inter kebobolan lebih dulu di menit ke-63 lewat Peter Olayinka sebelum akhirnya menyamakan kedudukan di menit ke-90+2 lewat Nicolo Barella.
Pelatih Inter Antonio Conte mengaku pihaknya mengalami kesulitan saat berhadapan dengan Slavia Praha. Ia pun mengaku tak puas dengan penampilan skuad asuhannya.
“Slavia Praha bermain dengan performa tingkat Eropa, agresif dan memiliki intensitas tinggi. Kami tidak dapat menemukan solusi terhadap keadaan tersebut,” ujarnya dilansir Football Italia.
“Pada pertandingan lain, kami menghadapi tim yang tampil pasif, berbeda dengan Slavia. Kami mengalami kesulitan, dan saya tidak puas dengan performa yang kami tunjukkan.
“Saya menjadi yang pertama untuk menyampaikan tanggung jawab saya akan kekalahan ini, karena taktik yang saya inginkan tidak dapat ditunjukkan dan tidak tepat dengan keadaan yang terjadi di lapangan,” paparnya.
(zul/pojoksatu)

Inter Sempurna di 3 Laga Awal, Conte Ingatkan Anak Asuhnya Tetap Membumi

POJOKSATU.id, MILAN – Kehadiran Antonio Conte sebagai pelatih anyar serta sejumlah pemain baru yang direkrut musim panas kemarin, mulai berdamapk positif bagi Inter Milan. Tiga laga Serie A awal musim 2019/20 disapu bersih Nerazzurri dengan kemenangan.
Terbaru, Inter menang tipis 1-0 atas Udinese. Dua laga sebelumnya, melumat Lecce 4-0 dan menang 2-1 atas Cagliari. Inter kini mengoleksi 9 poin dan memuncaki klasemen sementara Serie A usai giornata ketiga.
Sang pelatih, Antonio Conte memuji performa anak asuhnya. “Kami tumbuh dan saya senang dengan kedewasaan kami,” kata Conte dikutip dari Mirror.
Inter pun kini diunggulkan sebagai penantang serius Juventus dalam perburuan scudetto musim ini.
“Hari ini kita berbicara tentang Inter sebagai rival utama Juventus. Saya tahu permainannya dan itu adalah apa adanya,” katanya.
Meski sempurna di tiga laga awal musim ini, Conte mengingatkan anak asuhnya agar tetap membumi.
“Tapi kita harus tetap berdiri di tanah. Biarkan orang lain bicara, kita harus tutup mulut dan bekerja,” tegasnya.
Di tangan Conte, Inter bermain lebih seimbang dalam menyerang maupun bertahan. Mengandalkan formasi 3-5-2, serangan tim yang terakhir kali merasakan scudetto pada 2010 itu lebih variatif.
Stefano Sensi dan Marcelo Brozovic jadi pengatur serangan di lini tengah, kemudian dua bek sayap juga aktif membantu serangan.
Di lini depan, Inter punya Romelu Lukaku, Aleixs Sanchez, Matteo Politano dan Lautaro Martinez. Sementara barisan pertahanan Inter tampak cukup tangguh dengan trio Milan Skriniar, Stefan de Vrij dan Diego Godin.
Selanjutnya Inter akan melakoni laga perdana penyisihan Grup F Liga Champions tengah pekan ini, melawan Slavia Praha.
Setelah itu, pada 22 September mendatang menghadapi tim sekota, AC Milan dalam laga giornata 4 Serie A.
(fat/pojoksatu)

Transfer Lukaku Tak Kunjung Selesai, Conte Mulai Frustasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelatih Inter Milan Antonio Conte mulai frustasi lantaran proses transfer Romelu Lukaku tak kunjung selesai.
Hal ini dilaporkan La Gazzetta dello Sport. Menurut laporan media lainnya, Conte bahakan berang ke petinggi Inter gara-gara tidak kunjung merealisasikan apa yang dia mau.
“Saya frustrasi,” ungkap Conte.
Diketahui, Conte sangat menyukai Lukaku dan berharap bisa memasukkannya dalam skuad Inter.
“Anda sudah tahu saya sangat menyukainya (Lukaku), begitu pula pada masa lalu di saat saya masih membesut Chelsea. Saya juga ingin membawanya ke Inter. Tapi hari ini dia tetap pemain United, itu kenyataannya,” ucapnya.
Conte pun menolak membahas Lukaku lebih lanjut. Sebab, ia masih menghormati kontraknya dengan United yang masih tersisa sampai musim panas 2022 itu.
”Kami paham benar situasi kami saat ini dan kami akan melihat apa yang terjadi. Seperti yang saya katakan, saya sebut dia pemain terpenting bagi kami agar lebih bagus. Tentu tak akan mudah bermain tanpa penyerang bagus. Tapi bursa transfer masih terbuka dan masih ada waktu bagi kami,” paparnya.
Sementara itu, dilansir laman Sempreinter, CEO United Ed Woodward menolak permintaan Inter untuk menurunkan harga top scorer Liga Europa 2014 – 2015 itu.
Terakhir, Inter mengajukan tawaran senilai EUR 60 juta (Rp 938,5 miliar) ditambah bonus EUR 15 juta (Rp 234,6 miliar). Tapi, total EUR 75 juta (Rp 1,17 triliun) iming-iming dari Inter itu belum mampu menggoda United.
(jpc/pojoksatu)