W88top casino trực tuyến

arema fc

Jelang Bentrok ke-41 Arema Vs Persib, Simak 11 Fakta Menarik Berikut Ini!

POJOKSATU.id, MALANG – Arema FC akan menjamu Persib Bandung dalam lanjutan Shopee Liga 1 2019 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (30/7/2019) malam ini. Super bigmatch yang merupakan laga tunda pekan keempat ini merupakan pertemuan ke-41 kedua klub sepanjang sejarah.
Pertandingan nanti malam diprediksi berjalan seru mengingat kedua tim punya sejarah mentereng di pentas sepakbola Indonesia.
BACA JUGA: Cuma Cetak Sebiji Gol dalam 14 Bulan, Apa Untungnya Rekrut Penyerang Barcelona Ini?
Arema yang tampil di kandang, Stadion Kanjuruhan, Malang, layak diunggulkan. Selain karena mendapat dukungan penuh dari suporter, Singo Edan juga mencatat empat kali menang dalam lima laga terakhir.
Pada periode yang sama Persib hanya menang dua kali, kalah dua kali dan sekali imbang.
Tapi bicara head to head, Arema tak pernah menang lawan Persib dalam lima pertemuan terakhir di semua kompetisi. Empat laga berakhir imbang dan Persib sekali menang pada putaran kedua Liga 1 musim lalu.
BACA JUGA: 25 Transfer Termahal Inggris Selama Musim Panas 2019
Selain itu, kami paparkan 11 data dan fakta menarik duel Arema vs Persib, dikutip Pojoksatu.id dari laman Wearemania:
1. Sepanjang 40 kali bertemu di semua ajang, Arema baru menang 12 kali, sedangkan Persib menang 17 kali, dan 11 laga berakhir imbang.
2. Pertemuan pertama Arema dengan Persib di ajang Piala Jawa Pos II (13/9/1990). Saat itu Persib menang 3-0 (tidak ada data siapa pencetak golnya).
3. Arema dan Persib terakhir bertemu di leg kedua babak 16 besar Piala Indonesia 2018 (22/2/2019), yang berakhir sama kuat 2-2. Hasil tersebut membuat Arema gagal lolos ke babak selanjutnya karena kalah produktivitas gol tandang.
4. Kekalahan terakhir Arema dari Persib terjadi di Liga 1 2018 (13/9/2018), di mana Arema takluk 2-0 di kandang lawan lewat dua gol Atep Rizal 43′, dan Bojan Malisic 63′.
5. Arema pun pernah kalah di kandang sendiri dari Persib, yang terjadi di Indonesia Super League (ISL) 2008-2009 (9/5/2009) dengan skor 2-0. Kala itu gol Persib dibuat Hilton Moreira 11′, dan Cristian Gonzales 62′.
6. Kemenangan terbesar Arema atas Persib terjadi di Babak 8 Besar Piala Indonesia 2010 (18/7/2010). Saat itu Arema menang telak 3-0 di kandang berkat gol-gol dari Rachmat Afandi 57′, Pierre Njanka 69′ PK, dan Dendi Santoso 71′.
7. Gustavo Lopez menjadi top skor Arema yang mampu menjebol gawang Persib tiga kali (1 gol dari penalti). Di bawahnya, masing-masing dengan dua gol adalah Samsul Arif, Noh Alam Shah, Dendi Santoso, Emaleu Serge, Charis Yulianto (1 gol dari penalti).
8. Charis Yulianto, Cristian Gonzales, dan Makan Konate menjadi pemain yang pernah menjebol gawang Persib saat berkostum Arema. Sebaliknya, mereka juga pernah menjebol gawang Arema saat berkostum Persib.
9. Saat ini Arema berada di peringkat 5 klasemen sementara Liga 1 2019 dengan 15 poin dari lima kali menang. Sementara, Persib ada di posisi 11 dengan 13 poin hasil dari tiga kali menang dan empat kali seri.
10. Arema dengan 16 gol dan kebobolan 14 gol (+2) lebih unggul produktivitas gol dari Persib yang baru mencetak 10 gol dan kebobolan 11 gol (-1).
11. Di kubu Arema ada nama Makan Konate yang pernah berkostum Persib, Hanif Sjahbandi dan Agil Munawar juga pernah menimba ilmu di Persib U-21. Sementara, di kubu Persib ada banyak mantan pemain Arema. Sebut saja Muhammad Natshir, Fabiano Beltrame, Ahmad Jufriyanto, Esteban Vizcarra dan Dedi Kusnandar.
(fat/pojoksatu)

Kalahkan Arema, Madura United Tempel Persikabo

POJOKSATU.id, MADURA – Madura United kembali ke jalur positif pada pekan ke-10 Liga 1 2019, Sabtu (20/7).
Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Laskar Sape Kerrab menang atas tamunya Arema FC dengan skor 1-0.
Pada pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Madura, Pamekasan, kedua tim bermain imbang dengan skor 0-0 di babak pertama.
Di babak kedua, tuan rumah berhasil menjebol gawang lawan. Adalah Andik Vermansyah yang membawa timnya unggul.
Ia berhasil mencatatkan namanya di papan skor usai mencetak gol di menit ke-67.
Skor 1-0 pun bertahan hingga akhir pertandingan dan berhasil mengamankan tiga poin.
Mengoleksi 17 poin, mereka pun sementara menempel Tira Persikabo dengan menempati posisi kedua di klasemen Liga 1.
Sedangkan Arema FC, kini ada di posisi kesepuluh dengan mengoleksi 12 poin dari delapan pertandingan.
(zul/pojoksatu)

Jelang Madura United Vs Arema: GM Singo Edan Senang Lawan Tim Bertabur Bintang

POJOKSATU.id, PAMEKASAN – Arema FC akan bertandang ke markas Madura United, Stadion Ratu Pamelingan Pamekasan, Sabtu (20/7/2019) malam ini. Menghadapi tim bertabur bintang, kubu Singo Edan malah merasa senang.
General Manager Arema FC, Ruddy Widodo mengaku sudah lama memendam hasrat melihat timnya menghadapi Laskar Sape Kerrab yang dijuluki Los Galacticos-nya Indonesia itu.
Pria asal Madiun itu bersyukur akhirnya timnya bisa menjajal kekuatan tim bertabur bintang asal Pulau Madura tersebut. Beruntung, karen di dalam kompetisi Liga 1 2019 tiap tim bisa bersua dengan seluruh tim peserta lainnya.
“Alhamdulillah di pekan ini kami bertemu dengan Madura United, alhamdulillah lagi kami bermain away dulu, secara psikologi bermain lebih ringan daripada bermain home dulu,” kata Ruddy dikutip dari Wearemania.
Tantangan Arema di kandang MU bukan cuma menghadapi tim bertabur bintang. Skuat Singo Edan ternyata juga punya sejarah tak pernah menang jika bermain di Pulau Madura melawan tim-tim setempat.
“Ini tantangan tersendiri bagi kami, apalagi sekarang ini kami sedang butuh poin untuk menebus minus tiga poin karena sempat kalah di kandang kemarin, mencari ganti poin di laga away, terdekat ke Madura, ya harus kami ambil poin, minimal satu poin,” imbuh pria 47 tahun itu.
Selain menghadapi tim bertabur bintang, skuat Singo Edan juga harus bisa menaklukkan teror suporter tuan rumah sepanjang 90 menit. Namun, Ruddy sama sekali tak mengkhawatirkan hal ini.
“Materi pemain tim ini tidak terlalu banyak berubah, mental mereka juga sudah teruji, terbukti bagaimana mereka bermain di Surabaya melawan Persebaya di final Piala Presiden 2019 lalu, kami tidak khawatir,” tegasnya.
(fat/pojoksatu)

Makan Konate Cetak Hattrick, Arema Kalahkan Badak Lampung

POJOKSATU.id, MALANG – Arema FC berhasil meraih kemenangan saat melawan Perseru Badak Lampung dalam laga pekan ke-9, Selasa (16/7).
Bermain di Stadion Kanjuruhan, Malang, Arema menang telak atas Badak Lampung dengan skor 4-1.
Pada pertandingan tersebut, tuan rumah membuka keunggulan berkat gol cepat Makan Konate di menit ke-5.
Makan Konate kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus menggandakan keunggulan Arema di menit ke-24.
Lima menit berselang, tim tamu mengejar ketertinggalan lewat Talaohu Mushafry yang mencetak gol di menit ke-29.
Skor 2-1 bertahan hingga akhir pertandingan babak pertama. Di babak kedua, Arema menjauh dengan menambah dua gol.
Gol pertama dicetak oleh Sylvano Comvalius di menit ke-71. Adapun gol kedua dicetak oleh Makan Konate di menit ke-78.
Gol Konate di babak kedua, membuatnya mencetak hattrick pada pertandingan ini.
Sementara itu, kemenangan ini membuat Arema menduduki posisi tujuh dengan mengoleksi 12 poin.
Jumlah ini, sama dengan Bhayangkara, PSS Sleman dan Persebaya yang menempati posisi enam, lima dan empat di klasemen.
Sedangkan Badak Lampung ada di posisi ke-12 dengan mengoleksi delapan poin.
(zul/pojoksatu)

Sylvano Comvalius Menggila, 10 Pemain Arema Bungkam Persipura

POJOKSATU.id, MALANG – Arema FC sukses mendulang tiga poin saat menjamu Persipura Jayapura di Stadion Gajayana, Malang, Kamis (4/7/2019) petang. Singo Edan menang 3-1 pada lanjutan Shopee Liga 1 musim 2019 itu.
Padahal Arema bermain dengan 10 orang sejak pertengahan babak kedua setelah Ikhfanul Alam mendapat kartu merah.
Patut jadi sorotan penampilan Sylvano Comvalius yang menjadi bintang pada laga ini dengan menjadi aktor di balik tiga gol Arema.
Bertanding di hadapan ribuan pendukungnya, Arema langsung menggebrak di awal laga. Pada menit ketujuh, Comvalius lolos dari jebakan offside kemudian melewati kiper Persipura, Dede Sulaiman.
Sepakan Comvalius ke gawang yang ditinggal Sulaiman masih bisa dihalau bek Persipura sebelum melewati garis gawang. Tapi halauan tak sempurna dan bola rebound dengan mudah diceploskan Makan Konate menjadi gol. 1-0 Arema memimpin.
Arema menggandakan keunggulan pada menit 21. Kali ini Comvalius memberikan umpan terobosan terukur kepada Dedik Setiawan yang dituntaskan bomber Timnas Indonesia itu untuk mengubah skor menjadi 2-0 untuk tuan rumah.
Di paruh kedua, anak asuh Milomir Seslija tidak mengendurkan serangan meski sudah unggul dua gol.
Pada menit 63, kembali Comvalius menjadi aktor di balik gol kedua Dedik. Lewat serang balik cepat, Comvalius mengirim umpan manja kepada Dedik yang berdiri bebas di kotak penalti dan tanpa kesalahan kembali membobol gawang Dede. 3-0 Arema menjauh.
Arema harus bermain dengan 10 pemain pada menit 75 setelah Ikhfanul Alam. Situasi yang coba dimanfaatkan Persipura untuk mengejar ketinggalan.
Namun waktu yang ada sudah tidak cukup untuk mencegah tim berjuluk Mutiara Hitam itu terhindar dari kekalahan ketiganya musim ini. Persipura hanya mampu menipiskan ketinggalan pada menit 86 lewat sundulan Valentino Telaubun memanfaatkan umpan tendangan bebas Titus Bonai. Skor 3-1 menjadi hasil akhir laga ini.

🎥 CUPLIKAN PERTANDINGAN.
Singo Edan tampil perkasa di Stadion Gajayana sore ini. pic.twitter.com/asAobnDlNP
— Shopee Liga 1 (@Liga1Match) July 4, 2019

Tambahan tiga poin membawa Arema untuk sementara naik ke peringkat 12 dengan 6 poin, hasil dari dua kali menang dan tiga kali kalah.
Sementara Persipura masuk zona merah, peringkat 16 dengan 3 poin, hasil dari 3 kali imbang dan 3 kali kalah.
(fat/pojoksatu)

Persikabo Lanjutkan Tren Positif, Tumbangkan Arema FC di Malang

POJOKSATU.id, MALANG – PS Tira Persiakabo melanjutkan tren positifnya di awal musim Shopee Liga 1 2019. Pada pekan keenam, mereka menaklukkan tuan rumah Arema FC di Stadion Gajayana, Malang, Sabtu (29/6/2019) malam.
Arema yang baru saja meraih kemenangan perdananya musim ini usai menaklukkan Persela Lamongan pada pekan kelima berharap bisa kembali menang, sekaligus menghentikan laju Persikabo.
Tapi tim besutan Rahmad Darmawan datang dengan kepercayaan diri tinggi. Terbukti mereka bisa unggul lebih dulu pada menit 26. Osas Saha menyundul dengan sempurna umpan silang untuk membawa Persikabo memimpin 1-0.
Solidnya pertahanan Persikabo membuat Singo Edan kesulitan mencetak gol penyama skor. Bahkan hingga babak pertama berakhir sor 1-0 untuk tim tamu belum berubah.
Di paruh kedua, Milomir Seslija menginstruksian anak asuhnya bermain lebih menyerang. Tapi masih susah menembus pertahanan Persikabo.
Barulah pada menit 80, tendangan bebas Makan Konate bersarang mulus ke gawang Persikabo yang dikawal Angga Saputra.
Saat pertandingan sepertinya akan berakhir imbang 1-1, Essengue Parfait membuat perbedaan lewat tendangan spektakulernya. Dari garis tengah lapangan, penyerang Persikabo itu melihat kiper Arema, out of position dan melepasan tendangan jarak jauh yang sukses membawa tim tamu kembali unggul.
Keunggulan di masa injury itu tak mungkin lagi dikejar Arema dan skor 2-1 untuk Perikabo menjadi hasil akhir laga ini.
Bagi Arema, ini merupakan kekalahan ketiga dari empat laga yang sudah dijalani. Dan membuat mereka terpuruk di papan bawah klasemen Liga 1.
Sementara Persikabo kini naik ke peringkat kedua dengan 11 poin, hasil dari 3 kali menang dan dua kali imbang. Mereka hanya terpaut dua poin dari Bali United di puncak klasemen.
Cuplikan pertandingan Arema FC vs Tira Persikabo:

🎥 CUPLIKAN PERTANDINGAN.
Lewat gol spektakuler di menit akhir, PS. TIRA Persikabo curi poin penuh di Gajayana Malang. pic.twitter.com/21XvotSfHj
— Shopee Liga 1 (@Liga1Match) June 29, 2019

(fat/pojoksatu)

Kontra Tira Persikabo, Arema Belum Pasti Turunkan Sylvano Comvalius

POJOKSATU.id, MALANG – Arema FC akan menjamu PS Tira Persikabo dalam lanjutan Liga 1 2019, Sabtu (29/6).
Pada pertandingan ini, Arema dikabarkan belum bisa memastikan bakal menjadikan Sylvano Comvalius starter.
Hal ini disinyalir terkait penampilannya yang dinilai kurang maksimal. Dalam dua laga awal, pemain asal Belanda itu hanya menciptakan satu gol.
Selain itu, dia baru mencatatkan dua umpan kunci. Pemain 31 tahun itu juga baru membukukan empat kali tembakan dengan tingkat akurasinya mencapai 75 persen.
Begitu pun duel udaranya. Dari delapan kali duel udara, hanya 75 persen yang berhasil dia menangkan. Yang paling buruk adalah catatan umpannya. Akurasi umpan Comvalius hanya 67 persen.
Padahal, saat berseragam Bali United ia menyabet gelar top scorer Liga 1 2017.
Karena itu, dikabarkan Milomir Seslija masih pikir-pikir menurunkannya pada laga nanti.
Namun begitu, peluangnya masih terbuka setelah melihat sesi latihan. Terlebih lagi, setelah mendapat materi khusus, Milo menilai Comvalius lebih baik.
“Sudah ada perubahan dari permainannya. Saya rasa dia sudah lebih baik. Secara pergerakan, dia sudah lebih cair,” katanya.
“Seluruh pemain bekerja keras untuk tunjukkan kualitas mereka. Masih ada waktu. Akan kami lihat lagi di sisa waktu latihan,” sambungnya.
(jpc/pojoksatu)

Arema FC Siap Ajukan Banding Terkait Sanksi Komdis PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Arema FC dikabarkan mengaku siap mengajukan banding terkait sanksi yang diberikan Komdis PSSI akibat kerusuhan penonton yang terjadi di laga pembuka Liga 1 2019 saat melawan PSS Sleman, Rabu (15/5) lalu.
Mereka dikabarkan akan segera mengajukan banding ke Komite Banding.
“Kami mempertanyakan keputusan denda kepada Arema. Aremania sebagai suporter tamu sebenarnya ingin menahan diri. Tapi, bayangkan jika mereka hanya diam saja mendapatkan lemparan petasan, kembang api, sampai pecahan keramik, tentu akan lebih banyak korban,” tutur Agoes Soerjanto, CEO Arema, melalui pesan singkat, Senin (20/5).
“Bayangkan juga kalau mereka tidak berusaha melindungi kendaraannya yang diserang. Tentu lebih besar kerugiannya,” sambungnya.
Arema menganggap justru kelompok suporter mereka, Aremania, yang mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan di dalam stadion.
Namun, mereka juga ikut mendapat sanksi denda. Bagi Arema, justru ada ketidaksiapan di kubu panpel pertandingan PSS.
Insiden seperti itu tidak akan terjadi jika panpel sudah menyiapkan keamanan yang memadai.
“Harusnya panpel menyiapkan pertandingan lebih baik daripada laga-laga biasanya karena ini pembuka. Faktanya, terjadi insiden. Jika tidak siap menggelar laga pembuka, harusnya sejak awal mengajukan penundaan, kami akan melakukan banding,” tandasnya.
Diketahui, pada 19 Mei lalu, Komdis PSSI menetapkan sanksi berupa denda Rp 75 juta kepada Arema FC karena suporternya dianggap melakukan pelanggaran.
Bukan hanya Arema, Komdis PSSI juga menjatuhkan sanksi denda pada PSS Sleman senilai Rp 200 juta.
Sedangkan kepada panpel ditetapkan sanksi berupa penutupan sebagian stadion pada tribun selatan sebanyak 4 kali dan denda Rp 50 juta.
(dkk/jpnn/pojoksatu)

Ricuh di Laga PSS Vs Arema, Komdis PSSI Tetapkan Sanksi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Akibat kericuhan yang terjadi di laga PSS Sleman vs Arema FC, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya menetapkan sanksi.
Sebagaimana diketahui, laga pembuka Liga 1 2019 yang digelar di Stadion Maguwoharjo, 15 Mei lalu diwarnai gesekan oknum suporter.
Hal ini terjadi setelah gol Comvalius yang membuat kedudukan berubah menjadi 1-1. Pertandingan pun sempat dihentikan sekitar 55 menit.
Pertandingan PSS Sleman vs Arema sendiri berakhir dengan skor 3-1.
Dilansir situs resmi PSSI, Komdis akhirnya menetapkan sanksi dalam sidang yang digelar, Minggu (19/5).
Terlihat, ada tiga sanksi yang dikeluarkan. Yakni penutupan sebagian stadion Maguwoharjo pada tribun selatan serta denda.
Kemudian ada juga sanksi berupa denda untuk PSS Sleman sebesar Rp 15 juta dan Arema FC sebesar Rp 75 juta.
Berikut Ini Hasil Sidang Komite Disiplin, 19 Mei 2019:
1. Panitia Pelaksana Pertandingan PSS Sleman
– Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
– Pertandingan: PSS Sleman vs Arema FC
– Tanggal kejadian: 15 Mei 2019
– Jenis pelanggaran: Panpel PSS Sleman gagal memberikan rasa aman dan nyaman terhadap pemain, ofisial, perangkat pertandingan dan penonton.
– Hukuman: Sanksi penutupan sebagian stadion pada tribun selatan sebanyak 4 kali dan denda Rp. 50.000.000,-
2. PSS Sleman
– Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
– Pertandingan: PSS Sleman vs Arema FC
– Tanggal kejadian: 15 Mei 2019
– Jenis pelanggaran: supporter PSS Sleman menyalakan flare, kembang api, petasan, terlibat saling lempar dengan supporter Arema FC sehingga pertandingan terhenti selama 55 menit.
– Hukuman: denda Rp. 150.000.000,-
3. Arema FC
– Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
– Pertandingan: PSS Sleman vs Arema FC
– Tanggal kejadian: 15 Mei 2019
– Jenis pelanggaran: supporter Arema FC terlibat saling lempar dengan supporter PSS Sleman sehingga pertandingan terhenti selama 55 menit.
– Hukuman: denda Rp. 75.000.000,-
(zul/pojoksatu)

Polisi Amankan Terduga Provokator Kericuhan Laga Pembuka Liga 1

POJOKSATU.id, SLEMAN – Terduga provokator dalam kericuhan oknum suporter di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (15/5) malam WIB, telah diamankan.
Kapolda Daerah Istimewa Jogjakarta Brigjen Pol Ahmad Dofiri menuturkan, meski begitu pihaknya belum bisa menyebutkan jumlahnya karena masih dalam penyelidikan.
Diketahui, sebelum laga pembuka Liga 1 2019 itu dimulai, oknum suporter PSS dan Arema FC memang terlibat gesekan.
Awalnya terjadi di tribune barat yang ditempati Brigata Curva Sud (BCS) saling ejek dengan Aremania di tribune selatan.
Pantauan JawaPos.com, kericuhan sebelum laga dimulai telah muncul empat kali. Kericuhan merembet ke tribune timur.
Puncaknya kala Arema FC mencetak gol melalui Sylvano Comvalius pada menit ke-29. Tribune penonton makin memanas.
Laga pun akhirnya dihentikan wasit pada menit ke-30. Dan, dilanjutkan kembali setelah terhenti hampir 40 menit.
“(Yang diamankan) ada. Kami tarik dari kerumunan penonton. Untuk penyelidikan tuduhan provokator ada videonya. Itu akan kami dalami. Karena sesungguhnya dari awal kondisi sudah bagus, sudah ada persahabatan,” ungkap Ahmad Dofiri usai laga.
Ahmad berharap, dampak rusuh tersebut tak meluas. Kepolisian sejatinya sangat mendukung hajatan sepak bola Indonesia apalagi sekelas Liga 1.
“Polisi supaya tidak sedikit-sedikit tidak mengizinkan. Ya, kami lihat nanti. Kalau pertandingan tanpa penonton juga kurang enak. Bagaimana hidupnya sepak bola kan karena ada suporter,” sambungnya.
“Tapi, kami mengantisipasinya. Bukan melihat besar kecilnya massa. Kami lihat historinya. Dulu katanya 2016 BCS dengan Aremania sempat konflik. Tentunya ada provokasi,” tandasnya.
(jpc/pojoksatu)