argentina

Setelah 14 Tahun, Mantan Pemain Barcelona Kembali ke Argentina

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mantan pemain Barcelona dan Liverpool, Javier Mascherano dikabarkan akan kembali ke Argentina.
Dilansir dari BBC, ia akan bergabung dengan Estudiantes de La Plata. Saat ini, Estudiantes berada di urutan ketujuh di Divisi Primera Argentina.
Menurut laporan, Mascherano sudah menyetujui kesepakatan untuk bekerja sama setelah bertemu dengan presiden klub Juan Sebastian Veron di Beijing.
Diketahui, setelah membela Liverpool dan Barcelona, pemain berusia 35 tahun itu bergabung dengan Hebei China Fortune pada Januari 2018.
Jelang masa kontraknya berakhir pada 31 Desember mendatang, ia sudah memutuskan untuk kembali ke Argentina.
Mascherano sendiri sudah menghabiskan waktu sekitar 14 tahun bermain di luar negeri, sebelum akhirnya kembali.
Mantan pemain internasional Argentina itu meninggalkan Amerika Selatan pada Agustus 2006 ke West Ham, sebelum bergabung dengan Liverpool hanya lima bulan kemudian.
Kesepakatan 17 juta poundsterling membawanya ke Barcelona pada 2010. Bersama Barca, ia memenangkan 18 trofi, termasuk empat gelar La Liga dan dua Liga Champions.
Dia bermain 334 kali dan mencetak satu gol dari titik penalti pada 2017.
Sementara itu, Mascherano telah memainkan 52 pertandingan untuk Hebei dalam dua musim di Liga Super Cina.
(zul/pojoksatu)

Lionel Messi Selamatkan Argentina dari Kekalahan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Lionel Messi menyelamatkan Argentina dari kekalahan saat melawan Uruguay, Selasa (19/11) dini hari WIB.
Gol yang diciptakan di menit ke-90+2 lewat titik penalti mengubah kedudukan menjadi imbang 2-2.
Pada pertandingan tersebut, Edinson Cavani membuka keunggulan Uruguay berkat gol yang dicetak di menit ke-34.
Keunggulan 0-1 bertahan hingga babak pertama berakhir. Di babak kedua, Argentina menyamakan kedudukan.
Gol penyama kedudukan dicetak oleh Sergio Aguero di menit ke-63. Lima menit kemudian, Luis Suarez membawa timnya unggul menjadi 1-2.
Harapan Uruguay untuk memenangkan pertandingan persahabatan ini pun buyar setelah di penghujung pertandingan Messi sukses mencetak gol lewat tendangan penalti.
Pertandingan Argentina vs Uruguay pun berakhir dengan skor imbang 2-2.
(zul/pojoksatu)

Comeback Messi Bersama Argentina, Langsung Jadi Penentu Kemenangan Atas Brasil

POJOKSATU.id, RIYADH – Superstar Barcelona dan Timnas Argentina, Lionel Messi menandai kembalinya di laga internasional dengan manis. Messi menjadi penentu kemenangan Tim Tango atas Brasil pada laga persahabatan di King Saud University Stadium (Riyadh), Arab Saudi, Sabtu (16/11/2019) dini hari WIB.
Ini merupakan penampilan pertama Messi bersama Timnas Argentina setelah menjalani skorsing tiga bulan karena mengkritik federasi sepak bola Amerika Latin dan pelaksanaan Copa America musim panas lalu.
Meski bertajuk laga uji coba, baik Tite maupun Lionel Scaloni menurunkan skuat terbaiknya pada laga ini.
Roberto Firmino, Gabriel Jesus dan Willian jadi trio penyerang Tim Samba, beradu tajam dengan duet Messi dan Lautaro Martinez milik Argentina.
Jika Brasil mengandalkan Alisson Becker di bawah mistar, Scaloni mempercayakan Esteban Andrada sebagai kiper utama Argentina.
Brasil lebih dulu mendapat peluang emas mencetak gol dari titik putih pada menit ke-10. Hadiah penalti diperoleh Brasil setelah Jesus dijatuhkan di kotak terlarang.
Bomber Manchester City itu sendiri yang maju sebagai algojo. Sayang eksekusinya melenceng dari sasaran, padahal Andrada sudah salah antisipasi.
Tiga menit berselang, giliran Argentina dihadiahi penalti. Bek sayap Juventus, Alex Sandro melakukan pelanggaran terhadap Messi.
Eksekusi Messi sempat ditepis Alisson, tapi bola rebound tanpa ampun diceploskan kapten Timnas Argentina itu. 1-0 Tim Tango memimpin.
Di babak kedua, Tite memasukkan Philippe Coutinho, Fabinho, Renan Lodi hingga Rodrygo. Sementara Scaloni memasukkan amunisi baru seperi Marcos Acuna, Nicolas Ivan Gonzalez hingga Guido Rodriguez.
Brasil yang secara statistik lebih unggul dalam penguasaan bola, 65 berbanding 35 persen, tetap tidak bisa mencetak gol penyama skor hingga pertandingan berakhir. Argentina pun menang tipis 1-0.
(fat/pojoksatu)

Diwarnai Kartu Merah Messi, Argentina Raih Posisi Ketiga

POJOKSATU.id, JAKARTA – Argentina berhasil meraih posisi juara ketiga Copa America 2019 usai mengalahkan Chile, Minggu (7/7) dini hari WIB.
Pada pertandingan yang digelar di Arena Corinthians Sao Paulo, Argentina membuka keunggulan lebih dulu.
Adalah sergio Aguero yang membuat kedudukan berubah 1-0 setelah mencetak gol saat laga baru berjalan 12 menit.
Sepuluh menit berselang, Argentina mampu menggandakan keunggulan berkat pemain Juventus Paulo Dybala.
Memasuki menit ke-37, wasit ‘mengusir’ Lionel Messi dan Gary Medel (Chile) dari lapangan.
Keduanya mendapat kartu merah setelah terlibat saling dorong. Ketika itu, Messi tengah mengejar umpan keras dari Dybala dan terlihat mendorong Medel.
Pemain Chile itu pun berbalik dan mendorong Messi beberapa kali dengan dadanya. Ia seolah memprovokasi Messi, namun tak dibalas.
Meski begitu, wasit tetap memberikan kartu merah untuk kedua pemain tersebut. Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Di babak kedua, Chile berhasil mengejar ketertinggalan di menit ke-59.
Arturo Vidal yang dipercaya sebagai aljogo tendangan penalti sukses menjalankan tugasnya. Skor berubah 2-1.
Sayang, itu merupakan gol satu-satunya Chile yang tercipta pada pertandingan ini. Hingga akhir pertandingan skor tetap tak berubah untuk kemenangan Argentina.
Dengan ini, Argentina berhak atas gelar juara ketiga pada Copa America 2019. Untuk sang juara ditentukan Senin (8/7) dini hari antara Brasil atau Peru.
(zul/pojoksatu)

Gagal ke Final, Argentina dan Chile Berebut Tempat Ketiga

POJOKSATU.id, JAKARTA – Argentina akan menghadapi Chile setelah keduanya gagal ke final Copa America 2019.
Pertandingan untuk memperebutkan posisi ketiga akan digelar di Arena Corinthians, Sao Paulo, Minggu (7/7) mulai pukul 02.00 WIB nanti.
Menghadapi Chile, Argentina dilaporkan TyC Sports akan menurunkan skuad terbaiknya, kecuali Lautaro Martinez dan Marcos Acuna.
Pasalnya, keduanya harus absen lantaran hukuman akumulasi kartu kuning.
“Posisi yang lowong akan diperebutkan tiga nama pemain. Di posisi Lautaro nama Paulo Dybala sangat mungkin jadi pengganti sementara untuk Acuna antara Giovani Lo Celso atau Angel Di Maria,” tulis TyC Sports.
Di Maria sempat menjadi pilihan utama Scaloni di Copa America 2019 ini. Yakni pada matchday perdana lawan Kolombia (16/6).
Namun dinilai performanya kurang apik, di babak kedua Di Maria disubstitusi oleh Rodrigo De Paul. Setelah laga lawan Kolombia itu, pemain 31 tahun itu selalu turun sebagai pemain pengganti.
Sedangkan Lo Celso lebih sering berada dalam starting XI Scaloni ketimbang Di Maria.
Pemain Real Betis tersebut dalam tiga matchday Argentina di fase grup selalu jadi pilihan utama trio gelandang. Namun sejak fase knockout Marcos Acuna lebih dipercaya Scaloni.
Media-media Argentina kesulitan mengintip komposisi yang dimainkan oleh pelatih Argentina Lionel Scaloni pada laga pamungkas di Copa America 2019 ini. Sebab hujan deras yang mengguyur Sao Paulo membuat Argentina berlatih di hotel mereka, Pullman Ibirapuera.
Legenda Argentina yang juga top skor Piala Dunia 1978 Mario Kempers dalam wawancara dengan TyC Sports berkata Scaloni memang bukan pelatih terbaik buat juara dunia dua kali itu.
Namun pilihan Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) memperpanjang kontrak pelatih 41 tahun itu tepat.
“Apa yang dilakukan Scaloni memang tidak bagus karena Argentina gagal juara untuk kesekian kali di Copa America. Namun dalam jangka waktu singkat dia berhasil mengembalikan konfidensi para pemain,” ucapnya.
Di sisi lain, winger Chile Jose Pedro Fuenzalida kepada ESPN Deportes kemarin (5/7) mengatakan pertemuan melawan Argentina selalu menghadirkan tekanan buat timnya.
Keberadaan Lionel Messi di tim La Albiceleste menjadi alasannya.
“Menang atas Argentina akan menjadi hal penting buat tim mana pun. Kami harus melepaskan bayangan akan kekalahan memalukan di semifinal oleh Peru,” tutur pemain berusia 34 tahun tersebut.
Dalam latihan terakhir, ESPN Deportes melaporkan pelatih Reinaldo Rueda tetap memberikan perhatian besar buat nama-nama starting XI terkuatnya. Sebut saja Alexis Sanchez, Eduardo Vargas, dan Arturo Vida.
Nah, salah satu kritik besar kepada pelatih Chile Reinaldo Rueda dengan skuadnya di Copa America ini adalah rerata usia yang sudah 30, 27 tahun.
Hanya Guillermo Maripan, Erick Pulgar, dan Eduardo Vargas yang usianya di bawah 30 tahun.
(dra/jpnn/pojoksatu)

Rekor Baru Lagi? Spurs Siapkan Rp1,9 Triliun untuk Lo Celso

POJOKSATU.id, LONDON – Finalis Liga Champions musim 2018/19, Tottenham Hotspur masih memburu amunisi baru untuk mengarungi kompetisi musim depan. Terbaru, Spurs dikabarkan siap mengajukan tawaran fantastis untuk bintang Real Betis, Giovani Lo Celso.
Dikutip Pojoksatu.id dari Football Insider, Spurs bersedia merogoh kocek hingga 100 juta pounds atau sekitar Rp1,9 triliun untuk memboyong gelandang Timnas Argentina itu.
Rinciannya, 60 juta pounds sebagai biaya transfer, sementara sisanya disiapkan untuk paket gaji 150 ribu pounds per pekan selama lima tahun.
Sebuah sumber di internal Tottenham mengatakan kepada Football Insider bahwa klub akan mengajukan tawaran senilai 60 juta pounds termasuk tambahan untuk Lo Celso.
Spurs memiliki kepercayaan diri yang meningkat bahwa mereka dapat menjadikan Lo Celso penandatanganan kedua mereka di musim panas.
Jika proses negosiasi berjalan lancar, Spurs akan kembali memecahkan rekor belanja klub sebelumnya, ketika menandatangani Tanguy Ndombele dengan nilai 54 juta pounds ditambah 9 juta pounds tambahan pada hari Selasa lalu.
Namun klub London akan menghadapi persaingan untuk tanda tangan pemain berusia 23 tahun itu, sebab Atletico Madrid dan Manchester United juga berminat.
Seperti diungkapkan oleh Football Insider awal pekan ini, Lo Celso mengatakan kepada teman-temannya bahwa ia ingin pindah ke Liga Premier dan bergabung dengan Spurs.
Presiden Spurs, Daniel Levy sekali lagi memimpin negosiasi ketika Tottenham ingin menebus dua jendela transfer kosong dengan pernyataan niat besar lainnya.
Mauricio Pochettino menegaskan di balik layar bahwa ia menganggap Lo Celso sebagai pemain berkualitas terbaik yang dapat mereplikasi penampilannya yang luar biasa musim lalu di Liga Premier dan Liga Champions.
Gelandang serang yang sudah mencatat 18 caps bersama Tim Tango ini membawa permainannya ke level baru musim lalu dengan 16 gol dan enam assist dari 45 pertandingan di semua kompetisi.
Dia saat ini bermain untuk Argentina di Copa America 2019, di mana tim Tango akan menghadapi Chile pada perebutan tempat ketiga, Minggu (7/7/2019) dini hari WIB.
(fat/pojoksatu)

Alasan Maradona Sebut Lionel Messi Tak Pantas Jadi Kapten Timnas Argentina

POJOKSATU.id, BUENOS AIRES – Diego Armando Maradona, legenda Timnas Argentina dan juga mantan pelatih Albiceleste kerap pasang badan membela Lionel Messi saat mendapatkan hujan kritik.
Namun begitu, Maradona juga tak sungkan untuk balik mengkritik megabintang Barcelona tersebut. Dalam sebuah program acara “The Last Word Mexico” Maradona mengungkapkan sisi buruk Messi di Timnas Argentina.
“Messi tidak bisa menjadi pemimpin saat dia pergi ke toilet 20 kali sebelum setiap pertandingan,” ungkap Maradona seperti dikutip dari Diario AS.
Diego Armando Maradona – Legenda sepakbola Argentina.
“Jangan menyembah Messi lagi. Messi di Barcelona adalah satu hal dan dengan Argentina dia adalah orang lain,” sebutnya.
Meski begitu, pernyataan Maradona tersebut tak lantas dimaksudnya untuk meragukan kapasitas dan kualitas yang dimiliki peraih 5 Ballon d’Or tersebut.
“Messi adalah pemain hebat tapi dia tidak bisa mendapatkannya (pemimpin). Sebelum berbicara dengan manajer, dia akan berada di PlayStation dan kemudian di lapangan, dia meminta untuk menjadi dan ingin menjadi pemimpin. Dia adalah yang terbaik di dunia bersama dengan Cristiano,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)