W88top casino trực tuyến

Bola Internasional

Suatu Saat Pemain Real Madrid Ini Akan Raih Ballon D’Or

POJOKSATU.id, ROMA – Pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco mengungkapkan kekagumannya pada gelandang muda Real Madrid, Marco Asensio.
Di Francesco bahkan tak sungkan mengungkapkan keinginannya untuk menandatangani penggawa Timnas Spanyol itu di masa depan.
Bahkan sebuat dia, jika Asensio bergabung dengan Roma, maka Serigala Ibukota itu akan menjadi tim ‘sempurna’ karena punya pemain calon peraih Ballon d’Or masa depan.
Luca Modric Hebat tapi Ballon d’Or Masih Punya Ronaldo!
Bukan Ronaldo, Luca Modric yang Pantas Memenangka Ballon d’Or
Eusebio Di Franceso – Pelatih AS Roma (indianexpres.com)
“Ya, saya membayangkan dia memenangkan Balon d’Or. Saya ingin memilikinya karena usianya, kualitas yang dia tunjukkan, kemampuannya untuk beradaptasi dengan peran yang lebih ofensif, dan bakatnya,” tutur Di Francesco seperti dikutip dari Diario AS.
Pujian Di Francesco sepertinya tak berlebihan, mengingat Marco Asensio telah mengawali awal yang baik bersama Real Madrid musim ini selepas kepergian Ronaldo dari Santiago Bernabeu.
Berbicara soal kehadiran Ronaldo di Serie A musim ini, Di Francesco pun punya pandangan sendiri. “Masih terlalu dini untuk mengatakannya, tetapi saya pikir itu akan lebih sulit,” kata Di Francesco saat ditanya soal kemungkinan Ronaldo akan bersinar di Serie A.
Namun begitu, Di Francesco tetap melihat kehadiran Ronaldo menjadi pembeda termasuk dalam memengaruhi iklim dan atmosfir Serie A musim ini.
“Dia telah membawa nilai lebih untuk kejuaraan. Dia telah menarik minat lebih banyak negara dan itu bagus. Dalam hal perburuan gelar, Juve sudah membuktikan mereka kuat tanpa dia, jadi itu tidak banyak berubah. Mereka menandatanganinya untuk memperkuat kehadiran mereka di Eropa,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Jurus Jitu David De Gea Hadapi Nyinyiran Haters

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Kiper Manchester United, David De Gea mengungkapkan bagaimana ia kerap mendapatkan pujian sekaligus cacian terutama di lini masa.
Kiper timnas Spanyol itu pun awalnya sempat terpengaruh jika ada komentar miring yang menyangkut performa dirinya yang datang dari warganet alias netizen.
Namun, De Gea mengaku kini sudah kebal dan sudah mampu mengacuhkan komentar-komentar tersebut apalagi itu datangnya dari haters.
“Sekarang saya tidak pernah mendengarkan hal-hal bodoh yang mereka katakan (tentang saya),” kata De Gea seperti dikutip dari Diario AS.
De Gea mengaku, setelah Spanyol tersingkir di Piala Dunia 2018 Rusia, ia kerap menjadi sasaran kritik. Namun ia menegaskan tak bergeming.
“Biasanya saya tidak pernah mendengarkan orang-orang yang berbicara tentang saya. Saya tidak pernah mendengarkan hal-hal bodoh yang mereka katakan, “sebut dia.
“Saya fokus pada pekerjaan saya dan fokus untuk mencoba membantu tim saya dan berusaha meningkatkan setiap sesi latihan dan berusaha menjadi sebaik yang saya bisa,” tandasnya.
Meski gagal membawa  La Furia Roja lebih jauh berjalan di Rusia, namun De Gea telah dipilih sebagai kiper terbaik di Liga Premier dalam empat dari lima musim terakhir.
“Saya merasa sangat dicintai oleh fans dan semua orang yang bekerja untuk klub ini. Saya sangat senang bermain untuk klub ini, salah satu klub terbaik di dunia, jadi bagi saya itu sangat bagus untuk menjadi bagian dari klub ini,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Cristiano Ronaldo Hengkang, Bale dan Benzema Makin Mamprang

POJOKSATU.id, MADRID – Legenda Liga Primer Inggris, Luis Garcia menilai, kepergian Cristiano Ronaldo dari Real Madrid musim ini menjadi ‘berkah’ tersendiri buat Gareth Bale dan Karim Benzema.
Betapa tidak, menurut mantan penggawa Liverpool itu, sepeninggal Ronaldo, penampilan keduanya justru lebih moncer.
“Musim ini seperti apa yang kita duga, yaitu Barcelona yang sangat kuat serta Real Madrid yang bermain dengan baik. Hal ini sedikit mengejutkan karena semua orang khawatir dengan nasib Real Madrid setelah kepergian Ronaldo. Tapi menurut saya mereka bermain baik tanpa ada Ronaldo,” tuturnya.
Dikatakan Garcia, baik Bale maupun Benzema tampil lebih brilian dan lepas, bahkan sukses mengawali musim ini dengan permainan yang impresif.
“Sekarang kami bisa melihat cara Bale atau Benzema bermain dengan kebebasan saat mereka berlaga di lapangan,” sebutnya.
“Semasa masih ada Ronaldo di lapangan, mereka hanya ingin bola dioper ke Ronaldo sebanyak mungkin. Tetapi sekarang bolanya harus disebarkan kepada pemain yang lain,” sambung Garcia.
Garcia juga turut mengomentari performa Barcelona yang semakin matang. Kehadiran Lionel Messi menjadi faktor penting Blaugrana dalam beberapa musim terakhir.
“Saya terkagum bagaimana dia bisa terus bermain dan memiliki hasrat di setiap musim untuk mencetak banyak gol, melakukan banyak assist, untuk meraih lebih banyak trofi, dan memenangkan lebih banyak pertandingan,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Luca Modric Hebat tapi Ballon D’Or Masih Punya Ronaldo!

POJOKSATU.id, MADRID –  Gelandang Real Madrid, Luca Modric digadang-gadang banyak pihak sebagai kandidat peraih Ballon d’Or tahun ini.
Kapten Timnas Kroasia di Piala Dunia 2018 Rusia itu sendiri sukses membawa pulang penghargaan Pemain Terbaik Eropa 2018.
Modric dinilai pantas memenangkan Bola Emas setelah sukses membawa Kroasia runner up Piala Dunia 2018 dan mempersembahkan trofi Liga Champions buat Los Blancos musim lalu.
Bukan Ronaldo, Luca Modric yang Pantas Memenangka Ballon d’Or
Namun begitu, penggawa Real Madric, Casemiro tidak sependapat dengan hal itu. Menurut dia, mantan rekan setimnya, Cristiano Ronaldo adalah figur yang masih pantas menambah koleksi Bola Emas-nya.
Ronaldo yang kini bergabung dengan Juventus sendiri telah mengumpulkan 5 Ballon d’Or, pencapaian yang identik dengan superstar Barcelona, Lionel Messi.
“Tahun Luka Modric sangat spektakuler. Tapi menurut saya, saya akan memberikannya kepada Cristiano Ronaldo karena dia telah menjadi yang terbaik sepanjang musim lalu,” tuturnya seperti dikutip dari Diario AS.
Pendapat Casemiro ini bertolak belakang dengan rekan setimnya Isco yang lebih menjagokan Luca Modric sebagai peraih Ballon d’Or.
Modric, yang memenangkan penghargaan Pemain Terbaik di Piala Dunia 2018 dan Pemain Terbaik Eropa 2018 dinilai pantas ketimbang Ronaldo, terlebih performanya yang luar biasa mengawali Liga Champions musim ini.
Di sisi lain, Ronaldo justru mengalami hal yang tragis setelah diganjar kartu merah di debut Liga Champions bersama Juventus musim ini.
Namun, gol-gol Ronaldo yang berperan besar mengantarkan Los Blancos menjuarai Liga Champions musim lalu menurut Casemiro adalah sebuah kepantasan jika kapten Timna Portugal itu memenangkan Ballon d’Or keenamnya.
(qur/pojoksatu)

Bukan Ronaldo, Luca Modric yang Pantas Memenangkan Ballon D’Or

POJOKSATU.id, MADRID – Gelandang Real Madrid, Isco menilai rekan setimnya Luca Modric pantas memenangkan penghargaan Ballon d’Or tahun ini.
Modric dinilai pantas setelah sukses membawa negaranya, Kroasia menembus final Piala Dunia 2018 Rusia kendati kalah dari Prancis.
Selain itu, konsistensi Modric di Real Madrid juga sangat mengesankan setelah mempersembahkan trofi Liga Champions musim lalu.
Modric juga, ungkap Isco, telah memenangkan Pemain Terbaik Eropa tahun ini sehingga pantas menyandingkannya dengan Bola Emas itu.
“Modric memberikan kami banyak hal di setiap pertandingan,” kata Isco kepada Movistar seperti dikutip dari Goal.
“Ia fundamental untuk kami. Semoga kami semua berada di levelnya. Ia pantas mendapat Ballon d’Or, ia pemain unik,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Rangking FIFA Edisi September: Belgia dan Prancis Catat Rekor Baru, Indonesia Stagnan

POJOKSATU.ID, ZURICH – Federasi sepak bola dunia, FIFA sudah merilis peringkat negara terbaru, Kamis (20/92018). Dalam rangking FIFA terbaru itu ada dua negara yang menempati peringkat pertama. Sementara posisi Indonesia tak beranjak dari peringkat bulan lalu.
Dua negara yang ada di peringkat pertama adalah Prancis dan Belgia. Keduanya memiliki jumlah poin sama 1.729 poin.
Prancis yang merupakan juara Piala Dunia 2018 memang bertahan di posisi teratas pada edisi Agustus lalu. Namun performa Les Blues kurang meyakinkan pada laga internasional baru-baru ini, 0-0 lawan Jerman dan menang 2-1 lawan Belanda.
Rangking FIFA terbaru edisi September. (capture fifa.com)
Hal itu yang membuat Belgia mampu mengejar perolehan poin tim besutan Didier Deschamps. Tim asuhan Roberto Martinez sendiri menang 4-0 atas Skotlandia pada laga persahabatan dan 3-0 atas Islandia di UEFA Nations League.
Jadwal Bola Hari Ini, 21 September: Iran Vs Indonesia, PSMS Vs Persela
Dengan poin kedua negara sama, Belgia berada di atas karena urutan alfabet. Adapun posisi ketiga ditempati Brasil.
Ini merupakan kali pertama ada dua negara yang memiliki poin sama di posisi teratas sejak ranking FIFA diperkenalkan pada Desember 1992.
Peringkat Indonesia pada rangking FIFA edisi September 2018.
Sementara itu Indonesia yang meraih kemenangan 1-0 atas Mauritius pada laga persahabatan 11 September lalu tidak beranjak dari posisinya, peringkat ke-164.
Ini Lawan 6 Wakil Indonesia di Perempat Final China Open 2018: Tiket Semifial di Tangan
Meski demikian poin Timnas Garuda bertambah dari 992 edisi Agustus lalu, naik menjadi 997.
Indonesia masih berada di bawah empat negara Asia Tenggara lainnya. Yaitu Vietnam (102), Filipina (114), Thailand (122) dan Myanmar (138).
(fat/pojoksatu)

Daftar Lengkap Skuat dan Jadwal Timnas U-16 di Piala U-16 2018

POJOKSATU.ID, KUALA LUMPUR – Timnas Indonesia U-16 akan mengawali kiprahnya di Piala Asia U-16 2018 dengan menghadapi Iran. Sesuai jadwal Timnas U-16 di Piala AFC ini, laga di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur, Malaysia, kick off pukul 15.30 WIB, Jumat (21/9/2018) sore ini.
Setelah menghadapi Iran, Indonesia akan melawan dua kontestan Grup C AFC Cup U-16 2018 lainnya. Yaitu Vietnam kemudian India di laga pamungkas.
Tim yang diarsiteki Fakhri Husaini ini memasang target tinggi di Piala Asia U-16 2018, lolos ke semifinal. Pasalnya, jika masuk 4 besar otomatis David Maulana dkk akan tampil di Piala Dunia U-17 tahun depan sebaga wakil zona Asia.
Jadwal Bola Hari Ini, 21 September: Iran Vs Indonesia, PSMS Vs Persela
Untuk itu, Fakhri membawa 23 pemain untuk tampil di Piala Asia 2018. Dalam komposisi skuat itu, ada empat pemain baru yang menggantikan skuat Garuda Asia yang menjuarai Piala AFF U-16 2018 lalu.
Timnas U-16 Indonesia menjuarai Piala AFF U-16 2018. (jawapos.com)
Empat pemain baru itu adalah Fatah Aji, Muhammad Uchida Sudirman, Subhan Fazri dan Cecep Maulana. Mereka menggantikan Muhammad Fajar Fathur Rachman, Dandi Maulana Hakim, Yadi Mulyadi, dan Kartika Vedhayanto Putra.
Keempat pemain itu terpaksa tidak masuk skuat Piala Asia karena masalah regulasi, tidak terdaftar pada babak kualifikasi.
Fakhri Husaini Tanggapi Peluang 4 Pemain Baru Timnas U-16 Dimainkan Lawan Iran
Berikut jadwal Timnas U-16 di Piala Asia U-16 2018, 20 September-7 Oktober, semua pertandingan Indonesia disiarkan MNC TV:
Jumat (21/9/2018)
15.30 WIB: Iran vs Indonesia (Stadion Bukit Jalil)
Senin (24/9/2018)
19.45 WIB: Indonesia vs Vietnam (Stadion Bukit Jalil)

Fakhri Husaini Tanggapi Peluang 4 Pemain Baru Timnas U-16 Dimainkan Lawan Iran

POJOKSATU.ID, SELANGOR – Skuat Timnas Indonesia U-16 diperkuat empat pemain baru di Piala Asia U-16 2018. Mereka menggantikan empat penggawa Garuda Asia yang menjuarai Piala AFF U-16 lalu karena terbentur aturan.
Empat pemain ‘pengganti’ itu adalah Muhammad Uchida Sudirman, Fatah Aji, Subhan Fajri dan Cecep Mulyana.
Lalu bagaimana peluang mereka dimainkan pada laga perdana lawan Iran di Stadion Nasional Bukit Jalil, Jumat (21/9/2018) besok? Pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini mengatakan keempat pemain itu sudah sebulan bergabung dengan skuat Piala Asia, namun dianggap masih butuh waktu beradaptasi.
Kartu Merah Lawan Valencia, Ronaldo Tetap Bisa Tampil di Kandang MU
“Kecepatan adaptasi mereka sampai sekarang saya melihat masih belum bisa sepenuhnya. Memang enggak mudah bagi pemain baru di tim yang berbeda budaya, pelatihnya berbeda, lalu bergabung empat minggu terus bisa langsung padu,” kata Fakhri, di Lapangan Wisma FAM, Selangor, Kamis (20/9/2018) dikutip dari Goal.
Ditambahkan Fahri, empat pemain ini harus lebih cepat dalam beradaptasi, terutama untuk beberapa hal penting.
“Pertama dari segi fisik mereka juga belum bisa mengejar fisik dengan pemain lain yang sudah lebih lama bergabung. Pemahaman taktik juga, mereka tentu tidak bisa dengan cepat beradaptasi karena para pemain ini baru berusia 16 tahun.”
“Tapi saya puas dengan apa yang mereka perlihatkan untuk cepat beradaptasi dengan semangatnya,” kata mantan Kapten Timnas Indonesia itu.
Untuk itu, Fakhri belum bisa menjanjikan apakah ada di antara empat pemain baru itu yang dimainkan pada laga lawan Iran.
Meski peluang bermain sepertinya lebih kecil ketimbang David Maulana dkk, Fakhri mengaku sengaja memanggil mereka ke Malaysia untuk menambah pengalaman.
“Ada peluang bermain, tapi saya tentu harus memprioritaskan yang lama dulu. Tiga dari empat pemain baru itu kan kelahiran 2003, buat saya ini aset kita.”
“Kenapa kami panggil? Ada pemain kelahiran 2002, tapi kalau 2002 enggak bisa cepat beradaptasi juga, lebih bagus saya bawa yang 2003. Itu supaya lebih berpengalaman dan bisa kami pakai untuk tahun depan,” jelasnya.
(fat/pojoksatu)

Lihat! Gol “Keterlaluan” Zlatan Ibrahimovic di MLS

POJOKSATU.id, TORONTO – Striker LA Galaxy, Zlatan Ibrahimovic kembali memukau mata publik dengan aksi akrobatiknya dalam lanjutan Major League Soccer saat LA Galaxy bentrok dengan Toronto FC di BMO Field, kemarin.
Dalam pertandingan tersebut mantan bintang Manchester United itu mencetak gol dengan gaya yang spektakuler.
Menerima umpan rekannya dari tengah penalti, mantan penggawa Timnas Swedia itu mengoyak jala lawan lewat tendangan memutar tanpa melihat gawang.


Sayang, aksi Ibrakadabra ini tak berbanding lurus dengan hasil pertandingan yang berakhir untuk kemenangan Toronto FC dengan skor 5-3.
Sejak bergabung dengan LA Galaxy, Ibra memang langsung menyita perhatian pecinta sepak bola Amerika.
Aksi ciamiknya ini bahkan bukan yang pertama kalinya dilakukan, saat melakoni laga perdananya bersama LA Galaxy, Ibra juga melakukan aksi mencetak gol dengan cara yang fantastis dari jarak yang sangat jauh.
(qur/pojoksatu)

Sudah Terlalu Banyak, Isco Tak Lagi Mau Trofi Liga Champions!

POJOKSATU.id, MADRID – Gelandang Real Madrid, Francesco Alarcon Suarez alias Isco mengungkapkan lebih ingin mendapatkan trofi  Copa del Rey musim ini ketimbang trofi Liga Champions.
Betapa tidak, sepanjang kiprahnya bersama Los Blancos, Isco sudah mengoleksi empat trofi “Si Telinga Lebar” tersebut.
Bahkan, sejak bergabung di Santiago Bernabeu pada 2013 lalu, Isco telah mempersembahkan 13 gelar bergengsi untuk Real Madrid.
Isco sendiri mengaku tidak pernah punya mimpi bisa meraih trofi antarklub paling prestise di benua Eropa itu sampai empat kali.
Karena itu, Isco mengaku sudah bosan dengan trofi tersebut, dan ia justru sangat mendambakan musim ini Madrid bisa memenangkan Copa del Rey yang musim lalu jatuh ke tangan Barcelona.
“Roberto, sekarang saya benar-benar menginginkan gelar Copa del Rey kawan,” ungkap Isco pada legenda Madrid, Roberto Carlos, dalam penggalan scene di filim dokumenter Los Blancos berjudul “En el Corazon de la Decimotercera” seperti dikutip dari Goal.
“Begitu banyak gelar Liga Champions (yang sudah saya menangkan), sangat banyak. Sekarang saya mau Copa del Rey,” sebutnya.
“Saya pernah memenangkannya, tapi Raja (Spanyol) sudah berganti jadi itu sudah kadaluwarsa,” imbuhnya sambil diselingi tawa.
(qur/pojoksatu)