W88top casino trực tuyến

Bola Nasional

Usai Diperkenalkan Sebagai Pelatih Indonesia, Shin Tae Yong Langsung Pulang Kampung

POJOKSATU.id, BOGOR – PSSI baru saja memperkenalkan Shin Tae Yong sebagai pelatih Timnas Indonesia di Stadion Pakansari, Cibinong Kabupaten Bogor, Sabtu (28/12/2019) sore. Shin dikontrak hingga empat tahun ke depan.
Selain menukangi Timnas Indonesia senior, Shin Tae Yong juga akan memimpin Timnas Indonesia U-20 yang akan berlaga di Piala Dunia U-20 2021 mendatang.
Usai diperkenalkan sore tadi, Shin langsung pulang kampung, bertolak ke Korea Selatan.
“Setelah dari Pakansari akan kembali pulang (ke Korea Selatan, red),” kata Shin, dikutip Pojoksatu.id dari JPNN.
Sumber di internal PSSI menjelaskan, Shin Tae Yong dijadwalkan kembali ke Indonesia pada awal Januari nanti. Dia akan mulai bekerja, di bulan-bulan tersebut.
“Rencana kembali ke Indonesia pekan pertama Januari nanti, mungkin di tanggal 5 Januari 2020,” terang sumber tersebut.
Pelatih yang pernah menukangi Korsel di Piala Dunia 2018 itu tak hanya membesut Skuad Garuda yang akan melakoni laga lanjutan Kualifikasi Piala DUnia 2022 pada Maret 2020, tetapi juga mengurus timnas kelompok umur.
Namun untuk target terdekat, Shin diminta lebih fokus dulu menyiapkan skuat Garuda Muda yang akan berlaga di Piala Dunia U-20 2021. Pasalnya, Timnas Indonesia senior sudah tersingkir di kualifikasi Piala Dunia 2022.
“Kemarin Shin secara detail menyampaikan kepada saya bagaimana teknis dan strategi untuk mengembangkan tim nasional Indonesia,” ujar Ketua PSSI, Iwan Bule kepada wartawan saat melakukan jumpa pers.
Kemudian, lanjut Iwan Bule sapaan akrabnya, finalisasi kontraknya telah selesai dilaksanakan. Shin Tae Yong akan menjalankan program atau proyek jangka panjang dengan durasi kerjasama 4 tahun.
Tentunya, lanjut Iwan Bule, Shin diharapkan bisa membangun tim nasional Indonesia yang solid dan berprestasi. Hal itu tentu tidak bisa dilakukan dengan instan. Namun terukur dengan program kepelatihan yang disusun oleh tim pelatih.
“Jadi Shin Tea Yong tidak bekerja sendiri nanti ada asisten dan pembantunya yang dibawa dari korea dan pelatih-pelatih yang ada di Indonesia,” tutup Iwan Bule.
(adi/pojokbogor)

60 Pemain Bakal Dipanggil untuk Ikut Seleksi Timnas

POJOKSATU.id, BOGOR – Shin Tae Yong resmi dikenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia di Ruang VIP Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (28/12) sore.
Ia pun mengungkap rencana yang akan dilakukan pasca ditunjuk sebagai pelatih. Dikatakan, dirinya akan memanggil beberapa nama pemain mulai dari kelompok umur.
“Saya akan panggil pemain, jumlahnya 60. Mereka dari U-20, U-22 dan juga senior,” katanya.
Rencananya, latihan perdana dalam rangka seleksi pemain ini akan dihelat 13 Januari mendatang di Jakarta.
Sebelumnya, Shin Tae-Yong mengatakaan akan pulang ke Korea Selatan dan ke Indonesia pada 6 Januari mendatang.
Dia akan datang bersama seluruh staf kepelatihannya dan menyiapkan timnas Indonesia melakoni sisa laga di Kualifikasi Piala Dunia 2022.
“Saya akan pulang (ke Korea Selatan-red), nanti saya kembali dan memulai program,” katanya.
Terkait rencana seleksi pemain juga dibenarkan oleh Waketum PSSI Iwan Budianto. Dia menegaskan, bahwa PSSI akan meluncurkan surat pemanggilan kepada pemain dan klub pada 10 Januari.
“Tanggal 6 Januari di sini, dia akan langsung kami berikan database pemain. Setelah dipilih nama-nama yang akan dipanggil, pada 10 Januari kami luncurkan suratnya ke klub-klub,” tandasnya.
Untuk diketahui, pelatih asal Korea Selatan itu menandatangani kontrak berdurasi 4 tahun sebagai pelatih Timnas Garuda.
(jpnn/pojoksatu)

Tukangi Timnas Senior dan Indonesia U-20, Shin Tae Yong Fokus ke Piala Dunia 2021

POJOKSATU.id, BOGOR – Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae Yong (STY) resmi menakhodai Timnas Indonesia untuk jangka waktu 4 tahun. Selain melatih tim senior, Shin juga akan menjadi pelatih kepala untuk Timnas Indonesia U-20, dengan fokus utama menghadapi Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.
Pelatih 50 tahun itu diharapkan bisa membawa Bagus Kahfi dkk berbicara banyak di pentas dunia dua tahun mendatang, di mana Indonesia sebagai tuan rumah.
“Dia melatih Timnas Indonesia senior dan U-20. Namun, dia juga ingin memantau perkembangan timnas level usia seperti U-22 dan U-16,” ujar Ketua PSSI, Mochamad Iriawan pada prosesi perkenalan Shin Tae Yong di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Sabtu (28/12/2019).
Seperti diketahui, PSSI dan Shin Tae Yong telah melakukan penandatanganan kontrak dengan PSSI untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia, di Ruang VIP Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Penandatangan sendiri dilakukan STY dan Ketua PSSI, Mochammad Iriawan atau Iwan Bule. Turut disaksikan Wakil Ketua PSSI, Iwan Budianto, Sekjen PSSI, Ratu Tisha.
Shin akan melakukan tugas pertamanya memimpin Timnas Indonesia pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 yang akan dilaksanakan pada Maret 2020.
Namun, Shin diminta lebih fokus menyiapkan skuat Garuda Muda yang akan berlaga di Piala Dunia U-20 2021. Pasalnya, Timnas Indonesia senior sudah tersingkir di kualifikasi Piala Dunia 2022.
“Kemarin Shin secara detail menyampaikan kepada saya bagaimana teknis dan strategi untuk mengembangkan tim nasional Indonesia,” ujarnya kepada wartawan saat melakukan jumpa pers.
Kemudian, lanjut Iwan Bule sapaan akrabnya, finalisasi kontraknya telah selesai dilaksanakan. Shin Tae Yong akan menjalankan program atau proyek jangka panjang dengan durasi kerjasama 4 tahun.
Tentunya, lanjut Iwan Bule, Shin diharapkan bisa membangun tim nasional Indonesia yang solid dan berprestasi. Hal itu tentu tidak bisa dilakukan dengan instan. Namun terukur dengan program kepelatihan yang disusun oleh tim pelatih.
“Jadi Shin Tea Yong tidak bekerja sendiri nanti ada asisten dan pembantunya yang dibawa dari korea dan pelatih-pelatih yang ada di Indonesia,” tutup Iwan Bule.
(adi/pojokbogor)

RESMI…Shin Tae Young Latih Timnas Indonesia, Dikontrak 4 Tahun

POJOKSATU.id, BOGOR – Tim Nasional Indonesia resmi memiliki pelatih baru, Shin Tae Yong. Pelatih asal Korea Selatan itu menandatangani kontrak berdurasi 4 tahun sebagai pelatih Timnas Garuda.
Shin meneken kontrak lalu diperkenalkan ke media oleh PSSI di Ruang VIP Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (28/12/2019) sore.
Penandatangan sendiri dilakukan STY dan Ketua PSSI, Mochammad Iriawan atau Iwan Bule. Turut disaksikan Wakil Ketua PSSI, Iwan Budianto dan Sekjen PSSI, Ratu Tisha.
Shin akan melakukan tugas pertamanya pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 yang akan dilaksanakan pada bulan Maret 2020.
Ketua PSSI, Mochammad Iriawan atau Iwan Bule menjelaskan alasan penunjukan Shin sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Menurut Iriawan, pemilihan Shin sesuai hasil rapat Exco PSSI, Departemen Teknik serta sejumlah pelatih yang ada di Indonesia.
Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae Yong resmi menukangi Timnas Indonesia, Sabtu (28/12/2019). ft/adipojokbogor
“Kemarin Shin secara detail menyampaikan kepada saya bagaimana teknis dan strategi untuk mengembangkan tim nasional Indonesia,” ujarnya kepada wartawan saat melakukan jumpa pers, usai pendatanganan kontrak.
Kemudian, lanjut Iwan Bule, finalisasi kontraknya telah selesai dilaksanakan. Shin Tae Yong akan menjalankan program atau proyek jangka panjang dengan durasi kerjasama empat tahun. “Nanti ada konsulnya kenapa 4 tahun,” ucapnya.
Tentunya, lanjut Iriawan, ingin membangun tim nasional Indonesia yang solid dan berprestasi. Hal itu tentu tidak bisa dilakukan dengan instan. Namun terukur dengan program kepelatihan yang disusun oleh tim pelatih.
“Jadi Shin Tea Yong tidak bekerja sendiri nanti ada asisten dan pembantunya yang dibawa dari korea dan pelatih-pelatih yang ada di Indonesia,” tutup Iwan Bule.
(adi/pojokbogor)

Dibuang Persib Bandung, Hariono Resmi Gabung Juara Liga 1

POJOKSATU.id, GIANYAR – Mantan bintang Persib Bandung, Hariono dikabarkan resmi bergabung dengan juara Liga 1 musim 2019, Bali United. Kepastian ini diketahui dari akun twitter resmi Bali United yang dipantau Pojoksatu.id pada Sabtu (28/12/2019) siang.
Dalam cuitan itu, selain ucapan selamat datang juga tampak video unggahan bergabungnya sang gelandang pengangkut air itu dengan tim berjuluk Serdadu Tridatu.
Dalam video tersebut awalnya terlihat sebuah chat grup WA yang memperbincangkan soal foto yang sudah bocor.
Foto itu berupa sang gelandang sedang melakukan sesi foto dengan menggunakan seragam Bali United.

Ketika lagi dikerjain tapi uda ketauan .Kolaborasi antara Blimin Galak dan Editor Naik Gaji disaat momen kebocoran. .Swasti Prapta Hariono! pic.twitter.com/JC44Q2pOjm
— Bali United FC (@BaliUtd) December 28, 2019

Selanjutnya pada video tersebut terlihat kata ‘Gondrong’ yang merupakan ciri khas dari Hariono.
Ada juga ucapan selamat datang Hariono menggunakan bahasa Bali ‘Swasti Prapta @gondronghariono’.
Cuitan tersebut menegaskan jika Bali United musim depan akan diperkuat gelandang pengalaman sekelas Hariono.
Pengumuman yang sekaligus menjawab pertanyaan netizen tentang masa depan Hariono.
Hariono sendiri sebelumnya membela Persib Bandung selama 11 tahun, atau sejak 2008 lalu, era pelatih Jaya Hartono.
Bersama Persib, Hariono mencatatkan 231 penampilan dengan 1 torehan 1 gol di kompetisi resmi. Gelandang 34 tahun itu sukses membawa Persib meraih gelar juara Liga Indonesia 2014 dan Piala Presiden 2015.
Sebenarnya ia masih mau menjadi pemain Maung Bandung, namun kontraknya tidak diperpanjang dan akhirnya bergabung Bali United.
(fat/pojoksatu)

Dikaitkan dengan PSM Makassar, Begini Respon Irfan Jaya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Irfan Jaya kembali dikaitkan dengan PSM Makassar setelah sebelumnya memilih bertahan bersama Persebaya Surabaya.
Irfan sendiri tidak menampik adanya tawaran tersebut. Hal inilah yang membuatnya menjadi gamang.
Sebab, istri dan dua anaknya yang kini tinggal di Makassar. “Pilihan berat ya. Kalau ke Makassar kan ada keluarga saya,” katanya.
Di sisi lain, Irfan juga merasa berat meninggalkan Persebaya. “Saya masih menunggu tawaran dari Persebaya. Saat ini tinggal tunggu siapa yang lebih serius. Saya masih pikir mana yang terbaik,” tegas Irfan.
Sementara itu, Manajemen PSM memang berharap Irfan pulang kampung. CEO PSM Munafri Arifuddin ingin mendatangkan pemain yang merupakan putra daerah.
Apalagi, PSM butuh banyak pemain. Sebab, Juku Eja –julukan PSM– akan berlaga di AFC Cup 2020.
“Tapi, kami harus diskusi dengan pelatih. Makanya, kami pastikan dulu pelatihnya, baru menyusun komposisi skuad,” paparnya.
Irfan diyakini bisa bersaing di skuad PSM. Apalagi, statistiknya musim ini bersama Green Force cukup oke.
Irfan sudah bermain dalam 27 laga bersama Persebaya dengan torehan 8 gol. Jumlah gol itu hanya kalah oleh top scorer klub David da Silva yang mengemas 14 gol.
(jpc/pojoksatu)

Shin Tae-Yong Bakal Diperkenalkan Sabtu Ini

POJOKSATU.id, JAKARTA – Resmi melatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong akan diperkenalkan Sabtu (28/12) mendatang di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Adapun agenda untuk memperkenalkan Shin Tae-yong disampaikan langsung Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule.
“Shin sudah kita undang untuk finalisasi kontrak. Setelah itu, dia akan kami perkenalkan pada hari Sabtu (28/12) mendatang. Mudah-mudahan semua prosesnya bisa berjalan dengan lancar,” katanya dikutip dari laman resmi PSSI.
Lebih lanjut, disebutkan, terpilihnya Shin Tae-Yong sebagai pelatih berdasarkan pertimbangan dan masukan dari Departemen Teknik PSSI serta sejumlah pelatih.
Dijelaskan Iriawan, pihaknya ingin membangun tim nasional yang solid dan berprestasi.
Hal ini tentu saja tidak dilakukan secara instan, namun harus terukur dengan program kepelatihan yang disusun tim pelatih.
Shin Tae-yong sendiri diketahui merupakan pelatih yang pernah membawa tim Korea Selatan di Piala Dunia 2018.
Harapannya, dengan pengalaman dan kolaborasinya bersama pelatih lokal, apa yang diharapkan untuk tim nasional bisa diwujudkan.
Dilaporkan, selain timnas senior, pelatih asal Korsel ini juga diminta memantau persiapan timnas junior yang akan tampil di Piala Dunia U-20.
(zul/pojoksatu)

Kickoff Liga 1 2020 Direncanakan Digelar Maret

POJOKSATU.id, JAKARTA – PT LIB mengevaluasi jadwal Liga 1 2020 agar tidak ada lagi pertandingan yang berbenturan dengan agenda timnas.
Bahkan, kickoff kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada 2020 itu sudah dirancang pada 1 Maret 2020.
Public and Relation Manager PT LIB Hanif Marjuni mengatakan, PT LIB sudah punya rencana jadwal tahun depan. Jadwal itu sudah dikirimkan ke PSSI untuk dipastikan tidak berbenturan dengan agenda timnas Indonesia.
“Agenda internasional, terutama FIFA Matchday dan adanya Piala AFF, kami petakan. Termasuk agenda uji coba timnas. Karena itu, kami sudah surati PSSI untuk mencocokkan,” paparnya.
Saat ini, PT LIB menunggu keputusan PSSI. Sebab, tidak tertutup kemungkinan jadwal yang sudah disusun bisa berubah.
“Kami belum tahu apakah akan ada agenda pramusim lagi atau tidak. Piala Indonesia juga belum tahu kapan dimulai. Lalu, ada pula AFC Champion League, AFC Cup, dan Liga 2. Harus diselaraskan semua,” ungkapnya.
Lebih lanjut, walau pihaknya sudah menyusun jadwal, Hanif menyatakan bahwa hingga saat ini Liga 1 musim depan belum punya sponsor.
Shopee yang menjadi penyandang dana Liga 1 2019 belum bisa dipastikan apakah bakal meneruskan kontraknya atau tidak.
(jpc/pojoksatu)

Jadwal Liga 1 Tidak Serentak, PSSI Kena Sindir: Federasi Bodoh, Pemain Terbaik pun Kocar Kacir!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jadwal pekan ke-34 Shopee Liga 1 musim 2019 yang tidak serentak akhirnya mendapat sorotan dari salah satu kontestan, Persipura Jayapura. PSSI selaku federasi sepakbola tertinggi Tanah Air mendapat sindiran sebagai organisasi bodoh!
Sekadar diketahui, kompetisi kasta tertinggi Indonesia, Liga 1 akan memasuki laga pamungkas, 21-22 Desember 2019. Tak ada yang menarik ditunggu dari 9 laga pekan ke-34 ini, selain siapa yang akan finis di posisi kedua atau runner-up klasemen akhir Liga 1 musim ini.
Pasalnya, juara Liga 2019 sudah diketahui, Bali United. Sementara tiga tim yang terdegradasi ke Liga 2 musim depan juga sudah pasti. Yaitu Perseru Badak Lampung FC, Semen Padang dan Kalteng Putra.
Nah, untuk tim yang berpeluang jadi runner-up musim ini atau meraih tiket berlaga di Piala AFC (kompetisi kasta kedua antar klub Asia), tercatat ada lima tim.
Mereka adalah Persipura Jayapura di posisi kedua dengan 52 poin, disusul Persebaya Surabaya 51 poin. Kemudian Bhayangkara FC, Borneo FC dan Madura United, sama-sama 50 poin.
Sayangnya, dari jadwal yang dirilis PT LIB, sebagaimana dikutip dari akun resmi operator Liga 1, jadwal pekan 34 tidak digelar pada waktu yang bersamaan. Terutama untuk tim-tim yang berebut posisi kedua tadi.
Persebaya dan Bhayangkara FC lebih dulu bermain, pada Sabtu (21/12/2019) besok. Sesuai jadwal, Bajul Ijo akan menjamu Badak Lampung, sementara Bhayangkara FC tandang ke markas PSIS Semarang.
Tiga kandidat runner up lainnya, bermain keesokan harinya atau Minggu (22/12/2019). Itupun dengan jam yang tidak bersamaan.
Persipura akan bentrok langsung dengan salah satu rivalnya, Borneo FC pada pukul 15.30 WIB, sementara Madura United menghadapi sang juara, Bali United pada pukul 19.00 WIB.
Berikut jadwal pekan ke-34 Liga 1 2019:
Sabtu (21/12/2019)
15:30 WIB – Kalteng Putra vs Persija Jakarta
15:30 WIB – Persebaya vs Badak Lampung
15:30 WIB – Persela Lamongan vs Semen Padang
18:30 WIB – PSIS Semarang vs Bhayangkara FC
Minggu (22/12/2019)
15:30 WIB – Barito Putera vs Arema FC
15:30 WIB – Persib Bandung vs PSM Makassar
15:30 WIB – Persipura Jayapura vs Borneo FC
15:30 WIB – PSS Sleman vs TIRA Persikabo
19:00 WIB – Bali United vs Madura United
Jadwal pekan terakhir yang tak bersamaan ini tentu tidak lazim, jika merujuk pada liga-liga yang dikelola jauh lebih profesional di Eropa. Di mana pekan pamungkas selalu digelar pada hari dan jam yang sama demi menjunjung tinggi fair play dan menghindari ‘main mata’.
Jadwal yang tak serentak ini kemudian disoroti Persipura. Kandidat kuat runner up musim ini, melalui akun twitter resmi klub, Mutiara Hitam menyayangkan jadwal pertandingan penentuan tidak digelar berbarengan.
Mereka menyebut PSSI dan perangkat terkait payah dalam menyusun jadwal Liga 1 pada pekan terakhir yang sangat menentukan.

Payah benar, tidak @PSSI tidak @Liga1Match sama saja.
1. Last match tdk berbarengan
2. Perebutan 2nd place di streaming
Sebuah kutipan:
“Di bawah pemimpin yg baik, anak buah bodoh pun ada gunanya, tapi di bawah federasi bodoh, pemain terbaik pun kocar kacir”
https://t.co/YT4E1LGoTu
— PERSIPURA (@PERSIPURA_) December 20, 2019

Protes Persipura terkait jadwal Liga 1 pekan ke-34.
Bukan hanya soal jadwal yang tidak bersamaan, pertandingan yang disiarkan Indosiar selaku pemegang hak siar Liga 1 juga jadi sorotan. Pasalnya, sejumlah partai penentuan tidak disiarkan.
Pada Sabtu (21/12/2019) besok misalnya, Indosiar memilih menyiarkan laga Kalteng Putra kontra Persija Jakarta yang jelas-jelas tidak menentukan apapun.
Padahal, pada saat bersamaan ada duel Persebaya lawan Badak Lampung dan pada malam harinya, PSIS Semarang kontra Bhayangkara FC. Di mana Persebaya dan Bhayangkara FC masuk dalam lima tim yang berpeluang finis kedua.
Keesokan harinya, Minggu sore, Indonesia akan menayangkan laga Persib Bandung lawan PSM Makassar. Dua tim yang juga sudah tidak punya target apa-apa pada laga pamungkas. Sementara di STadion Gelora Delta Sidoarjo ada laga hidup mati antara Persipura kontra Borneo FC.
Satu-satunya klub kandidat peringkat kedua yang disiarkan adalah laga Madura United yang akan menghadapi sang juara, Bali United. Itupun tidak bersamaan dengan pertandingan lain. Digelar pada Minggu malam, pukul 19.00 WIB.
(fat/pojoksatu)

Ini Jadwal Liga 1 Pekan ke-34: Laga Penentuan Runner-up Kok Tidak Bersamaan?

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kompetisi kasta tertinggi Indonesia, Shopee Liga 1 musim 2019 akan memasuki laga pamungkas, 21-22 Desember 2019. Tak ada yang menarik ditunggu dari 9 laga pekan ke-34 ini, selain siapa yang akan finis di posisi kedua atau runner-up klasemen akhir Liga 1 musim ini.
Pasalnya, juara Liga 2019 sudah diketahui, Bali United. Sementara tiga tim yang terdegradasi ke Liga 2 musim depan juga sudah pasti. Yaitu Perseru Badak Lampung FC, Semen Padang dan Kalteng Putra.
Nah, untuk tim yang berpeluang jadi runner-up musim ini atau meraih tiket berlaga di Piala AFC (kompetisi kasta kedua antar klub Asia), tercatat ada lima tim.
Mereka adalah Persipura Jayapura di posisi kedua dengan 52 poin, disusul Persebaya Surabaya 51 poin. Kemudian Bhayangkara FC, Borneo FC dan Madura United, sama-sama 50 poin.
Sayangnya, dari jadwal yang dirilis PT LIB, sebagaimana dikutip dari akun resmi operator Liga 1, jadwal pekan 34 tidak digelar pada waktu yang bersamaan. Terutama untuk tim-tim yang berebut posisi kedua tadi.
Persebaya dan Bhayangkara FC lebih dulu bermain, pada Sabtu (21/12/2019) besok. Sesuai jadwal, Bajul Ijo akan menjamu Badak Lampung, sementara Bhayangkara FC tandang ke markas PSIS Semarang.
Tiga kandidat runner up lainnya, bermain keesokan harinya atau Minggu (22/12/2019). Itupun dengan jam yang tidak bersamaan.
Persipura akan bentrok langsung dengan salah satu rivalnya, Borneo FC pada pukul 15.30 WIB, sementara Madura United menghadapi sang juara, Bali United pada pukul 19.00 WIB.
Berikut jadwal Liga 1 2019 pekan ke-34 atau pekan terakhir:
ft/twitter @liga1match
Jadwal pekan terakhir yang tak bersamaan ini tentu tidak lazim, jika merujuk pada liga-liga yang dikelola jauh lebih profesional di Eropa. Di mana pekan pamungkas selalu digelar pada hari dan jam yang sama demi menjunjung tinggi fair play dan menghindari ‘main mata’. Bagaimana menurut anda?
(fat/pojoksatu)