Brasil

Comeback Messi Bersama Argentina, Langsung Jadi Penentu Kemenangan Atas Brasil

POJOKSATU.id, RIYADH – Superstar Barcelona dan Timnas Argentina, Lionel Messi menandai kembalinya di laga internasional dengan manis. Messi menjadi penentu kemenangan Tim Tango atas Brasil pada laga persahabatan di King Saud University Stadium (Riyadh), Arab Saudi, Sabtu (16/11/2019) dini hari WIB.
Ini merupakan penampilan pertama Messi bersama Timnas Argentina setelah menjalani skorsing tiga bulan karena mengkritik federasi sepak bola Amerika Latin dan pelaksanaan Copa America musim panas lalu.
Meski bertajuk laga uji coba, baik Tite maupun Lionel Scaloni menurunkan skuat terbaiknya pada laga ini.
Roberto Firmino, Gabriel Jesus dan Willian jadi trio penyerang Tim Samba, beradu tajam dengan duet Messi dan Lautaro Martinez milik Argentina.
Jika Brasil mengandalkan Alisson Becker di bawah mistar, Scaloni mempercayakan Esteban Andrada sebagai kiper utama Argentina.
Brasil lebih dulu mendapat peluang emas mencetak gol dari titik putih pada menit ke-10. Hadiah penalti diperoleh Brasil setelah Jesus dijatuhkan di kotak terlarang.
Bomber Manchester City itu sendiri yang maju sebagai algojo. Sayang eksekusinya melenceng dari sasaran, padahal Andrada sudah salah antisipasi.
Tiga menit berselang, giliran Argentina dihadiahi penalti. Bek sayap Juventus, Alex Sandro melakukan pelanggaran terhadap Messi.
Eksekusi Messi sempat ditepis Alisson, tapi bola rebound tanpa ampun diceploskan kapten Timnas Argentina itu. 1-0 Tim Tango memimpin.
Di babak kedua, Tite memasukkan Philippe Coutinho, Fabinho, Renan Lodi hingga Rodrygo. Sementara Scaloni memasukkan amunisi baru seperi Marcos Acuna, Nicolas Ivan Gonzalez hingga Guido Rodriguez.
Brasil yang secara statistik lebih unggul dalam penguasaan bola, 65 berbanding 35 persen, tetap tidak bisa mencetak gol penyama skor hingga pertandingan berakhir. Argentina pun menang tipis 1-0.
(fat/pojoksatu)

Diwarnai Kartu Merah, Brasil Juarai Copa America 2019

POJOKSATU.id, JAKARTA – Brasil berhasil menjuarai Copa America 2019 setelah mengalahkan Peru 3-1, Senin (8/7).
Pada pertandingan tersebut, Brasil membuka keunggulan saat laga baru berjalan 12 menit.
Adalah Sousa Soares yang mengubah kedudukan menjadi 1-0. Namun, Peru berhasil menyamakan kedudukan satu menit jelang waktu normal babak pertama berakhir.
Gol penyama kedudukan dicetak Guerrero lewat tendangan penalti. Hasil imbang tak bertahan lama, karena Brasil kembali mencetak gol.
Kali ini lewat Gabriel Jesus. Skor 2-1 pun bertahan hingga babak pertama berakhir.
Di babak kedua, nyaris berakhir tanpa tambahan gol tercipta. Namun Richarlison menambah keunggulan menjadi 3-1.
Ia berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah menyelesaikan tugasnya sebagai eksekutor tendangan penalti.
Sebelumnya, di menit ke-70, Brasil harus kehilangan satu pemain, yakni Gabriel Jesus akibat kartu merah.
(zul/pojoksatu)

Waspada…Permainan Peru Meningkat Sejak Dibantai Brasil 5-0

POJOKSATU.id, RIO DE JANEIRO – Timnas Brasil akan menghadapi Peru di final Copa America 2019, Minggu (7/7/2019) waktu setempat atau Senin dini hari WIB. Selecao difavoritkan memenangkan laga di Stadion Maracana, Rio de Janeiro itu sekaligus mengangkat trofi utama pertama mereka sejak 2007 lalu.
Selain faktor kualitas skuat, kemenangan 5-0 atas Peru di babak penyisihan Grup A dua pekan lalu membuat anak asuh Tite sangat diunggulkan pada laga Brasil vs Peru, Senin dini hari nanti.
Tapi Tite tidak sepakat jika Brasil akan kembali memang mudah pada partai final ini. Menurutnya, permainan Peru meningkat tajam sejak dibantai anak asuhnya di penyisihan grup.
“Ketika kami mengalahkan Peru (di penyisihan grup), mereka bermain tidak terlalu baik. Kini kami harus bermain jauh lebih baik karena (permainan) mereka sudah sangat maju,” kata Tite dalam konferensi pers jelang laga final Copa America 2019.
Pelatih Timnas Brasil – Tite.
Pernyataan Tite masuk akal. Peru yang lolos ke fase knock out dengan status salah satu peringkat tiga terbaik, kemudian membuat kejutan dengan menyingkirkan tim-tim favorit.
Di perempat final, tim yang diasuh pelatih asal Argentina, Ricardo Gareca itu menaklukkan salah satu favorit juara, Uruguay lewat drama adu penalti.
Kemudian di semifinal, juara Copa America dua edisi terakhir, Chile juga bertekuk lutut. Tidak tanggung-tanggung, Alexis Sanchez dkk dibantai juara Copa America 1975 itu tiga gol tanpa balas.
Hebatnya, sejak kalah telak dari Brasil, Peru tak pernah kebobolan dalam permainan terbuka, total sudah 210 menit.
Menarik ditunggu, akankah terjadi kejutan pada laga Brasil vs Peru yang akan dipimpin Roberto Andres Tobar Vargas (Chile) itu.
(fat/pojoksatu)

Ronaldo Mimpi Real Valladolid di Liga Champions

POJOKSATU.id, JAKARTA – Legenda Brasil Ronaldo mengungkapkan mimpinya soal Real Valladolid untuk ada di Liga Champions.
Diketahui, Ronaldo resmi menjadi pemilik Real Valladolid. Ia merupakan pemilik saham mayoritas sekitar 51 persen.
Terkait mimpinya itu, ia meyakini adalah target yang realistis. Ronaldo mengatakan dirinya bertekad untuk mewujudkannya.
“Secara logis saya akan menyusun klub dan melakukan yang terbaik yang saya tahu untuk dilakukan oleh Valladolid, mencapai Liga Champions akan menjadi gila bagi kota. Kami akan mencoba, mengapa tidak?” ujarnya dilansir Tribal Fotball.
“Tujuan saya adalah untuk membentuk klub sebagaimana layaknya, seperti yang diinginkan para penggemar.
“Saya memutuskan untuk tidak memiliki gaji karena saya tidak benar-benar membutuhkannya dan saya ingin menunjukkan, lebih dan lebih lagi, bahwa komitmen dan tujuan kami mendapat tempat pertama,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Penuhi Kuota Pemain Asing, Klub Liga 1 Kepincut Pemain Brasil

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menyambut Liga 1 2019 yang akan digelar Mei mendatang, sejumlah klub nyaris membentuk skuad lengkap.
Selain pemain lokal, klub-klub yang berlaga pun memenuhi kuota pemain asing.
Tercatat, ada tujuh tim yang sudah memenuhi kuota pemain asing. Diantaranya, klub promosi Semen Padang.
Mengacu pada regulasi Liga 1 musim lalu, setiap klub maksimal memiliki 4 pemain asing dengan syarat 3+1. Artinya, 3 pemain asing bebas dari Benua Amerika, Eropa, dan Afrika. Sedangkan 1 pemain asing dari negara Asia-Australia.
Dilihat dari perkembangan bursa transfer pemain asing, pemain asal Brasil masih menjadi primadona klub-klub Liga 1.
Tercatat, dari tujuh klub yang sudah memehuni kuota pemain asing, ada enam klub yang memiliki pemain asal Brasil.
Sedangkan pemain asing dari Asia, klub-klub Liga 1 kepincut pemain dari Uzbekistan, Australia, Tajikistan, Korea Selatan, serta Jepang.
Belum semuanya klub Liga 1 2019 menggaet pemain asing karena pendaftaran pemain baru secara resmi baru dibuka pada 15 Februari dan berakhir pada 9 Mei 2019. Artinya, sebagian klub masih memiliki banyak pertimbangan dalam merekrut pemain asing.
Berikut, tujuh tim Liga 1 2019 yang sudah penuhi kuota pemain asing
1. Arema FC: Arthur Cunha (Brasil), Robert Lima (Brasil), Makan Konate (Mali), Pavel Smolyachenko (Uzbekistan)
2. Bali United FC: Willian Paheco (Brasil), Melvin Platje (Belanda), Paulo Sergio (Portugal), Brwa Nouri (Irak)
3. Borneo FC: Matias Conti (Argentina), Jan Lammers (Belanda), Renan Silva (Brasil), Javlon Guseynov (Uzbekistan)
4. Madura United: Jaimerson Xavier (Brasil), Aleksandar Rakic (Serbia), Zah Rahan (Liberia), Dane Milovanovic (Australia)
5. Persija Jakarta: Marko Simic (Kroasia), Vinicius Lopes ‘Neguete’ (Brasil), Bruno Matos (Brasil), Jahongir Abdumuminov (Uzbekistan)
6. PSM Makassar: Marc Klok (Belanda), Willem Jan Pluim (Belanda), Eero Markkanen (Finlandia), Aaron Evans (Australia)
7. Semen Padang: Mario Barcia (Argentina), Nildo Victor Juffo (Brasil), Shukurali Pulatov (Uzbekistan), Tristan Koskor (Estonia)
(jpc/pojoksatu)