dedi kusnandar

Kondisi Membaik, Dado Belum Bisa Diturunkan di Piala Indonesia

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kondisi Dedi Kusnandar alias Dado berangsur membaik. Bahkan, ia bisa ikut latihan perdana.
Namun begitu, Dado belum bisa diturunkan di Piala Indonesia yang akan berlangsung pada 22 Januari sampai 6 Februari 2019.
Dokter tim Persib, dr. Rafi Ghani membeberkan kondisi terkini dari Dado. Dikatakan, cedera Dado terus membaik hanya saja harus ada penguatan otot.
Meski begitu, saat latihan di lapangan nanti Dado perlu ditinjau kondisinya.
“Fraktur tulang sudah bagus tapi belum sempurna sekarang lagi penguatan otot. Untuk latihan di lapangan harus dilihat dulu nanti tim saat latihan,” ucap Rafi, dilansir bobotoh.id.
“Kalau misalkan Piala Indonesia tidak mungkin karena terlalu mamaksakan. Kalau liga kemungkinan bermain,” sambungnya.
Diketahui, gelandang Persib Bandung ini mengalami cedera patah tulang fibula saat Persib melawan PSM Makassar pada 24 Oktober 2018 lalu.
Kondisi tersebut memaksanya menepi hampir dua bulan. Fisioterapis Persib Bandung, Benidektus Adi Prianto menuturkan, selain memulihkan kondisinya, pihaknya juga berupaya mengembalikan kepercayaan diri Dado.
Tak dipungkiri, pemain yang mengalami cedera panjang bisa mengalami trauma.
(zul/pojoksatu)

2 Bulan Cedera, Begini Kondisi Dado

POJOKSATU.id, BANDUNG – Gelandang Persib Bandung Dedi Kusnandar hingga saat ini masih berupaya untuk pulih dari cedera.
Seperti diketahui, pria yang akrab disapa Dado ini mengalami cedera patah tulang fibula saat Persib melawan PSM Makassar pada 24 Oktober 2018 lalu.
Saat ini, kondisi Dado dikabarkan berangsung membaik. Hal ini diungkapkan fisioterapis Persib Bandung, Benidektus Adi Prianto.
Namun begitu, kata Beni, masih ada beberapa program yang harus ditempuh. Diantaranya, fokus pada membentuk otot agar kembali terbentuk dan menguat.
“A Dado sekarang udah masuk di minggu ke-10 sekitar 2 bulan setengah jadi kita masih fokus untuk pembesaran masa otot, penguatan ototnya lagi,” ucap Beni, dikutip bobotoh.id.
Selain itu, pihaknya juga berupaya mengembalikan kepercayaan diri Dado. Tak dipungkiri, pemain yang mengalami cedera panjang bisa mengalami trauma.
“Sebab dari berapa gerakan, setelah cedera, pasti ada susah jalan dan lari. Jadi kita kembalikan juga kepercayaan dirinya, jadi ketika nanti mau balik lagi ke lapangan traumatiknya tidak tinggi. Memang masih ada, tapi lama-lama juga hilang,” sambungnya.
Pihaknya juga sudah menyiapkan program untuk dilakukan Dado bahkan saat dirinya berada di rumah.
(zul/pojoksatu)

Kembali Bela Timnas Indonesia, Ini Target Gelandang Persib

POJOKSATU.ID, BANDUNG – Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar kembali dipanggil setelah sempat cukup lama tidak masuk Timnas Indonesia. Dedi masuk skuat bayangan Timnas Garuda untuk menghadapi Piala AFF 2018.
Timnas Indonesia sendiri akan mengikuti sejumlah pertandingan uji coba pada pertengahan Oktober sebelum tampil di Piala AFF November mendatang.
Masuk skuat bayangan timnas, Dedi Kusnandar pun belum mau berpikir panjang dan hanya coba untuk tunjukan kemampuan terbaik.
Timnas U-16 Sekarang Lebih Kuat dari yang Pernah Dibantai Australia 7-3
“Ya saya ga berpikir kesitu yang penting saya step by step. Saya baru kali pertama gabung lagi jadi saya menunjukan yang terbaik dulu itu terlepas nantu itu,” kata Dedi dikutip dari Simamaung.
Dia tidak menampik tentu setiap pemain pasti ingin masuk dalam tim yang bertugas untuk negara di sebuah turnamen. Namun Dedi enggan terlalu menggebu dan ambisius dalam mengejar targetnya. Yang terpenting adalah bagaimana mengambil perhatian pelatih ketika latihan atau dipercaya bertanding di uji coba.
Ini Jumlah Dana yang Terkumpul dari Laga Amal untuk Haringga, Arema FC Vs MU
“Semua pasti ingin ke piala AFF ya berusaha dulu. Yang penting menunjukan yang terbaik nanti mengikuti hasilnya,” kata pemain yang musim ini punya peran penting di lini tengah Persib itu.
Dia juga tidak mau menjadikan pemain lain yang berposisi sebagai gelandang sebangai saingan. Tercatat ada Bayu Pradana, Zulfiandi dan Evan Dimas yang menjadi ‘rival’ dia dalam tim. Baginya yang terpenting adalah permainan tim dan bagaimana Dedi bisa memberi dampak bagi performa timnas.
“Ya saya tahu di tengah pasti banyak pemain pasti kerjasama sama tim pelatih dan yang penting saya balik lagi ke diri pribadi saya yang penting bisa menunjukan yang terbaik itu nilai plusnya,” pungkas Dedi.
(fat/pojoksatu)