W88top casino trực tuyến

diego maradona

Pernah Main Bareng Messi dan Maradona, Ayala Ungkap Perbedaan Duo Ikon Timnas Argentina

POJOKSATU.id, JAKARTA – Diego Armando Maradona dan Lionel Messi adalah dua ikon Timnas Argentina. Maradona selalu dikenang sebagai legenda Tim Tango, sementara Messi punya prestasi mentereng secara individu dan klubnya, Barcelona.
Anggota staf pelatih Timnas Argentina, Roberto Ayala adalah sosok yang beruntung karena pernah bermain bersama kedua ikon Argentina itu.
Lalu siapa yang lebih hebat menurut Ayala, Messi atau Maradona?
Ayala saat ini menjadi staf pelatih timnas Argentina yang dikepalai Lionel Scaloni.
Maradona mendekati akhir waktunya sebagai bintang Albiceleste ketika Ayala membuat debut internasional pada tahun 1994. Sementara Messi masuk tim senior beberapa tahun sebelum mantan bek Valencia itu gantung sepatu pada tahun 2007.
Roberto Ayala.
Ayala enggan menjawab secara tegas pertanyaan di atas. Pelatih 47 tahun mengatakan dua bintang negaranya itu terlalu “berbeda” untuk dibandingkan.
“Saya bermain dengan mereka berdua, dengan Diego menemani di awal karir saya. Mereka adalah dua raksasa sepakbola, dan ketika dia pensiun, Messi akan dikenang,” kata Ayala kepada Fox Sports.
“Aku tidak tahu apakah akan dikenang seperti Diego (Maradona), itu tidak masalah. Mereka berbeda.”
“Diego adalah pemain dengan bakat seni murni, sementara Messi pemain lincah yang membawa bola dua sentimeter dari kakinya.”
Browser anti blokir Kojop sudah bisa diunduh di Play Store, klik bit.ly/kojop
The post Pernah Main Bareng Messi dan Maradona, Ayala Ungkap Perbedaan Duo Ikon Timnas Argentina appeared first on Pojoksatu.id.

Tiba-Tiba Diego Maradona Dilarikan ke Rumah Sakit

POJOKSATU.id, BUENOS AIRES – Legenda timnas Argentina, Diego Maradona dilarikan ke rumah sakit di Buenos Aires setelah mengalami pendarahan hebat di lambungnya.
Dikutip Pojoksatu.id dari Sportskeeda, Maradona tiba-tiba mengeluhkan rasa sakit di perutnya, kemarin untuk kemudian diterbangkan ke negaranya untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Hasil diagnosa medis menyebutkan, pria berusia 58 tahun yang kini melatih salahsatu Dorado, klub asal Meksiko itu mengalami pendarahan lambung, namun tim medis mengklaim pasien sudah melalui masa kritis.
Masalah gangguan kesehatan ini sendiri bukan pertama kalinya dialami sang legenda. Musim panas lalu ia membutuhkan perawatan medis setelah kemenangan Argentina 2-1 melawan Nigeria di Piala Dunia setelah menderita tekanan darah yang menurun.
Dia juga menggunakan tongkat untuk sebagian besar musim ini karena menderita radang sendi di kedua lutut.
Di masa lalu, gaya hidup Maradona memang terbilang buruk. Ia sempat menjadi pecandu narkoba dan alkohol dan pada Maret 2005 menjalani operasi bypass lambung untuk mengatasi masalah obesitasnya.
Dengan kondisi ini, Maradona pun dipastikan absen menemani timnya di laga berikutnya saat Dorados menghadapi Celaya, Minggu (6/1/2019).
Pengacara Maradona sendiri telah mengklarifikasi jika Maradona akan bergabung dengan Dorados setelah perawatan medisnya selesai.
Namun, masih harus dilihat kapan atau apakah pelatih akan dapat melanjutkan tugas kepelatihannya menyusul masalah kesehatannnya akhir-akhir ini.
Diego Armando Maradona masih dianggap sebagai salah satu pemain terhebat yang pernah ada karena mengilhami kemenangan Argentina di Piala Dunia 1986.
Sepanjang kariernya hampir 20 tahun, pemain “Si Tangan Tuhan” itu telah membela sejumlah klub, di antaranya Boca Juniors, Barcelona dan Napoli.
(qur/pojoksatu)