edinson cavani

Gagal Penalti, Luis Suarez Sangat Sedih

POJOKSATU.id, JAKARTA – Uruguay gagal melaju ke babak semifinal Copa America usai kalah adu penalti lawan Peru, Minggu (30/6) dini hari WIB.
Pada pertandingan tersebut, Uruguay dan Peru bermain imbang 0-0 hingga 2×45 menit. Dengan begitu, mereka harus menyelesaikannya lewat adu penalti.
Sayang bagi Uruguay, Luis Suarez yang menjadi algojo pertama gagal menjalankan tugasnya.
Ia menjadi satu-satunya pemain Uruguay yang gagal. Sedangkan Peru, seluruh pemainnya sukses melesakkan gol.
Dengan begitu Peru lolos ke babak semifinal Copa Amerika 2019 dan akan menghadapi Chile 4 Juli mendatang.
Usai pertandingan, Suarez terlihat sangat terpukul. Hal ini pun diakui rekan setimnya Edinson Cavani.
Dilansir The National, Cavani mengatakan pemain Barcelona itu sangat sedih.
“Luis sangat sedih. Dia gagal di momen krusial,” katanya.
“Namun begitulah sepakbola dan kehidupan. Kadang Anda menang, kadang Anda kalah.
“Kami sebelumnya sudah menjuarai Copa, tapi hari ini kami tersingkir. Kami harus menerimanya,” paparnya.
(zul/pojoksatu)

Dikalahkan Uruguay, Chile Tetap Lolos ke Perempat Final

POJOKSATU.id, JAKARTA – Chile tetap lolos ke babak Perempat Final Copa America 2019 meski kalah dari Uruguay, Selasa (25/6) pagi WIB.
Sebelumnya, Chile sudah dipastikan lolos dengan berhasil mengumpulkan enam poin dari dua pertandingan.
Saat menghadapi Uruguay, mereka hanya mengukuhkan status juara Grup C atau runner-up. Hasilnya, Alexis Sanchez dkk keluar sebagai runner-up.
Sedangkan Uruguay lolos dengan status juara grup dengan berhasil mengumpulkan tujuh poin.
Pada pertandingan Selasa pagi, kedua tim bermain imbang di babak pertama dengan skor 0-0. Di babak kedua, Edinson Cavani jadi pahlawan Uruguay.
Ia berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah mencetak go l di menit ke-82. Dengan ini, Uruguay pun lolos bersama Chile.
Pada hari dan jam yang sama, juga digelar pertandingan dari Grup C yakni antara Ekuador menghadapi Jepang.
Pada pertandingan terakhir, keduanya hanya bermain imbang 1-1. Gol Jepang dicetak Shoya Nakajima di menit ke-15, sedangkan Ekuador dicetak oleh Angel Mena di menit ke-35.
Hasil imbang membuat keduanya hanya mendapat tambahan satu poin. Dengan begitu, Jepang dan Ekuador gagal melaju ke babak selanjutnya.
(zul/pojoksatu)

Selain Higuain, Chelsea Juga Bidik Mesin Gol Uruguay Ini

POJOKSATU.id, LONDON – Kekecewaan Manajer Chelsea, Maurizio Sarri terhadap komposisi pemain yang mengisi lini depan mendesak klub terus mengidentifikasi sejumlah pemain.
Selain striker AC Milan, Gonzalo Higuain, The Blues juga telah mengidentifikasi bomber Paris Saint-Germain, Edinson Cavani.
Cavani dinilai sosok yang pas untuk mengatasi kekurangtajaman Chelsea musim ini, jika mereka gagal menandatangani Higuain.
Gonzalo Higuain Bersiap Kemas Koper Menuju Stamford Bridge
Saking seriusnya, raksasa London Barat itu bahkan telah menyiapkan nilai mahar sekira EUR 56 juta atau setara Rp898 miliar.
Dikutip Pojoksatu.id dari Sunday Express, langkah alternatif Chelsea ini menyusul mekanisme menandatangani Higuain yang terbilang ribet karena melibatkan Juventus juga selain AC Milan.
Karena itu, mereka kini lebih fokus dan serius untuk melakukan penjajakan terhadap kemungkinan hengkangnya bintang Uruguay itu dari Parc des Princes musim dingin ini.
Kendati usianya sudah tak lagi muda, bahkan lebih tua dari Higuain, namun Cavani dipandang Chelsea masih punya daya saing yang tinggi termasuk di pentas Liga Primer Inggris.
Terlebih, selama ini, Cavani juga tercatat sebagai mesin gol paling panas di PSG bahkan beberapa kali mencatatkan diri sebagai top skorer.
Sejauh musim ini, ia telah membukukan 13 gol dan menyumbang empat asist dari 18 pertandingan bersama PSG di semua kompetisi.
Sementara kabar terbaru soal Gonzalo Higuain sendiri, sang pemain telah memberikan sinyal siap bergabung dengan Chelsea kendati AC Milan belum mengeluarkan pernyataan resmi.
(qur/pojosatu)

Edinson Cavani Tampil Garang, Thierry Henry pun Meradang

POJOKSATU.id, MONAKO – Striker Paris Saint-Germain, Edinson Cavani benar-benar mempersembahkan mimpi buruk bagi pelatih AC Monaco, Thierry Henry.
Tampil dihadapan publik AS Monaco di Stade Louis II, Senin (12/11/2018) dalam lanjutan Ligue 1 pekan 13, Cavani tampil garang mengobrak-abrik barisan pertahanan tuan rumah dengan mencetak hat-trick.
Les Parisiens pun sukses mencuri poin penuh menutup laga dengan skor telak tak terbalas 4-0 setelah Neymar menggenapkan kemenangan lewat gol penutup di menit 64 lewat titik putih.
Tekuk Rival Sekota, Manchester City Kokoh di Puncak Klasemen
Bungkam Fulham, Liverpool Tempel Pemuncak Klasemen

Dengan hasil gemilang ini, skuat besutan Thomas Tuchel makin digjaya di puncak klasemen sementara dengan raihan 39 poin atau unggul selisih 13 angka dari pesaing terdekatnya Lille.
Sementara hasil minor yang diperoleh AS Monaco semakin menenggelamkan juara Ligue 1 Prancis 2016/17 itu ke dasar klasemen, berbagi tempat dengan Guingamp yang memeroleh poin sama, 7.
Hasil buruk ini juga semakin mengancam posisi Henry yang baru saja ditunjuk sebagai suksesor Leonardo Jardim yang dipecat Oktober lalu.
Sejak itu, Henry pun belum pernah mempersembahkan kemenangan untuk tim racikannya. Sebelumnya, AS Monaco juga telah menelan empat kekalahan beruntun di pentas domestik, dan dua kali bermain imbang di semua kompetisi.
AS Monaco kini menempati runner up juru kunci dengan raihan tujuh poin dari satu kemenangan, empat kali bermain imbang dan delapan kali menelan kekalahan.
(qur/pojoksatu)

Atletico Madrid Ingin Sandingkan Cavani dengan Duo Bomber Rojiblancos!

POJOKSATU.id, MADRID – Striker Paris Saint-Germain, Edinson Cavani tampil konsisten sebagai mesin gol timnya dalam beberapa musim terakhir ini.
Bersama Neymar dan Kylian Mbappe, bintang asal Uruguay itu kerap menjadi penentu di pertandingan dan tentunya salahsatu mesin gol paling panas di Paris maupun di Ligue 1.
Cavani yang telah memasuki musim keenam bersama Les Perisens itu telah mencetak 173 gol dari 233 penampilan di berbagai ajang kompetisi.
Tak ayal, sang pemain pun banyak diinginkan klub lain, salahsatunya juara Liga Europa musim lalu, Atletico Madrid.
Dikutip dari Goal, pelatih Rojiblancos Diego Simeone berkeinginan menyandingkan Antoine Griezmann dan Diego Costa dengan Cavani sebagai trisula lini depan.
Meski sang bomber masih punya ikatan kontrak dengan PSG hingga 2020, namun Atletico berniat untuk menandatanganinya pada jendela transfer pemain musim dingin awal tahun depan.
Pihak PSG sendiri tampaknya berpeluang melepas pemain berusia 31 tahun ini bukan karena sudah take lagi percaya dengan kapasitasnya, melainkan untuk menghindari diri dari ancaman sanksi Financial Fair Play.
(qur/pojoksatu)