eric cantona

Pilih Manchester City atau Liverpool? Ini Jawaban Eric Cantona

POJOKSATU.id, JAKARTA – Legenda Manchester United, Eric Cantona dimintai tanggapan soal perburuan gelar juara Liga Premier musim ini.
Apakah ia akan memilih Manchester City atau Liverpool sebagai favorit juara?
Saat ditanyakan, Cantona tidak memilih kedua. Sebab, ia menilai jika saat ini keduanya (City dan Liverpool) masih memiliki peluang yang sama begitupun dengan Tottenham.
“Tidak ada,” katanya dilansir Metro.co.uk. “Ini seperti bertanya kepada ku, memilih gigi terbuat dari kayu atau kaki dari spon,” sambungnya.
Lebih lanjut, Cantona menuturkan jika Manchester United juga punya peluang. Diketahui, pasca ditangani Solskjaer, Setan Merah mengalami kebangkitan dan kini ada di posisi empat klasemen.
Mereka tertinggal sembilan angka dari Tottenham dan 14 angka dari Manchester City dan Liverpool. Namun, mereka perlu menjaga konsistensi agar bisa juara.
“Tentu saja, jika mereka (United) terus bermain seperti ini, mereka masih punya kesempatan bukan?”
“Saya ingat waktu saya dulu, kami tertinggal 12 poin dari Newcastle dan kami memenangkan juara liga. Jadi kami harus berharap dan bermimpi,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Eric Cantona: Sebaiknya MU Berpisah dengan Jose Mourinho!

POJOKSATU.id, PARIS – Performa inkonsistensi Manchester United terus mendapat sorotan sejumlah pihak, salahsatunya dari sang legenda hidup Setan Merah, Eric Cantona.
Cantona bahkan merasa mantan klubnya itu kini terancam kehilangan generasi pemain-pemain muda jika masih dibesut sosok Jose Mourinho.
Oleh karena itu, Cantona, yang pernah mempersembahkan empat gelar Liga Primer Inggris dan dua Piala FA selama lima musimnya di Old Trafford menilai klub sebaiknya berpisah dengan Mourinho.

Cantona bahkan mengaku meradang jika membandingkan performa United dengan seteru sekotanya, Manchester City.
“Saya menderita dan saya semakin menderita ketika saya melihat (Manchester City) bermain sangat luar biasa,” tutur Cantona seperti dikutip dari Goal.
“Saya pikir anak-anak perlu memiliki contoh. Mereka membutuhkan pemain-pemain hebat, pergerakan-pergerakan yang sangat bagus, sepakbola kreatif untuk mengidentifikasi diri mereka menjadi pemain atau tim,” sebutnya.
“Dan, saya pikir mereka kini kehilangan generasi pemain-pemain muda. Pemain-pemain muda ini mengidentifikasi diri mereka dengan cara City bermain. Bisakah kita menerima itu? Tidak,” tandasnya.
Performa The Red Devils di bawah asuhan Jose Mourinho memang terus mendapat sorotan dan kritik banya pihak. Masa depan sang manajer pun masih menjadi perbincangan hangat di media.
Dari sembilan pertandingan awal di Liga Primer Inggris musim ini, United hanya mengumpulkan 14 poin. Terakhir, Paul Pogba dan koleganya menelan kekalahan 1-0 di tangan Juventus di pertandingan putaran grup Liga Champions.
(qur/pojoksatu)