florentino perez

Liburkan Pemain Usai Dibantai PSG, Zidane Kena Semprot Presiden Real Madrid

POJOKSATU.id, MADRID – Presiden Real Madrid, Florentino Perez marah besar dengan keputusan Zinedine Zidane meliburkan pemainnya setelah kekalahan dari Paris Saint-Germain. Perez menilai Gareth Bale dkk harusnya berlatih keras, bukannya libur.
Seperti diketahui, El Real tumbang 0-3 di markas PSG pada laga perdana penyisihan Grup A Liga Champions 2019/20, Rabu (18/9/2019) malam waktu setempat. Pertandingan ini ditonton langsung Perez di Parc des Princes.
Keesokan harinya, Zidane memutuskan untuk tidak membebani anak asuhnya dengan latihan rutin. Mereka diliburkan. Terang saja, keputusan Zidane itu membuat Perez berang, dikutip Pojoksatu.id dari Express.
Para pemain inti sengaja diberikan libur pada hari Kamis kemarin agar bisa pulih tepat waktu karena akan bertanding di La Liga melawan Sevilla pada hari Minggu.
Tetapi Perez dan petinggi klub lainnya meyakini bahwa para pemain seharusnya sudah berlatih kemarin.
Kekalahan dar PSG menambah daftar hasil buruk yang diraih anak asuh Zidane musim ini. Mereka mengalami awal yang sulit di La Liga, imbang lawan Villarreal dan Real Valladolid.
Sementara itu, usai laga Real Madrid kontra PSG, Zidane mengakui jawara Prancis itu memang bermain lebih baik dan pantas mendapatkan tiga poin.
“Mereka lebih baik daripada kita di semua lini,” kata pelatih asal Prancis itu.
“Dalam permainan, di lini tengah, dan hal yang paling mengganggu saya adalah intensitasnya.”
“Sulit jika Anda tidak memulai dengan kuat.”
“Mereka pandai menciptakan peluang, bukan itu yang membuat saya khawatir, saya melihat tim saya tanpa intensitas yang diperlukan di kompetisi tingkat tinggi ini.”
“Kami tahu mereka akan menekan kami, tetapi kami nyaris tidak bereaksi pada pertandingan dan kami menciptakan beberapa peluang,” tutur Zidane.
(fat/pojoksatu)

Florentino Perez Halangi Kepergian Bale ke China, Ini Alasannya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Gareth Bale dikabarkan batal bergabung dengan klub China, Jiangsu Suning.
Presiden Real Madrid Florentino Perez disebut-sebut orang yang menghalangi kepergiannya.
Dilansir Mirror, Perez tak suka dengan harga yang ditawarkan Jiangsu Suning, yakni 22 juta euro.
Ia menilai jika harga tersebut terlalu murah untuk Bale.
Dikatakan, sikap Madrid sendiri tegas untuk menjual pemain berusia 30 tahun tersebut. Akan tetapi, tidak dengan harga yang murah.
Rumor kepergian pemain asal Wales itu menguat sejak kabar hubungannya yang tak harmonis dengan pelatih Zinedine Zidane.
Zidane sempat memberikan pujian pada Bale saat tampil membela Madrid lawan Arsenal belum lama ini, namun tidak menjamin soal masa depannya.
(zul/pojoksatu)

Rencana Besar Presiden Real Madrid: Hazard di Kiri dan Mbappe di Kanan

POJOKSATU.id, MADRID – Real Madrid dijuluki Los Galacticos kerena diperkuat pemain-pemain nomor satu dunia. Musim ini, El Real sudah mendatangkan Eden Hazard. Target selanjutnya, penyerang sayap Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe.
Dikutip Pojoksatu.id dari laman AS, Presiden Real Madrid Florentino Perez memasukkan nama Kylian Mbappe sebagai ‘Galatico’ baru yang akan direkrutnya.
Jika winger Timnas Prancis itu berlabuh di Santiago Bernebaeu, kekuatan tim besutan Zinedine Zidane sungguh mengerikan. Eden Hazard akan mengobrak abrik pertahanan lawan dari sisi kiri, lalu aksu Mbappe akan sulit dihentikan dari sisi kanan.
Eden Hazard.
Namun dari laporan tersebut, dikatakan bahwa rencana mendatangkan Mbappe belum akan direalisasikan tahun ini. Melanikan jadi terget utama untuk musim panas 2020.
Sudah jadi tradisi bagi Madrid, mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan pemain bintang di setiap musim. Pada tahun ini sudah ada Eden Hazard serta nama-nama beken lainnya seperti Eder Militao, Ferland Mendy dan Luka Jovic.
Los Blancos tetap akan mempertahankan tradisi yang telah mereka gunakan di masa lalu, membawa satu pemain ‘Galatico’ di setiap awal musim.
Zinedine Zidane – Florentino Perez
Setelah Hazard, Perez kini menetapkan Mbappe sebagai penandatanganan besar mereka musim panas mendatang.
Bulan lalu, Mbappe – yang masih memiliki empat tahun tersisa di kontraknya – mengisyaratkan bahwa kans meninggalkan Parc des Princes selalu terbuka. Isyarat yang siap direspon Madrid musim panas tahun depan.
(fat/pojoksatu)

Ogah Dikambinghitamkan, Sergio Ramos Cekcok dengan Sang Presiden

POJOKSATU.id, MADRID – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos dan sang presiden El Real, Florentino Perez dikabarkan berselisih pasca tersingkirnya Los Blancos dari pentas Liga Champions musim ini.
Madrid tersungkur dibabak 16 besar setelah dipecundangi wakil Belanda, Ajax di Estadio Santiago Bernabeu dalam leg kedua.
Menyusul hasil buruk tersebut, ruang ganti Los Merengues pun memanas. Ramos dan Perez bahkan dikabarkan terlibat adu argumen.

Dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal, tidak lama setelah timnya menelan kekalahan, Perez memasuki kamar ganti dan memperlihatkan amarah pada para pemain atas performa dan dedikasi pada klub yang dinilai kurang spartan.
Debat kusir kemudian terjadi antara Perez dan Ramos. Sang kapten bersikukuh jika performa buruk timnya buah dari perencanaan yang buruk dari petinggi klub sekaligus menegaskan para pemain telah memberikan segalanya untuk klub.
Ramos percaya telah dijadikan kambing hitam atas performa buruk tim dan segala kritikan yang datang dinilai tidak fair.
Alhasil, pihak manajemen merasa kecewa dengan sikap sang kapten dan masa depannya sehingga masa depan penggawa La Roja di Santiago Bernabeu pun menjadi diragukan.
Sergio Ramos sendiri masih terikat kontrak hingga musim panas 2021 dengan klausul bebas kontrak seharga EUR 200 juta atau setara Rp3,2 triliun.
(qur/pojoksatu)

Real Madrid Keok, Sang Presiden Langsung Telepon Seseorang!

POJOKSATU.id, MADRID – Real Madrid benar-benar dalam situasi gawat saat ini setelah dipecundangi Levante dihadapan Madridista di Estadio Santiago Bernabeu, kemarin.
Los Blancos menyerah 1-2 di pertandingan tersebut sehingga merosot ke peringkat ke tujuh klasemen sementara La Liga 2018/19 di pekan ke sembilan ini.
Madrid bahkan sempat tertinggal dua gol cepat Levante di menit 6 lewat Jose Luis Morales dan menit 13 dari titik putih yang sukses dieksekusi sang algojo Roger Marti.

Tuan rumah baru sanggup mengejar ketertinggalan lewat gol Marcelo di menit 72. Namun mereka gagal menyamakan gol apalagi memenangkan pertandingan setelah Levante sukses menjaga kemenangan hingga peluit panjang ditipu wasit.
Dengan hasil buruk ini, sang pelatih, Julen Lopetegui kini benar-benar terancam akan terdepak dalam waktu dekat ini.
Bahkan, lini massa tengah digaduhkan dengan tangkapan kamera di pertandingan tersebut saat Presiden El Real, Florentino Perez terlihat menggunakan ponselnya setelah timnya kalah.
Saat timnya tertinggal 0-2, Perez tak lagi serius menyaksikan pertandingan. Ia justru lebih sibuk dengan ponselnya dan sesekali berbicara lewat alat komunikasi selular tersebut.
Momen tersebut pun diyakini publik sebagai langkah cepat Perez untuk mencari sosok pengganti Lopetegui yang gagal dari ekspektasi setelah dibajak dari Timnas Spanyol jelang Piala Dunia 2018 Rusia.
Bahkan, Diario AS mengklaim jika Perez menghubungi Antonio Conte, eks manajer Chelsea yang memang namanya mencuat dalam beberapa hari terakhir ini sebagai suksesor ideal Lopetegui.
Meski Conte dipecat dari Stamford Bridge, namun besutan pelatih asal Italia itu dinilai pas sebagai juru racik Real Madrid dalam mengembalikan tren juara mereka musim ini.
Mengingat Real Madrid harus melalui musim yang masih panjang dan memertahankan titel juara Liga Champions mereka setelah sukses menyabetnya tiga musim beruntun.
(qur/pojoksatu)

Soal Rencana LaLiga Digelar di Amerika, Sikap Presiden Real Madrid Tegas

POJOKSATU.id, MADRID – Presiden Real Madrid, Florentino Perez menolak tegas rencana beberapa pertandingan LaLiga musim ini digelar di Amerika Serikat.
Sikap Perez tersebut mengingat Real Madrid menjadi salahsatu klub yang akan dipertandingkan di Negeri Paman Sam tersebut.
“Kami tidak akan berangkat ke Amerika Serikat,” kata Perez dalam pernyataan sikapnya seperti dikutip dari Goal.
“Saya tidak tahu bagaimana ketertarikan itu terhubung, tetapi mereka bukanlah klub maupun penggemar. Kami dengan tegas menolaknya,” tegas Perez.
Senada Wakil Presiden Persatuan Pemain Sepak Bola Spanyol atau AFE, Sergio Busquets menyatakan sikap penolakannya.
Penggawa Barcelona itu menilai bukan langkah yang tepat Laliga membawa pertandingan ke luar Spanyol meski itu tujuannya untuk promosi.
Sebelumnya, La Liga berencana menggelar  memang berencana menggelar satu dan dua pertandingan ke Amerika Serikat.
Tujuannya semata untuk promosi dan menambah pamor kompetisi LaLiga ke luar Spanyol terutama Amerika Serikat.
(qur/pojoksatu)