gareth southgate

Southgate Tutup Peluang Gantikan Sarri di Chelsea

POJOKSATU.id, JAKARTA – Setelah isu Sarri hengkang, muncul kabar jika Gareth Southgate jadi penggantinya di Chelsea.
Menangapi rumor tersebut, pelatih timnas Inggris ini buru-buru membantahnya.
Pelatih berusia 48 tahun belum tertarik untuk kembali menangani klub sejak terakhir kali membesut Middlesbrough pada 2009.
“Tidak,” jawab Southgate dilansir Goal. “Saya berkomitmen kepada Inggris, sesederhana itu,” sambungnya.
Terlebih lagi, Southgate masih terikat kontrak dengan Inggris hingga 2022.
“Saya tidak perlu melindungi nilai taruhan saya dalam menjaga pintu (pergi) tetap terbuka atau menjaga hal-hal seperti itu tetap ada. Tidak mungkin saya akan meninggalkan Inggris sekarang ini, untuk mengambil pekerjaan lainnya.
“Satu-satunya yang ada di pikiran saya adalah kami mendapatkan tiket ke Euro musim panas tahun depan dan kami harus terus mengembangkan tim ini untuk menjadi tim yang terbaik mungkin bagi negara ini,” tandasnya.
Diketahui, setelah membawa Inggris lolos ke semi-final Piala Dunia 2018, Southgate mengantarkan Inggris menempati posisi ketiga dalam gelaran UEFA Nations League tahun ini.
(zul/pojoksatu)

Lumat AS, Pelatih Timnas Inggris Tetap Tak Puas

POJOKSATU.id, LONDON – Timnas Inggris sukses membungkam Amerika Serikat dengan skor telak 3-0 dalam laga uji coba internasional di Wembley Stadium, Jumat (16/11/2018) dini hari WIB.
Tiga gol The Three Lions masing-masing didonasi Lingard, Trent Alexander-Arnold di babak pertama dan Callum Wilson di interval kedua.
Kendati menang telak, sang pelatih, Gareth Southgate ternyata tidak terlalu puas. Ia bahkan tak sungkan mengkritik performa pemainnya.
Brace Jedvaj bawa Kroasia Bekuk Juara Dunia
Momen Perpisahan Terindah Wayne Rooney bersama Timnas Inggris
Salahsatu yang jadi sorotan juru racik berusia 48 tahun itu adalah permainan timnya yang terlalu terbuka sehingga dengan mudah dipenetrasi oleh serangan lawan.
“Kami bermain dengan terlampau terbuka. Jika kami melakukan hal itu dalam bentrok kontra Kroasia, kami bakal kalah,” sebut Southgate seperti dikutip dari The Telegraph.
Jika kondisi tersebut tak lantas diperbaiki, sebut Southgate, timnya bisa menghadapi bahaya saat bentrok dengan Kroasia di UEFA Nations League di Wembley akhir pekan ini.
“Jika kami ingin jadi tim top, kami tidak bisa meraih keunggulan 3-0 dengan tidak bermain tanpa bola. Kami harus bermain dengan cerdas sepanjang pertandingan,” sebut dia.
Southgate pantas khawatir mengingat calon lawannya, Kroasia baru saja tampil impresif dengan membekuk Spanyol dengan skor ketat 3-2.
“Kemenangan Kroasia atas Spanyol? Tidak mengejutkan. Sekali lagi, mereka menunjukkan kualitasnya. Bentrok di Wembley esok bakal sangat ketat dan krusial,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)