W88top casino trực tuyến

gianni infantino

Inilah Top Skorer Sepanjang Masa, Gol Ronaldo dan Pele Digabung Masih Kalah

POJOKSATU.id, TEXAS – Presiden FIFA Gianni Infantino mengapresiasi Christine Sinclair, kapten Timnas Wanita Kanada yang menjadi pencetak gol terbanyak di level internasional sepanjang masa.
Pemain 36 tahun dari Burnaby B.C., mencetak gol ke-184 dan 185 dalam kemenangan 11-0 atas St. Kitts and Nevis pada Rabu (29/1/2020) lalu di Kualifikasi Olimpiade Wanita CONCACAF di Texas selatan.
Brace Sinclair pada laga itu membuat koleksi golnya melampaui torehan pesepakbola wanita Amerika Serikat, Abby Wambach yang sudah pensiun.
Dalam sebuah surat kepada Sinclair yang dirilis oleh FIFA, Infantino memberi ucapan selamat terhangat atas pencapaian bersejarah dan luar biasa Sinclair.
“Prestasi ini memberi penghargaan bagi karir 20 tahun Anda yang luar biasa di level tertinggi, yang hanya bisa dicapai berkat komitmen luar biasa Anda, motivasi teladan, kerja keras, dan hasrat luar biasa untuk permainan indah ini,” tulis Infantino, dikutip Pojoksatu.id dari Sportsnet.
Presiden FIFA – Gianno Infantino (skysports.com)
“Kualitas dan keterampilan manusiawi Anda, belum lagi kontribusi luar biasa Anda pada popularitas dan pertumbuhan sepak bola wanita, atau sepak bola, pantas kami kagumi.”
Bos FIFA mencatat Sinclair telah membuat 290 penampilan untuk Timnas Wanita Kanada, tampil di lima Piala Dunia Wanita FIFA dan tiga Olimpiade.
“Sekali lagi selamat, Christine tersayang, dan terima kasih telah membantu menyampaikan pesan positif sepak bola, mempromosikan citra dan manfaatnya serta menjadi teladan yang luar biasa bagi semua orang yang ingin menempa karier di sepakbola,” tambahnya.
The post Inilah Top Skorer Sepanjang Masa, Gol Ronaldo dan Pele Digabung Masih Kalah appeared first on Pojoksatu.id.

FIFA Tanggapi Aksi Diskriminasi yang Makin Ramai

POJOKSATU.id, JAKARTA – FIFA angkat bicara perihal aksi diskriminasi yang makin ramai.
Sebagaimana diketahui, banyak pemain yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari para suporter dengan nada diskriminasi atau rasisme.
Contohnya, kejadian yang menimpa pemain Liverpool, Mohamed Salah, saat dia mendapatkan perlakuan diskriminasi dari suporter Chelsea dengan kata-kata teroris.
Sementara kejadian kedua dialami suporter Tonttenham Hotspur. Pada Sabtu (13/4) kemarin, suporter West Ham memberikan nyanyian rasis bernada antisemitik kepada suporter Tottenham karena mayoritas pendukungnya beragama Yahudi.
Beberapa minggu lalu, kejadian serupa juga sempat dialami beberapa pesepakbola Inggris. Mereka mendapat cacian bernada diskriminasi karena permasalahan etnis.
Menanggapi hal ini, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan tidak akan pernah mentoleransi siapapun yang melakukan aksi diskriminasi.
“Sangat menyedihkan melihat banyak kasus rasisme di sepak bola pada beberapa hari terakhir. Ini tidak bisa ditoleransi lagi. Rasisme tidak memiliki tempat di sepak bola, demikian juga di lingkungan sosial,” jelasnya dikutip dari Guardian.
Sebagai organisasi tertinggi yang menangani sepak bola, FIFA berjanji akan terus mendukung penuh para pemain yang mendapat perlakuan diskriminasi tersebut.
Dirinya tidak ingin kesakralan pertandingan sepak bola harus ternodai oleh aksi-aksi diskriminasi dari segelintir orang.
“FIFA akan terus berdiri bersama dengan Prince Gouano, Kalidou Koulibaly, Raheem Sterling, Danny Rose, dan beberapa pemain lain, pelatih, fan, ataupun siapa saja yang menderita karena rasisme. Tidak peduli apakah mereka dari tingkat profesional maupun sekolah. Rasisme harus dihentikan secara total,” tegasnya.
(jpc/pojoksatu)