W88top casino trực tuyến

indra sjafri

Prediksi Timnas Indonesia U-22 Vs Vietnam di Semifinal Piala AFF

POJOKSATU.id, JAKARTA – Timnas Indonesia U-22 akan menghadapi ujian berat melawan Vietnam di semifinal Piala AFF, Minggu (24/2) sore WIB.
Diketahui, duel keduanya akan digelar di National Olympic Stadium, Phnom Penh.
Pada pertandingan ini, Vietnam jelas bukan lawan mudah. Mereka tampil superior sepanjang Piala AFF U-22.
Tiga kali bertanding Vietnam meraih 2 kemenangan dan sekali seri. Selain itu, Vietnam punya waktu istirahat lebih banyak dibanding Indonesia.
Sementara Indonesia baru memastikan diri ke semifinal setelah melakoni laga terakhir Grup B, Jumat (22/2). Faktor kebugaran inilah yang harus diwaspadai pelatih Indra Sjafri saat menurunkan komposisi skuad utamanya sore nanti.
Namun begitu, pihaknya tetap optimis. Indra Sjafri memastikan akan kembali menurunkan Marinus Wanewar sebagai ujung tombak.
“Dalam dua laga Marinus mencetak tiga gol. Belum ada rasanya penyerang Indonesia yang begitu. Marinus baru bergabung selama hampir tujuh pekan dan saya rasa dia banyak perubahan,” ungkapnya.
Perkiraan susunan pemain
Vietnam U-22 : Eli Nie; Ngo Tung Quoc, Truong Du Dat, Dung Quang Nho, Bui Hoang Viet Anh, Nguyen Hung Thien Duc; Bui Tien Dung, Tong Anh Ty, Nguyen Hoang Duy; Tran Duc Nam, Le Xuan Tu.
Indonesia U-22 : Awan Setho; Asnawi Mangkualam, Nurhidayat, Bagas Adi, Firza Andika; M. Luthfi Kamal, Witan Sulaeman, Gian Zola; Osvaldo Haay, Sani Rizki, Marinus Wanewar.
(jpc/pojoksatu)

Antarkan Timnas U-22 Indonesia ke Semifinal, Indra Sjafri Luput dari Mulut Tajam Netizen

POJOKSATU.id, PHNOM PENH – Timnas U22 Indonesia sukses menyegel satu tiket ke babak semifinal Piala AFF U-22 2019 usai mengandaskan Kamboja dengan skor meyakinkan 2-0 di Olympic Phnom Penh, Jumat (22/2/2019) malam WIB.
Marinus Wanemar tampil menjadi pahlawan kemenangan skuat Garuda Muda usai mencetak brace di menit 20 dan paruh kedua menit 83.
Dengan hasil positif ini, skuat besutan Indra Sjafri pun tampil sebagai runner up Grup B sekaligus berhak atas satu tiket ke babak semifinal mendampingi Kamboja sebagai juara grup.
Melaju ke Semifinal, Timnas U-22 Indonesia Ditantang Vietnam
Segel Runner-up Grup B, Timnas U-22 Indonesia Dampingi Kamboja ke Semifinal
Bungkam Kamboja, Timnas U-22 Indonesia Melaju ke Babak Semifinal Piala AFF U-22 2019

Indra sendiri mengaku puas dan bersyukur atas torehan gemilang yang diraih timya di pertandingan krusial itu.
“Pertama alhamdulillah, kami ada tiga poin yang harus saya sampaikan, pertama bersyukur sudah masuk semi-final. Untuk pertama kali saya megang U-22, masuk semi-final,” tutur Indra seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
Baginya, hasil ini seakan meneruskan kiprahnya bersama timnas berbagai usia yang belum pernah tidak masuk semi-final, sejak dari U-16 dan U-19 ( di level Asia Tenggara).
“Kualitas tim dari pertama, kedua, ketiga lebih baik. Saya bisa merotasi pemain, dan saya sudah memainkan semua, minus satu saja (Kiper M. Riyadi),” tuturnya.
Indra sendiri mengaku keputusannya itu bukan tanpa beresiko. Jika timnya gagal menang, ia mengaku harus siap menerima hujatan dan caci maki publik terutama dari masyarakat dunia maya alias netizen.
“Dan, pergantian (pemain) itu menjadi bagus karena menang, dan kalau kalah, saya bakal di-bully orang,” imbuhnya.
Timnas U-22 Indonesia sendiri sudah ditunggu Vietnam di babak semifinal. Vietnam melenggang ke semifinal usai menjadi juara Grup A.

Pencoretan Pemain Timnas U-22 Ditunda

POJOKSATU.id, JAKARTA – Indra Sjafri memutuskan untuk menunda pencoretan pemain Timnas U-22.
Hal ini lantaran sejumlah pemain yang diproyeksikan masuk batal bergabung.
Salah satunya, Saddil Ramdani. Dirinya tak dilepas oleh klubnya untuk berlaga di Piala AFF U-22 di Kamboja, pada 17-27 Februari mendatang.
Selain itu, Timnas U-22 Indonesia juga dikabarkan bakal kehilangan winger bintang seperti Egy Maulana Vikri dan Osvaldo Haay.
Nama terakhir masih fifty-fifty bergabung atau tidak karena sedang menjalani trial di Spanyol.
Karena itu, sang pelatih memutuskan untuk menunda rencana pencoretan.
“Indonesia kan banyak pemain. Lihat perkembangan minggu ini. Setelah uji coba atau Senin kami lihat, makanya habis ini kami akan diskusi dengan tim pelatih melihat situasi, setelah itu baru ambil keputusan,” ucap Indra.
Saat ini, di sektor winger hanya tersisa Rivaldo Ferre, Witan Sulaeman, Rifal Lastori, dan Billy Keraf. Sulit bagi Indra untuk memilih winger karena dalam sesi game internal terakhir, mereka semua tampil apik.
(dkk/jpnn/pojoksatu)

Timnas Indonesia U-22 Tak Diperkuat Dua Pemain Ini

POJOKSATU.id, JAKARTA – Timnas Indonesia U-22 dikabarkan dipastikan tidak akan diperkuat Egy Maulana Vikri dan Ezra Walian.
Hal ini diungkapkan Sekjen PSSI Ratu Tisha. Dikatakan pihaknya sudah menerima surat dari Lechia Gdansk dan RKC Waalwijk, klub yang menaungi kedua pemain tersebut.
Disebutkan, Egy sangat dibutuhkan klub Polandia Lechia Gdansk, sedangkan Ezra Walian oleh RKC Waalwijk.
Karena itu, keduanya tak bisa memenuhi panggilan timnas Indonesia, untuk Piala AFF U-22 2019.
PSSI sudah menerima surat balasan Lechia Gdansk dan RKC Waalwijk bahwa Egy dan Ezra tidak bisa dilepas ke timnas U-22. Dua pemain ini masih dibutuhkan klub mereka untuk berkompetisi,” kata Ratu Tisha, dilansir Goal.
Lebih lanjut, Ratu Tisha menuturkan pihaknya sudah membicarakan dengan Indra Safri soal ketidakhadiran dua pemain tersebut.
“Hal ini sudah kami komunikasikan dengan coach Indra. Beliau pasti sudah mempunyai opsi pemain lain bila kedua pemain ini tidak bisa bergabung,” ungkapnya.
Sementara itu, pemain lainnya yang juga membela klub luar negeri yakni Saddil Ramdani dikabarkan akan bergabung dengan timnas pada 2 Maret mendatang.
(zul/pojoksatu)

Egy Maulana Vikri Belum Gabung, Indra Sjafri: Tak Masalah!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sebanyak 33 orang dari 38 pemain yang dipanggil  Timnas U-22 Indonesia telah bergabung untuk menjalani seleksi yang dipusatkan Stadion Madya, Senayan, Jakarta.
Banyak muka baru yang menghiasi skuat besutan Indra Sjafri tersebut, bahkan beberapa di antaranya adalah pemain daerah yang baru sekali mencicipi pengalaman seleksi untuk skuat Garuda.
Dari lima orang pemain yang belum bergabung salahsatunya adalah bintang muda Lechia Gdansk, Egy Maulana Vikri.
Begini Cara Pelatih Timnas U-22 Indonesia Seleksi Calon Pemainnya
Seleksi Timnas U-22 Indonesia, Demam Panggung Melanda!
Egy yang sudah mendapat kepercayaan untuk tampil di skuat utama klub asal Polandia itu belum menunjukkan batang hidungnya dalam skuat Indra Sjafri.
Dikutip Pojoksatu.id dari Goal, Egy masih belum bisa pulang ke tanah air karena jadwal kompetisi yang padat bersama timnya.
Namun demikian, sang pelatih, Indra tidak memersoalkan belum bergabungnya siswa jebolan Ragunan tersebut.
Lagipula, Indra memberikan sinyalemen jika pihaknya tidak perlu melakukan seleksi terhadap Egy dan para pemain yang belum bergabung itu, seperti Ezra Walian, Saddil Ramdani, Firza Andika, dan Osvaldo Haay.
“Tidak mungkin saya seleksi lagi mereka, saya sudah tahu (kapasitas) mereka,” sebut Indra.
Kendati begitu, ditegaskan Indra, tak serta merta mereka kemudian akan langsung masuk dalam skuat timnas untuk Piala AFF 2019 itu.
“Belum tentu juga kalau masuk skuat. Tapi ketimbang mereka harus memaksakan diri ke sini, lebih baik mereka pre season di klub,” sebut dia.
Karena itu, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pihak manajemen klub masing-masing pemain tersebut, termasuk untuk menanyakan kepastian kapan melepas mereka.
“Kami berkomunikasi baik dengan klub mereka kapan mereka harus datang, nanti akan kami tentukan. Sekarang kan mereka sedang pre season, dan saya tahu Saddil, saya tahu Egy, dan saya tahu Ezra,” sebut dia.
“Yang diseleksi itu kan yang saya tidak tahu. Silakan mereka dengan nyaman di sana (klub) untuk melakukan persiapan untuk kondisi fisik yang lebih baik di sana,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Indra Sjafri Punya Optimisme Tinggi pada Sepakbola Indonesia

POJOKSATU.id, JAKARTA – Timnas U-19 Indonesia harus mengubur dalam-dalam berlaga di ajang Piala Dunia U-20 di Polandia tahun depan setelah takluk di tangan Jepang U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Minggu (28/10/2018) malam WIB.
Garuda Nusantara menyerah atas Samurai Biru dengan skor 2-0 di babak perempat final Piala Asia U-19 2018 itu.
Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri menilai, meski kalah perjuangan Saddil Ramdani dan koleganya patut mendapatkan apresiasi.
Dibekuk Jepang 2-0, Timnas U-19 Indonesia Gagal Melaju ke Piala Dunia
Susah Payah Kalahkan Indonesia, Pelatih Jepang U-19 Ungkap Stamina Pemainnya

Betapa tidak, Indra menilai, secara permainan skuatnya tak kalah kualitas dari lawannya itu. Pihaknya pun berterima kasih kepada para pemain termasuk suporter yang memberikan dukungan penuh di stadion.
Indra bahkan mengaku puas dengan penampilan para pemainnya sepanjang permainan meski hasil akhir tak diharapkan.
Dengan melihat kualitas permainan timnya tersebut, Indra pun optimistis sepakbola tanah air sudah bisa disejajarkan dengan negara lain.
“Dengan berakhirnya pertandingan tadi, saya semakin yakin sepak bola Indonesia tidak tertinggal dari negara-negara lainnya,” tutur Indra seperti dikutip dari Goal.
“Dari awal hingga pertandingan keempat ini, mereka menunjukkan bahwa mereka pantas untuk bersaing di level Asia,” tandasnya.
Terlepas dari kekalahan tersebut, Indra pun menaruh harapan besar bagi perkembangan sepak bola tanah air ke depannya.
“Sepakbola tentu ada kalah, ada menang, tetapi saya yakin bahwa level sepakbola Indonesia dengan Jepang atau negara lain cukup kompetitif. Dalam pertandingan seperti tadi, eror yang dilakukan sedikit saja bisa terjadi gol,” sebutnya.
“Karena kedua tim ini sangat kompetitif. Dalam pertandingan hal-hal begitu mungkin saja terjadi, tapi secara keseluruhan kita puas dengan apa yang ditampilkan oleh pemain-pemain kita,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Gagal ke Piala Dunia U-20, Indra Sjafri: Para Pemain Layak Dapat Respek!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Timnas U-19 Indonesia harus mengubur dalam-dalam berlaga di ajang Piala Dunia U-20 di Polandia tahun depan setelah takluk di tangan Jepang U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Minggu (28/10/2018) malam WIB.
Garuda Nusantara menyerah atas Samurai Biru dengan skor meyakinkan 0-2 di babak perempat final Piala Asia U-19 2018 itu.
Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri menilai, meski kalah perjuangan Saddil Ramdani dan koleganya patut mendapatkan apresiasi.
Dibekuk Jepang 2-0, Timnas U-19 Indonesia Gagal Melaju ke Piala Dunia
Susah Payah Kalahkan Indonesia, Pelatih Jepang U-19 Ungkap Stamina Pemainnya

Betapa tidak, Indra menilai, secara permainan skuatnya tak kalah kualitas dari lawannya itu. Pihaknya pun berterima kasih kepada para pemain termasuk suporter yang memberikan dukungan penuh di stadion.
Indra bahkan mengaku puas dengan penampilan para pemainnya sepanjang permainan meski hasil akhir tak diharapkan.
Dengan melihat kualitas permainan timnya tersebut, Indra pun optimistis sepakbola tanah air sudah bisa disejajarkan dengan negara lain.
“Dengan berakhirnya pertandingan tadi, saya semakin yakin sepak bola Indonesia tidak tertinggal dari negara-negara lainnya,” kata Indra seperti dikutip dari Bolalob.
“Ada beberapa hal yang harus diperbaiki di tim. Namun, terima kasih dan respek saya pada semua pemain. Mulai dari pertandingan pertama dan pertandingan tadi mereka meunjukkan kualitasnya dan pantas bersaing di level asia,” tuturnya.
(qur/pojoksatu)

Indra Sjafri Ungkap Rahasia Sukses Timnas U-19 Indonesia Tampil Spartan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Timnas U-19 Indonesia sukses membungkam Uni Emirat Arab lewat drama 90 menit lebih di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Rabu (24/10/2018) malam WIB.
Skuat Garuda Nusantara memenangi laga dengan skor tipis 1-0 lewat gol semata wayang, Witan Sulaeman di babak pertama menit 23.
Dengan hasil positif ini, skuat besutan Indra Sjafri ini pun berhak melaju ke babak perempat final sebagai runne rup Grup A.
Babak Pertama, Gol Witan Bawa Timnas U-19 Indonesia Unggul atas UEA
Bungkam UEA, Timnas U-19 Indonesia Melaju ke Perempat Final Piala Asia U-19 2018
Pelatih Timnas U-19 Indonesia – Indra Sjafri.
Usai pertandingan, sang pelatih mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas perjuangan tak kenal lelah Witan Sulaeman dan kawan-kawan.
“Kerja keras yang luar biasa dari para pemain dan rahmat Allah SWT memberikan kita kemenangan penting malam ini,” tutur Indra Sjafri seperti dikutip dari Bolalob.
“Ini akan membuat para pemain lebih termotivasi untuk bermain di babak 8 besar,” sebutnya.
Loloskan Indonesia ke Perempatfinal, Begini Perasaan Witan Sulaeman
Ketat, Berikut Klasemen Akhir Grup A Piala Asia U-19 2018
Pihaknya pun mengaku bersyukur timnya mampu menjaga kemenangan hingga peluit akhir karena harus bermain dengan 10 orang setelah sang kapten, Nurhidayat Haji Haris diganjar kartu kuning kedua pada menit ke-50.
“Syukur setelah hasil tadi setelah kita bermain dengan 10 orang selama hampir lebih 30 menit bisa kita lewati dengan baik,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Dituding Telat Turunkan Rivaldo Ferre, Begini Pembelaan Indra Sjafri

POJOKSATU.id, JAKARTA – Rivaldo Ferre sukses mencuri perhatian di laga Timnas U-19 Indonesia kontra Qatar di babak penyisihan Grup A Piala Asia U19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Minggu (21/10/2018) malam WIB.
Betapa tidak, masuk ke lapangan dari bangku cadangan sebagai pemain pengganti di menit 55 untuk menggantikan M. Rafli, Rivaldo langsung menyengat untuk mengobrak abrik barisan pertahanan lawan.
Terbukti, tiga gol lahir dari kakinya, satu lewat bola mati dan dua lewat aksinya meliuk-liuk dihadapan para pemain belakang Qatar.
Jadi Pembeda, Begini Perasaan Rivaldo Ferre
Rivaldo Ferre, Semua Berawal dari Sini …
Pelatih Timnas U-19 Indonesia – Indra Sjafri.
Tak ayal penggawa Persipura Jayapura itu pun mendapat decak kagum banyak pihak termasuk dari kubu lawan.
Bahkan, banyak pihak menyayangkan keputusan sang pelatih, Indra Sjafri yang dinilai terlambat menurunkan penggawa asal Indonesia timur, Papua itu. Jika Rivaldo diturunkan lebih awal, mungkin hasil akhir akan berbeda.
Menanggapi hal tersebut, Indra Sjafri pun buka suara dan menyebut Rivaldo sengaja tidak dimainkan sebagai starter karena sang pemain lebih bagus saat tampil sebagai pemain pengganti daripada dimainkan sejak menit awal.
“Dua bulan sebelum Piala Asia, saya sudah memastikan starting XI. Todd memang sudah coba dia sebagai starter dan kurang efektif. Namun, saat jadi pemain pengganti ia justru tampil lebih baik,” terangnya seperti dikutip dair Bolalob.
Oleh karena itu, sambung dia, keputusannya memainkan Rivaldo di paruh kedua semata karena pengalaman bermainnya di beberapa laga terakhir.
“Kita sudah coba Todd bermain di babak pertama saat beberapa uji coba dengan lawan yang lebih bugar. Ada beberapa contoh saat uji coba dan dia ternyata lebih efektif bermain di babak kedua,” imbuhnya.
Pernyataan Indra Sjafri tersebut memang ada benarnya, betapa tidak, Rivaldo langsung trengginas dengan mengobrak-abrik barisan pertahanan lawan untuk mencetak hat-trick.
Sayang, performa impresifnya gagal mempersembahkan kemenangan setelah Qatar mampu menahan keunggulan hingga peluit akhir pertandingan dengan skor ketat 6-5.
(qur/pojoksatu)

Indra Sjafri Sebut Permainan Qatar Penuh Drama

POJOKSATU.id, JAKARTA – Laga Timnas U-19 Indonesia kontra Qatar di babak penyisihan Grup A Piala Asia U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Minggu (21/10/2018) malam WIB penuh dengan drama.
Selain melahirkan hujan gol yakni 11 gol, aksi-aksi gimmick juga menjadi ‘bumbu’ dari pertandingan yang berlangsung sengit itu.
Bahkan, pelatih Qatar, Bruno Miguel Pinheiro sampai harus merangsek nyaris ke tengah lapangan untuk memberikan instruksi kepada para pemainnya di sisa waktu pertandingan.
Lewati Garis Lapangan, Pelatih Qatar Diganjar Kartu Merah
Piala Asia U19 2018: Begini Skenario Agar Timnas U-19 Indonesia Bisa Lolos Fase Grup
Takluk dari Qatar, Asa Timnas U-19 Indonesia Belum Sirna
Pelatih Timnas U-19 Indonesia – Indra Sjafri.
Tak ayal, aksinya tersebut langsung berbuah kartu merah. Pelatih asal Portugal itu dihukum oleh wasit setelah di sesi konferensi pers tim Qatar hanya diwakili asisten pelatih, Lion Godinho.
Mengomentari ulah pelatih tim lawan, pelatih Timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri menyesalkan apa yang terjadi di lapangan tersebut.
Selain itu, Indra Sjafri juga menyoroti indikasi gimmick yang banyak dilakukan para pemain Qatar terutama di babak kedua saat timnya tengah mengejar ketertinggalan.
“Ini turnamen usia muda harusnya sportif, fair play. Saya menyesali pelatih Qatar yang masuk ke lapangan dan harusnya dapat kartu merah,” katanya seperti dikutip dari Goal.
“Pembelajaran buat saya, bukan saya ingin dia di kartu merah tapi saya menyesali sikap dia yang seperti itu,” ucapnya.
Babak Pertama, Qatar Permak Timnas U-19 Indonesia 4-1
Diwarnai Hujan Gol, Qatar Taklukkan Timnas U-19 Indonesia
Indra sendiri sebenarnya tidak terlalu kaget dengan drama-drama yang dilakukan para pemain Qatar, yang mudah jatuh lantas mengerang kesakitan sehingga banyak waktu yang terbuang.
“Soal itu, kami sudah dapat saat lawan Yordania, dan Arab Saudi. Tapi ini kan kejuaraan untuk anak 18 tahun, sehingga respons mereka cepat, keadaan emosionalnya sedikit tidak bisa dikontrol. Tapi saya selalu memberi pencerahan kepada mereka, bahwa ini turnamen yang semua, wasit akan berlaku dengan adil,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)