jafri sastra

Beberkan Faktor Penyebab Kalahnya PSMS, Jafri Sastra : Ternyata Kami Hanya Sanggup di 8 Besar

POJOKSUMUT.com, PALEMBANG-Pelatih PSMS Medan, Jafri menyebutkan ada dua faktor yang membuat timnya bisa kalah 1-2 dari Persita Tangerang pada laga pamungkas bababk 8 Besar Grup B Liga 2 di Stadion Jakabaring, Palembang, Senin (18/11/2019).
“Penyebab kekalahan yang pertama konsentrasi dan kedua sering melakukan kesalahan sendiri. “Gol pertama satu pemain kita passing yang tidak tepat dengan jarak yang pendek dicounter. Yang kedua juga begitu, kita sudah di garis 16 tapi tidak bisa memanfaatkan peluang sangkut lagi di kaki lawan jadi gol. Hilang konsetrasi dan fokus di menit menit akhir ternyata penyakit yang belum ada obatnya sampai hari ini,” bebernya usai laga.
Pun demikian, dia mengapresiasi perjuangan Legimin Raharjo dkk. “Ini akhir dari perjuangan kami untuk lolos ke level yang lebih tinggi, ternyata kami hanya sanggup di 8 besar. Tapi anak-anak bagaimana pun sudah berusaha sudah berjuang hanya tidak bisa memanfatkan peluang-peluang untuk dijadikan gol, akhirnya kita mengucapkan selamat buat Persita bisa melangkah ke babak 4 besar,” jelasnya.
Soal kekecewaan penonton dan suporter PSMS yang hadir di stadion, Jafri enggan banyak komentar. “Itu hak penonton, tanya saja sama penonton,” tandasnya.
Sementara itu, bek PSMS Syaiful Ramadhan yang mendampingi Jafri dalam konferensi pers tersebut mengaku kecewa dengan hasil ini. “Sungguh kami kecewa apalagi terjadi gol pada menit terakhir, alhamdulillah kita masih diberikan kesehatan saja,” tegasnya.
Dengan kekalahan ini pupus sudah harapan skuad PSMS untuk berlaga di Liga 1 musim depan 2020. Sekaligus memastikan PSMS tetap berlaga di Liga 2 musim depan.
Tim besutan Jafri Sastra ini sejatinya hanya butuh seri untuk memastikan langsung ke semifinal Liga 2 demi tiket ke kasta tertinggi. Namun, yang terjadi di lapangan tak sesuai harapan.
Pada laga ini, PSMS sempat unggul lebih dulu lewat gol striker Natanael Siringoringo menit 8, tapi mampu dibalas pada penghujung babak pertama lewat gol Aldi Al Achya pada menit 43. Selanjutnya, babak kedua, tak satupun gol yang berhasil diciptakan PSMS, sementara Persita mengunci tiga poin lewat gol Rusmawan pada menit 87. Hingga peluit panjang dibunyikan wasit Sigit Budiyanto (DKI Jakarta), skor 2-1 menjadi milik Pendekar Cisadane-julukan Persita.
Dengan kekalahan ini, PSMS akhirnya menduduki peringkat ketiga dari empat kontestan dengan 4 poin dari tiga laga, sekali menang (lawan Martapura), sekali seri (lawan Persik) dan sekali kalah. Dari grup B, Persita (6 poin) dan Persik Kediri (5) menjadi wakil ke semifinal. Sementara di grup A, Persiraja Banda Aceh (5) dan Sriwijaya (5).
Susunan Pemain;
PSMS : Alfonsius Kelvan (gk); Afiful Huda, Bruno Casimir, Syaiful Ramadhan, Tedi Berlian/Andre Sitepu (78′); Eki Fauji, Elina Soka/Aidun Sastra (84′), Legimin Raharjo, Yuda Riski; Muhammad Renngur/Ilham Fathoni (52′), Natanael Siringoringo.
Pelatih : Jafri Sastra
Persita : Annas Fitranto (gk); Ammarzukih, Muhammad Roby, Novrianto, Zikri Akbar; Ade Jantra, Egi Melgiansyah/Diego Banowo (66′), Muhammad Toha; Aldi Al Achya, Chandra Waskito/Redi Rusmawan (53′), Sirvi Arfani/Adittia (61′)
Pelatih : Widodo C Putro
(nin/pojoksumut)

Jafri Sastra Sebut Ini Kunci Kemenangan Timnya Atas Martapura FC

POJOKSUMUT.com, PALEMBANG-Pelatih PSMS, Jafri Sastra mengakui skuadnya mampu bermain lebih baik hingga bisa mengalahkan Martpura FC dengan skor 2-1 di Stadion Jakabaring Palembang, Kamis (14/11/2019).
“Hari ini, kami bisa tampil lebih baik dari pertandingan pertama (lawan Persik). Anak-anak lebih disiplin di lapangan, kemudian ada pertambahan aspek kepercayaan diri untuk bertanding memenangkan laga,” ujarnya usai laga didampingi pemainnya, Yuda Riski.
Jafri sangat brsyukur dengan kemenangan kali ini. “Paling tidak kami bisa menjaga asa untuk lolos ke semifinal, tapi masih ada satu pertandingan lagi yang harus kami hadapi yaitu lawan Persita Tangerang,” jelasnya. PSMS kini mengoleksi 4 poin dari sekali menang dan sekali seri.
Diakui Jafri kunci kemenangan timnya hari ini karena berhasil memperbaiki kelemahan pada pertandingan sebelumnya. “Yang pasti setelah kami melawan Persik Kediri kemarin, kami ada catatan penting bagi kami masalah percaya diri dan mental bertanding yang kami benahi dua hari kemarin. Alhamdulillah hari ini mereka mengubah apa yang kami lakukan di pertandingan pertama. Salah satunya anak-anak memanfaatkan peluang khususnya dua gol tadi,” bebernya.
Pun demikian, Jafri menyebut masih ada kekurangan tim yang akan diperbaiki jelang lawan Persita. “Kekurangan mengontrol emosi, ritme bermain harus kami perbaiki,” tegasnya.
Soal laga hari ini, disebut Jafri kedua tim bermain terbuka alias open play. “Saling menyerang dan bertahan dengan baik. Ada peluang yang kita dapatkan, dua peluang kami manfaatkan jadi gol,” ucapnya.
Disinggung soal kartu merah yang diterima pemainnya, Kesuma Wira, Jafri enggan berkomentar. “Kartu merah itu insiden soal kenapa-kenapanya itu wasit yang tahu, ada wasit di situ yang melakukan keputusan, kita tidak bisa berkometar soal itu,” tandasnya.
Tak lupa Jafri mengucapkan terima kasih kepada fans PSMS yang rela datang ke Palembang dan mendukung tim hingga menahan hujan. “Kami sampaikan terima kasih untuk suporter yang meluangkan waktu hadir di sini, pasti betul-betul memberikan dukungan penuh sehingga mereka rela berhujan semoga dipertadingan berikutnya memberikan penampilan yang lebih baik lagi,” jelasnya.
Sementara itu, pencetak satu dari gol PSMS di laga ini Yuda Riski mengaku bersyukur atas kemenangan ini. “Syukur alhamdulillah kami bisa mendapatkan tiga poin, mudah-mudahan ini menjadi motivasi kami untuk menjadi lebih baik dan lebih fokus untuk laga berikutnya,” ujarnya. (nin/pojoksumut)

Sah Jadi Pelatih Baru PSMS, Jafri Sastra : Mungkin Lucky-nya di Saya

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Wajah sumringah terlihat jelas dari Jafri Sastra begitu tiba di Sekretariat PSMS Medan, Stadion Kebun Bunga, Minggu (8/9/2019) sore.
Jafri mengenakan baju kemeja biru tampak akrab menyapa semua orang di Mes PSMS. Dia juga langsung memimpin latihan perdana bersama Legimin Raharjo dkk di Stadion Kebun Bunga dengan jersey hijau yang pas di tubuhnya.
Berada di Medan bukan hal yang baru baginya. Meski dalam karir kepelatihannya ini yang pertama, namun pria kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat ini memiliki keluarga angkat di Medan. “Alhamdulillah bisa sampai Medan. Bagi saya Medan sudah tidak asing lagi, saya punya saudara di sini di Jalan Medan Area Selatan. Saya punya orang tua angkat di sini, orang Belanda,” jelasnya.
Menangani PSMS di sisa tujuh pertandingan, Jafri mengapungkan optimisme tinggi. “Kita harus optimis, tidak boleh pesismis. Walaupun kita sudah melalui pertandingan hasilnya bagus tapi belum positif saja. Bagaimana tujuh pertandingan kita lebih positif lagi,” ujarnya.
“Saya datang ke sini, In sya Allah melakukan hal-al yang meningkatkan motivasi dan bisa melakukan hal positif dan bisa memenangkan pertandingan. Dengan posisi yang sekarang (PSMS peringkat 7 dengan 24 poin) kita harus fokus dan bekerja keras, agar lebih siap menghadapi sisa pertandingan ini,” urainya.
Selama ini, Jafri mengatakan pelatih lama, Abdul Rahman Gurning sudah melakukan yang terbaik. “Tapi namanya sepak bola ada lucky atau keberuntungan, kadang-kadang saya sebagai pengganti melakukan apa yang sudah dibuat Guring. Makanya pemain pelatih, manajamen, suporter, harus tetap optimis, karena optmis bagian dari doa,” bebernya.
Meski figur baru di PSMS, Jafri mengatakan mengenal beberapa pemain saat ini, seperti Syaiful Ramadhan, Elina Soka. “Ada beberapa yang pernah bekerja dengan saya, Elina Soka, Syaiful Ramadhan juga saya kenal baik. Mudah-mudahan dengan sudah saling mengenali, menunjukkan hal positif,” ungkapnya.
Baru melatih tim Liga 1 di PSIS Semarang, Jafri mengaku tak masalah harus turun ke Liga 2. Malah dia berharap bisa mengulangi catatan apik saat membawa PSIS ke Liga 1. “Enggak ada masalah. Tetap saja ini sudah diatur sama Allah. Ini suatu hal positif, tantangan tersendiri. Kalau enggak salah, tahun lalu saya melakukan hal yang serupa ketika saya dipecat Persis Solo, waktu Persis Solo peringkat dua, PSIS Semarang peringkat dua paling bawah. Dengan dengan sisa 14 pertandingan orang berpikir se Indonesia PSIS kena degradasi. Tapi Allah memberikan yang terbaik. Yang penting bagaimana kita memberikan doa, jangan memberikan cacimaki. Karena yang diterima Allah itu doa bukan hujatan,” bebernya.
“Saya tidak merasa mempertaruhkan reputasu saya di sini. Tidak ada yang hebat, ketika kita bisa bekerja maksimal, kita sudah melakukan hal-hal positif untuk sepak bola,” lanjutnya.
Bagi pelatih 54 tahun ini, PSMS adalah tim besar hingga membuatnya mau menerima tantangan ke Medan. “Menarik ya, ini tim legenda, tim besar pada jamannya tahun 80-an, siapa yang enggak kenal. Tapi saya tahu di sini banyak pelatih bagus, mungkin lucknya aja yang belum, mungkin lucky-nya di saya,” tegasnya.
Diberitakan sebelum, selain Jafri Sastra, PSMS punya pelatih fisik baru yaitu Budi Kurnia, dan pelatih kiper baru, Muhammad Sahbani.
(nin/pojoksumut)

Resmi! PSMS Medan Kontrak Jafri Sastra, Sahbani dan Pelatih Fisik Baru

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Manajemen PSMS Medan resmi mengikat Jafri Sastra sebagai pelatih baru tim Ayam Kinantan menggantikan Abdul Rahman Gurning yang mengundurkan diri usai lawan Perserang.
Mantan pelatih PSIS Semarang itu sudah tiba di Medan, Minggu (8/9/2019) sekira pukul 15.00 WIB, dan langsung diperkenalkan dalam sesi temu pers dengan awak media, di Sekretariat PSMS Medan, Stadion Kebun Bunga.
Selain Jafri, PSMS juga akhirnya memiliki pelatih fisik baru, jabatan yang sejak awal musim kosong. Pelatih fisik itu adalah Budi Kurnia juga eks PSIS Semarang. Selain itu, manajemen juga memperkenalkan pelatih kiper baru yaitu Sahbani, mantan pemain PSMS dan eks pelatih kiper PSMS U-16.
“Kami mengontrak pelatih Jafri Sastra, pelatih fisik Budi Kurnia dan pelatih kiper Muhammad Sahbani hingga sampai November sesuai regulasi Liga 2,” ujar Manajer dan Penanggung Jawab PSMS, Mulyadi Simatupang.
Mulyadi mengungkapkan sebelum menentukan pilihan ke Jafri Sastra, pihaknya sempat menghubungi beberapa pelatih di Indonesia. “Dari beberapa pelatih, saya tertarik dengan Coach Jafri Sastra karena beliau tidak takut kepada tantangan,” tegasnya.
Manajemen kata Mulyadi menyetujui permintaan Jafri Sastra soal pelatih fisik dalam tim yang sebelumnya tidak ada. “Beliau juga menyertakan pelatih fisik, dari 15 pertandingan terlepas saya tidak ahlinya dalam permainan saya merasa terkadang anak-aanak merasa terlalu capek. Mungkin kita membutuhkan pelatih fisik, ini kenapa dari beberapa pelatih pilihan saya jatuhkan ke coach Jafri Sastra,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, meski pelatih kepala berganti, asisten pelatih tetap didapuk Edy Syahputra. “Soal asisten pelatih Coach Jafri tidak ada masalah, beliau sudah mengenal Edy Syahputra dan bisa bekerja sama,” jelasnya.
Soal pemilihan kepada pelatih kiper Sahbani, Mulyadi mengatakan sudah mengenal yang bersangkutan dan mendapat rekomendasi dari pelatih kiper timnas, Sahari Gultom. “Kami sudah berkomunikasi dengan pelatih kiper dan diskusi dengan Sahari Gultom pelatih kiper Timnas U-19, dan menjatuhkan pilihan ke Sahbani. Bagi saya juga dia enggak asing lagi, kami pernah bekerja sama dengan PSMS U-16. Walau enggak berprestasi tapi kami juga masuk 8 besar,” beber mantan manajer PSMS u-16 ini.
Bersama para pelatih baru ini, Mulyadi berharap PSMS bisa bangkit dan kembali fokus dengan target lolos 8 Besar Liga 2. (nin/pojoksumut)