jakmania

Postingan Terbaru Bambang Pamungkas Bikin Baper Jakmania, #savebepe Langsung Trending

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komentar Bambang Pamungkas dua tahun silam yang baru dipersoalkan hari ini oleh salah satu anggota Jakmania, Abi Irlan, akhirnya diklarifikasi sendiri oleh Bepe.
Melalui postingan terbaru pemain veteran Persija Jakarta itu di Bambangpamungkas20.com, Bepe membuat tulisan klarifikasi berjudul: Bermainlah untuk Keluargamu.
BACA JUGA: #SaveBepe Trending Topic di Twitter, Ini Penyebabnya
Panjang lebar, Bepe menjelaskan bagaimana awalnya sang kapten memberikan kalimat motivasi kepada para pemain Persija jelang laga kontra Arema FC pada 2 Juli 2017 lalu.
Dalam klarifikasinya itu, Bepe mengawali dengan mencantumkan puisi ‘Aku Ingin’ karya Sapardi Djoko Damono – 1989.
Puisi yang menggambarkan bagaimana cara seseorang mencinta dengan tulus dan sederhana. Pada intinya, Bepe ingin mengatakan kepada para pemain dan Jakmania bahwa komentar soal ‘jangan bermain untuk Persija, tapi bermainlah untuk keluarga’ punya makna sangat mendalam.
Ketika seseorang bermain untuk sesuatu yang sangat dicintai (seperti keluarga) maka ia akan mengeluarkan segala kemampuannya, tanpa batas.
Kalimat itu muncul karena Bepe beranggapan bahwa level cinta semua pemain Persija tidak akan sama. Pemain yang baru bergabung, 2-3 tahun atau bahkan yang baru mengenakan jersey Macan Kemayoran musim ini, tentu rasa cintanya tidak akan sama dengan Ismed Sofyan yang sudah satu dekade bermain untuk Persija.
Sayangnya, komentar motivasi Bepe itu kemudian diartikan lurus oleh sejumlah pihak, sehingga menimbulkan polemik. Seolah, Bepe melarang pemain bermain untuk Persija, atau lebih mencintai keluarga ketimbang Persija, serta interpretasi miring lainnya.
BACA JUGA: Klasemen Liga Champions sebelum Matchday 4: Klub Serie A Bisa Segel Tiket 16 Besar Malam Ini
Hari ini, tagar #savebepe langsung trending topic di twitter. Sebagian besar Jakmania membela Bepe. Maklum banyak yang jadi suporter Persija karena pemain veteran Macan Kemayoran itu.
Dan penjelasan Bepe harusnya bisa menyadarkan semua pihak yang kontra, bagaimana rasa cinta Bepe kepada Persija dan apa yang dilakukan untuk membangkitkan semangat rekan-rekannya. Klarifikasi selengkapnya, klik di sini!
(fat/pojoksatu)

Tren Jumlah Penonton Persija Menurun, Ada Apa?

POJOKSATU.id, JAKARTA – Persija Jakarta sebagai juara bertahan Liga 1 dan memiliki suporter cukup banyak. Namun penonton yang datang ke stadion menyaksikan Macan Kemayoran berlaga, dari hari ke hari kian menurun.
Tercatat, Persija sudah lima kali menjalani laga kandang sepanjang Liga 1 2019. Dari beberapa laga tersebut, pertandingan menghadapi Kalteng Putra di Stadion Madya, Senayan, Selasa (20/8) adalah yang paling sepi penonton.
Dari pengeras suara, pemandu laga menjelaskan bahwa penonton yang hadir dalam pertandingan berjumlah 4.126 orang. Jumlah itu jauh dari total tiket yang dilepas di Stadion Madya yang berkapasitas 9.200 tempat duduk tersebut.
Sebelumnya, Persija berhasil mencatatkan rekor jumlah penonton saat menghadapi Persib Bandung. Saat itu, laga berakhir dengan skor 1-1. Laga sendiri digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan mendatangkan 70.176 penonton.
Setelah itu, jumlah penonton dalam laga menurun. Di Stadion Patriot, dua pekan lalu, Persija hanya ditonton 12.468 penonton, jumlah itu kembali menurun dalam laga ini.
Selain faktor pertandingan di jam kerja, Persija sendiri saat ini sedang dikritik suporter karena tak kunjung melakukan evaluasi yang serius sehingga terpuruk di papan bawah.
Statistik penonton Persija, lima laga terakhir:
Persija vs PSS / 28.927 penonton (Stadion GBK/skor 1-0)
Persija vs Persib / 70.176 penonton (GBK/1-1)
Persija vs Arema / 51.230 (GBK/2-2)
Persija vs Bhayangkara FC / 12.468 (Stadion Patriot/1-1)
Persija vs Kalteng Putra / 4.126 (Stadion Madya/ 2-0)
(fat/pojoksatu)

Pelatih Persib Berharap Bobotoh dan Jakmania Akur, Harusnya Bisa!

POJOKSATU.id, JAKARTA – The Jakmania dan Bobotoh adalah dua kelompok suporter terbesar di Indonesia. Sayangnya mereka sering terlibat bentrok dan tidak sedikit memakan korban. Padahal, kedua kelompok ini seharusnya bisa akur.
Hal itu disampaikan pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts. Mantan juru taktik PSM Makassar itu berharap Pendukun Persib dan Persija itu bisa saling berangkulan di dalam stadion menyaksikan tim kesayangan mereka bertanding. Baik di Jakarta ataupun di Bandung.
Robert Alberts pun ogah membahas masalah buruk perseturuan Persib dan Persija di masa lalu. Ia hanya ingin membuat sejarah ke depan, bagaimana dua klub perserikatan ini bisa menjalin dan membangun sepakbola Indonesia yang harmonis.
Pelatih Persib, Robert Rene Alberts. ft/persib.co.id
Kedua tim akan saling bertemu dalam laga lanjutan Liga 1 musim 2019 pekan kedelapan, Rabu (10/7/2019) sore di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
“Saya tidak mau melihat sejarah jauh ke belakang dan semua bicara yang tidak bagus. Kami harus melihat kedepan dan membuat sepakbola bisa disaksikan dimana saja (oleh suporter),” ungkap Robert.
Robert ingin pada masanya ia menjadi arsitek Persib bisa merasakan bagaimana suporter Persija The Jakmania diterima di Bandung. Begitu pun sebaliknya suporter Persib Bobotoh bisa diterima di Jakarta.
“Saya juga berharap suporter Persib dan Persija bisa melakukan itu, saling menghormati, menyapa satu sama lain dan semua bisa nyaman menyaksikan sepakbola (langsung ke stadion)” paparnya.
Ia berharap, sebagai tamu Rabu nanti timnya bisa diperlakukan seperti tamu yang baik. Seperti saat tamu datang ke rumahnya.
“Ini yang tadi sudah saya diskusikan, di sepakbola seharusnya ada sambutan baik untuk tamu seperti halnya ada tamu yang datang ke rumah saya,” kiasannya.
(simamaung/fat/pojoksatu)

Pembangunan Stadion BMW Terkendala, Ini Kata Jakmania

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pembangunan Stadion Bersih Manusiawi dan Wibawa (BMW) yang terkendala.
Diketahui, pembangunan Stadion BMW diklaim dibangun di atas lahan milik PT Buana Permata Hijau. Hal itu didasari adanya putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Nomor 282/g/2018/PTUN-JKT.
Sebelum sengketa tanah itu selesai, Pemprov DKI dilarang untuk meneruskan pembangunan stadion.
Terkait hal ini, Ketum Jakmania Ferry Indrasjarief ikut memberikan tanggapan. Dikatakan, dirinya yakin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tetap berkomitmen membangun stadion itu.
Bung Ferry – sapaan akrab Ferry Indrasjarief, masih yakin gubernur DKI Jakarta bisa menuntaskan masalah tersebut.
“Kalau untuk Stadion BMW saya tetap berpatokan dengan pernyataan seorang gubernur. Gubernur sekarang lebih berkomitmen. Kenapa saya bilang lebih komitmen karena kami sudah dua kali diundang saat persiapan stadion,” ujar Ferry.
Jakmania berharap sekali pada persiapan selanjutnya kembali diundang. Hal itu agar mereka bisa turut mengawal pembangunan Stadion BMW hingga rampung 2020 nanti.
“Supaya kalau ada berita negatif seperti batal, kami sudah bisa memberi penjelasan ke anggota. Bahwa Jakmania tenang saja karena media belum jelas ada masalah yang belum mereka tahu,” tandasnya.
(jpc/pojoksatu)

Rahasia Sukses Persija Jakarta di Mata Ismed Sofyan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Persija Jakarta sukses menyabet titel juara Liga 1 tahun ini setelah finis di puncak klasemen akhir G-Jek Liga 1 2018.
Sang kapten, Ismed Sofyan menilai, pencapaian prestasi yang diraih timnya musim ini tidak terlepas dari peran dukungan suporter alias Jakmania yang tak kenal lelah sebagai pemain ke-12.
Ismed menegaskan, kelompok suporter militan asal ibukota itu menjadi stimulus utama kekuatan Persija Jakarta musim ini.
Ismed Sofyan – Kapten Persija Jakarta (instagram)
Dukungan Jakmania, juga menjadi pembangkit Persija di pertengahan musim hingga akhir musim setelah sempat terseok-seok di awal kompetisi.
“Alhamdulilah penantian 17 tahun kali ini kita juara berkat dukungan Jakmania yang luar biasa,” tutur Ismed seperti dikutip dari Bolalob.
Kehadiran trofi Liga 1 tahun ini tentu menjadi penggenap atas prestasi gemilang mereka sepanjang tahun ini setelah sebelumnya sukses menyegel titel juara Piala Presiden 2018.
Selain sukses timnya, sang pelatih Stefano Cugurra Teco dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik termasuk salahsatu penggawanya, Rohit Chand yang diganjar sebagai Pemain Terbaik di pentas kompetisi kasta tertinggi tanah air tahun ini.
(qur/pojoksatu)

Segini Keuntungan Persija Jakarta yang Didapat dari Jakmania

POJOKSATU.id, JAKARTA – Persija Jakarta meraup keuntungan finansial yang fantastis dari dukungan suporter, Jakmania di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Karena itu, Direktur Utama Persija, Gede Widiade menilai, Jakmania tak sekedar kelompok suporter, tapi juga menjadi sumber keuntungan secara finansial.
“Kehadiran Jakmania saat Persija bertanding di GBK [Gelora Bung Karno] membuat kami mendapatkan keuntungan Rp5 miliar. Mereka itu sponsor utama kami,” kata Gede seperti dikutip dari Goal.
I Gede Widiade – Bos Persija Jakarta (jawapos.com)
Pihaknya pun mengucapkan terima kasih atas dukungan tak kenal lelah Jakmania terhadap perjuangan Macan Kemayoran sehingga bisa meraih titel juara Liga 1 tahun ini.
“Perjuangan kami selama ini membuahkan hasil yang sangat menggembirakan. Pertama kami juara di Malaysia, lalu Piala Presiden, dan terakhir Liga 1,” ujarnya.
Musim ini, sejatinya Persija jarang bisa tampil di SUGBK karena bentrok dengan berbagai ajang, mulai dari Asian Games hingga Asian Para Games, hal itu membuat mereka harus beberapa kali mengungsi ketika laga kandang.
Namun hal itu tak mengganggu konsentrasi permainan skuat besutan Stefano Cugurra Teco tersebut. Terbukti, Marko Simic dan koleganya finis di puncak klasemen akhir Go-Jek Liga 1 2018 untuk menyegel titel kampiun.
(qur/pojoksatu)

Oknum Jakmania Berulah, Persija yang Kena Getah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Aksi tak terpuji yang dilakukan oknum pendukung Persija Jakarta, Jakmania akhirnya berujung sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Dikutip dari Goal, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar Rp45 juta kepada Macan Kemayoran atas aksi pelemparan botol yang dilakukan suporternya itu.
Ulah tak sportif Jakmania tersebut terjadi saat laga kontra PS TIRA di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Bekasi dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 pada 10 November lalu.
Komdis menilai suporter Persija terbukti melakukan pelemparan botol ke dalam lapangan. Imbasnya, berdasarkan keputusan sidang Komdis, 15 November 2018, Persija dikenai denda karena dinilai melanggar pasal 70 lampiran 1 Kode Disiplin PSSI.
“Denda wajib dibayar selambat-lambatnya 14 hari setelah diterimanya keputusan ini oleh Persija Jakarta,” demikian isi surat Komdis PSSI yang ditandatangani ketuanya, Asep Edwin Firdaus.
Dalam surat itu juga dituliskan pengulangan terhadap pelanggaran terkait bakal berakibat terhadap hukuman yang lebih berat. Namun, Persija tetap bisa mengajukan banding terhadap keputusan ini.
(qur/pojoksatu)

Teco Minta Jakmania Tidak Berulah di Makassar

POJOKSATU.ID, MAKASSAR – Persija Jakarta akan melakoni laga krusial kontra PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Jumat (16/11/2018) besok sore. Jelang pertandingan pekan ke-31 Go-jek Liga 1 musim 2018 itu, suporter Persija, Jakmania diminta tidak berulah.
Hal itu disampaikan Pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco. Ia mengimbau kepada Jakmania agar siap menerima hasil apapapun dalam laga menghadapi PSM Makassar.
“Kami mau suporter (Jakmania) yang datang ke Makassar tidak ada masalah di dalam stadion. Karena stadion pasti penuh. Suporter mendukung secara baik. Harus terima hasil dari pertandingan besok,” imbau Teco dalam jumpa pers sebelum pertandingan di Makassar, Kamis (15/11/2018).
BACA JUGA:
Barcelona Kalah, Lionel Messi Kecewa Namun Senang!
Dikaitkan dengan MU dan Juventus, Zidane Malah Merapat ke Klub Ini
PSM Siap Mental dan Fisik Kalahkan Persija
Menurutnya, apapun hasilnya, baik menang, seri ataupun kalah dalam laga kandang maupun tandang merupakan sesuatu yang biasa dalam pertandingan. Teco menegaskan sesama suporter harus saling merangkul dalam memberikan dukungan kepada tim kebanggaan masing-masing.
“Dua kelompok suporter adalah teman. Datang ke Stadion untuk dukung tim masing-masing. Hasil apapun harus diterima. Kami di beberapa pertandingan sebelumnya, di tempat lain, suporter dilarang datang. Di sini, kami tidak. Karena dua suporter besar adalah teman,” ucap Teco.
Saling rangkul antara dua kelompok suporter dalam warna yang berbeda disebut Teco merupakan cerminan yang baik untuk memajukan sistem sepak bola di Indonesia. Jika itu bisa berjalan lancar, Teco yakin kekhawatiran gesekan antarsuporter tidak lagi terjadi.
Di luar itu Teco tetap optimistis untuk mendapatkan poin melawan Juku Eja. Dia pun telah mempersiapkan tim secara penuh untuk diturunkan meredam kekuatan tuan rumah.
“Setiap tim yang bertanding semua pasti sudah siap. Begitu juga dengan kami,” pungkas Teco.
(jpc/fat/pojoksatu)

Persebaya Vs Persija, Tak Ada Jatah Tiket untuk Jakmania

POJOKSATU.id, SURABAYA – Laga bertajuk Big Match antara Persebaya Surabaya kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (4/11/2018) petang WIB dipastikan tanpa dukungan Jakmania di stadion.
Kedua belah pihak sepakat, laga tersebut hanya akan disaksikan langsung pendukung militan tuan rumah, Bonek Mania.
Sedangkan rencana memberikan kuota tiket lima persen untuk suporter tim tamu urung dilakukan dan faktor keamanan ditenggarai sebagai pertimbangannya.
General Coordinator Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Pesebaya, Ram Surahman menjelaskan, dirinya sudah berkomunikasi dengan Sekretaris Tim Persija Rahmad Sumanjaya beberapa waktu yang lalu.
Dalam komunikasi tersebut, Persebaya dan Persija sepakat bahwa leading sector dalam pertandingan ini adalah pihak kepolisian.
Artinya, apa yang direkomendasi oleh pihak kepolisian harus dipatuhi oleh kedua tim. Termasuk masalah tiket untuk Jakmania.
“Dari pihak kepolisian Surabaya, dalam hal ini Kabag Ops, sudah berkomunikasi dengan Persija terkait kedatangan suporter mereka. Jadi pihak suporter Persija tidak akan datang. Itu disampaikan Kabag Ops waktu rakor di Polrestabes,” tutur Ram.
“Dalam rakor tersebut diinfokan bahwa pihak Polrestabes sudah berkomunikasi dengan Persija. Intinya Jakmania tidak akan datang ke sini. Jadi Panpel lah yang akhirnya menyesuaikan,” sebut dia.
Ram menjelaskan, untuk partai-partai seperti melawan Persija atau Arema FC, keamanan memang harus dinomorsatukan. Persebaya berterima kasih karena Persija yang sangat kooperatif dan memahami situasi ini.
“Ke depan kami berharap bisa kembali ke ideal, aman dan nyaman. Untuk saat ini mohon maaf, mungkin belum bisa,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Jakmania Dilarang ke Surabaya!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Laga bertajuk Big Match akan tersaji di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) saat Persebaya Surabaya menjamu Persija Jakarta, Minggu (4/11/2018) malam WIB.
Laga dalam lanjutan Go-jek Liga 1 2018 pekan ke-29 itu dijamin berlangsung sengit dan berjalan dalam tensi tinggi mengingat tingginya rivalitas suporter kedua tim.
Pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco meminta seluruh suporter Persija atau Jakmania untuk tidak melakukan perjalanan ke Surabaya.
Alasannya, Teco tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan mengingat tingginya rivalitas kedua kelompok suporter tersebut.
Larangan Jakmania ke Surabaya (menonton laga Persija di GBT) perlu dilakukan supaya suasana tetap dalam kondisi tenang. Teco tak ingin kondusifitas dirusak oknum provokator.
“Saya harap tak ada yang membuat suasana panas. Sudah jatuh korban di Bandung dan kami tak ingin ada lagi. Saya pikir suporter tak perlu datang ke Surabaya,” tutur Teco.
Persija, ujar Teco tetap bisa merasakan dukungan Jakmania meski hanya lewat layar televisi. “Kalian (Jakmania) punya televisi atau bisa mengadakan nobar (nonton bareng). Biar nanti ketika kami main di Patriot lagi, semuanya bisa menikmati pertandingan,” ujarnya.
Teco menilai kalau sepak bola Indonesia mau maju, semua pihak harus membantu. “Jangan sampai ada masalah lagi di dalam atau luar lapangan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Jakmania siap berangkat ke Surabaya mendukung tim kesayangan saat melawan tuan rumah Persebaya.
Namun, hal itu hanya akan terwujud apabila panpel Persebaya memberikan jatah kuota (tiket) untuk suporter tim tamu.
“Kalau kami diberikan kuota 5 persen, kami siap untuk berangkat,” ungkap Ketum Jakmania, Ferry Indrasjarief.
(jpc/qur/pojoksatu)