Jokdri tersangka

Jokdri Tak Ditahan, Ini Alasan Satgas Antimafia Bola

POJOKSATU.id, JAKARTA – Satgas Antimafia Bola tidak melakukan penahanan terhadap plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencurian dan perusakan barang bukti temuan Satgas Antimafia Bola berupa dokumen terkait dugaan match-fixing.
Pria asal Ngawi itu bahkan telah menjalani pemeriksaan dua kali. Namun penyidik untuk sementara memutuskan tidak menahannya.
Dihadapan Penyidik Jokdri Mengakui Perbuatannya dan Menyesal
Jadi Tersangka dan Diperiksa, Jokdri Tetap Jalankan Tugas Plt Ketum PSSI
Digarap 22 Jam Satgas Antimafia Bola, Jokdri Dicecar Soal Ini
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, keputusan ditahan atau tidaknya Jokdri bersifat subjektif dan sudah ada pertimbangan-pertimbangan.
“Kalau masalah penahanan tentunya itu merupakan alasan dan pertimbangan subjektif dari penyidik yang melalui mekanisme gelar perkara. Nantinya akan memutuskan apakah tersangka layak ditahan atau tidak,” tutur Dedi seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Namun yang jelas, ditegaskan Dedi, tersangka sudah mengakui perbuatannya. “Dia juga menyesali perbuatannya dan penyidik memiliki keyakinan seluruh barang bukti yang disita itu dalam pengawasan penyidik dan sudah aman,” sebutnya.
“Dari saudara Jokdri apabila mengulangi perbuatannya, kecil. Merusak barbuk, barbuknya sebagian besar yang sedang diaudit oleh penyidik itu sudah diawasi oleh penyidik dan proses ini belum selesai,” tandasnya.
Sebelumnya Dedi mengatakan, Joko Driyono telah mengaku perbuatannya, menyuruh anak buahnya untuk mencuri, merusak, dan menghilangkan barang bukti.
Pengakuan tersebut, dikatakan Dedi diutarakan tersangka saat diperiksa penyidik Satgas Antimafia Bola di Polda Metro Jaya.
“Dia mengakui, menyesali, dan benar bahwa dia yang memerintahkan sopirnya untuk mengambil dokumen yang ada di kantornya kemudian dia minta bantuan dua orang untuk mengambil CCTV dan DVR CCTV,” ujarnya.