jokdri tersangka match-fixing

Satgas Antimafia Bola Garap Transaksi Keuangan Jokdri

POJOKSATU.id, JAKARTA – Satgas Antimafia Bola telah melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka Joko Driyono alias Jokdri.
Plt Ketum PSSI itu digarap selama 22 jam atas dugaan keterlibatan pencurian dan perusakan barang bukti temuan satgas berupa dokumen yang berkaitan dengan match-fixing.
Kini, satgas sendiri mulai fokus mengusut transaksi keuangan milik pria asal Ngawi itu. Mereka bahkan akan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam penyidikannya.
Skandal Match-Fixing, Semua Berawal dari Sini!
Akui Perbuatannya, Jokdri Terancam Pasal Berlapis
“Tadi disebutkan bahwa dokumen-dokumen menyangkut transaksi keuangan itu harus diaudit oleh PPATK. PPATK pun nanti akan pilah-pilah ini transaksi mencurigakan untuk match-fixing di liga mana,” ungkap Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Dedi Prasetyo.
Nantinya dari hasil temuan baru akan terus diperdalam lagi. Karena itu, semua proses tersebut dikatakan Dedi  membutuhkan proses dan penyidikan mendalam.
“Misalnya di Liga 3 nanti akan diteliti kembali pada pertandingan yang mana, siapa perangkat pertandingan yang menerima, sumbernya dari mana, alirannya kemana saja. Itu butuh waktu,” imbuhnya.
Joko Driyono sendiri terancam pasal berlapis mulai dari pasal 363 KUHP terkait pencurian dan pemberatan, kemudian pasal 232 KUHP tentang perusakan pemberitahuan dan penyegelan.
Selain itu, tersangka juga bisa dijerat dengan pasal 233 KUHP tentang perusakan barang bukti, termasuk pasal 235 KUHP terkait perintah palsu untuk melakukan tindak pidana yang disebutkan di pasal 232 KUHP dan 233 KUHP.
(qur/pojoksatu)

Alasan PSSI Ogah Gelar Kongres Luar Biasa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kongres luar biasa (KLB) tetap belum ada dalam rencana para petinggi PSSI yang akan menggelar emergency meeting malam ini.
Agenda paling mendesak yang akan dibahas dalam pertemuan itu adalah untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan serta kompetisi di Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 tidak terganggu.
Apalagi, saat ini Piala Indonesia 2018 baru memasuki babak 16 besar dan sebentar lagi akan segera digelar Piala Presiden 2019.
Anggota Exco PSSI, Gusti Randa menyebutkan, belum ada agenda pembahasan soal KLB. Menurut dia, yang terpenting agenda kompetisi yang sedang berjalan tak terganggu.
“Tapi, bukan tidak mungkin hal tersebut (pergantian Jokdri) akan dibahas. Kan pemikiran anggota Exco berbeda-beda,” tutur Gusti Randa seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Lagipula, KLB tidak serta-merta bisa dilaksanakan. Ada syarat yang harus dipenuhi sesuai dengan Statuta PSSI. KLB bisa terlaksana apabila anggota Exco PSSI sepakat melaksanakannya ata apabila ada permintaan dari dua per tiga voter.
Selain itu, merujuk pada statuta PSSI, status tersangka Jokdri tidak berimbas apa pun dengan jabatannya sebagai Plt Ketum PSSI, sehingga tidak harus dilengserkan, karena Jokdri juga belum ditetapkan sebagai terpidana.
“KLB belum perlu sampai melihat proses hukum berjalan,” sebut Gusti Randa. “Ya, dilihat saja dahulu. Toh masih tidak melanggar statuta dengan status tersangkanya Pak Joko kan?”
Senada, anggota Exco PSSI lainnya, Yoyok Sukawi berpendapat yang sama. Dikatakannya, permintaan KLB juga harus persetujuan FIFA.
“Jadi, kalau bicara statuta, apa yang dialami oleh Mas Joko ini nanti bisa digantikan Iwan (Budianto) kalau memang sudah ditetapkan proses hukumnya,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Bukan Soal Rencana KLB, Ini Agenda Utama dalam Emergency Meeting PSSI Malam Ini

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI akan menggelar rapat darurat atau emergency meeting malam ini menyusul penetapan tersangka plt Ketum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri oleh Satgas Antimafia Bola.
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam upaya perusakan dokumen yang menjadi barang bukti pengaturan skor.
Mensikapi kondisi tersebut, malam ini para anggota Exco PSSI akan berkumpul. Agenda paling mendesak adalah memastikan roda organisasi tetap berjalan serta kompetisi di Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 tidak terganggu.
Apalagi, saat ini Piala Indonesia 2018 masih berjalan (memasuki babak 16 besar) dan Piala Presiden 2019 akan segera digulirkan.
“Agenda pertama adalah terkait RUPS (rapat umum pemegang saham) PT LIB. Jadwal tetap. Supaya kompetisi tetap berjalan sesuai rencana,” tutur anggota Exco PSSI Gusti Randa.
Namun, Gusti Randa menjelaskan dalam emergency meeting nanti belum ada agenda pembahasan soal Kongres Luar Biasa (KLB).
Menurut dia, yang terpenting agenda kompetisi yang sedang berjalan tak terganggu. ”Tapi, bukan tidak mungkin hal tersebut (pergantian Jokdri) akan dibahas. Kan pemikiran anggota exco berbeda-beda,” ujarnya.
Lagi pula, dijelaskan Gusti Randa, KLB tidak serta-merta bisa dilaksanakan, ada syarat yang harus dipenuhi sesuai statuta PSSI, salahsatunya apabila ada permintaan dari dua per tiga voters.
‘Ya, dilihat saja dulu. Toh masih tidak melanggar statuta dengan status tersangkanya Pak Joko kan?” imbuhnya,
(qur/pojoksatu)

Jokdri Tersangka, PSSI Ogah Wacanakan Kongres Luar Biasa!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Exco PSSI akan menggelar rapat darurat atau emergency meeting malam ini menyusul penetapan tersangka plt Ketum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri oleh Satgas Antimafia Bola.
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam upaya perusakan dokumen yang menjadi barang bukti pengaturan skor.
Anggota Exco PSSI, Gusti Randa menyebutkan, belum ada agenda pembahasan soal KLB. Menurut dia, yang terpenting agenda kompetisi yang sedang berjalan tak terganggu.
“Tapi, bukan tidak mungkin hal tersebut (pergantian Jokdri) akan dibahas. Kan pemikiran anggota Exco berbeda-beda,” tutur Gusti Randa seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Lagipula, KLB tidak serta-merta bisa dilaksanakan. Ada syarat yang harus dipenuhi sesuai dengan Statuta PSSI. KLB bisa terlaksana apabila anggota Exco PSSI sepakat melaksanakannya ata apabila ada permintaan dari dua per tiga voter.
“Ya, dilihat saja dahulu. Toh masih tidak melanggar statuta dengan status tersangkanya Pak Joko kan?” imbuh Gusti.
Senada, anggota Exco PSSI lainnya, Yoyok Sukawi berpendapat yang sama. Dikatakannya, permintaan KLB juga harus persetujuan FIFA.
“Jadi, kalau bicara statuta, apa yang dialami oleh Mas Joko ini nanti bisa digantikan Iwan (Budianto) kalau memang sudah ditetapkan proses hukumnya,” imbuhnya.
Namun sikap berbedar ditunjukkan Manajer Madura FC, Januar Herwanto. Salahseorang voter PSSI ini menilai KLB bisa menjadi pertimbangan saat ini.
“Harus dilaksanakan, paling tidak setelah Pemilihan Presiden. Saat ini banyak yang mengajak KLB, tinggal bergerak saja,” ucapnya.