Jurgen Klopp

Liverpool Menang Tipis Atas Brighton, Klopp Marah Besar: Tidak Berperasaan!

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Manajer Liverpool, Jurgen Klopp marah besar dengan sikap tidak sportif yang ditunjukkan pemain Brighton and Hove Albion pada laga pekan ke-14 Premier League 2019/20. Pertandingan di Anfield, Sabtu (30/11/2019) malam WIB itu dimenangkan The Reds dengan skor tipis 2-1.
Pada pertandingan itu, Liverpool unggul dua gol lebih dulu lewat sepasang gol Virgil van Dijk di babak pertama.
Insiden menarik terjadi pada menit 76 ketika kiper Liverpool, Alisson Becker sengaja menghalau bola dengan tangannya di luar kotak 16 besar.
Kiper berkebangsaan Brasil itu langsung dikartu merah dan diganti Adrian. Saat Adrian tengah mengatur rekan-rekannya untuk membuat pagar hidup, Lewis Dunk mengambil tendangan bebas dengan cepat.
Adrian yang belum berada di posisinya hanya bisa melongo melihat bola masuk ke gawangnya. Wasit mengesahkan gol tersebut dan skor berubah menjadi 2-1.
Usai pertandingan, Klopp mengungkapkan kekecewaannya dengan sportifitas pemain Brighton.
“Saya pikir dalam situasi seperti ini, ketika Anda memiliki perasaan terhadap manusia, Anda tidak melakukannya,” kata Klopp dikutip Pojoksatu.id dari NBC Sports.
“Itu tindakan sangat pintar dari Brighton tetapi kiper baru saja datang dan mencoba untuk mengatur pagar hidup. Mereka berusaha untuk terbiasa satu sama lain dan wasit membiarkannya seperti ini. Kami tidak dapat mengubahnya tetapi bagi saya itu tidak 100 persen benar,” ketus Klopp.
Para pemain Brighton merayakan gol ‘tidak sportif’ Lewis Dunk ke gawang Liverpool.
Membahas kartu merah Alisson, yang berarti dia akan diskors untuk derby Merseyside di Anfield pada hari Rabu, Klopp mengakui dia belum melihat insiden itu.
“Saya pikir itu handsball tetapi saya belum melihatnya. Tidak ada offside dan kemudian itu adalah situasi yang sulit. Alisson maju untuk menghalau bola. Kami menginginkan itu darinya. Dia ingin 100 persen memenangkan bola, tetapi pemain lain lebih dekat sehingga kita tidak bisa mengubahnya,” kata Klopp.
Dia juga memuji Adrian, meskipun baru masuk langsung kebobolan, gagal menghentikan tendangan sederhana ke gawang.
“Virgil [van Dijk] mungkin adalah orang yang paling cocok dengan dua gol itu tetapi Adrian bagi saya – datang ke pertandingan seperti ini dan membuat dua penyelamatan. Bahkan tendangan gawang sulit dilakukan dengan kaki dingin! Kami tidak siap untuk situasi itu jadi saya benar-benar bahagia,” kata Klopp.
Liverpool sekarang menghadapi Everton, Bournemouth dan Watford dalam tiga pertandingan Liga Premier mereka berikutnya karena mereka terus menggerus kemenangan tipis dan sedang menghadapi cedera untuk Fabinho, Mohamed Salah dan Joel Matip, ditambah Alisson sekarang absen.
Kemenangan atas Brighton membuat Liverpool kini unggul 11 poin dari Manchester City di peringkat kedua. City sendiri hanya bisa bermain imbang lawan Newcastle di St James Park tadi malam.
Posisi City bisa digusur Leicester jika mampu mengalahkan Everton pada Minggu (1/12/2019) malam ini.
(fat/pojoksatu)

Akui Tidak Tampil Brilian, Jurgen Klopp Puas dengan Hasilnya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Liverpool berhasil memetik kemenangan atas Crystal Palace pada laga lanjutan Liga Inggris, Sabtu (23/11) malam WIB.
Namun, kemenangan 1-2 tersebut harus didapat dengan susah payah. Pelatih Jurgen Klopp pun mengakuinya. Meski begitu, ia tetap merasa puas.
Klopp menuturkan, penurunan penampilan yang ditunjukkan pemain Liverpool merupakan hal wajar. Terlebih lagi, mereka baru saja kembali membela negaranya masing-masing di jeda internasional.
Karena itu, dikatakan, tidak selamanya, mereka bisa menunjukkan permainan yang brilian dan cantik.
“Pada akhirnya kami memenangkan pertandingan dan itu layak juga. Tidak ada banyak kesalahan tetapi gol yang mereka cetak bagus. Kami harus membawa rencana bersama setelah jeda internasional,” ujarnya kepada Sky Sports.
“Saya senang dengan hasil dan sebagian besar kinerja karena saya tahu tidak mungkin menjadi brilian di setiap pertandingan,” sambungnya.
Ditambah Klopp, Stadion Selhurt Park tempat yang sulit untuk didatangi.
“Kami tahu ini adalah tempat yang sulit untuk datang dan kami tidak cukup kompak di babak pertama. Dalam pertandingan seperti ini Anda harus memastikan Anda siap bertarung untuk hasilnya,” katanya.
“Kami tidak berada di luar sana untuk menunjukkan bahwa kami menciptakan sepakbola, karena kami tidak melakukannya. Kami memiliki pekerjaan yang harus dilakukan dan mudah-mudahan kami dapat melanjutkan,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Kejutan…Bos Liverpool Tertarik Boyong Zlatan Ibrahimovic

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Striker veteran asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic saat ini berstatus bebas transfer. Usai kontraknya bersama LA Galaxy menyusul berakhirnya MLS musim ini, Ibra kini bisa memilih klub pelabuhan berikutnya.
Dikutip Pojoksatu.id dari Liverpool Echo, manajer The Reds, Jurgen Klopp ternyata menaruh hati pada Ibrahimovic.
Menurut pelatih asal Jerman itu, dirinya akan senang jika Ibrahimovic ada dalam skuatnya. Sayangnya, keinginan itu tak mungkin diwujudkan mengingat Ibra pernah bermain untuk Manchester United yang notabene rival abadi Liverpool.
Bulan lalu, Ibrahimovic turun ke media sosial untuk mengumumkan ia akan kembali ke Eropa setelah karirnya di MLS bersama LA Galaxy berakhir.
Mantan pemain internasional Swedia bergabung dengan United pada tahun 2016 sebelum menuju ke Amerika pada bulan Maret, 2018.
Ketika ditanya tentang pemain berusia 38 tahun itu, Klopp mengatakan kepada Sportbladet melalui TribalFootball: “Jika dia belum pernah bermain untuk Manchester United sebelumnya, maka kita mungkin telah mempertimbangkannya,” kata Klopp.
Jurgen Klopp sukses antarkan Liverpool juara Liga Champions 2019. (BBC)
“Tidak, tapi aku bahkan tidak yakin dia ingin bermain di sini. Kami tim yang cukup hebat,” Klopp tertawa.
“Dengan mengatakan itu, saya tidak bisa lebih menghormati Zlatan. Saya menyukai seluruh karirnya, mencintai usahanya, mencintai kepercayaan dirinya.”
“Meskipun itu mungkin selalu benar, dia tetap menghibur. Dia adalah karakter yang fantastis dan saya sangat berharap dia tidak berhenti bermain sepak bola. Dunia akan sangat merindukannya,” tutur mantan pelatih Borussia Dortmund itu.
Pada Rabu malam, striker Swedia itu menyampaikan kata perpisahan kepada publik Amerika Serikat dengan pesan selamat tinggal yang lucu.
“Saya datang, saya melihat, saya menaklukkan. Terima kasih @lagalaxy untuk membuat saya merasa hidup kembali,” tulis Ibra.
“Untuk para penggemar Galaxy – kamu menginginkan Zlatan, aku memberimu Zlatan. Sama-sama. Ceritanya berlanjut … Sekarang saatnya kembali untuk menonton baseball,” lanjut eks striker Juventus, Barcelona, Inter Milan, AC Milan, Manchester United dan Paris Saint-Germain itu.
(fat/pojoksatu)

Jeda Internasional, Ini Harapan Jurgen Klopp

POJOKSATU.id, JAKARTA – Saat ini, sejumlah pemain Liverpool tengah memperkuat negaranya masing-masing di jeda internasional.
Pelatih Liverpool Jurgen Klopp pun berharap, tidak ada lagi pemainnya yang mengalami cedera.
Liverpool saat sendiri cukup nyaman di puncak klasemen dengan perolehan 34 poin. Namun, Klopp tidak ingin jemawa karena ancaman badai cedera bisa membuyarkan harapan untuk meraih gelar juara.
Karena itu, ia berharap para pemainnya bisa kembali dengan sehat. Untuk diketahui, saat ini The Reds memiliki dua pemain cedera yakni Andrew Robertson dan Mohamed Salah.
Keduanya harus absen membela negaranya, Skotlandia dan Mesir.
“Apabila Anda menyatakan kepada saya bahwa Liverpool sudah mengumpulkan 34 poin, itu hal yang positif. Memang terdengar mustahil, tetapi kami berhasil,” ujarnya dilansir Mirror.
“Sekarang anak asuh saya menjalani jeda internasional terakhir di tahun ini. Saya, hanya berharap mereka semua kembali dengan sehat,” tambahnya.
Pada laga lanjutan Liga Inggris, The Reds akan menjalani laga tandang ke markas klub asal London, Crystal Palace di hari Sabtu (23/11).
(zul/pojoksatu)

Soal Kabar Transfer Mbappe, Begini Respon Jurgen Klopp

POJOKSATU.id, JAKARTA – Liverpool belakangan dikabarkan bakal merekrut Kylian Mbappe dari Paris Saint Germain (PSG).
Terkait kabar tersebut, pelatih Liverpool Jurgen Klopp membantahnya. Ia mengatakan, masalah keuangan jadi penyebabnya.
“Dari sudut pandang olahraga, tidak ada alasan untuk tidak mendatangkan Kylian Mbappe, semua orang tahu pemain seperti apa dia,” ujarnya dilansir ​Goal.
“Tetapi permasalahannya adalah uang.​ Liverpool tidak akan mendatangkan Kylian Mbappe. Maaf saya harus mengakhiri cerita tersebut,” sambungnya.
Klopp menambahkan, ia merasa tidak ada yang mampu merekrut Mbappe dari PSG, termasuk Liverpool.
“Saya bahkan berpikir jika tak ada klub yang akan mampu merekrut dia dari PSG, termasuk ​Liverpool. Tidak ada lagi hal yang bisa saya katakan, tetapi mendatangkan pemain sekaliber Mbappe tentu sulit,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Punya Jadwal Dua Pertandingan dalam 24 Jam, Ini yang Dilakukan Livepool

POJOKSATU.id, JAKARTA – Liverpool harus menjalani dua pertandingan di dua kompetisi berbeda dengan perbedaan waktu yang kurang dari 24 jam.
The Reds akan menghadapi Aston Villa di perempat final Piala Carabao pada 17 Desember sebelum bermain di semifinal Piala Dunia Klub di Qatar pada hari berikutnya.
Kekhawatiran bakal menjalani dua pertandingan di waktu yang berdekatan sempat disampaikan Jurgen Klopp pasca timnya lolos ke perempat final Carabao Cup.
Ia bahkan sempat mengancam akan mundur jika tidak memperoleh solusi dari permasalahan tersebut.
Namun, dilansir Guardian, Liverpool menyatakan akan menghadapinya. Caranya, mereka akan menggunakan dua skuat yang berbeda dalam dua kompetisi tersebut.
Walau keputusan itu tidak ideal, langkah itu diambil sesuai dengan niat untuk memberikan upaya yang terbaik dalam seluruh kompetisi yang mereka ikuti.
“Kami akan menggunakan dua skuat yang berbeda secara bersamaan, dengan satu skuat yang mengikuti Club World Cup di Qatar dan skuat lain dalam League Cup,” demikian pernyataan Liverpool.
“Kami ingin menggunakan kesempatan ini untuk menegaskan bahwa walau situasi ini tidak ideal, keputusan ini kami ambil sesuai dengan niat untuk memberikan upaya terbaik di seluruh kompetisi, menghormati klub lain, dan diri kami sendiri.
“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada EFL untuk usaha mereka membantu kami dan kami dapat mengonfirmasi bahwa terdapat beberapa alternatif yang telah dibicarakan, tetapi pada akhirnya tidak ada alternatif yang cocok dengan pertimbangan jadwal kompetisi dan beban bagi para pemain,” sambungnya.
Sementara itu, dilansir dari BBC, pelatih Liverpool Jurgen Klopp berharap situasi semacam ini tidak terjadi lagi.
“Kita harus mencari solusinya. Masalahnya jelas,” katanya.
“Piala Carabao membuatnya terdengar seperti kita tidak ingin bermain di dalamnya tetapi itu tidak benar, yang saya tidak suka dalam periode sibuk musim ini.
“Piala Dunia Klub yang Anda mainkan hanya jika Anda memenangkan Liga Champions dan itu tidak terjadi dalam hidup Anda lima juta kali sehingga Anda mengambil kesempatan itu.
“Apakah ini waktu terbaik tahun ini? Tidak. Kami akan ke sana, kami akan mencoba untuk memainkan semua game dengan apa yang kita miliki dan semua yang kita miliki,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Cedera, Jurgen Klopp Beberkan Kondisi Salah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mohamed Salah mengalami cedera pada laga Liverpool lawan Tottenham Hotspur, Minggu (27/10).
Sebelum digantikan Joe Gomez, Salah sempat mencetak gol dari titik penalti di menit ke-75.
Gol Salah ini mengubah kedudukan menjadi 2-1 dan memastikan kemenangan Liverpool atas Tottenham.
Terkait cedera Salah, Jurgen Klopp pun angkat bicara. Dilansir Liverpool Echo, Klopp memastikan bahwa cedera yang dialami pemainnya tidak serius.
“Itu (cedera Mohamed Salah) tidak terlalu serius. Dia mengalami masalah pada engkelnya, sama seperti cedera yang didapat saat melawan Leicester,” paparnya.
Tidak hanya itu, Klopp memastikan Salah akan pulih dalam waktu satu hari saja.
“Rasanya tak masuk akal jika memaksanya terus ambil bagian di setiap pertandingan, padahal kami juga masih memiliki opsi lain. Tidak ada yang serius dan cederanya akan pulih dalam waktu satu hari,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Liverpool Dinilai Beruntung, Jurgen Klopp : Kami Pantas Menang

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jurgen Klopp menilai Liverpool juga pantas menang meski hanya mencetak satu gol ke gawang Sheffield United, Sabtu (28/9) malam WIB.
Diketahui, Liverpool baru mencetak gol saat pertandingan memasuki menit ke-70 berkat Georginio Wijnaldum.
Liverpool lantas dianggap beruntung karena gol semata wayang terjadi berkat blunder penjaga gawang Sheffield, Dean Henderson.
Bola hasil tembakan Wijnaldum lepas dari tangkapan Henderson, melewati celah kaki dan akhirnya masuk ke dalam gawang.
Klopp sendiri tidak menampik adanya faktor keberuntungan. Akan tetapi, ia menilai timnya layak menang berkat kerja keras para pemain.
“Kami pantas jadi pemenang. Kami bekerja keras untuk itu. Kami mencetak gol keberuntungan, kami tahu itu. Tetapi pemain bekerja keras untuk itu,” ungkapnya dilansir dari BBC.
Sementara itu, pelatih Sheffield United Chris Wilder mengaku jika pihaknya melewatkan kesempatan untuk bisa mendapat poin di kandang.
“Saya pikir kami melewatkan kesempatan. Dalam situasi yang penuh tekanan kami harus tetap tenang. Kami senang dengan bentuknya tetapi peluang mereka datang dari kesalahan kami,” ujarnya.
“Kami memiliki momen besar dalam pertandingan tetapi kami tidak mengambilnya. Kami memiliki cukup untuk mendapatkan sesuatu dari permainan ini tetapi kami tidak mengambil peluang kami. Poinnya adalah hal yang paling penting dan kami tidak mendapatkan poin yang layak kami dapatkan hari ini,” sambungnya.
(zul/pojoksatu)

Jurgen Klopp Sebut Sosok Ini Layak Jadi Penggantinya di Liverpool

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Manajer Liverpool, Jurgen Klopp menyadari cepat atau lambat dirinya akan lengser dari jabatan saat ini. Lalu siapa yang pantas jadi penggantinya kelak?
Dikutip Pojoksatu.id dari Mirror, Klopp menganggap Kenny Dalglish akan mendapat telepon pertama jika dirinya lengser.
Namun ia lebih berharap sosok lain lebih cocok untuk pekerjaan manajer Liverpool.
Sosok yang dimaksud Klopp adalah Steven Gerrard. Menurutnya, legenda The Reds itu layak menggantikannya sebagai manajer Liverpool ketika ia akhirnya meninggalkan jabatannya di Anfield.
Gerrard adalah bos Rangers saat ini dan telah memimpin Glasgow ke urutan kedua di Premiership Skotlandia, tiga poin di belakang rival abadi, Celtic.
Sebelum melatih di Skotlandia, Gerrard menukangi Liverpool U-18 dan bekerja di bawah Klopp tak lama setelah pensiun.
Dan Klopp yakin bahwa ketika saatnya tiba untuk meninggalkan Liverpool – atau dia mendapati dirinya dipecat karena performa buruk tim – Gerrard akan melakukan pekerjaan dengan baik untuk memegang tampuk kepemimpinan di Anfield.
Legenda Liverpool, Steven Gerrard. Foto via @LFC
“Kenny dan Stevie keduanya merupakan dukungan yang sangat besar sejak hari pertama,” kata Klopp pada Four Four Two.
“Kedua, posisi saya sebagai manajer tidak ada hubungannya dengan orang-orang di sekitar saya. Jika Liverpool memecat saya besok, maka mungkin Kenny akan menjadi pilihan pertama untuk menggantikan saya, tetapi mereka mungkin akan membawa Stevie turun dari Glasgow.”
“Jika Anda bertanya siapa yang harus menggantikan saya, saya akan mengatakan Stevie. Saya membantunya kapan pun saya bisa. Jika seseorang mendapatkan pekerjaan Anda, ini bukan tentang mereka, ini tentang Anda yang tidak cukup baik.”
“Saya cukup tua untuk mengetahui bahwa saya memberikan pekerjaan ini segalanya. Saya bukan jenius, saya tidak sempurna, tapi saya memberi klub 100 persen. Jika itu cukup, bagus. Jika tidak, maka tinggal menunggu waktu,” tuturnya.
Klopp mengisyaratkan bahwa ia mungkin pensiun dari sepak bola ketika kontraknya berakhir di Liverpool. Pelatih asal Jerman terikat kontrak sampai 2022, dan saat ini tidak memiliki rencana untuk menandatangani perpanjangan.
(fat/pojoksatu)

Dikalahkan Napoli 2-0, Begini Penjelasan Jurgen Klopp

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jurgen Klopp tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas kekalahan yang dialami Liverpool di laga perdana Grup E Liga Champions, Rabu (18/9) dini hari WIB.
Bertamu ke markas Napoli, skuad The Reds dipermalukan dengan dua gol yang dicetak sekitar 10 menit jelang pertandingan berakhir.
Napoli membuka keunggulan lewat penalti Mertens di menit ke-82 dan berhasil menggandakannya berkat Llorente di menit 90+2.
Kekalahan tersebut diakui Klopp menyakitkan karena ia menilai skuad asuhannya punya banyak peluang.
“Kami tidak menyelesaikannya dan itu adalah masalah,” ujarnya dilansir BT Sport.
Dalam kesempatan tersebut, Klopp juga mengkritik keputusan wasit soal hadiah penalti.
“Saya tidak berpikir itu penalti. Apa yang bisa saya katakan, bagi saya, jelas dan jelas tidak ada penalti. Tapi, kita tidak bisa mengubah itu,” ucapnya.
Bukan hanya itu, ia pun mengungkap masalah pada skuad asuhannya yang tidak bisa menyelesaikan dengan baik meski bermain bagus.
“Kami memainkan banyak sepakbola yang bagus tetapi tidak menyelesaikannya. Kami mengontrol momen tetapi tidak memiliki cukup peluang pada akhirnya. Kami membuat keputusan yang tidak benar dan harus menerima hasilnya,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)