Juventus vs AC Milan

Ronaldo Marah Saat Diganti, Maurizio Sarri Maklum

POJOKSATU.id, JAKARTA – Maurizio Sarri maklum dengan reaksi Cristiano Ronaldo yang marah saat ditarik keluar di laga Juventus lawan AC Milan.
“Sudah sewajarnya seorang pemain akan kesal meninggalkan lapangan, terutama ketika dia bekerja sangat keras untuk berada di sana,” katanya kepada Sky Sport Italia.
Diketahui, di menit ke-55, Sarri memutuskan menarik keluar Ronaldo dan digantikan oleh Paulo Dybala.
Ronaldo pun terlihat kesal. Ia bahkan tidak duduk di bangku cadangan, tapi memilih langsung ke ruang ganti.
Setelahnya, Dybala mencetak gol, yang menjadi satu-satunya di pertandingan tersebut, untuk membawa Juventus kembali ke puncak klasemen.
Sarri pun menjelaskan, alasannya menggantikan Ronaldo dengan Dybala karena ia lebih khawatir dengan cedera sang pemain.
“Selama sebulan terakhir, ia memiliki masalah pada lututnya, ia mengalami benturan saat latihan dan itu melukai ligamen kolateralnya,” jelasnya.
“Ketika dia berlatih atau bermain dengan intensitas tinggi, lututnya jadi tidak seimbang, itu mengakibatkan kompensasi berlebihan dan itu merusak otot betis dan paha.
“Itu (cedera) mempengaruhi penampilannya dan dia tidak dalam kondisi terbaiknya saat ini,” tambahnya.
Karena itu, Sarri tidak tersinggung jika Ronaldo marah, justru sebaliknya.
“Semua pemain yang tengah berusaha memberikan yang terbaik akan kesal ketika mereka digantikan, tetapi seorang pelatih secara umum akan jauh lebih khawatir jika dia tidak tampak kesal,” ucapnya.
Lebih lanjut, Sarri mengatakan pihaknya harus berterima kasih pada Ronaldo. Pasalnya, meski dalam kondisi tidak fit tetap berupaya menampilkan yang terbaik.
“Kita harus berterima kasih kepada Ronaldo, karena dia membuat pengorbanan untuk berada di sana dalam situasi yang sulit. Dia melakukan segala yang mungkin untuk dilakukan, tetapi saya melihat dia tidak sehat dan berpikir terbaik untuk menariknya keluar,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Berkat Ronaldo, Juventus Raih Gelar Rekor Juara Supercoppa

POJOKSATU.id, JEDDAH – Juventus memastikan menjadi tim dengan gelar juara Supercoppa terbanyak.
Sejauh ini, mereka berhasil mengoleksi delapan trofi. Yakni mulai tahun 1995, 1997, 2002, 2003, 2012, 2013, 2015 dan 2019.
Pada laga yang berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Kamis (17/1) dini hari WIB, Juve sukses menumbangkan AC Milan berkat Ronaldo.
Gol tunggal yang diciptakan Ronaldo di menit ke-61, sukses membawa I Bianconeri meraih gelar juara.
AC Milan sendiri bukan tanpa perlawanan. Di babak pertama mereka beberapa kali mengancam gawang Juventus.
Namun, babak pertama berakhir dengan skor 0-0. Di babak kedua pun demikian, hanya saja, peluang emas dengan hasil maksimal dimiliki Juve.
Di menit ke-61, Ronaldo berhasill menciptakan gol setelah memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Milan.
Meski akhirnya menurunkan Higuain, sayangnya Milan tidak bisa mengejar ketertinggalan. Akhirnya, pertandingan usai dengan skor 1-0 untuk kemenangan Juventus.
Susunan pemain
Juventus: Szczesny; Joao Cancelo, Bonucci, Chiellini, Alex Sandro; Matuidi, Bentancur (Bernardeschi 86′), Pjanic (Emre Can 65′); Douglas Costa (Khedira 90′), Ronaldo, Dybala.
AC Milan: Donnarumma; Calabria, Zapata, Romagnoli, Rodriguez; Bakayoko, Lucas Paqueta (Borini 72′), Kessie; Calhanoglu, Castillejo (Higuain 71′), Cutrone (Conti 81′).
(zul/pojoksatu)

Juventus Vs AC Milan : Laga Penentu Rekor Terbanyak

POJOKSATU.id, JEDDAH – Final Supercoppa Italiana akan digelar Kamis (17/1) dini hari di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
Ini akan menjadi pertemuan ketiga bagi keduanya di kompetisi ini.
Sebelumnya, Juve mampu mengatasi Milan pada 2003 di New Jersey. Pada 2016 lalu, giliran AC Milan yang menumbangkan Juve di Qatar.
Dan, di pertemuan ketiga ini, pemenang tidak hanya berhak menyandang status juara tapi juga peraih trofi terbanyak di kompetisi tersebut.
Diketahui, baik Juve maupun Milan, keduanya sama-sama mengoleksi tujuh trofi.
Terkait laga nanti, meski diunggulkan, Juventus tentu tidak bisa mengabaikan kekuatan Milan.
Terlebih, dikabarkan Juve tidak akan diperkuat sejumlah pemain. Diantaranya, Mandzukic dan Juan Cuadrado yang cedera.
Tak jauh berbeda, Milan juga dilaporkan tidak diperkuat sejumlah pemain. Salah satunya, Higuain yang ketidakhadirannya justru dikait-kaitkan dengan transfer ke Chelsea.
(zul/pojoksatu)