kapten

Supardi Nasir Akan Pimpin Persib Bandung Hadapi Perseru

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez memberikan sinyalemen akan kembali memasang sang kapten, Supardi Nasir yang diparkir atas tudingan melakukan Match-Fixing di laga kontra PSMS Medan beberapa waktu lalu.
Persib Bandung bersiap akan melakoni laga lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan 32 menghadapi Perseru Serui dalam laga usirand i Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (23/11/2018) petang WIB.
Selain sang kapten, Gomez juga akan menurunkan Gozali Siregar dan Ardi Idrus, yang juga menjadi sasaran tudingan atas dugaan pengaturan skor tersebut.
Masalah Match-Fixing Clear, Persib Bandung Siap Mamprang Lagi
Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez (persib.co.id)
“Kami sudah memberikan istirahat pada beberapa pemain dan kini mereka siap untuk pertandingan berikutnya. Supardi, Ardi, Ghozali dan itu kami akan mencoba meraih kemenangan di laga berikutnya,” tutur Gomez seperti dikutip dari Simamaung.
Gomez tidak ingin Persib tergelincir lagi setelah kalah dua kali beruntun dari PSMS Medan dan PSIS Semarang.  Sang arsitek pun mematok finis di papan atas musim ini.
“Kami masih bisa memperoleh sembilan poin, mungkin akan sangat sulit untuk jadi juara, tapi kami akan terus coba, mungkin kalau tidak posisi pertama kami berusaha untuk posisi kedua,” tutur pelatih asal Argentina berusia 61 tahun itu.
Namun, Maung Bandung harus kehilangan beberapa pemain pilarnya, seperti Ezechiel N’Douassel dan Oh In-Kyun yang harus absen karena akumulasi kartu.
“Untuk posisi depan kita akan pikirkan lagi, saya masih perlu memikirkan lagi mungkin Ghozali di posisinya dan Atep di lini depan,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Kecewa, Alasan Ismed Sofyan Ingin Cepat Pensiun

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kapten Persija Jakarta, Ismed Sofyan benar-benar meradang dan dibuat kecewa dengan keputusan sanksi Komdis PSSI terhadapnya.
Ismed diganjar sanksi larangan bermain selama tiga pertandingan karena dinilai dengan sengaja menendang salah seorang pemain Persib Bandung dalam laga Minggu (23/9/2018) lalu.
Ismed pun mengaku kecewa dan diperlakukan tidak adil dengan hukuman tersebut sehingga berencana gantung sepatu alias pensiun akhir musim ini.
“Saya lelah dihukum tanpa melakukan kesalahan. Ibaratnya orang masuk penjara tapi tidak melakukan kesalahan,” ungkapnya.
Kekecewaan Ismed juga merujuk pada insiden di laga kontra Persib musim sebelumnya. Ismed mengaku meski tak melakukan kesalahan ia tetap diganjar hukuman.
“Vladimir Vujovic (mantan bek Persib musim lalu) yang jelas-jelas memukul saya dan saya tak membalas sama sekali. Tapi disanksi juga,” keluhnya.
“Jadi menurut saya tidak adil saja. Saya sudah gerah, sudah mikir ke depan. Sudah malas kadang-kadang,” ucapnya.
Ismed sendiri belum memikirkan karirnya setelah pensiun nanti. “Lihat saja ke depan. Lima menit ke depan saja tak tahu apa yang terjadi. Jalani saja,” tandasnya.
(jpc/qur/pojoksatu)