kecewa

Anggota Exco PSSI Ini Sebut FIFA Kecewa Atas Rencana KLB PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA  – Setelah sempat berpolemik  Komite Eksekutif PSSI akhirnya sepakat untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).
Opsi ini akan ditempuh menyusul penetapan tersangka terhadap plt Ketum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri oleh Satgas Antimafia Bola Mabes Polri.
Mensikapi rencana tersebut, FIFA ternyata menunjukkan kekecewaannya. Pasalnya, federasi sepakbola dunia itu telah mengapresiasi langkah yang diambil PSSI sejauh ini.
Soal Para Kandidat Calon Ketum PSSI, Exco PSSI: Siapapun Boleh Maju, Asal…
KLB PSSI Diharapkan Melahirkan Muka-Muka Baru
Kongres Luar Biasa PSSI Sebaiknya Digelar Sebelum Pilpres 2019
Seperti diketahui, PSSI telah menggelar rapat Komite Eksekutif. Meski sudah menggelar rapat sejak Senin (18/2) malam, tapi tak mendapatkan hasil. Baru rapat pada Selasa (19/2) malam diputuskan akan digelar KLB.
KLB yang akan digelar ini memiliki dua agenda. Pertama membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP). Agenda kedua adalah penetapan tanggal kongres untuk pemilihan kepengurusan baru.
“FIFA sebenarnya sudah me-warning kami saat KLB kemarin. Mereka berharap yang terakhir,” ungkap anggota Exco PSSI, Refrizal saat dihubungi wartawan seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
PSSI memang baru saja menggelar KLB pada 2017 lalu. Baru berjalan dua tahun, PSSI bakal kembali menggelar KLB.
“Padahal kita sedang dapat apresiasi dari FIFA, seperti menjalankan pengembangan usia muda. PSSI sedang tekun dalam hal pembinaan usia muda,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Alasan FIFA Kecewa Atas Mundurnya Edy Rahmayadi Sebagai Ketum PSSI

POJOKSATU.id, ZURICH – Federasi sepakbola dunia atau FIFA dikabarkan menaruh kekecewaan atas mundurnya Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI.
Mantan Pangkostrad itu menanggalkan jabatannya sebagai orang nomor satu di federasi sepakbola tanah air itu dalam Kongres Tahunan PSSI, di Nusa Dua Bali, beberapa waktu lalu.
FIFA menyayangkan keputusan Gubernur Sumatera Utara itu karena Indonesia atau PSSI terlalu mudah berganti kepemimpinan dalam beberapa tahun terakhir.
Edy Rahmayadi saat mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum PSSI dalam Kongres Tahunan PSSI di Nusa Dua Bali, Minggu (20/1/2019) siang WIB (jawapos.com)
“Ya pasti. Tentu FIFA kecewa bukan karena individu,” sebut Erick Thohir seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
“FIFA lebih melihat bagaimana negara besar seperti Indonesia ini dengan populasi banyak mestinya meningkat. Itu saja,” sebut dia,
Menurut eks Presiden Inter Milan itu, Indonesia sebenarnya punya potensi besar (di industri sepak bola). Sayang, hal itu tak bisa dimanfaatkan karena PSSI kurang menjadi jembatan untuk meraih prestasi.
“FIFA itu non-politik dan dunia olahraga mesti jaga itu,” ujar mantan Presiden Inter Milan itu menandaskan.
Erick Thohir dijagokan maju sebagai kandidat calon ketua umum PSSI karena dinilai punya kapasitas mumpuni.
Dukungan pun mengalir dari berbagai pihak, selain dari insan sepakbola seperti manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla pun berharap mantan Ketua Inasgoc Asian Games 2018 itu bisa menjadi suksesor Edy Rahyamadi.
(qur/pojoksatu)

Pemain Ini Jadi Biang Kekecewaan Bonek Mania pada Persebaya

POJOKSATU.id, SURABAYA – Suporter militan Persebaya, Bonek Mania kerap menyuarakan kekecewaannya atas kegagalan klub menandatangani Andik Vermansah.
Mereka bahkan merasa ada sesuatu yang janggal atas ketidakmampuan Persebaya memulangkan penggawa timnas Indonesia itu.
Betapa tidak, Bonek sangat berharap Bajul Ijo diperkuat jebolan klub tersebut dalam mengarungi kompetisi Liga 1 2019.
Jika Dianggap Gagal, Presiden Persebaya Siap Mundur
Bonek Mania Kecewa, Dipandang Sebelah Mata oleh Manajemen Persebaya
Sang pemain sendiri kini telah memutuskan bergabung dengan Madura United setelah mengakhiri petualangannya di kompetisi Malaysia bersama Kedah FA.
Selain Andik, Bonek juga mengidamkan tiga pemain lainnya menjadi bagian dari skuat Djajang Nurjaman, yakni Evan Dimas Darmono, Taufiq, dan Hansamu Yama.
Menanggapi kegagalan tersebut ni, Bonek mengaku kecewa berat. Mereka menduga ada yang salah dalam proses negosiasi.
“Kami butuh keterbukaan dari manajemen. Kenapa pemain sekelas Andik kok tidak bisa direkrut oleh Persebaya?” ungkap koordinator Tribune Timur, Hasan Tiro, kemarin petang.
“Sedangkan kita tahu seberapa cinta dan sayangnya Andik ke Persebaya. Sampai ia berujar ketika Madura United melawan Persebaya, dia tidak akan bermain. Ini yang harus dijelaskan manajemen,” sebut dia.
Pihaknya pun mendesak manajemen menjelaskan langkah-langkah negosiasi seperti apa yang ditempuh sehingga Persebaya gagal menyegel tanda tangan Andik dan Evan Dimas.
“Yang saya tanyakan juga, ada apa dengan Andik dan Azrul?” tandasnya.
Sementara itu, di momen Meet The President yang digelar kemarin, pihak manajemen sebagaimana diungkapkan manajer Persebaya, Candra Wahyudi menyebutkan proses negosiasi dengan Andik telah berlangsung.
Bahkan, sebut dia, Andik sudah bertemu dengan Azrul di kantor pemasaran Persebaya. Namun sayang, Persebaya kembali tidak berjodoh dengan Andik.
“Pada titik akhir tidak tercapai kesepakatan,” sebut dia. “Artinya Persebaya bukan tidak melakukan apa-apa. Semua tahapan sudah dilakukan,”
(qur/pojoksatu)

Kecewa dengan Wasit, Pelatih Perseru Serui Sindir Persija

POJOKSATU.id, BEKASI – Perseru Serui makin terdampar di dasar klasemen setelah menelan kekalahan dari Persija Jakarta di laga pekan ke-24 Go-Jek Liga 1 2018 di Stadion Patriot, Bekasi, Senin (8/10/2018) petang WIB.
Perseru harus menyerah 2-1 di pertandingan tersebut, padahal mereka sempat unggul terlebih dahulu di menit 28 lewat gol Alberto de Paula.
Namun, Macan Kemayoran mampu mengembalikan keadaan untuk kemudian menyegel kemenangan lewat dua gol balasan dari Marko Simic dari titik putih di menit 44 dan gol penentu Rudi Wibowo di menit 80.
Wanderley Junior – Pelatih Perseru Serui (breakingnews.co.id)
Usai pertandingan, pelatih Perseru Serui, Wanderley Junior mengaku sedikit kecewa dengan kepemimpinan wasit yang memimpin jalannya pertandingan tersebut.
Kekecewaan Wanderley tidak terlepas dari keputusan wasit yang menunjuk titik putih untuk penalti Persija setelah pemain Persija, Osas Saha dijatuhkan pemainnya di kotak terlarang.
“Dari menit awal kami pertahankan emosi, kami pertahankan permainan, kami main sesuai taktik. Tapi, penalti itu sangat aneh, katanya mau main fair play? Mau nonton fair play?” kata Wanderley seperti dikutip dari Goal.
“Mereka tidak perlu menang seperti itu. Mereka bisa unggul dengan gol kedua yang cantik. Mereka memiliki akurasi umpan yang bagus, dan mereka bisa bikin gol,” sebut dia.
Wanderley pun mengaku bangga dan memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemainnya meski gagal mendapatkan poin.
“Meski Perseru ada di bawah, tapi pemain kami sudah menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda dengan Persija yang merupakan klub besar,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Kecewa, Alasan Ismed Sofyan Ingin Cepat Pensiun

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kapten Persija Jakarta, Ismed Sofyan benar-benar meradang dan dibuat kecewa dengan keputusan sanksi Komdis PSSI terhadapnya.
Ismed diganjar sanksi larangan bermain selama tiga pertandingan karena dinilai dengan sengaja menendang salah seorang pemain Persib Bandung dalam laga Minggu (23/9/2018) lalu.
Ismed pun mengaku kecewa dan diperlakukan tidak adil dengan hukuman tersebut sehingga berencana gantung sepatu alias pensiun akhir musim ini.
“Saya lelah dihukum tanpa melakukan kesalahan. Ibaratnya orang masuk penjara tapi tidak melakukan kesalahan,” ungkapnya.
Kekecewaan Ismed juga merujuk pada insiden di laga kontra Persib musim sebelumnya. Ismed mengaku meski tak melakukan kesalahan ia tetap diganjar hukuman.
“Vladimir Vujovic (mantan bek Persib musim lalu) yang jelas-jelas memukul saya dan saya tak membalas sama sekali. Tapi disanksi juga,” keluhnya.
“Jadi menurut saya tidak adil saja. Saya sudah gerah, sudah mikir ke depan. Sudah malas kadang-kadang,” ucapnya.
Ismed sendiri belum memikirkan karirnya setelah pensiun nanti. “Lihat saja ke depan. Lima menit ke depan saja tak tahu apa yang terjadi. Jalani saja,” tandasnya.
(jpc/qur/pojoksatu)