W88top casino trực tuyến

Kevin De Bruyne

Nyawa Permainan City Lawan Wolves, De Bruyne Malah Diganti, Ini Penjelasan Guardiola

POJOKSATU.id, WOLVERHAMPTON – Manchester City secara mengejutkan kalah dari Wolves, meski sudah sempat unggul dua gol lebih dulu. Selain karena sejumlah kesalahan pemain di lapangan, keputusan Pep Guardiola mengganti Kevin de Bruyne di pertengahan laga juga jadi sorotan.
Pada laga pekan ke-19 Premier League 2019/20, di Molineux Stadium (Wolverhampton), Sabtu (28/12/2019) dini hari WIB, Man City takluk dari Wolves 2-3.
The Citizen yang bermain dengan 10 orang sejak menit 12, sempat unggul dua gol lebih dulu melalui aksi Raheem Sterling. Namun kemenangan City buyar setelah anak asuh Nuno Espirito Santo mencetak tiga gol kemudian. Masing-masing lewat Adama Traore, Raul Jimenez dan Matt Doherty.
Keputusan Guardiola menarik De Bruyne pada menit 67 saat timnya masih unggul 2-1 jadi sorotan karena sepanjang laga, gelandang Timnas Belgia itu menjadi nyawa permainan City. Termasuk memberi assist untuk gol Sterling.
Bukan hanya jadi pengatur serangan, De Bruyne juga mampu memainkan tempo permainan dan membantu pertahanan. Tapi Pep kemudian memutuskan menggantikannya dengan Ilkay Gundogan. Gelandang Belgia itu tampak tidak senang saat diganti.
Setelah itu, kubu tuan rumah mampu mencetak dua gol dan Manchester City pun harus pulang dengan tangan hampa.
Manajer Manchester City, Pep Guardiola.
Usai laga, Guardiola mengatakan dia berusaha memberi Kevin De Bruyne istirahat ketika dia menggantikan pemain Belgia itu saat kekalahan Jumat melawan Wolves.
“Delapan puluh menit 10 melawan 11 sangat sulit, sangat menyulitkan. Kami tidak dapat mempertahankan hasilnya.”
“Kami harus memikirkan pertandingan berikutnya dan tentang memenangkan pertandingan kami. Tidak realistis untuk memikirkan hal itu [menangkap Liverpool]. Dalam 48 jam kami memiliki permainan lain.”
Man City memang dijadwalkan kembali bertanding besok malam atau Senin dini hari WIB, menghadapi Sheffield United di Etihad Stadium.
Tapi dengan kekalahan di markas Wolves, peluang MAn City mempertahankan gelar musim ini semakin berat. Meski Pep masih menyimpan sedikit asa karena segalanya masih bisa berubah. Kompetisi baru berjalan separuh musim.
“Ini masih waktu yang lama. Tidak realistis untuk berpikir tentang perburuan gelar. Saya sudah lama ditanya pertanyaan itu dan jawaban saya selalu sama,” ujarnya.
(fat/pojoksatu)

Jika Ditawari Jadi Kapten, Begini Respon Kevin De Bruyne

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pasca ditinggal Vincent Kompany, Manchester City belum tunjukan siapa kapten tim berikutnya.
Saat ditanyakan kepada Kevin De Bruyne. Ia mengatakan, posisi tersebut akan dipilih berdasarkan hasil pembicaraan dengan seluruh pemain.
Ditanya apakah dirinya siap jika ditawari posisi tersebut? Ia pun menjawab dengan senang hati akan menerimanya.
“Jika tim menginginkan saya menjadi kapten, atau klub melakukannya, saya dengan senang hati akan menerimanya tetapi saya pikir itu adalah sesuatu yang semua orang perlu bicarakan sebagai tim, sebagai klub,” ujarnya dilansir BBC.
“Ini akan dibicarakan ketika semua pemain kembali (istirahat musim panas),” sambungnya.
Saat ini, dalam tur pra-musim, gelandang David Silva yang mendapat tugas menjadi kapten.
Tetapi, penggantian permanen tidak akan dilakukan sampai semua skuad kembali dari istirahat musim panas.
Hal inilah yang juga dikatakan pelatih Manchester City Pep Guardiola.
Lebih lanjut, dirinya menuturkan akan membiarkan pemainnya memilih kapten mereka sendiri.
“Mereka akan memilih kapten saat kita semua bersama,” kata Guardiola.
“Setelah mereka semua kembali (mereka) akan melakukan pertemuan dan memutuskan siapa yang akan menjadi kapten,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Kevin De Bruyne Akui Tak Punya Simpati untuk Liverpool

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemain Manchester City Kevin de Bruyne menegaskan dirinya tidak memiliki simpati kepada Liverpool.
Hal tersebut diungkapkan saat ditanya apakah dirinya bersimpati pada Liverpool setelah memenangkan trofi Liga Premier Inggris.
“Saya tidak merasa bersimpati kepada mereka, karena saya tidak berpikir mereka bersimpati pada kami,” ujarnya.
“Saya tidak berpikir siapapun merasa bersimpati dengan cara kami tersingkir dari Liga Champions.
“Saya tahu bagaimana perasaan mereka, karena Anda akan merasa kecewa. Ini pertarungan hebat. Tetapi merasa bersimpati kepada mereka mungkin sedikit terlalu jauh,” sambungnya.
Diketahui, gelar juara City membuat Liverpool harus memperpanjang puasa trofi liga.
Liverpool sendiri finis di posisi dua alias sebagai runner-up dengan mengumpulkan 97 poin.
(zul/pojoksatu)