kualifikasi piala dunia 2022

Begini Kronologis Lengkap Pengeroyokan Suporter Indonesia di Malaysia

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengeroyokan sejumlah suporter Indonesia di Malaysia usai pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G, Selasa (19/11/2019) malam lalu masih jadi pembahasan publik. Terbaru, akun Jakarta Away Vlog (JAV) membeberkan kronologis insiden tersebut.
JAV sendiri merupakan chanel komunitas suporter Persija Jakarta. Mereka berangkat ke Kuala Lumpur bersama sejumlah suporter Persebaya Surabaya untuk mendukung Timnas Garuda menghadapi Harimau Malaya.
Dijelaskan dalam thread tersebut, rombongan JAV sebanyak 17 orang terdiri dari 15 orang Jakmania, dan dua Bonek.
“Keberangkatan terbagi atas tiga kloter via maskapai Citilink, Lion Air dan Air Asia. Admin ikut rombongan via maskapai Citilink dengan keberangkatan 15.30 WIB pada tanggal 17 November,” tulis admin JAV.
“Tiba di KL jam 19.05, rombongan langsung membeli simcard demi memudahkan komunikasi dengan kawan kawan lain. Setelah internet HP aktif mulai kami mendapat kabar jika akan ada sweaping oleh Casual Malaysia (kelompok Suporter Timnas Malaysia).
“Demi menjaga rombongan admin memutuskan untuk menggunakan transportasi Online. Kami menginap di Hotel Greystones Haus. setiba di hotel situasi kondusif. Kami pikir yang stay di hotel tersebut hanya rombongan JAV ternyata 80% yang away KL stay di tempat yang sama,” lanjutnya.
“Isu sweaping dari Casual Malaysia makin kencang di hari senin pagi hingga siang. Tapi hingga sore situasi aman terkendali. Bahkan kami beramah tamah dengan penduduk sekitar.”
“Senin malam JAV ditunjuk oleh perwakilan Seporter untuk mengurus Transportasi Hotel, alhamdulilah untum sewa bus tidak ada kendala ama sekali. Kami sewa 4 bus besar untuk membawa rombongan.”
“setelah rapat koordinasi untuk pertandingan besoknya, kami mendengar isu ada 5 orang Bonek Malaysia yang kena sweaping. Mereka adalah TKI yang memang stay di Malaysia.”
“Admin JAV mendapat kabar juga jam 3 subuh, ada dua teman Milanisti Indonesia yang kena sweaping. Korban yang kena sweaping dirampas tasnya yang berisi dompet, pasport dan Handphone.”

Mohon kepada pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini, jika tidak ada tindakan maka dalam waktu 2×24 jam, akan ada petisi untuk melarang Timnas Malaysia untuk bertanding di seluruh kompetisi internasional sampai waktu yang ditentukan atau dengan sanksi yang setimpal. Salam. pic.twitter.com/v3GiCeGEKv
— Fadly Hazman (@hazmanfadly) November 21, 2019

Dari video yang beredar di media sosial, dua Milanisti itu dikeroyok dengan sadis. Mereka diseret, dipukuli dan ditendang sekujur tubuhnya, hingga berdarah-darah.
“JAV langsung menghubungi bagian legal kedubes Indonesia untuk membantu mengembalikan pasport yang telah dirampas. Dan akhirnya ini diproses langsung ke kepolisian setempat.”
“Dalam pencarian siapa dalangnya dalam perampasan tersebut dibantu oleh Aliansi Seporter Indonesia di Malaysia, dan akhirnya paspor yang kerampas bisa kembali dan pelaku ditutupi oleh kepolisian setempat.”
“Oh ya terkait tweet no 16. Video paspor yang berdar Alhamdulillah Fuad sudah gakpapa. Dan JAV membantu kontek seluruh aliasi di Malaysia dan juga hub lawyer KBRI untuk mencari paspor yang diambil.”
Belakangan diketahui, pengeroyokan suporter Indonesia itu karena ada pesekongkolan sopir taksi dengan Casual Malaysia.
“Kejadian Fuad adalah adanya kerjasama taksi online dengan Casual Malaya. Fuad ditarik saat di dalam taxi online. Supirnya membawa Fuad ke rombongan Casual Malaya,” pungkas Admin JAV.
(fat/pojoksatu)

Suporter Indonesia Dipukuli Pendukung Malaysia Hingga Berdarah-darah, Caption Videonya Emot Tertawa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sebuah video pengeroyokan suporter Indonesia diduga oleh pendukung Malaysia viral di media sosial. Kuat dugaan insiden ini terjadi setelah pertandingan Malaysia lawan Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Selasa (19/11/2019) malam lalu.
Dalam video berdurasi 44 detik itu, tampak suporter Malaysia mengeroyok sejumlah suporter Indonesia. Setidaknya ada dua suporter Indonesia yang terlihat jadi korban dalam video itu.
Mereka diseret, dipukuli, ditendang hingga wajahnya berlumuran darah. Berikut cuitan salah satu suporter Indonesia yang mengunggah video tersebut.

Mohon kepada pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini, jika tidak ada tindakan maka dalam waktu 2×24 jam, akan ada petisi untuk melarang Timnas Malaysia untuk bertanding di seluruh kompetisi internasional sampai waktu yang ditentukan atau dengan sanksi yang setimpal. Salam. pic.twitter.com/v3GiCeGEKv
— Fadly Hazman (@hazmanfadly) November 21, 2019

Belum diketahui sumber video tersebut, namun dari captionnya menggunakan Bahasa Melayu. Ironisnya, caprion video tersebut ditambahkan emot icon tertawa.
Juga belum ada informasi mengenai lokasi pasti tindak pengeroyokan itu. Adapun soal korban, beredar informasi salah seorang anggota Milanisti Indonesia bernama Fuad. Paspornya juga sempat dirampas, meski akhirnya berhasil didapatkan kembali berkat bantuan suporter Indonesia di Malaysia.
Seperti diketahui, pertandingan Malaysia lawan Indonesia dimenangkan kubu tuan rumah. Skuat Harimau Malaya sukses menundukkan tim Garuda dengan skor 2-0.
Kemenangan yang membawa Malaysia naik ke peringkat kedua klasemen sementara Grup G. Sementara Indonesia dipastikan gagal melaju ke fase selanjutnya, meski masih ada tiga laga tersisa.
Timnas Garuda terpuruk di dasar klasemen karena belum punya poin sama sekali. Irfan Bachdim dkk selalu kalah dalam lima laga yang sudah dijalani.
(fat/pojoksatu)

Jelang Lawan UEA, Simon McMenemy Ungkap Kondisi Pemain

POJOKSATU.id, JAKARTA – Timnas Indonesia akan menghadapi Uni Emirat Arab (UEA) pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022, Kamis (10/10) malam WIB.
Jelang pertandingan yang digelar di Stadion Al Maktoum, Dubai, pelatih timnas Simon McMenemy sebut pemain dalam kondisi baik.
Bukan hanya, Simon juga memastikan jika pemain siap meraih hasil positif dari tuan rumah.
Hal ini tak lepas dari persiapan yang dilakukan. Diketahui, skuad Garuda sengaja datang lebih awal pada 3 Oktober ke UEA.
“Kondisi pemain saat ini bagus, selalu ada perkembangan positif setiap harinya,” ujar Simon dikutip dari laman resmi PSSI.
“Tantangan yang besar bagi Timnas Indonesia melawan UEA di laga tandang ini. Tapi kami percaya bisa improve untuk terima tantangan ini dengan baik. Tentu butuh kerja keras dan ingin mendapat hasil positif,” sambungnya.
Meski begitu, Simon mengingatkan para pemainnya untuk tetap fokus. Pasalnya, UEA memiliki tim dan pelatih yang bagus.
“Kami selalu mencoba positif dengan apa yang kami miliki dan memastikan punya senjata untuk melawan UEA. Kami harus fokus dan hati-hati dalam bermain nanti. UEA punya tim dan pelatih yang bagus. Kondisi pemain saat ini bagus, selalu ada perkembangan positif setiap harinya,” sambungnya.
(zul/pojoksatu)

Jelang UEA Vs Indonesia, Simon McMenemy Klaim Anak Asuhnya Kian Berkembang

POJOKSATU.id, DUBAI – Timnas Indonesia akan melakoni laga lanjutan Kualidkasi Piala Dunia 2022 melawan Uni Emirates Arab (UEA) di Stadion Al Maktoum, Dubai, Kamis (10/10/2019) mendatang. Jelang laga krusial itu, pelatih Timnas Garuda, Simon McMenemy mengklaim anak asuhnya semakin berkembang.
Evan Dimas dkk sendiri terus berlatih serius di Lapangan Al Arabi Sports Club. Timnas Indonesia sengaja datang lebih awal pada 3 Oktober ke UEA sebagai bagian dari persiapan pertandingan.
“Kami berlatih game internal. Kami membagi tim menjadi dua. Perkembangan pemain semakin bagus, hal ini tentu menjadi hal yang positif jelang melawan UEA,” kata pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy dikutip dari situs resmi PSSI.
“Pemain harus memahami formasi dan cara bermain yang akan dipilih. Entah itu saat bertahan maupun menyerang, mereka harus mengerti cara bermainnya. Yang paling penting bermain dengan benar. Dan memastikan strategi berjalan tepat dan memastikan pemain berusaha untuk melakukan tugasnya,” tambahnya.
Sementara pemain tengah Timnas Indonesia, Evan Dimas mengaku saat ini kondisinya dan tim semakin oke dan siap melawan tuan rumah UEA.
“Saat game internal tadi, pelatih memberikan berbagai menu taktikal dan strategi bagaimana melawan UEA. Kami juga tidak mengalami kendala di UEA, karena sudah beberapa hari melakukan adaptasi disini,” kata Evan.
Setelah semalam berlatih game internal, Timnas Indonesia berlatih recovery di kolam renang hotel. Selanjutnya pemain free hingga berkumpul kembali saat makan malam.
(fat/pojoksatu)

Cedera, Novri Setiawan Batal Bela Timnas di Dubai

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemain Persija Jakarta Novri Setiawan hingga saat ini masih menjalani perawatan cedera.
Karena itu, Novri tidak akan bergabung bersama timnas senior Indonesia di Dubai untuk kualifikasi Piala Dunia 2022.
Pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy tidak mau mengambil risiko dengan cederanya Novri. Posisinya pun kini digantikan pemain Barito Putera Gavin Kwan Adsit.
“Hari ini (kemarin, Red) Gavin tiba di Jakarta, lalu terbang ke Dubai,” ujarnya.
Gavin menyusul Stefano Lilipaly dkk tadi malam ke Dubai bersama striker Madura United Alberto Goncalves. Beto, sapaan Alberto Goncalves, telat bergabung dengan timnas karena harus membela Madura United melawan Persib Bandung (5/10).
Untuk Gavin, ini merupakan comeback-nya berseragam Merah Putih sejak Piala AFF 2018 untuk level senior.
Terakhir, dia juga masuk skuad Asian Games 2018 untuk timnas U-23. Total, selama membela timnas sejak 2017, Gavin sudah bermain tujuh kali.
Selain dua pemain tersebut, Manahati Lestusen juga sudah tiba di Dubai kemarin. Kapten PS Tira Persikabo itu memang berangkat sedikit terlambat karena harus melihat kondisi keluarganya di Maluku yang terkena gempa.
Meski ada beberapa pemain yang belum bergabung, timnas sudah menggelar game internal selama di Dubai pada Sabtu malam waktu setempat.
McMenemy mengatakan sudah membagi skuadnya menjadi dua kelompok kemarin. Kedua kelompok diminta bertarung sesuai instruksinya.
Empat hari berada di Dubai, McMenemy menjelaskan, perkembangan skuadnya sudah sangat baik. Apa yang diharapkannya soal adaptasi dan pemahaman strategi sudah dimengerti para pemain.
“Dan yang paling penting bermain dengan benar. Memastikan juga strategi berjalan benar dan pemain menjalankan tugasnya dengan baik,” tandasnya.
(jpc/pojoksatu)

Jelang Lawan Uni Emirat Arab, Dua Pemain Telat Gabung

POJOKSATU.id, JAKARTA – Timnas Indonesia akan menghadapi Uni Emirat Arab pada Kamis, 10 Oktober mendatang.
Jelang pertandingan, dua pemain Timnas Indonesia dipastikan akan telat bergabung. Mereka adalah Beto Goncalves dari Madura United dan Novri Setiawan dari Persija Jakarta.
Beto dipastikan tidak berangkat bersama rombongan timnas ke Dubai hari ini untuk menjalani laga Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Pemain kelahiran Brasil itu akan berangkat sendiri pada 6 Oktober. Tepatnya, sehari setelah laga Madura United lawan Persib Bandung.
Tenaga Beto dibutuhkan Laskar Sappe Kerrap. Mengingat, Madura United sendiri menyumbangkan tiga pemain lain di luar Beto, yakni Andik Vermansah, Zulfiandi, dan M. Ridho.
Sesuai kesepakatan PSSI dengan klub Liga 1, klub diizinkan memakai jasa satu pemain dulu ketika ada empat pemainnya yang dipanggil timnas. Hal tersebut juga dilakukan Bali United.
Sementara Novri, diragukan untuk bergabung karena harus menjalani perawatan cedera yang dialami.
Hal tersebut dikatakan asisten pelatih Persija Antonio Claudio. Toyo, sapaannya, menjelaskan bahwa pemain asal Padang itu masih cedera dan dalam masa penyembuhan.
Selain Novri, tiga pemain Persija lainnya yang dipanggil timnas adalah Andritany Ardhiyasa, Riko Simanjuntak, dan Rezaldi Hehanusa.
(jpc/pojoksatu)

Buntut Kerusuhan di SUGBK, Imam Nahrawi Minta Maaf ke Menpora Malaysia

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi bertemu Menteri Belia dan Sukan Malaysia, Syed Saddiq untuk membahas ulah suporter Timnas Indonesia di SUGBK, Senayan, Kamis (5/9) malam.
Sekitar 30 menit berada di kamar hotel tempat Menpora Malaysia itu menginap, Imam Nahrawi menyampaikan permintaan maaf kepada Syed Saddiq.
Tak hanya secara lisan, Imam juga menyampaikan permintaan maaf secara tertulis lantaran laga Timnas Indonesia vs Malaysia, Kualifikasi Piala Dunia 2022, diwarnai kerusuhan. Pertandingan ini sendiri dimenangkan Harimau Malaya dengan skor 3-2.
Sebelumnya, setibanya di hotel tempat Syed Saddiq menginap, Jumat (6/9) pagi, Imam sempat ngobrol empat mata dengan Ratu Tisha, Sekjen PSSI. Lantas Imam ke kamar Menpora Malaysia itu.
Setelah pertemuan sekira 30 menit, Imam Bharawi tampak keluar membawa surat bersama Syed Saddiq.
“Pagi ini saya mengunjungi Menpora Malaysia untuk menyampaikan permohonan maaf. Atas nama masyarakat Indonesia dan pemerintah, saya menyampaikan permohonan maaf,” ucapnya.
Kedatangan Imam itu sebagai usaha memastikan bahwa hubungan kedua negara tetangga tetap baik-baik saja.
“Saya datang sekaligus memastikan insiden semalam tidak akan merusak persabatan Indonesia dan Malaysia. Terus menjaga kondisi ini agar tetap baik. Dan, paling penting adalah oknum suporter yang membuat kerusakan harus ditindak,” tegas Imam.
(jpnn/fat/pojoksatu)

Usai Indonesia Kalah dari Malaysia, Aparat Dilempar Batu, Berlanjut Hingga Plaza Barat

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kerusuhan terjadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) saat pertandingan Indonesia melawan Malaysia. Bahkan usai laga yang dimenangkan Harimau Malaya dengan skor 3-2 itu, kericuhan masih berlanjut di dalam dan luar stadion.
Beruntung aparat bisa mengendalikan situasi sehingga kerusuhan tidak berlangsung lebih lama. Dandim 0501/JP BS Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana mengatakan massa dapat dikendalikan dan secara kondusif kembali ke rumah masing-masing dengan aman.
“Sementara, seluruh pasukan anti huru hara Polri ditarik mundur. Pasukan Kodam Jaya BKO Polda Metro Jaya di-standby-kan di pagar Plaza Barat SUGBK kompleks,” kata Wahyu di Jakarta, Kamis (5/9/2019).
Wahyu menguraikan bahwa tindakan anarkis pendukung Garuda memuncak usai laga berakhir, tepatnya saat timnas kalah 2-3 dari Malaysia. Suporter Indonesia melempari aparat menggunakan batu dan kayu di dalam stadion.
“Mereka kami dorong keluar hingga saling lempar berlanjut ke Plaza Barat. Polisi menenangkan mereka dengan menembakkan gas air mata,” jelas Wahyu.
Penanganan terhadap massa akhirnya ditangani melalui negosiasi oleh Wahyu bersama unsur Polisi Militer dan pasukan lainnya.
Kini, kata Wahyu, aparat berhasil membawa Timnas Malaysia ke Hotel Mulia, yang merupakan tempat menginap mereka.
“Kami juga fokus mengevakuasi suporter Malaysia ke Bandara Soekarno-Hatta,” terang Wahyu.
Aksi bakar-bakaran sempat terjadi di kawasan GBK pasca kekalahan Indonesia. Suporter Indonesia seperti melampiaskan amarah lantaran tim kesayangannya kalah.
Dalam pertandingan ini, Indonesia sempat unggul cepat melalui gol Alberto Goncalves di menit 12. Namun Malaysia berhasil menyamakan kedudukan melalui kaki Mohamadou Sumareh di menit 36.
Indonesia tidak butuh waktu lama untuk kembali unggul. Hanya butuh waktu dua menit dari gol Sumareh, Beto Goncalves kembali mencatatkan nama di papan skor.
Malaysia kembali bisa menyamakan skor pad amenit 66 lewat Syafiq Ahmad. Dan petaka terjadi di menit akhir injury time ketika Sumareh mencetak gol keduanya pada laga ini sekaligus memastikan Harimau Malaya menang 3-2.
(rmol/fat/pojoksatu)

Detik-detik Kerusuhan Suporter Saat Indonesia Vs Malaysia di SUGBK

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ulah sejumlah oknum suporter yang tidak bertanggung jawab kembali mencoreng persepakbolaan Indonesia. Pada laga internasional yang tentu saja dipantau FIFA, ketika Timnas Indonesia menjamu Malaysia di SUGBK, Kamis (5/9/2019) malam WIB, tribun suporter Malaysia diserang.
Insiden itu terjadi tepatnya pada menit 72 pertandingan perdana putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia Grup G. Tiba-tiba saja pelemparan dilakukan oleh oknum suporter tribun atas ke arah tribun suporter Malaysia.
BACA JUGA: Klasemen Sementara Grup G: Dipermalukan Malaysia, Indonesia Langsung Jadi Juru Kunci
Sesaat kemudian, suporter di tribun selatan masuk ke area pinggir lapangan dan berusaha menyerang ke tribun suporter Malaysia.
Pihak keamanan sempat keteteran saat suporter masuk, tapi personel keamanan bantuan kemudian dikerahkan ke dalam untuk menenangkan suporter.
Akibat kejadian ini, laga sempat terhenti sekitar 10 menit. Setelah sebuah bom asap membuat suasana makin panas, pihak keamanan bertindak tegas dan suasana kembali kondusif.

Suporter Malaysia. Mohon maaf. pic.twitter.com/K1CoNqHdpy
— Farabi Firdausy (@abiflip) September 5, 2019

guys please pray for our ekor dekat sana, enough la pakai slogan kitaserumpun tu. enough is enough#HarimauMalaya @FIFAcom pic.twitter.com/2jpURw7mdy
— ຸ (@danishharritz) September 5, 2019

Laga kemudian dilanjutkan kembali, dengan kedudukan 2-2. Ketika pertandingan dilanjutkan, tapi kericuhan kecil di tribun masih sempat terjadi.
Suporter Malaysia sudah hadir di SUGBK jelang laga Indonesia kontra Malaysia, Kamis (5/9/2019) malam WIB. ft/twitter
Pada pertandingan ini, Indonesia tumbang 2-3. Timnas Garuda sempat unggul lebih dulu lewat Beto Goncalves pada menit 12.
BACA JUGA: Indonesia Vs Malaysia: Diwarnai Kerusuhan Suporter, Timnas Garuda Dipermalukan Harimau Malaya
Mohamadou Sumareh yang baru semenit masuk ke lapangan menggantikan Muhammad Hadin bin Azman langsung mencetak gol penyama kedudukan. Tepatnya pada menti 37. Harimau Malaya menyamakan skor menjadi 1-1.

Klasemen Sementara Grup G: Dipermalukan Malaysia, Indonesia Langsung Jadi Juru Kunci

POJOKSATU.id, JAKARTA – Timnas Indonesia mengawali kiprahnya di Kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan hasil minor. Menjamu Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (5/9/2019) malam WIB, Timnas Garuda malah tumbang 2-3 dari Harimau Malaya.
Kekalahan ini membuat tim asuhan Simon McMenemy langsung nyungsep ke posisi juru kunci Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Hasil buruk ini memang baru awal dari perjuangan Tim Merah-Putih menuju pentas Piala Dunia. Namun mengingat kekuatan rival di Grup G hampir merata, peluang lolos tentu akan cukup berat.
Malaysia yang meraih tiga poin di laga perdana ini langsung memuncaki klasemen sementara Grup G dengan 3 poin. Vietnam dan Thailand yang bermain imbang tanpa gol di Thammasat Stadium (Rangsit), Thailand, menempati peringkat kedua dan ketiga dengan 1 poin.
Sementara Uni Emirates Arab baru bertanding pada 10 September mendatang melawan Malaysia.
Indonesia sendiri kembali akan bertanding di SUGBK pada laga kedua menghadapi Thailand, juga pada 10 September mendatang.
Berikut klasemen sementara Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia:

Pada laga Kamis malam di SUGBK, ribuan pendukung Timnas Garuda bergemuruh pada menit 12 setelah Beto Goncalves membawa tuan rumah unggul. Umpan terobosan nan cantik dari Saddil Ramdani dikoneversi menjadi gol oleh bomber yang bermain di klub Madura United itu. 1-0 Indonesia unggul.
Mohamadou Sumareh yang baru semenit masuk ke lapangan menggantikan Muhammad Hadin bin Azman langsung mencetak gol penyama kedudukan. Tepatnya pada menti 37. Harimau Malaya menyamakan skor menjadi 1-1.
Tapi dua menit berselang, Timnas Garuda kembali unggul. Kembali Beto mencatatkan namanya di papan skor lewat sepakan spektakulernya.
Kali ini Beto memanfaatkan umpan sederhana Andik Vermansyah setelah menyerobot bola. Indonesia kembali memimpin 2-1. Skor ini bertahan hingga jeda.
Di babak kedua, Malaysia meningkatkan tempo permainan untuk kembali mengejar ketinggalan.
Usaha tim asuhan Tan Cheng Hoe membuahkan hasil pada menit 66. Syafiq Ahmad lepas dari kawalan dan selesaikan umpan silang di muka gawang. Harimau Malaya menyamakan skor menjadi 2-2.
Beberapa saat setelah gol Syafiq, pertandingan dihentikan sementara karena terjadi kerusuhan di tribun penonton. Bom asap dilemparkan ke arah suporter Malaysia.
Bahkan ada suporter Malaysia yang harus ditandu. Penggawa timnas Indonesia berusaha menenangkan suporter tuan rumah.
Setelah situasi kondusif, pertandingan kembali dilanjutkan. Indonesia terus menekan pertahanan Malaysia untuk kembali mencetak gol keunggulan. Sementara Malaysia juga beberapa kali mengancam lewat serangan balik.
Petaka terjadi bagi Timnas Garuda di menit akhir masa injury, ketika Sumareh mencetak gol keduanya pada laga ini sekaligus memastikan Malaysia menang 3-2.
(fat/pojoksatu)