larangan transfer

Soal Larangan Transfer, FIFA Tolak Banding Chelsea

POJOKSATU.id, JAKARTA – FIFA menolak banding Chelsea terkait sanksi larangan transfer sampai dua bursa transfer ke depan.
Pelatih Chelsea Maurizio Sarri mengatakan akan tidak mudah untuk menantang Liverpool dan Manchester City musim depan, setelah keputusan ini.
The Blues dilarang menandatangani pemain selama dua bursa transfer berikutnya hingga akhir Januari 2020.
“Sangat sulit untuk menutup kesenjangan saat ini; kita perlu bekerja, mungkin kita perlu melakukan sesuatu dari pasar,” kata Sarri dilansir BBC.
Sementara, kata Sarri, klub perlu membeli dua pemain musim panas ini.
“Saya pikir kami harus membeli hanya satu, dua pemain, kalau tidak, sangat sulit untuk segera ditingkatkan,” ujarnya.
“Saya pikir kami adalah tim yang sangat bagus, jadi kami hanya membutuhkan satu, dua pemain, tidak lebih.
Satu-satunya perubahan pada larangan FIFA adalah bahwa The Blues dapat menandatangani pemain di bawah 16 dari Inggris selama periode suspensi.
“Komite banding FIFA telah memutuskan untuk menegakkan sebagian banding yang diajukan oleh Chelsea,” kata FIFA dalam sebuah pernyataan.
“Larangan ini berlaku untuk klub secara keseluruhan – dengan pengecualian tim wanita dan futsal – dan tidak mencegah pelepasan pemain,” tambahnya.
(zul/pojoksatu)

Dilarang Transfer, Chelsea Resmi Ajukan Banding

POJOKSATU.id, JAKARTA – Chelsea dihukum untuk tidak boleh beraktivitas di dua jendela transfer ke depan.
Sebagaimana diketahui, mereka dinilai melakukan pelanggaran atas perekrutan pemain di bawah umur.
Dengan keputusan ini, mereka pun menetapkan untuk mengajukan banding.
“Chelsea FC hari ini menerima keputusan dari komite disiplin FIFA mengenai dugaan pelanggaran peraturan FIFA yang terkait dengan transfer pemain internasional di bawah usia 18 tahun,” tulis Chelsea di laman resminya.
“Keputusan itu memberlakukan larangan transfer dua periode registrasi berturut-turut dan denda 600 ribu franc Swiss. Chelsea FC dengan tegas menyangkal temuan komite disiplin FIFA dan karenanya akan mengajukan banding atas keputusan tersebut,” sambungnya.
Meski mengajukan banding, Chelsea menegaskan jika pihaknya menghormati keputusan FIFA sebelumnya.
Adapaun alasan banding karena mereka mengaku telah mengikuti aturan yang ada.
“Klub ingin menekankan bahwa kami menghormati kebijakan penting yang dilakukan oleh FIFA sehubungan dengan perlindungan anak di bawah umur dan telah sepenuhnya bekerja sama dengan FIFA selama penyelidikan,” paparnya.
“Awalnya, Chelsea FC didakwa berdasarkan Pasal 19.1 dan 19.3 sehubungan dengan 92 pemain. Kami menyambut kenyataan bahwa FIFA telah menerima bahwa tidak ada pelanggaran dalam kaitannya dengan 63 pemain di antaranya, tetapi klub sangat kecewa bahwa FIFA belum menerima kiriman klub sehubungan dengan 29 pemain lain yang tersisa.
“Chelsea FC bertindak sesuai dengan peraturan terkait dan akan segera mengajukan banding ke FIFA,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)