Liga Indonesia

Batal Digelar, Ini Jadwal Terbaru Persinga Vs Persebaya

POJOKSATU.id, SURABAYA – Laga leg pertama Piala Indonesia 2018 antara Persinga Ngawi vs Persebaya Surabaya batal digelar.
PSSI memutuskan memundurkan jadwal. Diketahui, semula jadwal laga itu digelar hari ini, Selasa (22/1), di Stadion Jala Krida AAL, Bumimoro, Surabaya.
Akan tetapi, laga dimundurkan menjadi Rabu (30/1). Hal itu dilakukan karena Stadion Jala Krida AAL digunakan untuk menggelar kegiatan lain.
Adapun keputusan itu tertuang dalam surat bernomor: 234/AGB/59/I-2019 yang ditandatangani Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria.
Surat tersebut diterima oleh manajemen Persebaya pada Senin (20/1) pukul 09:44 WIB.
Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa laga leg pertama Persinga kontra Persebaya akan dimainkan 30 Januari. Sementara itu, leg kedua pada 7 Februari.
Namun, dalam surat itu venue untuk leg pertama masih menunggu, sedangkan arena pertemuan kedua di Stadion Gelora Bung Tomo.
(ies/jpc/pojoksatu)

Borneo FC Pede Hadapi PSMP tanpa Legiun Asing

POJOKSATU.id, JAKARTA – Borneo FC dikabarkan tidak akan diperkuat legiun asing saat menghadap PS Mojokerto Putra di leg pertama babak 32 besar Piala Indonesia, Selasa (29/1) mendatang.
Hal ini lantaran, hingga laga uji coba di Stadion Segiri, Minggu (20/1) kemarin, legiun asing tak kunjung tampak.
Karena itu, saat melawan PSMP nanti, Borneo hanya membawa pemain lokal. Seluruh pemain senior bakal dicampur dengan beberapa pemain jebolan Pesut Junior.
Menanggai hal ini, Presiden Borneo FC Nabil Husein Said Amin mengatakan pihaknya tetap percaya diri.
Adapun alasan ketidakikutsertaan para pemain asing, dijelaskan lantaran kondisi pemain asing belum sepenuhnya fit.
Selain itu, secara kekompakan pun belum terasah. Sehingga, leg pertama akan mengandalkan skuad lokal.
“Kami percaya skuad lokal bisa diandalkan. Justru ini jadi kesempatan mereka menampilkan performa maksimal. Sekaligus ajang pramusim,” kata Nabil, dilansir JawaPos.
Kendati hanya mengandalkan pemain lokal, Nabil tetap membebani tim dengan target tinggi. Dia ingin seluruh elemen tim termotivasi mencuri tiga poin di kandang PSMP.
“Intinya harus dapat poin di Mojokerto, supaya langkah tim berikutnya lebih mudah. Ini harus jadi tantangan untuk staf pelatih meramu kekuatan terbaik dalam waktu singkat,” tegasnya.
(*/abi/don/k8/pojoksatu)

Pemerintah Hentikan Liga Indonesia, Siap-siap Kena Sanksi FIFA (Lagi)

POJOKSATU.ID, BANDUNG – Keputusan Pemerintah Indonesia menghentikan sementara Liga Indonesia bisa saja berdampak pada jatuhnya sanksi FIFA. Apalagi jika induk organisasi sepak bola dunia itu menilai pemerintah mengintervensi PSSI.
Seperti diketahui, pada 2015 silam, PSSI mendapat sanksi dari FIFA dilarang mengikuti semua kompetisi yang diadakan FIFA dan organisasi di bawahnya. Sanksi itu diberikan setelah pemerintah Indonesia membekukan PSSI.
Kini, situasi hampir serupa kembali terjadi. Pemerintah menghentikan sementara Liga Indonesia sebagai kebijakan atas terjadinya insiden pengeroyokan suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila di parkiran Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9/2018) lalu.
Liga Indonesia Dihentikan Sementara: Keputusan Panik! Dirut Persija Protes
Bukan cuma itu, BOPI juga mengancam akan menghentikan sepenuhnya kompetisi sepak bola Tanah Air.
Atas berbagai kebijakan itu, pelatih Persib Bandung, Mario Gomez angkat bicara.
Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez. (persib.co.id)
“Kenapa harus dihentikan sekarang? Kenapa tidak kemarin? Kenapa tidak ketika lawan Arema atau ketika lawan Persija? Kenapa harus sekarang ketika sudah ada korban jiwa?” kata Gomez dikutip dari Simamaung.
Menurutnya kompetisi harus diselenggerakan sampai tuntas serta sesuai dengan kalender FIFA dan AFC. Jika tidak maka bukan tak mungkin Indonesia akan kembali dihukum oleh induk sepakbola di dunia tersebut.
Liga Indonesia Dihentikan Sementara: Keputusan Panik! Dirut Persija Protes
Begitu pun jika liga dihentikan sementara, maka kompetisi akan selesai setelah Desember dan itu berpengaruh pada jatah tim Indonesia di kompetisi antarklub Asia.
“Rumor kan? tidak bisa, jika kamu memulai kompetisi kamu harus menyelesaikannya. Kamu tidak bisa menghentikannya karena di FIFA ini selesai Desember. Jika ini tak selesai maka nanti tidak bisa bermain di AFC Cup. FIFA pasti bilang tidak,” ujarnya.
“Karena mereka juga pasti akan bertanya alasannya. Masalah ini tidak bisa liga menghentikan begitu saja, ada FIFA yang punya aturan. Bukan peraturan Indonesia tapi FIFA,” lanjutnya.
Persib sendiri saat ini sedang memimpin klasemen sementara dan unggul 6 poin dari pesaing terdekatnya, PSM Makassar.
Kans Persib untuk jadi juara dan meraih jatah satu tiket ke kompetisi mancanegara pun sangat terbuka. Gomez tidak setuju jika jerih payah timnya sirna karena kompetisi dihentikan.
“Saya tahu kejadian kemarin sangat buruk. Bukan hanya untuk kita tapi di tempat lain. Tapi menghentikan liga itu sangat buruk. Karena ada polisi yang sudah mengamankan, selesai. Polisi sudah ambil pelakunya bukan? Itu kriminal bukan sepak bola,” kata Gomez.
(fat/pojoksatu)