Liga Inggris

Marahnya Mesut Ozil Usai Arsenal Dipermalukan Brighton, Lacazette Jadi Sasaran

POJOKSATU.id, LONDON – Playmaker Arsenal, Mesut Ozil kecewa berat usai Arsenal dipermalukan Brighton di Emirates Stadium, Jumat (6/12/2019) dini hari WIB. Pemain berkebangsaan Jerman itu bahkan melampiaskan kemarahannya kepada rekan setimnya, Alexandre Lacazette.
Dikutip Pojoksatu.id dari Metro.co.uk, Ozil tertangkap kamera TV mengeluarkan kata-kata kasar kepada Lacazette setelah kekalahan 1-2 Arsenal dari Brighton.
Pertandingan pekan ke-15 itu merupakan laga debut Freddie Ljungberg sebagai manajer sementara The Gunners setelah Unai Emery dipecat akhir pekan lalu.
Alih-alih mengembalikan Arsenal ke performa terbaiknya, tim asuhan Ljunberg malah kembali menuai hasil buruk.
Arsenal kalah dari Brighton 1-2 pada laga lanjutan Liga Inggris, Jumat (6/12) dini hari WIB. (BBC)
Arsenal tertinggal 0-1 di babak pertama lewat gol Adam Webster. Sempat menyamakan kedudukan lima menit setelah restart, setelah umpan Ozil dikonversi menjadi gol oleh Lacazette.
Arsenal malah takluk 1-2 karena gol Neal Maupay pada 10 menit terakhir, tak bisa lagi disamakan hingga laga bubar.
Setelah peluit akhir berbunyi, Ozil terlihat sangat marah. Kamera televisi menangkap reaksi gelandang itu sambil berteriak ‘Laca’ (Lacazette) ke arah bench Arsenal sebelum dia mengangkat tangannya dengan marah. Lacazette sendiri diganti pada menit ke-77.

Mesut Ozil was visibly frustrated as he left the pitch after tonight’s Arsenal match.#ARSBHA pic.twitter.com/uaelP9Kcx6
— DAZN Canada (@DAZN_CA) December 5, 2019

Ozil terus berteriak ke arah rekan setimnya di Arsenal saat dia berjalan melewati Per Mertesacker dan menuju terowongan.
Pemain Arsenal lainnya, Hector Bellerin mengatakan dia ‘kehilangan kata-kata’ setelah kekalahan terbaru Arsenal. “Saya tidak tahu harus berkata apa. Saya punya perasaan bahwa apa pun yang kita lakukan tidak keluar dengan benar,” kata pemain asal Spanyol itu.
(fat/pojoksatu)

Brighton Permalukan Arsenal di Kandang Sendiri

POJOKSATU.id, JAKARTA – Arsenal harus mengakui keunggulan Brighton pada laga pekan ke-15 Liga Inggris, Jumat (6/12) dini hari WIB.
Bermain di kandang sendiri, The Gunners takluk dengan skor 1-2. Hasil ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan Arsenal di lima pertandingan terakhir.
Mereka mendapat tiga kali hasil seri dan dua kali kalah. Arsenal pun kini ada di posisi ke-10 dengan perolehan 19 poin.
Sementara Brighton, tambahan tiga angka membuat mereka ada di posisi ke-13 dengan perolehan 18 poin. Ini kemenangan pertama setelah menelan tiga kekalahan beruntun.
Pada pertandingan tersebut, Adam Webster membuka keunggulan untuk Brighton pada menit ke-36. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Di babak kedua, Alexandre Lacazette menandai penampilannya yang ke-100 di Arsenal dengan mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-50.
Memasuki menit ke-80, tim tamu yang unggul dalam penguasaan bola berhasil menambah keunggulan.
Kali ini, Neal Maupay yang mencatatkan namanya di papan skor. Brigton pun menang dengan skor 1-2 dari Arsenal.
Sementara itu, pada pertandingan lainnya, Newcastle meraih kemenangan saat menghadapi Sheffield United dengan skor 0-2.
Dengan hasil tersebut, Newcastle kini ada di posisi ke-11 dengan 10 poin. Mereka memiliki poin yang sama dengan Sheffield United di posisi kesembilan.
(zul/pojoksatu)

Selain Marco Silva, Empat Pelatih Klub Liga Inggris Ini Juga Dipecat

POJOKSATU.id, JAKARTA – Everton baru saja mengumumkan kabar pemecatan pelatih Marco Silva pada Jumat (6/12) dini hari WIB.
Dengan ini, Marco Silva menjadi pelatih kelima yang dipecat klub di Liga Inggris musim ini.
Sebelumnya, Javi Gracia menjadi pelatih pertama yang dipecat. Ia dipecat pada awal September lalu oleh Watford.
Gracia dianggap tidak bisa mengangkat performa Watford. Tercatat, mereka hanya meraih satu kali hasil seri dan satu kemenangan di ajang Piala Liga.
Watford pun menggantinya dengan Quique Sanchez Flores. Namun, setelah empat bulan, ia juga dipecat menyusul kekalahan 2-1 dari Southampton, Minggu (1/12) dini hari WIB.
Saat ini, Watford ada di dasar klasemen dengan hanya satu kemenangan. Sisanya, lima kali seri dan sembilan kali kalah.
Pelatih berikutnya yang dipecat adalah Mauricio Pochettino. Tottenham Hotspur mengumumkannya paa Rabu (20/11) dini hari WIB.
Pochettino dianggap gagal membawa timnya bersinar musim ini. Posisinya kini digantikan oleh Jose Mourinho.
Terakhir, Unai Emery. Sempat diprediksi sebelumnya, kabar pemecatannya diumumkan petinggi klub Jumat (29/11) lalu.
Arsenal tampil buruk di awal musim 2019/20. Granit Xhaka dkk tak pernah menang dalam tujuh laga terakhir di semua kompetisi dan pada penampilan terbaru di Liga Europa kalah di kandang sendiri dari Eintracht Frankfurt 1-2, Jumat (29/11) dini hari WIB.
Saat ini, Freddie Ljungberg ditunjuk sebagai pelatih. Namun, dikabarkan ia hanya sementara. Arsenal disebut-sebut tertarik mendatangkan Massimiliano Allegri dan Mauricio Pochettino.
(zul/pojoksatu)

Everton Resmi Pecat Marco Silva

POJOKSATU.id, JAKARTA – Everton dikabarkan memecat pelatih Marco Silva setelah 18 bulan bertugas.
Dilansir BBC, adapun pemecatan ini dilakukan setelah Everton menelan kekalahan 5-2 dari Liverpool pada laga lanjutan Liga Inggris, Rabu waktu setempat.
Ini merupakan kekalahan kekalahan ketiga yang didapat secara beruntun dan kesembilan yang didapat Everton musim 2019/20.
Saat ini, mereka ada di urutan ke-18 atau masuk di zona degradasi dengan hanya memiliki 14 poin.
Pasca pemecatan, Duncan Ferguson ditempatkan sebagai pelatih sementara dan akan mengelola tim melawan Chelsea pada Sabtu mendatang.
Pihak klub mengatakan mereka bakal segera menunjuk manajer baru secepat mungkin.
Dalam laporan disebutkan, David Moyes sebelumnya dirumorkan masuk dalam daftar pengganti sementara yang potensial. Namun urung karena mendapat respon negatif.
Moyes menghabiskan 11 tahun sebagai manajer Everton, dan kembalinya telah dilihat oleh penggemar sebagai langkah mundur mengingat kurangnya keberhasilan sejak berangkat ke Manchester United pada 2013.
(zul/pojoksatu)

Bukan MU Bermain Baik, Ini Penyebab Kekalahan Tottenham Hotspur

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dele Alli tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas kekalahan yang didapat Tottenham Hotspur saat menghadapi Manchester United, Kamis (5/12) dini hari WIB.
Ia mengaku, kekalahan tersebut didapat bukan karena Setan Merah bermain lebih baik. Melainkan sikap para pemain Tottenham sendiri.
Menurutnya, ia dan rekan-rekan setimnya bersikap arogan dan terlalu percaya diri untuk bisa memenangkan pertandingan.
“Sulit melihat hal positif saat Anda menelan kekalahan. Sesungguhnya kami tahu hal apa yang harus dilakukan, menyamai energi dan kecepatan yang diperlihatkan Manchester United,” katanya dilansir Guardian.
“Spurs menelan kekalahan bukan karena Manchester United bermain lebih baik dari kami. Sikaplah yang membedakan. Saya dan rekan-rekan setim tidak merasa lapar akan kemenangan dan cenderung tampil lamban.
“Ya, mungkin ada sedikit rasa arogan dan terlalu percaya diri, kedua hal tersebut memang berpengaruh di laga seperti ini, namun harus digunakan secara tepat,” tandasnya.
Kekalahan 2-1 dari Manchester United membuat Tottenham kehilangan poin dan kini menempati urutan kedelapan dengan 20 poin.
Dengan kata lain, mereka hanya beda satu poin dari Manchester United dan Crystal Palace di urutan keenam dan ketujuh.
(zul/pojoksatu)

Jose Mourinho Sebut Kekalahan dari MU Sebagai Kemunduran

POJOKSATU.id, JAKARTA – Manchester United memberikan kekalahan pertama pada Tottenham Hotspur pasca ditangani Jose Mourinho.
Pada laga pekan ke-15, Kamis (5/12) dini hari WIB, Tottenham kalah 2-1 di Old Trafford.
Dua gol Setan Merah dicetak oleh Marcus Rashford, sedangkan satu gol balasan Tottenham dicetak oleh Dele Alli.
Menanggapi hasil pertandingan tersebut, Jose Mourinho mengaku tidak puas dengan performa para pemainnya karena melakukan banyak kesalahan.
Bahkan ia menilai, performa yang ditunjukkan para pemainnya sebagai kemunduran dibandingkan dari apa yang ditunjukkn di tiga pertandingan sebelumnya.
“Hasil ini menjadi kemunduran karena kami mendapatkan kekalahan dari tim dengan tujuan yang serupa dengan kami, yaitu ingin mencapai posisi enam besar di klasemen,” ujarnya dikutip dari Goal.
Meski begitu, Mourinho enggan berlarut-larut dalam menyesalinya. Dikatakan, pihaknya bakal bangkit pada pertandingan berikutnya.
“Kami harus terus melanjutkan apa yang sudah kami tunjukkan sebelumnya. Kami melakukan kesalahan tetapi menyesalinya sudah tidak berguna, kami akan menghadapi pertandingan sulit kontra Burnley setelah ini,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Kalahkan Burnley 1-4, Manchester City Kembali Dekati Liverpool

POJOKSATU.id, JAKARTA – Manchester City memetik kemenangan atas tuan rumah Burnley pada laga lanjutan Liga Inggris, Rabu (4/12) dini hari WIB.
Pada pertandingan tersebut, tim asuhan Pep Guardiola menang telak dengan skor 1-4.
Gabriel Jesus membuka keunggulan timnya di menit ke-24. Gol ini menjadi satu-satunya yang tercipta di babak pertama.
Manchester City baru menambah keunggulan di babak kedua. Gol kedua kembali dicetak oleh Gabriel Jesus di menit ke-50.
Memasuki menit ke-68, giliran Rodri yang mencatatkan namanya di papan skor. Jelang akhir pertandingan, Riyad Mahrez menambah keunggulan City menjadi 0-4.
Burnley berhasil mencetak gol yakni di menit ke-89 lewat Robert Brady. Sayangnya, mereka tidak mampu mengejar ketertinggalan.
Pertandingan berakhir, City pun menang atas Burnley dengan skor 1-4. Kemenangan ini membawa mereka naik ke posisi dua di klasemen dan memiliki poin sama dengan Leicester di posisi ketiga, yakni 32 poin.
Kemenangan ini juga berarti City kembali mendekati Liverpool yang ada di puncak klasemen meski dengan selisih delapan poin.
Sedangkan Burnley ada di posisi ke-11 dengan 18 poin. Pada pertandingan lainnya, Crystal Palace berhasil meraih kemenangan atas Bournemouth.
Kemenangan 1-0 cukup mengantarkan mereka ke posisi lima dengan perolehan 21 poin. Bournemouth sendiri kini ada di posisi ke-12 dengan 16 poin.
(zul/pojoksatu)

Sempat Bantah, Brendan Rodgers Dikabarkan Pertimbangkan Tawaran Arsenal

POJOKSATU.id, JAKARTA – Brendan Rodgers dikabarkan mulai mempertimbangkan untuk menerima tawaran melatih Arsenal.
Dilansir Daily Mirror, kabar ini disampaikan mantan pemain Liverpool, Charlie Adam. Ia mengatakan, Rodgers bakal pindah jika menerima tawaran dari Arsenal.
“Brendan Rodgers sedang menjalani sebuah permainan saat ini. Saya rasa Rodgers ingin bergabung dengan Arsenal. Saya rasa Rodgers akan pindah ke klub itu apabila mendapatkan tawaran dari mereka, dan meninggalkan Leicester City,” katanya.
“Tentu akan ada banyak kontak dengan perwakilannya. Ucapannya mengenai klausul penebusan dalam kontraknya, banyak manajer yang memiliki kontrak seperti itu.
“Jangan membicarakan apa yang ada di dalam kontrak Anda. Apabila tidak sedang berusaha untuk memancing reaksi, katakan saja terdapat beberapa hal di dalam kontraknya yang tidak dapat diungkapkan kepada publik. Arsenal tentu mengetahui keberadaan klausul seperti ini dan mungkin Rodgers sedang berusaha memanfaatkan keadaan tersebut,” sambungnya.
Tak ayal, kabar ini cukup membuat gusar pendukung Leicester, pasalnya, Rodgers sempat membantah kabar tersebut.
Seperti diketahui, pasca Unai Emery dipecat, sejumlah pelatih disebut masuk kandidat sebagai penggantinya. Dari nama-nama tersebut ada Mauricio Pochettino hingga Brendan Rodgers.
Sementara itu, Arsenal sendiri sekarang ini sudah menunjuk Freddie Ljungberg sebagai pengganti Emery.
(zul/pojoksatu)

Nasib Solskjaer Bakal Ditentukan dalam Dua Laga ke Depan?

POJOKSATU.id, JAKARTA – Masa depan Ole Gunnar Solskjaer jadi sorotan setelah Manchester United ditahan imbang Aston Villa belum lama ini.
Hasil tersebut jadi hasil imbang keempat yang diraih United dalam sembilan pertandingan terakhir.
Bukan hanya itu, raihan 18 poin pun jadi raihan poin terendah klub dalam kurun waktu 31 tahun terakhir.
Menurut laporan Daily Mail, Manchester United bakal segera menentukan nasib Solskjaer.
Setan Merah bakal mendepaknya jika gagal meraih kemenangan dalam dua laga ke depan, yakni melawan Tottenham Hotspur dan Manchester City.
Dalam laporan juga disebutkan, Solskjaer sudah memberi tahu kepada para pemain soal kemungkinannya bakal dipecat.
“Ole Gunnar Solskjaer saat ini sangat emosional dan sudah memberi tahu pemain bahwa jika klub gagal meraih hasil maksimal dalam dua pertandingan ke depan, maka dirinya takkan lagi menjadi pelatih Manchester United,” ujar seorang sumber dalam klub.
“Saat ini benar-benar waktu yang buruk untuk menghadapi Tottenham Hotspur, terlebih mereka kini bermain di bawah arahan Jose Mourinho,” tambahnya.
(zul/pojoksatu)

Dikaitkan dengan Arsenal, Begini Respon Patrick Vieira

POJOKSATU.id, JAKARTA – Arsenal memutuskan untuk memecat Unai Emery. Setelahnya, bermunculan sejumlah nama yang disebut-sebut cocok menjadi pengganti.
Salah satunya Patrick Vieira. Namun, legenda Arsenal ini membantahnya. Dirinya menegaskan, kabar tersebut hanya rumor belaka.
“Orang-orang mengatakan banyak hal, entah itu benar atau tidak. Saya tak mengatakan apapun mengenainya. Saya seperti Anda, saya membaca, melihat, mendengar, itu saja,” katanya dikutip dari Goal.
Vieira melanjutkan, menjadi pelatih bukan hal mudah. Ancaman dipecat selalu membayangi terlebih saat tidak bisa memenuhi harapan.
“Itu pekerjaan yang sangat rumit, saya menyadari itu. Saya mendukung Emery, selalu menyedihkan melihat pelatih kehilangan pekerjaannya,” paparnya.
“Hari ini dia (Emery), besok bisa jadi saya, tapi seketika Anda memutuskan untuk memulai pekerjaan ini, Anda harus berasumsi dipecat di beberapa poin,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)