W88top casino trực tuyến

lionel messi

Dengan atau tanpa Lionel Messi, Barcelona Sama Saja

POJOKSATU.id, CATALUNYA – Barcelona telah kehilangan sosok megabintang Lionel Messi yang telah menepi cukup lama karena alami cedera parah di lengan.
Namun demikian, meski Barca tak diperkuat Leo Messi di beberapa laga terakhir, menurut pelatih Inter Milan, Luciano Spaletti tetaplah Barcelona sebagai tim raksasa yang sulit ditundukkan.
“Seperti yang telah Barcelona tunjukkan, mereka tetap mampu mengembangkan permainan dan membuat perbedaan tanpa Messi,” tutur Spalletti kepada Football Italia seperti dikutip dari Goal.
Mauro Icardi Cetak Gol, Sang Istri ‘Ejek’ Ronaldo
Kendati demikian, Barca dengan Lionel Messi tetaplah mengerikan mengingat La Pulga kerap menjadi pembeda di pertandingan.
“Para pemain terbaik menyentuh bola dua kali, tetapi Messi melakukannya hingga empat kali. Ia melipatgandakannya,” sebut dia.
“Pendidikan di Barcelona jelas membuatnya menjadi pemain terbaik dunia seperti sekarang,” ujarnya menandaskan.
Inter Milan sendiri baru saja bermain imbang 1-1 saat menjamu Barcelona di Guiseppe Meazza dalam Matchday 4 Liga Champions 2018/19, dini hari tadi (WIB).
(qur/pojoksatu)

Spalletti Siapkan Rencana Khusus, Jika Messi Dipaksakan Main

POJOKSATU.ID, MILAN – Inter Milan akan menghadapi Barcelona pada matchday 4 Liga Champions 2018/19, Rabu (7/11/2018) dini hari WIB. Pelatih Nerazzurri, Luziano Spalletti mewaspadai kemungkinan dimainkannya Lionel Messi dengan menyiapkan rencana khusus.
Nama Messi memang menjadi salah satu sorotan jelang duel di Giueseppe Meazza ini. Pasalnya superstar Barcelona itu baru pulih dari cedera patah tangan kanan, namun sudah masuk dalam skuat Ernesto Valverde untuk menghadapi Inter.
Messi mungkin tidak akan bermain sebagai starter pada laga ini. Kecuali jika dibutuhkan di babak kedua.
BACA JUGA:
Prediksi Skor Liga Champions: Inter Vs Barcelona, Napoli Vs PSG Hingga Red Star Vs Liverpool
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini: Inter Vs Barcelona, Napoli Vs PSG
Tak Sekadar Juara, Striker Timnas Indonesia Punya Misi Lain di Piala AFF 2018
Sejumlah media di Spanyol menyebut Valverde akan mengambil risiko jika memaksakan memainkan Messi pada laga dini hari nanti. Namun hal itu bukan tidak mungkin terjadi andai situasi di lapangan membutuhkan tenaga Messi.
Pada pertemuan sebelumnya Barcelona dengan Inter Milan yang berlangsung di Camp Nou, Blaugrana tidak diperkuat Messi. Meski tanpa diperkuat oleh sang kapten, Barcelona bisa menang dua gol tanpa balas.
Pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti.
Terkait masuknya Messi ke dalam skuat, Luciano Spalleti terlebih dahulu memberikan pujian kepada Barcelona yang tetap kuat tanpa pemain berusia 31 tahun tersebut di laga sebelumnya. Ia juga tak segan melontarkan pujian kepada Messi.
“Seperti yang sudah ditunjukkan Barcelona tanpa dia (Messi), mereka masih memiliki mentalitas untuk mengembangkan permainan mereka, dan itulah yang membuat perbedaan,” kata Luciano Spalleti dikutip dari Football Italia.

Lionel Messi Segera Ikuti Jejak El Pichichi!

POJOKSATU.id, CATALUNYA – La Liga akan berencana menamai penghargaan Pemain Terbaik di pentas Liga Santander Spanyol dengan nama megabintang Barcelona, Lionel Messi.
Wacana “Trofi Lionel Messi” itu pun langsung mendapatkan respons positif dari Presiden La Liga Javier Tebas, yang menganggap sang pemain layak mendapatkan apresiasi tersebut karena sebagai pemain terbaik sepanjang masa yang ada di Liga Spanyol.
Menurut Tebas, sah-sah saja namanya diabadikan sebagai gelar pesepakbola terhebat La Liga setiap musim.  “Saya suka ide itu, kami harus mempertimbangkannya,” kata Tebas seperti dikutip daari Goal.
“Saya pikir Messi akan menjadi yang terbaik dalam sejarah sepakbola, bahkan dia sudah (jadi yang terbaik),” sebutnya.
“Beberapa orang membicarakan tentang Neymar tetapi usianya sudah 26 tahun dan seingat saya Messi mulai bermain untuk Barcelona sebagai youngster dan dia mengejutkan kita setiap tahun,” sambung Tebas.
Sejak melakoni debut dengan tim senior Barca pada 2004, Messi telah membukukan 390 gol dan kini menjadi topskor sepanjang masa kompetisi.
La Pulga juga sudah sembilan kali mengangkat trofi juara La Liga. “Dia tampak tidak memiliki batasan dan dia bermain di level maksimal,” ucapnya.
“Dia yang terbaik dan saya rasa itu ide luar biasa, menciptakan sebuah trofi untuk pemain terbaik setiap musim yang dinamai Leo Messi,” imbuhnya.
Harian olahraga Marca sebelumnya telah melabeli beragam anugerah individual La Liga menggunakan nama legenda, dari Rafael “Pichichi” Moreno untuk pencetak gol terbanyak, Telmo Zarra untuk topskor khusus pemain Spanyol, hingga Ricardo Zamora sebagai lambang supremasi kiper terbaik.
(qur/pojoksatu)

Pelatih Kroasia Ungkap Rahasia Sukses Majalkan Lionel Messi

POJOKSATU.id, ZAGREB – Pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Dalic buka-bukaan soal rahasia sukses timnya mempecundangi Timnas Argentina di Piala Dunia 2018 Rusia.
Kala itu, Luka Modric dan koleganya sukses menggulung Lionel Messi dan kawan-kawannya di laga lanjutan Grup D dengan skor telak tanpa balas 3-0 lewat donasi Ante Rebic, Luka Modric, dan Ivan Rakitic.
Dalam pertandingan tersebut, Leo Messi tanpa tak berdaya sepanjang pertandingan. Suplai bola yang sodorkan rekan-rekannya selalu mampu dibendung para palang pintu skuat berjuluk Vatreni tersebut.

“(Lionel) Messi lebih kesulitan bermain untuk Argentina ketimbang Barcelona, dan kami mencoba memanfaatkan sesuatu yang kami anggap kelemahan kecil di timnas Argentina itu,” tutur Dalic seperti dikutip dari Goal.
Dikemukakan Dalic, kekuatan tim dalam sisi kolektivitas menjadi salahsatu aspek penting impresifnya performa Kroasia saat itu. Dengan kerjasama tim juga, sebut dia, pergerakan Leo Messi mampu diredam.
“Kuncinya adalah kedisiplinan dan mengikuti taktik secara penuh, dan tim kami benar-benar melakukannya. Kami mencoba menghentikan bola sebelum ke Messi dan membendungnya dengan cepat di area tempatnya menerima bola,” terangnya.
Filosofi Dalic tersebut diakuinya bukan hal yang istimewa, mengingat sepakbola adalah olahraga tim bukan perseorangan.
“Sepak bola adalah olahraga tim, dan bila satu tim bermain lebih baik dari lainnya, sangat sulit bagi seorang individu untuk membalikkan keadaan,” sebut dia.
“Kroasia lebih baik dari timnas Argentina di pertandingan itu,” tandasnya.
La Albiceleste memang harus tersingkir di babak 16 besar setelah menyerah dari Prancis 3-4. Sedangkan Kroasia sukses melaju ke final namun gagal mengukir sejarah setelah dikalahkan Les Blues dengan skor 4-2.
(qur/pojoksatu)

Tanpa Lionel Messi dan Ronaldo, El Clasico Tetaplah El Clasico!

POJOKSATU.id, CATALUNYA – Laga sengit sarat gengsi bertajuk El Clasico akan tersaji di Camp Nou, Minggu (28/10/2018) malam WIB saat Barcelona menjamu Real Madrid dalam lanjutan La Liga 2018/19 jornada sepuluh.
Meski akan tampil dihadapan dukungan penuh suporter, namun Barca dipastikan kehilangan sang superstar, Lionel Messi.
Kapten Timnas Argentina itu harus menepi setidaknya untuk tiga pekan ke depan setelah mengalami cedera serius pada lengannya.
Lionel Messi Istirahat Saja, Real Madrid Biar Kami yang Atasi!
El Clasico, Antoine Griezmann Jagokan Barcelona Meski Tanpa Lionel Messi

Hal yang sama juga dialami Real Madrid, di laga klasik kali ini mereka harus kehilangan sosok pemain bintangnya, Cristiano Ronaldo yang telah hijrah ke Serie A Italia bersama Juventus.
Namun demikian, absennya dua pemain terbaik dunia itu menurut pelatih Barca, Ernesto Valverde, tak lantas mengurangi nilai dari El Clasico itu sendiri.
Ditegaskan Valverde, meski tanpa dua peraih 5 Ballon d’Or itu, sama sekali tidak akan mengurangi keglamouran pertandingan di Camp Nou nanti malam WIB.
Rivalitas Messi dan Ronaldo memang selalu menjadi bumbu penyedap El Clasico dalam satu dekade terakhir, namun Valverde mengatakan pertemuan akhir pekan ini antara kedua tim tersebut tidak akan hambar meski minus dua bintang ini.
“Tidak, tidak akan terasa kurang El Clasico tanpa mereka,” kata Valverde seperti dikutip dari Diario AS.
“El Clasico sudah ada sebelum Messi dan Ronaldo. Faktanya, sebelum ini ada kepala babi yang dilempar (ke arah Luis Figo pada 2002), ada tensi di sana. El Clasico tetaplah El Clasico,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Lionel Messi Istirahat Saja, Real Madrid Biar Kami yang Atasi!

POJOKSATU.id, CATALUNYA – Laga sengit sarat gengsi bertajuk El Clasico akan tersaji di Camp Nou, Minggu (28/10/2018) malam WIB saat Barcelona menjamu Real Madrid dalam lanjutan La Liga 2018/19 jornada sepuluh.
Meski akan tampil dihadapan dukungan penuh suporter, namun Barca dipastikan kehilangan sang superstar, Lionel Messi.
Messi harus menepi setidaknya untuk tiga pekan ke depan setelah mengalami cedera serius pada lengannya.
El Clasico, Antoine Griezmann Jagokan Barcelona Meski Tanpa Lionel Messi

Namun begitu, tuan rumah tidak gentar, sang kiper, Andre Ter Stegen bahkan sesumbar El Clasico akan kembali menjadi milik Barca (memenangkan pertandingan) meski tanpa Leo Messi.
“Messi sudah ada di tangan yang tepat (tim medis). Terpenting adalah dia bisa fit kembali, beristirahat saja, dan biar kami yang tangani Madrid,” kata Ter Stegen kepada DAZN seperti dikutip dari Goal.
“Tentu saja situasi ini tidak bagus buat Messi. Namun dia juga percaya diri segera kembali merumput secepatnya,” sebut dia.
Terlebih, sambung kiper internasional Jerman itu, di dalam timnya juga masih banyak pemain dengan kualitas di atas rata-rata.
“Jika Anda tidak memiliki pemain terbaik di dunia dalam tim, bakal aneh kalau Anda tak bisa melihat perbedaannya. Namun kami punya begitu banyak kualitas individual di dalam tim, sehingga kami akan berusaha untuk mengkompensasi ketidakhadirannya sebaik mungkin,” paparnya.
“Sangat penting untuk kami menunjukkan kepribadian tim dan tahu bahwa kami memiliki sederet pemain hebat. Saya optimistis untuk El Clasico,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

El Clasico, Antoine Griezmann Jagokan Barcelona Meski tanpa Lionel Messi

POJOKSATU.id, MADRID – Laga sarat gengsi dan tensi tinggi bertajuk El Clasico akan tersaji dalam lanjutan LaLiga Jornada kesepuluh saat Barcelona menjamu Real Madrid, di Camp Nou, Minggu (28/10/2018) malam WIB.
Namun, El Clasico kali ini akan sedikit berbeda karena dipastikan tidak akan melibatkan dua maestro lapangan hijau, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Leo Messi tidak akan memperkuat Barca karena harus menepi selama tiga pekan ke depan akibat cedera parah pada lengannya di laga sebelumnya.

Sementara Los Blancos harus kehilangan Ronaldo musim ini setelah sang pemain memutuskan hengkang ke Juventus.
Kendati minus dua pemain terbaik dunia, namun menurut striker Atletico Madrid, Antoine Griezmann, El Clasico akan tetap menarik untuk dinantikan.
Soal kans pemenang nantinya, Griezmann dengan mantan menjagokan Barcelona. Meski tanpa Messi, tegas dia, Los Cules tetap memiliki kemampuan untuk memenangi laga.
“Ini akan menjadi laga besar seperti El Clasico lainnya,” tutur Griezmann kepada ESPN FC seperti dikutip dari Goal.
“Sangat disayangkan Messi tidak tersedia untuk Barca, namun mereka tetap memiliki pemain untuk memenangi laga ini. Madrid butuh kemenangan untuk melangkah, ini akan menjadi laga menyenangkan untuk ditonton,” paparnya.
Terkait posisi timnya saat ini, Griezmann optimistis, Rojiblancos akan kembali ke jalur kemenangan setelah tumbang di tangan Borussia Dortmund dengan skor telak tak terbalas 0-4 di ajang Liga Champions.
Griezmann pun bertekad akan membawa kembali timnya bersaing dengan Barca di papan atas. “Kami harus terus bekerja dan meningkat di lapangan, jadi kami bisa ada di sana, dekat dengan Barcelona dan Real Madrid,” sebutnya.
“Kami harus memiliki konsistensi selalu berada di tiga besar. Kami telah melakukannya selama beberapa tahun, dan tentu saja, dalam tahun spesifik semuanya dapat terjadi dan khususnya kali ini ketika semua orang memulainya dengan kehilangan poin,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Thiago Messi Menggambar Logo Juventus, Lihat Reaksi Sang Ayah

POJOKSATU.id, CATALUNYA – Lionel Messi hanya bisa menyaksikan dari tribun penonton saat Barcelona membungkam Inter Milan 2-0 di Camp Nou, kemarin dalam lanjutan Liga Champions 2018/19 matchday 3.
Messi tampak ditemani putra sulungnya, Thiago Messi saat keduanya berada di deretan kursi penonton paling depan.
Namun, alih-alih fokus ke pertandingan sebagaimana dilakukan sang ayah, Thiago malah asyik menggambar sesuatu di atas secarik kertas.

متوقعين شنو رسم ديغو الي ابوه #مقاعدجدة pic.twitter.com/QolxrgR5rr
— Rabie (@rabieboutarfi) October 24, 2018

Dikutip dari Diario AS, seorang penonton di belakangnya kemudian mengambil video dengan kamera ponselnya yang memerlihatkan bagaimana Thiago dengan antusias memperlihatkan hasil coretannya menyerupai logo Juventus, klub baru rival sang ayah, Cristiano Ronaldo.
Video itu pun kini menjadi viral dan dibagikan di banyak media sosial, bukan soal kemampuan Thiago menggambar namun obyek yang digambarnya.
Tidak jelas apakah Thiago tidak menyadari dampak sketsa itu terhadap ayahnya atau apakah itu memang sengaja ia lakukan untuk menggoda sang ayah.
Reaksi Lionel Messi terhadap gambar anaknya itu sendiri cukup antusias. Sesekali ia seperti mengomentari hasil karya anaknya tersebut meski yang digambar adalah tim dimana Ronaldo kini berada.
Namun, jika Thiago kemudian meminta jersey Juventus untuk Natal tahun ini apalagi dengan nomor punggung 7, mungkin masalah akan lain. Ada-ada saja.
(qur/pojoksatu)

Pelatih Legendaris Ini Sebut Ronaldo Setingkat di Atas Messi

POJOKSATU.ID, TURIN – Pelatih legendaris Italia, Marcelo Lippi, memuji setinggi langit megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo. Menurutnya, pemain yang baru didatangkan dari Real Madrid itu lebih baik dari pemain manapun di dunia, termasuk Lionel Messi.
Dikutip dari Express, Lippi memuji Ronaldo yang memimpin Juventus meraih kemenangan krusial di Old Trafford.
Pada laga matchday 3 Grup H Liga Champions 2018/19, Juve menang 1-0 atas Manchester United.
BACA JUGA:

Gagalkan Tendangan ‘Licik’ Suarez, Lionel Messi Terpukau Aksi Brosovic

Klasemen Liga Champions Usai Matchday 3: Dua Tim Ini Paling Produktif

Dapat Kartu Merah, Pelatih Indonesia U-19 Sebut Nurhidayat Adalah Pahlawan!

Menurut Lippi, kehadiran Ronaldo telah membantu Juventus menikmati awal yang menakjubkan musim ini, memenangkan 11 dari 12 pertandingan di semua kompetisi awal musim ini menunjukkan pentingnya peran CR7.
“Dalam dua tahun terakhir, setelah dua final Liga Champions, Juve semakin dekat menjadi tim terbaik. Dan saat ini, jelas mereka mutlak difavoritkan juara (Liga Champions),” kata pelatih Timnas Italia ketika menjuarai Piala Dunia 2006 itu.
Kolaborasi duet penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo dan Paulo Dybala sukses menaklukkan kiper Manchester United, David de Gea. (ChampionsLeague)
“Juventus pantas mendapatkan semua pujian. Tim telah mencapai reputasi tertinggi yang didapatkan dengan masuknya Ronaldo.”
“Tidak ada pemain lain yang bisa membuat tim meraih hasil tertinggi sebanyak yang dilakukan Ronaldo, dia pemain terbaik di dunia,” puji Lippi.
Lippi pun optimis Juventus, klub yang juga pernah dibesutnya itu bisa mewujudkan target musim ini, juara Liga Champions.
“Juventus selalu mengawali musim mereka untuk memenangkan segalanya. Saya pikir tahun ini mereka bisa melakukannya,” ujarnya.
Massimiliano Allegri – Pelatih Juventus (@juventus/twitter)
Selain memuji Ronaldo, Lippi juga memberi apresiasi atas kinerja Massimiliano Allegri, pelatih Juventus saat ini.
“Allegri? Dia sekarang adalah salah satu pelatih paling penting di dunia,” tuturnya.
(fat/pojoksatu)

Tanpa Rivalitas Lionel Messi dan Ronaldo, La Liga Lebih Berkualitas!

POJOKSATU.id, MADRID – Pentas La Liga akan kehilangan megabintang Barcelona, Lionel Messi setidaknya dalam tiga pekan ke depan.
Leo Messi harus menepi setelah mengalami cedera cukup parah di laga kontra Sevilla di Camp Nou dalam lanjutan La Liga pekan ke 9, akhir pekan kemarin.
Daya tarik La Liga pun diyakini akan menurun terlebih mereka baru saja kehilangan Cristiano Ronaldo yang memutuskan hengkang dari Real Madrid menuju Juventus.
Lionel Messi – Cristiano Ronaldo
Praktis La Liga kehilangan rivalitas kelas atas antara Messi dan Ronaldo yang selama ini menjadi daya tarik dan pasar yang sangat menjanjikan bagi La Liga.
Namun demikian, menurut pelatih Atletico Madrid, kondisi tersebut justru sangat bagus dalam menciptakan iklim kompetisi yang kompetitif.
Terbukti, persaingan di papan atas kini tak lagi didominasi oleh timnya, Real Madrid dan Barcelona. Tim seperti Sevilla, Espanyol dan Deportivo Alaves pun turut memanaskannya.
Barcelona berada di puncak klasemen dengan 18 poin, namun cuma terpaut satu poin dari Deportivo Alaves, dua poin dari Sevilla dan Atletico Madrid, dan empat poin dari Real Madrid.
“Saat ini La Liga terasa fantastis, mungkin boleh dikatakan semrawut dalam arti positif, karena semua tim bersaing ketat untuk merebut poin,” kata Simeone seperti dikutip dari Diario AS.
“La Liga terasa lebih kompetitif ketimbang saat Ronaldo dan Messi menjadi penentu jalannya kompetisi,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)