W88top casino trực tuyến

lionel messi

Sekaliber Lionel Messi pun Tak Akan Mampu “Selamatkan” Manchester United!

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Legenda hidup Manchester United, Paul Scholes sangat aktif menyoroti performa mantan klubnya itu di musim ini.
Terlebih, MU kini sedang dalam performa yang bisa dibilang kurang impresif. Hingga pekan ke-8 Setan Merah masih tertahan di peringkat kedelapan Liga Primer Inggris 2018/19 atau terpaut tujuh angka dari pemimpin sementara, Manchester City.
Terkait kondisi tersebut, Scholes pun menilai United sedang dalam kondisi gawat meski harus mendatangkan pemain sekaliber Lionel Messi sekalipun.
Paul Scholes – Mantan pemain MU (fmbase.com)
Terlepas dari status Messi sebagai pemain terbaik dunia, Scholes ragu La Pulga dapat memperbaiki kondisi United musim ini.
Bagi Scholes, semua masalah itu menambah skenario mimpi buruk bagi Setan Merah, dengan rival mereka di Manchester (City) dan Liverpool mengolok-olok yang seakan tengah mengolok-olok dominasi MU.
“Saya merasa seperti orang-orang di Liverpool dan Man City melihat kami dan tertawa seperti yang kami lakukan pada mereka beberapa tahun lalu. Tetapi jika Anda melihat ke seberang jalan, mereka melakukan segalanya dengan benar,” tutur Scholes seperti dikutip dari Goal.
“Mereka telah membawa manajer terbaik di dunia. Mereka telah membawa para staf untuk bertanggung jawab untuk mendatangkan pemain. Mereka memiliki cara bermain setiap minggunya,” sebutnya.
“Apakah Jose (Mourinho) memiliki cara yang jelas di masa depan, aku tidak tahu karena bentuknya yang buruk,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Maradona Akan Temui Lionel Messi untuk Minta Maaf, Klaim Sang Pengacara

POJOKSATU.id, BUENOS AIRES – Legenda Timnas Argentina, Diego Armando Maradona telah melayangkan kritik tajam untuk Lionel Messi.
Maradona menyebut Messi kerap keluar masuk toilet setiap jelang pertandingan sehingga ia tak pantas menjadi pemimpin penggawa La Albiceleste.
Tak ingin pernyataannya berpolemik, pengacara Maradona, Matias Morla pun langsung angkat suara menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil kliennya.

Dikatakan Morla, Maradona akan segera menghubungi Leo Messi untuk menjelaskan maksud pernyataannya tersebut sekaligus meminta maaf.
“Maradona akan memanggil Messi untuk menjelaskan apa yang dia maksudkan,” kata Morla kepada America 24’s dalam program ‘Luis Novaresio Entrevista’ seperti dikutip dari Marca.
“Dia selalu mendukung tim nasional dan apa yang dia maksudkan adalah bahwa mereka seharusnya tidak membuat Messi gila lagi dan bahwa dia bukan seorang pemimpin, tidak seperti apa yang dikatakan,” terangnya.
“Dia tidak bisa disalahkan atas kegagalan saat ini, tetapi, karena dia memiliki cara berbicara, situasi ini muncul,” sebutnya.
“Maradona sedih, karena dia sangat terluka oleh apa yang (Mario) Kempes katakan sesudahnya,’ ujar Morla.
Sebelumnya, mantan pemain internasional Argentina, Kempes, membela Messi setelah dikritik Maradona. “Setiap kali Maradona membuka mulutnya itu masalah karena dia tidak menghormati,” ucapnya.
“(Namun) dia dihormati, karena dia kehilangan final di Italia dan tidak ada yang mengatakan apa-apa, karena kami menyalahkan seribu hal lainnya,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Rivalitas dan Prestasi Lionel Messi dan Ronaldo Adalah yang Terbaik dalam Sejarah!

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi adalah dua sosok maestro lapangan hijau yang bersinar dalam sepuluh tahun terakhir ini.
Keduanya pun telah ditempatkan dalam rivalitas yang sangat tinggi. Hebatnya baik Messi maupun Ronaldo kini telah sama-sama mengoleksi 5 Ballon d’ Or.
Pep Guardiola, manajer Manchester City yang pernah membesut salahsatu pemain terbaik dunia itu menyebut era Ronaldo dan Messi saat ini adalah era terbaik daa sejarah sepak bola dunia.

Kendati tahun ini Luka Modric telah mematahkan dominasi keduanya setelah memenangkan gelar Pemain Terbaik Eropa dan Pemain Terbaik dunia versi FiFA, namun Pep memandang keduanya masih sebagai alien.
Dikatakan mantan pelatih Barcelona itu, periode persaingan Messi dan Ronaldo sebagai era yang fenomenal, mengingat persaingan yang ada bisa begitu konsisten hingga sudah menyentuh tahun kesepuluh.
“Leo (Messi) sangat kompetitif, ‘binatang buas’. Sifatnya ketika bermain membantu pemain lain untuk kompetitif juga. Dia benci kekalahan dan bermain seperti masih anak-anak,” tutur Pep kepada Four Four Two seperti dikutip dari Goal.
“Dalam pertandingan besar, jika tim mau membantu Messi, dia pasti bakal menjadi pembeda. Bersama dengan Cristiano (Ronaldo), kita semua hidup dan masih menyaksikan era dua fenomena,” lanjutnya.
“Mereka sudah melewati sepuluh tahun dengan mencetak 50 gol dalam semusim. Itu luar biasa. Masalahnya mereka melakukan hal tersebut bukan cuma dalam jangka waktu setahun, tapi tahun demi tahun, lagi dan lagi,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Alasan Maradona Sebut Lionel Messi Tak Pantas Jadi Kapten Timnas Argentina

POJOKSATU.id, BUENOS AIRES – Diego Armando Maradona, legenda Timnas Argentina dan juga mantan pelatih Albiceleste kerap pasang badan membela Lionel Messi saat mendapatkan hujan kritik.
Namun begitu, Maradona juga tak sungkan untuk balik mengkritik megabintang Barcelona tersebut. Dalam sebuah program acara “The Last Word Mexico” Maradona mengungkapkan sisi buruk Messi di Timnas Argentina.
“Messi tidak bisa menjadi pemimpin saat dia pergi ke toilet 20 kali sebelum setiap pertandingan,” ungkap Maradona seperti dikutip dari Diario AS.
Diego Armando Maradona – Legenda sepakbola Argentina.
“Jangan menyembah Messi lagi. Messi di Barcelona adalah satu hal dan dengan Argentina dia adalah orang lain,” sebutnya.
Meski begitu, pernyataan Maradona tersebut tak lantas dimaksudnya untuk meragukan kapasitas dan kualitas yang dimiliki peraih 5 Ballon d’Or tersebut.
“Messi adalah pemain hebat tapi dia tidak bisa mendapatkannya (pemimpin). Sebelum berbicara dengan manajer, dia akan berada di PlayStation dan kemudian di lapangan, dia meminta untuk menjadi dan ingin menjadi pemimpin. Dia adalah yang terbaik di dunia bersama dengan Cristiano,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Bos City Ungkap “Pembicaraan Terlarang” dengan Lionel Messi

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Presiden Manchester City, Khaldoon Al Mubarak mengungkapkan jika sang manajer, Pep Guardiola diminta untuk meyakinkan Lionel Messi agar mau gabung dengan Machester City.
Sebagai iming-imingnya, City siap menggaji Leo Messi tiga kali lipat dari gaji yang selama ini diterimanya di Camp Nou.
Namun, meski ditawari gaji selangit dan dibujuk mantan pelatih yang dihormatinya, La Pulga bergeming bahkan memilih memperpanjang kontraknya bersama Blaugrana.

“Kami meminta Guardiola untuk berbicara dengannya. Kami menawarkan dia tiga kali lipat gaji yang dia punya di Barcelona, ​​tetapi dia tidak pernah menerimanya,” tutur Khaldoon al Mubarak seperti dikutip dari Diario AS.
Pengakuan bos minyak itu mencuat saat ia berbicara pada konferensi media di Uni Emirat Arab. Di sana dia ditanya tentang siapa (pemain) yang sangat diinginkan City namun gagal.
Khaldoon pun menyebut nama pemain yang telah memenangkan 5 Balllon d’Or, dan sontak audien riuh dan yakin yang dimaksud Khaldoon adalah Lionel Messi.
Pasalnya, rumor ketertarian City terhadap kapten Timnas Argentina itu sudah mencuat sejak jendela transfer musim panas tahun lalu.
Messi sendiri sempat ragu menandatangani pembaharuan kontraknya bersama Barca, meski akhirnya ia memilih meneruskan kiprahnya bersama Los Cules.
Namun, City tentu masih bisa menandatanganinya pada 2020 saat kontraknya habis, itu pun jika mereka masih tertarik, karena saat itu Messi telah berusia 33 tahun.
(qur/pojoksatu)

Gennaro Gattuso Tak Terkesan dengan Lionel Messi Ataupun Ronaldo!

POJOKSATU.id, MILAN – Legenda sekaligus pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso berbicara soal siapa pemain yang saat ingin diajak duet jika ia masih berstatus sebagai pemain.
Gattuso sendiri rupanya tidak begitu terkesan dengan dua megabintang Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Ia lebih memilih Luka Modric sebagai duet impiannya.
Bagi banyak pemain, bisa bermain dengan Ronaldo atau Messi tentu menjadi kebanggaan tersebut, namun ternyata tidak buat Gattuso.

“Semuanya berkata Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi, tetapi saya ingin bermain dengan Luka Modric,” kata Gattuso seperti dikutip dari laman resmi UEFA.
Menurut dia, Modric yang saat ini tampil sebagai Pemain Terbaik Eropa dan dunia atau FIFA adalah tipikal pemain yang luar biasa.
“Saya pikir dia adalah pemain yang luar biasa, kuat secara mental, dan pemain sepak bola sejati,” sebutnya.
“Dulu ada beberapa pemain seperti itu, ada Edgar Davids, Dennis Wise, Paul Ince, di awal karir saya. Pemain penuh karakter,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Argentina Gasak Irak 4-0, Dybala Bermain Bagus dan Satu Assist

POJOKSATU.id, JAKARTA– Pertandingan persahabatan antara Irak vs Argentina berakhir dengan skor 0-4, Jumat (12/10) dini hari di Stadion Prince Faisal Fahd. Tanpa kehadiran Lionel Messi, Paulo Dybala bermain bagus pada laga ini.
Skuad Albiceleste menggasak tuan rumah dengan skor telak empat gol tanpa balas. Keempat gol kemenangan Argentina dicetak Lautaro Martínez (18), Pereyra (53), Pezzella (82) dan Cervi di masa injury time babak kedua (90+1). Sementara Paulo Dybala mengirimkan satu assit menawan dalam laga ini.
Pada menit 18, timnas Argentina sudah mencetak gol pertama mereka melaui Lautaro Martinez.
Acuna mengirimkan bola crossing ke dalam kotak penalti Irak dan Martinez melompat lebih tinggi dari pemain Irak. Irak 0-1 Argentina.
Pereyra menggandakan keunggulan Argentina menjadi 0-2 melalui golnya di menit 53 babak kedua.
Usai Salvio dan Martinez menyerang tuan rumah, Roberto Pereyra menerima bola kiriman Paulo Dybala dan Pereyra melepaskan tembakan dan skor 0-2 untuk Argentina.
Skuad Argentina belum puas dan mereka menambah keunggulan di menit 82 melalui Pezzella. Skor 0-3.
Di masa injury time 90+1 Cervi masih menambah satu gol untuk Argentina hingga skor 0-4.
Cervi dengan aksi solonya mendobrak pertahanan dan melewati pemain bertahan Irak, dan sontekannya berbuah gol.
Susunan Pemain
Irak: Jalal Hassan; Mustafa Nadhim, Ali Faez, Ahmed Khalaf, Alaa Mhawi, Ali Adnan, Osamah Rashid, Bashar Resan, Amjed Attwan, Ahmed Yasin, Justin Meram.
Argentina: Sergio Romero; Fabricio Bustos, German Pezzella, Ramiro Funes Mori, Marcos Acuna, Leandro Paredes, Maximiliano Meza, Franco Vazquez, Paulo Dybala, Lautaro Martinez, Rodrigo De Paul.
 

(ral/pojoksatu)

Nominator Ballon D’Or 2018, Lionel Messi Tak Dilirik Sama Sekali!

POJOKSATU.id, PARIS – Lionel Messi benar-benar tak mendapat tempat untuk semua penghargaan individual Pemain Terbaik tahun ini.
Setelah gagal berpartisifasi di Pemain Terbaik Eropa 2018 dan Pemain Terbaik Dunia FIFA 2018, kini, megabintang Barcelona itu tak dilirik sama sekali di ajang Ballon d’Or 2018.
Dikutip dari Diario AS, dari 15 daftar nominasi pemenang Bola Emas itu, nama Leo Messi tak tercantum. Padahal, status Messi saat ini adalah peraih 5 Ballon d’Or.

Lionel Messi – Peraih 5 Ballon d’OrSementara Cristiano Ronaldo berpeluang untuk melampaui rekor Messi setelah namanya masuk dalam daftar nominasi awal penghargaan individual paling prestisius untuk seorang pemain di Eropa dan bahkan di dunia itu.
Namun, sebelum penghargaan Ballon d’Or digelar, pihak penyelenggara akan memilih terlebih dahulu Kopa Award untuk pertama kalinya.
Pemenang dari Kopa Award sendiri adalah pemain yang terpilih oleh 33 pemenang Ballon dOr yang masih hidup, di antaranya Cristiano Ronaldo, Leo Messi, Zinedine Zidane, Ronaldinho, Ronaldo Luis, Luis Figo, dan George Weah.
Sementara pemenang penghargaan Ballon d’Or tahun ini sendiri baru akan diumumkan di Paris pada 3 Desember 2018 dan disiarkan secara langsung sejak pukul 20.45 waktu setempat.
Berikut daftar 15 nominasi peraih Ballon d’Or 2018:

Sergio Agüero (Manchester City)
Alisson Becker (Roma / Liverpool)
Gareth Bale (Real Madrid)
Karim Benzema (Real Madrid)
Edinson Cavani (PSG)
Thibaut Courtois (Chelsea / Real Madrid)
Cristiano Ronaldo (Real Madrid / Juventus)
Kevin de Bruyne (Manchester City)
Roberto Firmino (Liverpool)
Diego Godín (Atlético)
Antoine Griezmann (Atlético)
Eden Hazard (Chelsea)
Francisco Alarcón ‘Isco’ (Real Madrid)
Harry Kane (Tottenham Hotspur)
N´Golo Kanté (Chelsea)

(qur/pojoksatu)

Pemain Ini Merasa Tak Pantas Disejajarkan dengan Ronaldo dan Lionel Messi

POJOKSATU.id, TURIN – Bintang Juventus, Paulo Dybala digadang-gadang sebagai calon pemain terbaik dunia masa depan menggantikan peran Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Meski penampilannya belum konsisten, namun Dybala baru saja menunjukkan aksi terbaiknya di babak penyisihan Grup H Liga Champions setelah mencetak hat-trick ke gawang Young Boys.
Namun begitu, sang pemain rupanya risih dengan penilaian publik tersebut. Dybala bahkan menegaskan tidak ada pemain yang mampu menyamai pencapaian Messi maupun Ronaldo tersebut, termasuk dirinya.

“Kecuali Messi dan Ronaldo sudah tak lagi berkarier, namun mereka masih melakukan hal-hal luar biasa,” kata Dybala kepada La Gazzetta dello Sport seperti dikutip dari Goal.
Dybala pun bertekad dan selalu bermimpi dianggap sebagai pemain terbaik di planet ini. “Messi dan Cristiano berada di luar norma. Target saya adalah menjadi yang pertama di antara mereka,” ungkapnya.
Bicara soal pemain lain yang berpotensi menjadi terbaik dunia di masa yang akan datang, Dybala menunjuk gelandang Real Madrid, Isco.
“Manusia biasa lainnya, saya suka Isco, karena ia tidak pernah kehilangan bola, namun Neymar dan Mbappe juga pemain luar biasa,” sebutnya.
“Ketika saya kecil, duduk di depan api unggun, saya berharap saya dapat memenangkan Ballon d’Or. Jika Anda ingin berkembang, Anda harus membuat target tinggi,’ tandasnya.
Sejak bergabung dengan Juventus, Paulo Dybala telah mencetak 72 gol dari 147 penampilannya untuk  Bianconeri.
Dengan usianya yang baru 24 tahun, Dybala pun digadang akan menjadi penerus Lionel Messi maupun Ronaldo sebagai salahsatu pemain terbaik dunia di masa yang akan datang.
Bahkan, sebagaimana pernah diungkapkan legenda Juve, Alessandro Del Piero, Paulo Dybala dan Kylian Mbappe akan mengambil alih panggung Messi dan Ronaldo setelah duo superstar itu pensiun.
(qur/pojoksatu)

Mauro Icardi: Lionel Messi Adalah Roh La Albiceleste!

POJOKSATU.id, MILAN – Pemain internasional Argentina, Mauro Icardi menegaskan jika Timnas Argentina membutuhkan kehadiran sosok Lionel Messi menatap ajang Copa America 2019.
Menurut bomber Inter Milan itu, La Albiceleste tidak akan bisa berbuat apa-apa tanpa kehadiran sang superstar yang bermain untuk Barcelona tersebut.
“Messi harus kembali memperkuat timnas karena kami akan menghadapi agenda Copa America,” sebut Icardi seperti dikutip dari Goal.
Leo Messi sendiri sepertinya sudah kehilangan gairah bersama timnas setelah ia kembali gagal mempersembahkan trofi Piala Dunia 2018 Rusia. Tim Tango bahkan gagal menembus final di Piala Dunia edisi ke-21 itu.
Langkah Leo Messi dan kawan-kawan dihentikan Timnas Prancis yang membungkamnya di babak 16 besar dengan skor cukup ketat 3-4.
Messi bahkan telah memberikan sinyalemen mundur dari pentas internasional bersama timnas setelah memberitahu pelatih interim Argentina Lionel Scaloni bahwa dia menolak terlibat di ajang internasional untuk beberapa saat.
Namun banyak pihak di Argentina yang mengharapkan dirinya untuk tetap bersama Albiceleste mengingat mereka akan menghadapi ajang prestisius di Amerika Selatan, yakni Copa America.
(qur/pojoksatu)