W88top casino trực tuyến

lionel messi

Sungguh, Lionel Messi Pemain Terbaik dalam Sejarah Sepakbola!

POJOKSATU.id, CATALUNYA – Gelandang Barcelona, Philippe Coutinho melabeli rekan setimnya, Lionel Messi sebagai pemain terbaik dalam sejarah sepak bola.
Sanjungan Coutinho diberikan setelah Messi tampil impresif di pentas Liga Champions dengan mencetak dua gol ke gawang Tottenham Hotspur untuk mempersembahkan kemenangan timnya 4-2 di Wembley, kemarin.
“Messi adalah yang terbaik di dunia, dan saya harus katakan bahwa dia adalah yang terbaik dalam sejarah,” tutur Coutinho seperti dikutip dari Goal.
“Menurut saya. Semua yang dia lakukan tidak bisa ditebak. Saya turut senang untuk dia bahwa dia mencetak dua gol di pertandingan kemarin,” sebut penggawa Timnas Brasil itu.
Pujian Coutinho tentu tak berlebihan mengingat Leo Messi mengawali musim ini dengan penampilan mengesankan.
Peraih 5 Ballon d’Or itu kini bertengger di puncak top skorer sementara Liga Champions 2018/19 dengan raihan lima gol dari dua pertandingan yang sudah dilakoninya.
Messi bahkan tampil ganas mengawali musim ini di pentas paling bergengsi di benua Eropa itu dengan mencetak hat-trick ke gawang PSV Eindhoven.
(qur/pojoksatu)

Lionel Messi Tak Jadi ‘The Best’, Alba Komentari Pedas FIFA

POJOKSATU.id, CATALUNYA – Megabintang Barcelona, Lionel Messi benar-benar diabaikan di ajang penghargaan Pemain Terbaik tahun ini.
Peraih 5 Ballon d’Or itu bahkan tak masuk dalam tiga nominator Pemain Terbaik Dunia FIFA 2018 yang kemudian dimenangkan gelandang Real Madrid dan kapten Timnas Kroasia, Luka Modric.
Rekan setim Messi, Jordi Alba pun mengeluarkan reaksi atas kenyataan tersebut dan menegaskan Messi adalah yang terbaik menyusul performa magisnya untuk Barcelona saat membungkam tuan rumah Tottenham Hotspur 4-2 di Wembley pada Kamis (4/10) dini hari WIB.
Dalam laga matchday 2 Liga Champions itu, Leo Messi sukses mencetak brace ke gawang Hugo Lloris dan berandil dalam kreasi dua gol lainnya yang dicetak Philippe Coutinho serta Ivan Rakitic.
Karena itu, ditegaskan Alba, Leo Messi sekali lagi telah membuktikan jika dirinya berada di tingkatan yang berbeda dari pemain-pemain lainnya dan pantas disebut yang terbaik.
Berdasarkan pandangan itu, Alba juga menegaskan gelar pemain terbaik FIFA The Best 2018 yang jatuh ke pelukan Luka Modric adalah “kebohongan”.
“Buat saya, (FIFA) The Best adalah kebohongan. Modric pemain hebat, salah satu yang terbaik di dunia. Tetapi Messi seperti berada di ‘meja’ berbeda, bermain di level berbeda,” katanya seperti dikutip dari Goal.
“Dia sekali lagi mendemonstrasikan bahwa dia adalah yang terbaik di dunia,” ujarnya.”Saat Leo berlari, kami rekan setimnya cuma harus menggemeretakkan gigi. Dia yang terbaik dan dia menjadikan kami sedikit lebih baik,” tuturnya.
Lionel Messi sendiri sejauh ini telah mengoleksi sepuluh gol plus lima assist dalam sepuluh penampilan di semua kompetisi musim ini.
(qur/pojoksatu)

Cetak Dwigol ke Gawang Spurs, Lionel Messi Top Skorer Liga Champions

POJOKSATU.id, CAMP NOU – Dua gol ke gawang Tottenham Hotspur di matchday 2 Liga Champions membawa bomber Barcelona, Lionel Messi bertengger di puncak top skorer sementara.
Leo Messi kini telah mengemas 5 gol dari dua pertandingan yang dilakoninya di awal Liga Champions musim 2018/19.
Sang superstar memang tampil menjadi pembeda di pertandingan yang dimenangkan Barca 4-2 di Wembley Stadium, Kamis (4/10/2018) dini hari WIB itu.
Brace Lionel Messi Bawa Barcelona Berjaya di London
Dwigol Leo Messi disarangkan di menit 56 dan menit 90. Sedangkan dua gol Blaugrana lainnya dikreasi Philippe Coutinho di menit 2 dan Ivan Rakitic menit 28.
Messi memang tampil impresif mengawali Liga Champions musim ini. Peraih 5 Ballon d’Or itu bahkan sukses mencetak ­hat-trick ke gawang PSV Eindhoven di laga pembuka penyisihan Grup B.
Sementara di posisi kedua, Paulo Dybala (Juventus), Edin Dzeko (AS Roma) dan Neymar (Paris Saint-Germain) berbagai tempat dengan mengoleksi masing-masing tiga gol.
Sedangkan sang superstar Liga Champions musim lalu, Cristiano Ronaldo yang musim ini turun membela Juventus belum mengawali gol debutnya.
Ronaldo justru mengalami nasib tragis di laga debut Liga Champions musim ini bersama Juve setelah diganjar kartu merah di pertandingan kontra Valencia di macthday 1.
Berikut daftar top skorer sementara Liga Champions musim 2018/19 hingga matchday 2:
5 gol: Lionel Messi (Barcelona)
3 gol: Paulo Dybala (Juventus), Edin Dzeko (AS Roma), Neymar (PSG)
2 gol: Antoine Griezmann (Atletico Madrid),Mauro Icardi (Inter), Junior Moraes (Shakhtar Donetsk), Viktor Klonaridis (AEK Athen), Michal Krmencik (Viktoria Plzen), Kylian Mbappe (PSG), Miralem Pjanic (Juventus), Paul Pogba (Manchester United), Nicolas Tagliafico (Ajax),Nikola Vlasic (CSKA Moskva).
(qur/pojoksatu)

Brace Lionel Messi Bawa Barcelona Berjaya di London

POJOKSATU.id, LONDON – Barcelona sukses mencuri poin penuh dari Tottenham Hotpsur di matchday 2 Liga Champions 2018/19 di Wembley Stadium, Kamis (4/10/2018) dini hari WIB dengan menyegel kemenangan 4-2.
Sang superstar tampil menjadi pembeda setelah mencetak brace dipertandingan tersebut. Sedangkan tuan rumah hanya mampu mencetak dua gol lewat Harry Kane di menit 52 dan Erik Lamela menit 66.
Dwigol Leo Messi disarangkan di menit 56 dan menit 90. Sedangkan dua gol Blaugrana lainnya dikreasi Philippe Coutinho di menit 2 dan Ivan Rakitic menit 28.
Tampil dihadapan pendukung setiap The Lilywhite,skuat besutan Ernesto Valverde mampu tampil terbuka dan bisa mengatasi teror suporter.
Terbukti, saat pertandingan baru saja memasuki menit kedua sejak wasit meniup peluit kick-off tanda pertandingan dimulai, Coutinho langsung menjadi pembeda lewat sebuah skema serangan yang apik.
Gol berawal dari umpan terobosan akurat Messi ke sayap kiri, Alba yang datang menyambut langsung menyodorkannya ke arah Coutinho yang tanpa jeda langsung menendang bola dengan sepakan terukur ke pojok kiri gawang.
Babak pertama sendiri nyaris milik Barcelona, terbukti mereka kembali unggul di menit 28 lewat kreasi Ivan Rakitic.
Rakitic sukses memanfaatkan umpan Coutinho yang mengarah ke depan area penalti. Meski sepakannya sempat menerpa tiang gawang dalam, namun bola hasil tembakan voli gelandang asal Kroasia itu jatuh di dalam garis gawang.
Hingga wasit meniup peluit jeda, tuan rumah pun gagal mengejar ketertinggalan, meskipun Harry Kane beberapa kali mampu menciptakan peluang emas.

Kasihan, Maradona Sarankan Lionel Messi Mundur dari Timnas

POJOKSATU.id, BUENOS AIRES – Legenda Timnas Argentina, Diego Armando Maradona menyarankan Lionel Messi untuk tidak kembali ke Timnas Argentina.
Maradona merasa kasihan dengan superstar Barcelona itu yang selalu menjadi sasaran kekecewaan publik negaranya jika La Albiceleste menuai hasil minor.
Lionel Messi sendiri telah absen di beberapa laga ujicoba Timnas Argentina pasca gelaran Piala Dunia 2018 Rusia termasuk dipastikan absen di pertandingan berikutnya menghadapi Irak dan Brasil.

Maradona, seorang pemenang Piala Dunia 1986, merasa Messi – pencetak gol terkemuka sepanjang masa Argentina – harus pensiun dari tugas internasional.
“Jangan datang lagi,” kata Maradona saat diwawancara media asal Argentina, Clarin seperti dikutip dari Omnisport.
“Timnas U-15 kalah dan itu kesalahan Messi. Pertandingan di Argentina menempatkan Racing melawan Boca dan Messi harus disalahkan. Itu selalu salahnya,” sebutnya.
“Karenanya, aku akan berkata, ‘jangan pergi lagi’. Mari kita lihat apakah mereka bisa menanganinya,” ujarnya.
Maradona menilai, Leo Messi tidak bisa disalahkan atas pencapaian kurang mengesankan Timnas Argentina, terutama di Piala Dunia 2018 Rusia.
“Dia tidak bisa disalahkan karena Argentina tidak menjadi juara dunia,” ucapnya.
“Oke, kami menaruh harapan besar padanya, tetapi ketika Anda pergi ke arena balap, Anda memiliki harapan bahwa kuda Anda akan menang dan berakhir di urutan kedelapan,” sebut Maradona. “Di Formula 1, Vettel memiliki mesin yang hebat tetapi Hamilton selalu menang,”
“Dia tidak bisa disalahkan untuk apa pun, bukan salahnya jika orang lain kehilangan gairah,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

5 Masalah Serius Barcelona yang Harus Segara Diatasi Valverde

POJOKSATU.ID, BARCELONA – Klub rakasasa La Liga, Barcelona tengah berada dalam periode negatif. Tiga pertandingan terakhir dilalui tanpa kemenangan. Jika tidak segera menunjukkan performa apik, Barca terancam gagal memenhi target musim ini.
Kompetisi musim 2018/2019 memang baru berjalan hampir dua bulan. Namun mendapati Barcelona kehilangan tujuh poin dalam tiga laga beruntun (Kalah dari Leganes dan imbang kontra Girona dan Atheltic Bilbao), tentu sebuah fakta yang langka.
Meski itu terjadi di kompetisi domestik, tapi juga memunculkan kekhawatiran berimbas pada penampilan di Liga Champions. Kompetisi yang jadi target utama Barca musim ini.
Bintang Real Madrid Ini Absen Lawan CSKA Moskow
Lalu apa yang salah dengan Barcelona? Ernesto Valverde tampaknya harus segera menemukan solusi dari lima masalah berikut ini:
1. Mengembalikan Ketajaman Luis Suarez
Luis Suarez – Striker Barcelona (espnfc.com)
Baru mencetak tiga gol dalam tujuh laga terakhir sesungguhnya bukan capaian memuaskan untuk bomber Barcelona ini. Ketajamannya di lini depan tak lagi menakutkan bagi lawan-lawan Barca.
Kembali Bela Timnas Indonesia, Ini Target Gelandang Persib
Mungkin Suarez memang sudah melewati masa kejayaannya. Maklum usianya sudah memasuki 31 tahun. Tapi sebagai striker utama klub penyerang asal Uruguay ini harus memberi kontribusi nyata bagi klub.
Jangankan mencetak gol, penguasaan bolanya juga sudah lemah dan mudah direbut bek lawan. Masalah yang harus segera diperbaiki jika ingin membantu tim kembali ke konsistensi meraih kemenangan.

Pelan Namun Pasti Lionel Messi Dekati Rekor Pele

POJOKSATU.id, CATALUNYA – Mesin gol Barcelona, Lionel Messi berpotensi melampaui rekor sepanjang masa legenda Brasil, Pele sebagai pemain yang mencetak banyak gol untuk satu klub sepanjang kariernya.
Sejauh ini La Pulga telah mengoleksi 559 gol bersama Barcelona disemua kompetisi. Sedangkan Pele masih memegang rekor dengan kemasan 643 gol untuk Santos.
Dikutip dari Marca, berdasarkan data dari Federasi Internasional Sejarah dan Statistika Sepakbola atau IFFHS, pemain dengan nama lengkap Edson Arantes do Nascimiento itu telah mencetak 643 gol dari 757 pertandingan yang dilakoninya untuk Santos.

Sedangkan Messi, sejauh ini telah membukukan 559 gol yang dikemasnya dari 638 pertandingan terdiri atas, 387 pertandingan di LaLiga, 103 pertandingan di Liga Champions, 48 laga ​​di Copa del Rey, 13 pertandiangan di Piala Super Spanyol dan sisanya lima pertandingan di Piala Dunia Klub.
Dengan demikian, Leo Messi tinggal membutuhkan 84 gol lagi untuk bisa mencapai level yang sama dengan legenda Selecao tersebut.
Meski terbilang masih terpaut cukup jauh, namun di usianya yang ‘masih’ 31 tahun, peraih 5 Ballon d’Or itu masih punya kans untuk mencapai rekor sepanjang masa sebagaimana yang pernah ditorehkan Pele tersebut.
Sementara dengan rekor jumlah gol yang telah dikumpulkan saat ini, Messi telah melampaui rekor yang dibukukan legenda Bayern Munchen, Gerd Muller, yang telah mencetak 525 gol untuk Bayern Munchen antara 1964 dan 1979.
(qur/pojoksatu)

Gagal Jadi “The Best”, Lionel Messi Tetap Terbaik Sepanjang Masa

POJOKSATU.id, CAMP NOU – Superstar Barcelona, Lionel Messi benar-benar tak lirik di ajang penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA 2018.
Alih-alih membawa pulang piala prestisius tersebut, Leo Messi tak masuk dalam tiga nominator. Peraih 5 Ballon d’Or itu hanya masuk dalam 10 besar.
Namun demikian, gagal menjadi “The Best” di Eropa maupun dunia versi FIFA tahun ini tak lantas mengubah pandangan orang tentang sosok kapten timnas Argentina itu.
Gagal Jadi “The Best”, Cristiano Ronaldo Tetap Nomor Satu
Lionel Messi dan Ronaldo Memang Hebat, Namun Kali Ini Giliran Luka Modric

“Bagi kami Leo Mesi akan selalu jadi pemain terbaik di dunia sepanjang masa,” kata Eto’o seperti dikutip dari fourfourtwo.
“Manusia harus memilih dan mereka memilih tiga pemain, yang juga sudah melakukan hal baik tahun ini,” sebut dia.
Bahkan di mata legenda Barcelona, Samuel Eto’o, Lionel Messi tetap yang terbaik sepanjang masa meski gagal di dua penghargaan indivual tersebut.
“Namun bagi orang seperti saya dan banyak lainnya, penghargaan itu tak mengubah fakta bahwa Leo adalah pemain terbaik di dunia sepanjang masa,” ujar Eto’o.
Pendapat Eto’o yang pernah berduet dengan Messi di Barca sejak 2004 hingga 2009 itu pun diamini Direktur Operasi Barcelona, Javier Bordas yang menilai penghargaan yang digelar FIFA itu tidak kredibel.
Ditegaskan Bordas, penghargaan tersebut harus dimenangkan oleh Lionel Messi, pemain terbaik di dunia. “Absennya Messi mendiskreditkan penghargaan itu. Semua orang tahu dia adalah yang terbaik di dunia dalam semua aspek,” tandasnya.
“Jika anda menempatkan Messi di posisi Modric maka dia akan tampil lebih baik, dia adalah pengumpan yang lebih baik, finisher yang lebih baik, dia sudah jadi yang terbaik selama bertahun-tahun,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Lionel Messi Kritik Barisan Pertahanan Barcelona

POJOKSATU.id, CAMP NOU – Barcelona gagal kembali ke jalur kemenangan setelah hanya bermain imbang 1-1 dengan Athletic Bilbao di lanjutan LaLiga pekan ke-7 di Camp Nou, Sabtu (29/9/2018) malam WIB.
Sebelumnya, Blaugrana ditumbangkan di tangan tim juru kunci Leganes dengan skor tipis 1-2 di Estadio Municipal De Butarque, pekan lalu.
Meski begitu, skuat besutan Ernesto Valverde masih berhak memuncaki papan klasemen meski sama-sama mengemas 14 poin dengan Real Madrid.
Insiden Kartu Kuning Lionel Messi Usai Pertandingan
Kapten tim, Lionel Messi pun menyiratkan rasa tidak senangnya dengan pencapaian Barca sejauh ini meski berada di puncak klasemen.
Hasil imbang atas Bilbao menurutnya semakin mengindikasikan perlunya peningkatan kualitas di barisan pertahanan Barcelona.
Meski begitu, Messi menegaskan tidak meragukan sama sekali dengan kapasitas para bek Blaurgana. “Tidak ada kecemasan karena musim baru saja dimulai dan itu adalah tahun yang panjang,” kata Messi seperti dikutip dari Marca.
“(Namun) kami harus lebih kuat bertahan, kami datang dari tahun yang sulit (untuk mencetak gol melawan kami) dan sekarang mereka mengambil minimum untuk melakukannya,” sebut dia.
Messi berharap di laga selanjutnya, Barca tak lagi mudah kebobolan untuk menjaga tren juara dengan rekor-rekor clean sheet yang lebih banyak lagi.
“Tidak bisa terjadi bahwa kami kebobolan gol di setiap pertandingan, kami harus meningkatkan dan menjadi kuat di area bertahan karena itu adalah hal yang paling penting,” tandasnya.
Sejauh ini performa peraih 5 Ballon d’Or tidak mengecewakan, dari tujuh pertandingan yang dilakoninya di pentas domestik, Leo Messi telah mengemas 5 gol.
(qur/pojoksatu)

Insiden Kartu Kuning Lionel Messi Usai Pertandingan

POJOKSATU.id, CATALUNYA – Megabintang Barcelona, Lionel Messi kembali gagal mencetak gol di dua pertandingan terakhir dalam lanjutan La Liga 2018/19.
Alih-alih menambah pundi-pundi golnya, Messi justru harus menerima kenyataan pahit diganjar kartu kuning oleh wasit meski pertandingan sudah usai saat Barca kontra Athletic Bilbao di Camp Nou, Sabtu (29/9/2018) malam WIB.
Barca sendiri gagal mengamankan poin penuh di pertandingan tersebut setelah ditahan imbang tamunya dengan skor identik 1-1.

Meski begitu, Los Cules makin kokoh di puncak klasemen sementara LaLiga meski mengemas poin sama dengan Real Madrid.
Insiden kartu kuning yang diterima peraih 5 Ballon d’Or itu berawal dari protes berlebihan La Pulga terhadap sang pengadil pertandingan tersebut.
Dikutip dari Marca, usai wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir, Messi tampak berlari menghampirinya untuk mengatakan sesuatu.
Messi sendiri terlihat reaktif saat melakukan kontak dengan wasit Santiago Jaime Latre tersebut. Leo Messi sepertinya memprotes beberapa keputusan wasit yang merugikan timnya dalam pertandingan tersebut.
Marca sendiri mengklaim jika Messi mengatakan  “Saya melakukan yang terbaik yang saya bisa” kepada wasit dengan nada tinggi dan gesture marah.
Sang wasit coba menenangkannya, namun Messi terus merangsek dengan argumentasinya. Tak ayal, wasit pun lantas merogoh sakunya untuk mengganjar sang superstar itu dengan kartu kuning.
Carlos Naval, salahseorang ofisial Barcelona yang melihat momen itu pun langsung bergegas menghampirinya untuk kemudian membawa Messi ke ruang ganti.
Dalam pertandingan itu sendiri, Messi terlihat beberapa kali memprotes keputusan wasit, terutama saat wasit tidak memberikan tendangan sudut untuk Barca setelah sepakannya dibelokkan oleh pemain Athletic sebelum keluar garis lapangan.
(qur/pojoksatu)