liverpool vs manchester city

Arsene Wenger : Kalah di Pertandingan Besar Itu Mengerikan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Arsene Wenger mengomentari hasil pertandingan Liverpool vs Manchester City yang berakhir 3-1.
Wenger mengatakan, kekalahan di pertandingan besar adalah hal mengerikan. “Pertama-tama, kehilangan pertandingan besar itu mengerikan,” ujarnya dilansir Metro.
“Anda melihat reaksi dari kedua manajer malam ini. Anda bisa melihat besarnya tekanan yang mereka alami dan seberapa besar arti pertandingan bagi mereka berdua,” sambungnya.
Diketahui, hasil pertandingan di Anfield tersebut membuat jarak kedua tim menjadi sembilan poin.
Menurut Wenger, angka tersebut terlalu besar bagi City untuk mengejarnya.
“Pep akan pulang dan benar-benar hancur, lebih dari yang Anda pikirkan. Jika Anda memikirkan angka, tambahkan 100 persen dan Anda mungkin mendekati itu,” paparnya.
“Secara keseluruhan, sembilan poin adalah perbedaan yang terlalu besar bagi Manchester City setelah 12 pertandingan,” tambahnya.
Sementara itu, usai pertandingan Klopp terkesan dengan penampilan para pemainnya yang pada akhirnya mampu mengalahkan City.
“Mereka bagus. Kami harus bertahan dengan semua yang kami miliki tetapi kami mencetak gol luar biasa,” katanya.
“(Pertandingan) Sangat sulit untuk dimainkan, intensitas permainannya sangat jelas. Itu semua sepadan, benar-benar hebat. Para pemain benar-benar fokus dan berkonsentrasi.
“Itu sangat bagus. Itu satu-satunya cara kami bisa mengalahkan City, mungkin tim lain bisa melakukannya dengan cara yang berbeda, tetapi ini satu-satunya cara kami bisa mengalahkan mereka,” pungkasnya.
(zul/pojoksatu)

Soal Peluang Juara Usai Dikalahkan Liverpool, Ini Kata Pep Guardiola

POJOKSATU.id, JAKARTA – Liverpool main kokoh di puncak klasemen setelah mengalahkan Manchester City 3-1 pada laga lanjutan Liga Inggris, Minggu (10/11).
Hasil ini membuat jarak keduanya menjadi sembilan poin. Selain itu, banyak yang mulai meragukan City bakal mengejar Liverpool.
Ditanyakan perihal ini, Pep Guardiola tidak banyak komentar. Ia mengaku tidak tahu dan memilih fokus pada pertandingan berikutnya.
“Aku bukan pesulap; aku tidak tahu masa depan,” kata Guardiola dilansir BBC.
“Kami punya pertandingan melawan Chelsea di kandang. Kami akan mencoba untuk mengalahkan mereka,” sambungnya.
Jika melihat musim lalu, peluang City sebenarnya belum tertutup karena kondisinya tidak jauh berbeda.
The Reds membuka keunggulan 10 poin atas City setelah 20 pertandingan dan memiliki satu pertandingan sisa.
Namun, City kemudian melakukan hal yang luar biasa, menjatuhkan hanya tiga poin dalam 18 pertandingan tersisa mereka, yang termasuk kemenangan atas The Reds di Etihad Stadium.
Lebih lanjut, terkait hasil pertandingan tersebut, Guardiola memberikan ucapan selamat pada Liverpool.
Tidak lupa, Guardiola juga memuji penampilan para pemain City yang dinilainya bermain baik.
“Selamat untuk Liverpool, mereka mencetak tiga, kami mendapat satu tapi saya sangat bangga dengan tim saya,” ujarnya.
“Kami memulai dengan sangat baik, kami menunjukkan keberanian yang luar biasa, mereka adalah juara Eropa dan itu adalah stadion yang paling sulit di dunia. Kami bermain seperti juara saling berhadapan.
“Kami tidak bisa menyangkal betapa bagusnya Liverpool, tetapi cara kami bermain, kepribadian, itu bagus,” pungkasnya.
(zul/pojoksatu)

Community Shield 2019: Man City Taklukkan Liverpool Lewat Adu Penalti

POJOKSATU.id, LONDON – Manchester City keluar sebagai juara Community Shield 2019 setelah mengalahkan Liverpool. Pada pertandingan di Stadion Wembley, Minggu (4/8/2019) malam WIB, pemenang ditentukan lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal.
Pada pertandingan ini, Bos Man City, Pep Guardiola memainkan pembelian termahalnya di jendela transfer musm panas, Rodrigo sebagai gelandang bertahan.
Sementara Liverpool yang memang agak pasif di jendela transfer musim panas ini, tampil dengan The Winning Team musim lalu.
Hanya Divock Origi yang menggantika Sadio Mane di depan. Selebihnya, Jurgen Klopp tetap menurunkan skuat terbaiknya musim lalu.
The Citizen unggul lebih dulu pada menit 12 setelah umpan David Silva dituntaskan Raheem Sterling menjadi gol. 1-0 Man City memimpin.
Liverpool baru bisa menyamakan skor di paruh kedua. Tepatnya pada menit 55. Berawal dari tendangan bebas Jordan Henderson mampu dikuasai Virgil Van Dijk. Bek asal Belanda itu kemudian mengirim umpan silang ke mulut gawang yang dengan mudah disundul Joel Matip. Skor imbang 1-1.
Kedudukan sama kuat ini bertahan hingga 90 menit waktu normal berakhir. Pertandingan pun dilanjutkan ke adu penalti.
Algojo kedua Liverpool, Georginio Wijnaldum gagal melaksanakan tugasnya dengan baik. Sementara lima eksekutor Man City sukses menaklukkan Alisson.
Penendang terakhir, Gabriel Jesus menjadi penentu kemenangan City dengan skor 5-4 (1-1).
Juara Community Shield 2019 menjadi gelar pertama tim asuhan Guardiola musim ini. Pada tahun lalu, The Citizen juga jadi kampiun pada pertandingan yang mempertemukan juara Piala FA dan Premier League ini, dengan mengalahkan Chelsea 2-0.
(fat/pojoksatu)

Kalah dari Manchester City, Jurgen Klopp Cepat Move On

POJOKSATU.id, JAKARTA – Persaingan papan atas Premier League makin panas setelah kekalahan Liverpool, Jumat (4/1) lalu.
Meski masih kokoh di puncak dengan 54 poin, namun posisi Liverpool tak nyaman. Lantaran Manchester City mengintai di posisi kedua dengan 50 poin.
Terkait kekalahan kemarin, Jurgen Klopp tak mau melebih-lebihkan. Pasalnya, para pemain sudah bermain baik, namun menurutnya, mereka harus tetap bisa menerima kekalahan.
Akan tetapi, Klopp juga meminta para pemain untuk belajar dari kekalahan tersebut.
“Kami menerima hasil itu apa adanya, dan belajar dari itu. Jelas ada beberapa momen yang bisa dipelajari. Kami bisa memulai pertandingan dengan cara berbeda, tapi ini hanya satu pertandingan,” ujarnya dikutip liverpoolfc.com.
Lebih lanjut, Klopp mengaku jika dirinya selalu bersikap sama setelah pertandingan.
Ia tidak merayakan saat menang dan terlalu bersedih saat kalah.
“Biasanya, saya melewati satu atau dua malam untuk memikirkan segala hal, lalu bicara pada tim. Terkadang melakukannya langsung setelah pertandingan. Perkataan saya lebih bersifat netral daripada mengarah pada maksud tertentu,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)