M. Iriawan

PSSI Pertama Kali Gelar Rakor dengan Polri

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI untuk pertama kalinya menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Polri.
Ketua Umum PSSI M Iriawan menuturkan, rapat yang digelar di Jakarta, Kamis (20/2), dilakukan guna menyiapkan koordinasi keamanan dengan kepolisian.
“Ini adalah momen yang luar biasa dan kami tunggu-tunggu, karena dalam kurun waktu yang cukup lama, baru pertama kali PSSI bisa menggelar rakor dengan Polri,” katanya.
Lebih lanjut, pria yang karib disapa Iwan Bule memastikan, rapat koordinasi kali ini full membahas tentang kompetisi.
“Yang kami bahas ialah persoalan jadwal yang terkadang suka berubah. Untuk itu kami ingin menyatukan persepsi itu dengan Polri,” jelasnya.
Rakor tersebut juga dihadiri seluruh klub baik di Liga 1 maupun Liga 2 karena di daerah merekalah nantinya, hasil rakor seperti ini dibutuhkan sehingga jadwal kompetisi sudah pasti dan tak akan bergeser lagi.
(jpnn/pojoksatu)
The post PSSI Pertama Kali Gelar Rakor dengan Polri appeared first on Pojoksatu.id.

VAR Disiapkan untuk 2021, Ketum PSSI : Bertahap, karena Tidak Mudah

POJOKSATU.id, BALI – Video assistant referee (VAR) menjadi salah satu agenda pembahasan dalam Kongres PSSI kemarin (25/1).
Hal ini pun disampaikan Ketua Umum PSSI Moch. Iriawan. Dikatakan, tahun ini pihaknya berencana untuk mengecek kesiapan 18 klub Liga 1 mengenai penerapan VAR.
PSSI juga akan menyiapkan sembilan materi kursus VAR yang akan diikuti 35 wasit Liga 1.
Dikatakan, setelah pengecekan dan pelatihan untuk wasit selesai, pihaknya kembali melakukan evaluasi. Jika semua berjalan baik, pada 2021 Liga 1 bisa menerapkan VAR. “Bertahap ya karena memang tidak mudah,” tuturnya.
Untuk venue-venue yang bakal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 dan sudah ditetapkan FIFA bisa menerapkannya. Sebab, pada Piala Dunia U-20 tahun depan, FIFA menggunakan VAR.
“Ya kemungkinan besar pakai, peralatannya kan bawa dari sana semua, wasitnya juga,” kata Iwan Bule, sapaan akrab Moch. Iriawan.
Sementara itu, beberapa voters mendukung penerapan VAR. Salah satunya CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin.
Munafri beralasan, VAR bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas wasit.
“Yang paling realistis memang VAR. Tapi, harus kembali lagi, infrastruktur sanggup tidak. Pelan-pelan Indonesia harus membenahi itu,” ucapnya.
Sekretaris Persebaya Surabaya Ram Surahman menuturkan, daripada menunggu kehadiran VAR terlalu lama, PSSI seharusnya bisa menggunakan metode yang digunakan Green Force dalam Forever Game melawan Persis Solo pada Sabtu (11/1) lebih dulu.
Dalam laga tersebut, wasit diberi fasilitas berupa kamera kecil yang dipasang di jersey bagian depan.
“Kejadian yang melibatkan wasit dan pemain bisa tahu. Jadi, siapa yang salah nanti ketahuan. Kalau ada kamera, efektif untuk mengambil keputusan,” paparnya.
(jpc/pojoksatu)
The post VAR Disiapkan untuk 2021, Ketum PSSI : Bertahap, karena Tidak Mudah appeared first on Pojoksatu.id.

Peluang GBT Jadi Venue Piala Dunia U-20 Kembali Terbuka

POJOKSATU.id, SURABAYA – Peluang Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya untuk menjadi venue Piala U-20 pada 2021 kembali terbuka.
Hal ini terjadi berkat negosiasi dari PSSI. FIFA akhirnya setuju untuk menggunakan enam stadion.
Kans GBT pun semakin besar. Sebab, PSSI punya sistem ‘pasangan’ untuk venue Piala Dunia U-20 nanti. Enam stadion yang dipilih, ditetapkan berdasarkan lokasi dan letaknya.
Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) berpasangan dengan Stadion Pakansari. Stadion Manahan Solo dengan Stadion Mandala Krida dan GBT rencananya bakal dipasangkan dengan Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Dengan pola berpasangan seperti itu, persiapan bakal lebih rapi. Akomodasi serta keamanan pun lebih mudah dipantau.
Antusiasme suporter termasuk menjadi salah satu penilaian untuk memilih keenam stadion itu.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI Moch Iriawan mengatakan, dia lega lantaran pihaknya berhasil melobi FIFA untuk memperbolehkan enam stadion sebagai venue.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Iwan Bule itu mengatakan akan memantau langsung kesiapan enam stadion yang dijagokan tersebut. “Saya akan lihat sendiri, keliling. Mungkin sebelum Kongres PSSI,” tuturnya.
Setelah melihat secara langsung, Iwan Bule akan mencocokkan dengan standar yang diinginkan FIFA. Saat Kongres Tahunan PSSI pada 25 Januari mendatang, kemungkinan akan langsung ditetapkan stadion mana yang bakal jadi venue Piala Dunia U-20.
Iwan juga menanggapi soal sikap Bonek terkait venue Piala Dunia. Sebab, rencana renovasi GBT untuk persiapan Piala Dunia U-20, membuat Persebaya terancam menjadi tim musafir.
Namun, Iwan menegaskan, ada kepentingan yang lebih besar lagi untuk Indonesia bagi Surabaya. “Nasionalisme harus dikedepankan. Saya harap teman-teman Bonek mengerti tentang hal ini,” ucap Iwan.
Menurutnya, persiapan untuk Piala Dunia U-20 juga tidak lama. Artinya, setelah itu Persebaya bisa kembali berkandang di GBT lagi. Bahkan, Persebaya bisa menggunakan fasilitas berstandar FIFA untuk kompetisi.
Soal bakal adanya tim yang jadi musafir dan menyulitkan izin pertandingan ketika pindah kandang, Iwan Bule menjelaskan hal tersebut bakal dibahas di Kongres Tahunan PSSI. Pihaknya bakal bertemu dengan para Asprov untuk membahas hal tersebut.
Iwan berjanji akan menggunakan wewenangnya sebagai Sekertaris Lemhanas. Dia bakal berdiskusi langsung dengan pihak keamanan soal izin pertandingan.
Iwan sendiri sadar ketika dirinya mencalonkan diri, salah satu janji kampanyenya adalah komunikasi dengan pihak keamanan agar izin pertandingan lebih mudah. Dia berjanji akan mewujudkan hal tersebut.
“Itu yang sedang dirancang, diharap jadwal kompetisi tidak berubah, waktu pertandingan tidak sering mundur, lantas ada kepercayaan dari publik. Nanti akan kami bahas lebih fokus lagi,” tandasnya.
(jpc/pojoksatu)

Shin Tae-Yong Bakal Diperkenalkan Sabtu Ini

POJOKSATU.id, JAKARTA – Resmi melatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong akan diperkenalkan Sabtu (28/12) mendatang di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Adapun agenda untuk memperkenalkan Shin Tae-yong disampaikan langsung Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule.
“Shin sudah kita undang untuk finalisasi kontrak. Setelah itu, dia akan kami perkenalkan pada hari Sabtu (28/12) mendatang. Mudah-mudahan semua prosesnya bisa berjalan dengan lancar,” katanya dikutip dari laman resmi PSSI.
Lebih lanjut, disebutkan, terpilihnya Shin Tae-Yong sebagai pelatih berdasarkan pertimbangan dan masukan dari Departemen Teknik PSSI serta sejumlah pelatih.
Dijelaskan Iriawan, pihaknya ingin membangun tim nasional yang solid dan berprestasi.
Hal ini tentu saja tidak dilakukan secara instan, namun harus terukur dengan program kepelatihan yang disusun tim pelatih.
Shin Tae-yong sendiri diketahui merupakan pelatih yang pernah membawa tim Korea Selatan di Piala Dunia 2018.
Harapannya, dengan pengalaman dan kolaborasinya bersama pelatih lokal, apa yang diharapkan untuk tim nasional bisa diwujudkan.
Dilaporkan, selain timnas senior, pelatih asal Korsel ini juga diminta memantau persiapan timnas junior yang akan tampil di Piala Dunia U-20.
(zul/pojoksatu)

Simon McMenemy Dipastikan Bakal Diganti, Ini Penggantinya?

POJOKSATU.id, JAKARTA – Beradasarkan hasil rapat rapat Exco yang digelar, Selasa (5/11) malam, PSSI memastikan tidak akan memperpanjang kontrak Pelatih Timnas Simon McMenemy.
Hal ini disampaikan Ketua Umum PSSI M Iriawan. Pria yang karib disapa Iwan Bule menjelaskan Simon pasti akan diganti dengan pelatih yang baru.
“Betul, (hasil rapat Exco, red) akan diganti,” kata Iwan dalam pesan singkatnya.
Terkait waktu penggantiannya, Iwan menuturkan akan ditentukan setelah sosok penggantinya tiba di Indonesia.
Dengan begitu, Simon masih punya waktu untuk menambah catatannya menukangi Timnas Indonesia sampai pelatih baru datang.
“(Simon melatih,red) sampai dengan menunggu pelatih baru datang,” tandasnya.
Lantas, siapa pengganti Simon? Sosok yang ramai dibicarakan sebagai pelatih Timnas Indonesia anyar nanti ialah Shin Tae Yong.
Pelatih asal Korea Selatan itu memiliki sederet pengalaman. Kalau sebelumnya nama Luis Milla Aspas, kemudian pelatih asal Jepang dan Korsel yang jadi kandidat, kini nama semakin mengerucut ke pelatih asal Korsel.
Akan tetapi sayangnya, saat beberapa Exco dihubungi mereka memilih bungkam karena menyerahkan persoalan ke media kepada Ketua Umum.
“Code of conduct-nya semua ke Ketum,” kata Anggota Exco PSSI Haruna Soemitro.
(jpnn/pojoksatu)