manajer

Beri Sinyal Mundur, Marsma Ardhi Jamin Persija Jakarta Tetap Bisa Pakai Halim

POJOKSATU.id, JAKARTA – Manajer Persija Jakarta, Marsma Ardhi Tjahjoko telah memberikan sinyal untuk mundur pasca keterlibatan Macan Kemayoran di pentas Liga Champions Asia 2019.
Jika Marsma Ardhi resmi mundur, maka bukan tak mungkin akan berimbas pada penyediaan fasilitas mess dan lapangan tempat berlatih Ismed Sofyan dan koleganya itu.
Pasalnya, selama ini, skuat Persija menggunakan mess dan lapangan latihan di kawasan Halim Perdanakusuma yang notabene tempat sang manajer bertugas sebagai anggota TNI AU.
Manajer Persija Jakarta Beri Sinyal Mundur
Marsma Ardhi Tjahjoko – Manajer Persija Jakarta (jawapos.com)
Namun demikian, Marsma Ardhi menegaskan, dan menggaransi kampiun Liga 1 2018 itu masih bisa menggunakan mess dan lapangan di Halim.
“Lanjut. Tidak masalah. Mungkin saya sudah tidak sama sekali cawe-cawe, tapi tidak begitu. Saya mungkin tetap mendukung dari belakang,” tuturnya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Marsma Ardhi pun mengaku telah mengkomunikasikan hal tersebut kepada pihak terkait. “Fasilitas lapangan dan mess aman. Tidak masalah,” sebutnya.
“Saya sudah bicara dengan Kepala Staf TNI AU. Untuk memfasilitasi Persija, dibolehkan. Silakan (dipakai lagi),” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Tidak Ada Alasan untuk Tak Segera Permanenkan Ole Gunnar Solskjaer

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Ole Gunnar Solskjaer sukses menjawab tantangan bekas klubnya Manchester United untuk menjadi manajerim interim.
Betapa tidak, sejak ditunjuk menggantikan peran Jose Mourinho yang dipecat, Solskjaer sukses mempersembahkan empat kemenangan beruntun di pentas Liga Primer Inggris.
Hebatnya lagi, dari empat laga yang telah disebutnya tersebut, Manchester City di bawah asuhannya mampu mengoleksi 14 gol. Laga kontra Cardiff City menjadi hasil terbesar yang sukses ditoreh mereka dengan skor telak 5-1.
Man United Menang Terus, Ole Gunnar Solskjaer Ungkap Rahasianya

Atas fakta tersebut, menurut legenda Setan Merah, Dimitar Berbatov, tak ada alasan lagi bagi klub untuk tidak segera mempermanenkan statusnya sebagai manajer definitif.
“Awalan yang luar biasa untuk Ole. Anda bisa lihat, tiba-tiba United tampak benar-benar berbeda – karena setiap pelatih datang dengan ide serta filosofi yang berbeda soal bagaimana laga seharusnya dimainkan,” tutur Berbatov seperti dikutip dari Betfair.
Di tangan Solskjaer, para penggawa United seakan ‘bangkit dari kubur’ untuk menunjukkan kelasnya di setiap pertandingan. Sebuah kondisi yang menurut Berbatov tak dilihatnya saat MU masih ditukangi Jose Mourinho.
“Namun tentunya ini baru awal. Ujian MU bersama Ole sebenarnya saat nanti menghadapi Spurs. Tapi, saya yakin tren kemenangan akan berlanjut,” ucapnya yakin.
Karena itu, Berbatov pun menyarankan manajemen Old Trafford segera menyodorkan kontrak permanen untuk pria asal Norwegia tersebut.
“Bila MU terus tampil seperti ini hingga akhir musim , apalagi bisa finis di empat besar. Sukar dipercaya jika Ole tidak mendapatkan jabatan tersebut secara penuh,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Man United Menang Terus, Ole Gunnar Solskjaer Ungkap Rahasianya

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Ole Gunnar Solskjaer sukses menjawab tantangan bekas klubnya Manchester United untuk menjadi manajerim interim.
Betapa tidak, sejak ditunjuk menggantikan peran Jose Mourinho yang dipecat, Solskjaer sukses mempersembahkan empat kemenangan beruntun di pentas Liga Primer Inggris.
Hebatnya lagi, dari empat laga yang telah disebutnya tersebut, Manchester City di bawah asuhannya mampu mengoleksi 14 gol. Laga kontra Cardiff City menjadi hasil terbesar yang sukses ditoreh mereka dengan skor telak 5-1.

Sang manajer, Solskjaer pun mengungkapkan hasil gemilang timnya di empat laga terakhir itu tak terlepas dari strategi yang diterapkannya.
Solskjaer pun menamai filosofi sepakbolanya itu dengan sebutan Cepat dan Kuat, merujuk pada sejarah atau masa kejayaan Manchester United di masa lampau.
“Cepat dan kuat. Itulah kami, Manchester Unitedi! Ketika Anda memiliki pemain seperti yang kami miliki dengan kecepatan Paul (Pogba), Anthony (Martial), Alexis (Sanchez), Romelu (Lukaku), (Marcus) Rashford. Itulah cara kami bermain dengan Andy, Yorkie, Giggsy, dan Becks di sisi-sisi lapangan, Anda menyerang dengan cepat ketika Anda bisa,” ungkap Solskjaer kepada Daily Mail seperti dikutip dari Goal.
Tidak hanya konsisten meraih kemenangan, gaya bermain United juga kini tak lagi menjemukan seperti halnya saat era Jose Mourinho.
Setan Merah kini terlihat lebih bergairah, ofensif, dan spartan dalam mencetak gol. Terbukti, dari empat pertandingan di bawah Solskjaer, mereka sukses mengemas 14 gol.
“Dan itu juga jadi filosofi saya. Jika Anda melihat tim Molde saya, di masa di mana saya mengasuh mereka, semuanya selalu seperti itu,” katanya.
“Apa yang saya suka adalah mendapat bola, menekan setengah wilayah lawan secepat mungkin, jika Anda sukses mencetak gol itu fantastis, jika tidak maka Anda harus bersabar dalam membangun permainan,” sebutnya.
“Ini adalah tentang bagaimana Anda mengembalikan cara kami bermain seperti dulu, cara yang seharusnya dimainkan United. Sepakbola yang mengasyikkan dan saya pikir kami mulai sedikit terlihat seperti apa yang kami inginkan,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Manchester United Empat Kali Menang Beruntun, Begini Perasaan Ole Gunnar Solskjaer

POJOKSATU.id, NEWCASTLE – Manchester United sukses menjaga tren kemenangan mereka usai membungkam Newcastle United dengan skor meyakinkan 2-0.
Tampil dihadapan publik tuan rumah di Saint James Park, skuat besutan Ole Gunnar Solskjaer ini sukses mencuri poin penuh di boxing day pekan 21 lanjutan Liga Primer Inggris, Kamis (3/1/2019) dini hari WIB itu.
Meski sempat kesulitan di periode pertama, United akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-64 melalui Romelu Lukaku, yang baru masuk ke lapangan kurang dari semenit sebelumnya.

Marcus Rashford kemudian menggandakan skor tim tamu sepuluh menit sebelum laga usai, dengan memaksimalkan umpan Alexis Sanchez.
Dengan hasil impresif ini, United bergeming di peringkat keenam klasemen sementara dengan raihan 38 poin atau terpaut enam angka dari zona empat besar.
Hasil ini juga menjadi catatan tersendiri bagi sang manajer interim, Ole Gunnar Solskjaer. Sempat diragukan kapasitasnya setelah ditunjuk untuk menukangi klub sekaliber MU, sang legenda itu mampu menjawab tantangan.
Solksjaer sukses menyegel semua kemenangan dari empat laga yang telah dibesutnya. Hebatnya, dari sumbangan 12 poin untuk MU tersebut, sebanyak 14 gol telah digelondongkan ke gawang lawan-lawan timnya itu.
Usai pertandingan pria asal Norwegia itu tak sanggup menutupi kegembiraannya. Ia menyebut para pemainnya mampu mengejawantahkan semua instruksinya.
“Akhirnya kami bisa meneruskan kemenangan. Performa yang sangat profesional. Kami memegang kendali, terus berusaha,” katanya seperti dikutip Pojoksatu.id dari Sky Sport.
Solskjaer pun memberikan catatan khusus untuk kedua pendonasi gol, Marcus Rasford dan Romelu Lukaku yang menurutnya tampil cukup mengesankan.
“Serangan hebat lagi dari Marcus, reaksi yang baik dari Rom (Lukaku). Ketika Anda melihat ‘Big Rom’ berlari ke arah Anda, saya pikir Anda akan menjauhkan tangan Anda,” ucapnya.
“Anda dapat bermain dengan mereka berdua (Rashford dan Lukaku), tidak masalah. Itu memberi saya pilihan,” sebut dia.
Solskjaer memang kemenangan ini sangat penting sebagai bekal positif timnya menatap pekan-pekan paling menentukan di Maret dan April, termasuk menghadapi babak 16 besar Liga Champions pada Februari mendatang.
“Ini saat yang tepat sekarang. Anda membutuhkan kebugaran itu. Menjelang bulan Maret dan April kita akan membutuhkan kaki (stamina),” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Jurgen Klopp: Ayolah, Saya Belum Memenangkan Apapun untuk Liverpool!

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Liverpool tampil mengesankan di musim ini dengan menyegel puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris 2018/19.
Skuat besutan Jurgen Klopp kini mengemas 54 poin atau unggul selisih sembilan angka dari Tottenham Hotspur yang berada di bawahnya.
The Reds bahkan baru saja menang gemilang atas Arsenal dengan skor telak 5-1 di pekan 20 di Anfield, dini hari (WIB) tadi.
Tak ayal, Klopp langsung banjir pujian dan dipandang berjasa besar dalam membesut Liverpool yang kini menjelma menjadi salah satu tim terbaik di pentas Eropa dalam dua musim terakhir.
Namun begitu, Klopp ogah tinggi hati. Ditegaskannya, apapun hasil di lapangan (kemenangan demi kemenangan), fakta bahwa dirinya belum mempersembahkan trofi apapun buat Liverpool tak terbantahkan.
“Saya belum memenangkan apa pun. Jadi itu bagian dari kebenaran,” kata Klopp kepada Sky Sport seperti dikutip dari Goal.
Klopp memang belum mengangkat gelar di Anfield, setelah kalah di final Liga Eropa, Liga Primer Inggris dan Liga Champions selama mantranya.
Oleh karena itu, saat ditanya soal rencana jangka panjangnya bersama The Reds jika kontraknya di 2022 habis, Klopp ogah terlalu ‘futuristik’. “Kita tidak harus memikirkan tahun 2022, itu masih jauh,” katanya.
“Di musim panas, akan ada orang yang mengatakan ini adalah waktu terbaik bagi saya untuk pergi jika kami memenangkan sesuatu karena kami tidak akan pernah memenangkan apapun lagi, dan juga akan ada orang lain yang mengatakan saya harus pergi jika kami tidak memenangkan apa pun,” tuturnya.
Oleh karena itu, Klopp tak ingin merisaukan persoalan-persoalan tersebut. “Selama kita semua menikmati perjalanan di sini, dan maksud saya semua,  dari pemilik, para pemain hingga para pendukung, kepada semua orang di sekitar klub, kita dapat mencobanya dan mencobanya,” paparnya.
“Namun, jika salah satu dari kelompok itu tidak tidak bahagia lagi, maka kita seharusnya tidak meregangkannya dan berkata ‘ayolah, coba lakukan itu’,” tandasnya.
Mantan pelatih Borussia Dortmund itu menandatangani kontrak berdurasi enam musim sejak 2016 bersama Liverpool
Klopp pun berpeluang mempersembahkan trofi pertamanya untuk Liverpool musim ini jika mampu menjaga konsistensi di sisa musim ini.
Klopp sukses menutup tahun ini dengan kemenangan gemilang atas Arsenal 5-1 dan makin kokoh di puncak klasemen sementara.
(qur/pojoksatu)

Zinedine Zidane Figur yang Tepat untuk Manchester United

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Mantan striker Manchester United, Louis Saha menilai Zinedine Zidane adalah figur yang tepat untuk menjadi manajer Setan Merah musim depan.
United sendiri saat ini tengah ditukangi Ole Gunnar Solskjaer yang ditunjuk pihak manajemen sebagai manajer interim pasca pemecatan Jose Mourinho beberapa waktu lalu.
Solskjaer sendiri hanya diminta untuk menangani Paul Pogba dan kawan-kawan hingga akhir musim ini, dan Saha mendukung mantan pelatih Real Madrid itu untuk mengisi kekosongan secara permanen di Manchester United pada musim panas tahun depan.
Saha yakin Zidane yang membawa Real Madrid meraih tiga gelar Liga Champions berturut-turut adalah pilihan terbaik untuk menggantikan Jose Mourinho di Old Trafford.
“Bagi saya, saya adalah pendukung Zidane dalam kaitannya dengan siapa manajer yang ideal untuk MU mendatang,” kata Saha seperti dikutip dari Diario AS.
“Dia adalah pemain yang luar biasa, pelatih, tidak ada yang setara,” sebut dia. “Dalam komunikasi dia telah membuat banyak kemajuan. Ketika saya mendengar dia berbicara, itu luar biasa,”
Menurut Saha, dengan materi pemain yang dimiliki United saat ini, hanya sosok Zidane yang mampu mengatasinya untuk membuat suasana ruang ganti kondusif.
“Di Real Madrid, dia memiliki tiga monster ofensif, dan dia harus membuat hubungan dengan pertahanan. Ini sangat besar,” sebutnya.
“Bagi saya itu pilihan terbaik bagi United. Saya pikir dia akan mendapat dukungan dari para pendukung, staf, presiden karena dia pantas mendapatkannya. Dan kita akan memberinya waktu,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Siapa Manajer Ideal Manchester United Musim Depan? Wayne Rooney Punya Jawabannya

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Legenda Hidup Manchester United, Wayne Rooney dukungannya atas spekulasi Mauricio Pochettino sebagai kandidat ideal manajer definitif MU musim depan.
United sendiri baru saja menunjuk mantan pemainnya Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer interim hingga akhir musim ekses pemecatan Jose Mourinho pasca kekalahan MU atas Liverpool 3-1 dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan 17 lalu.
Saat ditanya tentang siapa sosok ideal sebagai manajer Manchester United masa datang, Rooney spontan menyeru “Poch” di antara deretan nama kandidat yang disebutkan seperti Soskjaer dan Zinedine Zidane.

Pandangan Rooney pun langsung diamini Michael Owen dan Danny Gabbidon yang juga tengah berada dalam sesi wawancara tersebut.
“Tentu saja saya tetap berhubungan dengan banyak orang di klub. Saya sudah berbicara dengan mereka cukup banyak minggu ini dan saya pikir untuk menjadi klub sepakbola yang sukses, Anda perlu segalanya untuk menjadi benar,” tuturnya seperti dikutip dari Metro.
Namun begitu, Rooney mengapresiasi langkah manajemen United yang saat ini menunjuk Solskjaer sebagai manajer interim hingga akhir musim bersama jajaran tim manajer lainnya.
‘Anda perlu staf di tempat latihan untuk menjadi benar, dengan alasan siapa pun yang merasa bahagia dan yang menular pada para pemain dan saya pikir hubungan antara beberapa staf dan para pemain jelas tidak bagus.
Kehadiran mereka sebut dia, telah membawa sedikit kebahagiaan pemain di ruang ganti, menyusul rumor hubungan tak harmonis Jose Mourinho dengan beberapa pemain.
“Membawa Ole masuk, membawa Mick Phelan masuk sudah berubah.Staf di tempat latihan tersenyum, mereka senang, dan itu menular ke para pemain,” katanya.
“Saya pikir ini langkah yang bagus untuk klub sementara itu memberi lebih banyak waktu untuk mendapatkan manajer yang tepat di musim panas,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Bukan Hal yang Sulit bagi Jose Mourinho Bersinar di Klub Baru

POJOKSATU.id, LONDON – Mantan Manajer Chelsea, Avram Grant percaya Jose Mourinho dlam waktu dekat akan segera mendapatkan klub baru bahkan kembali bersinar di sana.
Grant yang mengikuti episode pemecatan Mourinho menilai, manajer yang telah mempersembahkan dua trofi Liga Champions itu hanya berada di bukan momen terbaiknya.
Karena itu, Grant percaya, pemecatan Mourinho di Old Trafford bukanlah akhir dari karier mantan juru racik Real Madrid dan Inter Milan itu.
“Dia bukan seorang yang jenius ketika orang-orang mengatakan dia adalah sosok jenius, juga dia bukan orang yang tak berguna seperti yang dikatakan orang-orang saat ini,” ungkap Grant seperti dikutip dair Goal.
“Dia tidak berada di waktu terbaiknya, tetapi ini semua tentang bagaimana dia memulihkan diri dari tiga hari ini dan beranjak ke depan,” sebutnya.
“Saya menilai, Anda akan terkejut karena dia akan kembali dengan pengetahuan baru. Saya mengira, ini bukan gelar terakhir yang akan Jose menangkan,” tandasnya.
Manchester United memecat Jose Mourinho setelah timnya kalah 1-3 dari Liverpool dalam lanjutan Liga Primer Inggris 2018/19 pekan 17.
Pemecatan pria asal Portugal itu juga ditenggarai tidak terlepas dari hubungannya yang kurang kondusif dengan beberapa pemain, terutama dengan Paul Pogba.
(qur/pojoksatu)

Manchester United Siapkan Tebusan untuk Pochettino!

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester United telah menunjuk mantan pemain mereka, Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer interim pasca pemecatan Jose Mourinho.
Namun, penunjukkan Solskjaer tak lantas menyurutkan spekulasi soal sosok-sosok manajer definitif pada jendela transfer musim panas tahun depan yang digadang-gadang sebagai suksesor ideal.
Nama-nama seperti manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino dan mantan pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane masih terus dihubungkan dengan pimpinan skuat Setan Merah.
Dikutip dari Daily Mail, terkait Pochettino, United bahkan siap menggoda Spurs dengan tebusan sebesar 40 juta poundsterling atau setara Rp735 miliar apabila The Lilywhite bersedia melepasnya.
Namun, rencana MU untuk menandatangani Pochettino sepertinya tidak akan berjalan mulus, mengingat para petinggi Spurs cukup bereaksi keras menanggapi rumor tersebut.
Bahkan, mantan frontman Spurs, Clive Allen mendesak Pochettino segera mengeluarkan statemen dengan menegaskan komitmennya di Wembley.
“Saya pikir dia harus segera berbicara dengan mengatakan ‘Saya tidak tertarik dengan pekerjaan Manchester United’,” ujar Allen kepada TALKSport seperti dikutip dari Goal.
Senada mantan bos Spurs Harry Redknapp juga meminta pria asal Argentina itu mengambil sikap yang demikian. “Jika Pochettino ingin tetap di Tottenham, dia harus keluar dan mengatakan ‘tidak, saya tinggal di sini’,” sebutnya.
“Tapi saat ini dia sepertinya tidak mengatakan itu,” ujarnya menandaskan.
Sementara Zidane telah menyatakan keinginannya untuk mencoba petualangan baru di pentas Liga Primer Inggris namun belum yakin destinasinya adalah Old Trafford.
Bahkan, Zidane juga masih mempertimbangkan untuk kembali ke Serie A Italia melatih Juventus dan timnas Prancis, namun keduanya sedang berada dalam masa kejayaan.
Pria berusia 46 tahun itu memang sedang menganggur sejak meninggalkan Santiago Bernabeu akhir musim lalu usai mempersembahkan trofi Liga Champions ketiga beruntun untuk Los Blancos.
(qur/pojoksatu)

Lihat Performa Persija, Umuh Muchtar Optimistis Persib Bandung Juara

POJOKSATU.id, BANDUNG – Performa kurang impresif Persija Jakarta yang gagal menang di tiga laga terakhir menumbuhkan optimisme di kubu Persib Bandung.
Sang manajer, Umuh Muchtar pun optimistis, Maung Bandung bisa menyegel titel juara Go-Jek Liga 1 musim ini.
Persib yang kini berada di peringkat ketiga bisa juara asalkan bisa sapu bersih di sisa laga hingga akhir musim.
Umuh Muchtar – Manajer Persib Bandung (striker.id)
“Sementara ini masih ada harapan. Kalau nanti Persija seri terus, tak menutup kemungkinan. Sekarang kan kalau sampai terakhir belum selesai, nanti di sana kami berhitung lagi,” tutuh Umuh seperti dikutip dari Bobotoh.id.
Skuat besutan Mario Gomez sendiri akan melakoni lanjutan kompetisi sore ini menghadapi PSIS Semarang di laga tandang di Magelang.
Jika mampu mencuri poin penuh, Persib akan kembali menyalip Persija ke peringkat kedua untuk mengintai PSM Makassar yang masih kokoh di puncak klasemen.
“PSM kalah atau imbang dua kali, kami menang dan naik asal menang semua. Sayangnya, kemarin banyak yang memprediksi kami menang, tapi main kurang bagus,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)