manajer chelsea

Frank Lampard Sudah Tiba di Stamford Bridge

POJOKSATU.id, LONDON – Legenda Chelsea, Frank Lampard tiba di Stamford Bridge. Pelatih Derby County itu sudah hampir pasti ditunjuk sebagai manajer baru The Blues.
Dilansir Sky Sports, Rabu (3/7/2019) malam, Lampard tiba di markas Chelsea itu untuk mempresentasekan programnya jika ditunjuk sebagai juru taktik Chelsea.
Derby County memberikan izin kepada Chelsea untuk berbicara dengan Lampard pekan lalu dan pelatih berusia 41 tahun itu berada di Stamford Bridge untuk menyelesaikan pembicaraan untuk menjadi penerus Maurizio Sarri.
Sky Sports meyakini pembicaraan Lampard dengan pihak The Blues adalah soal jaminan dan target dari pemilik klub, Roman Abramovich serta rencana klub ke depan begitu embargo transfer FIFA berakhir.
Proses wawancara dan presentase cukup terbuka, dengan kedua belah pihak ingin memastikan kerjasama itu akan berhasil bagi mereka.
Ketika menjadi pemain, Lampard memenangkan 11 trofi utama, termasuk tiga gelar Liga Premier dan Liga Champions 2012 selama 13 tahun di Chelsea.
Mantan pemain internasional Inggris ini juga menjadi pencetak gol terbanyak klub sepanjang masa dengan 211 gol.
(fat/pojoksatu)

Soal Peluang Jadi Manajer Chelsea, Lampard Bisa Menyesal Seumur Hidup

POJOKSATU.id, LONDON – Kursi manajer Chelsea masih lowong setelah ditinggal Maurizio Sarri yang kembali ke Italia untuk menukangi Juventus. Sejumlah nama mencuat jadi kandidat pengganti Sarri. Tapi sang legenda, Frank Lampard jadi terfavorit.
Mantan rekannya di Chelsea, Mark Bosnich ikut mendukung Lampard jadi manajer baru The Blues. Menurutnya, jika tawaran tersebut datang kepada sang mantan kapten Chelsea, maka ia harus menerimanya.
Dikutip dari Goal, eks Kiper Chelsea itu meyakini Frank Lampard bisa menyesal seumur hidupnya jika menolak kesempatan untuk kembali ke Chelsea sebagai manajer musim panas ini.
Mantan kiper Manchester United dan Chelsea, Mark Bosnich.
Memang banyak yang meragukan kapasitas Lampard. Tapi faktor kedekatannya dengan klub dan suporter serta hukuman larangan pembelian pemain di dua jendela transfer, membuat Lampard dianggap sosok yang tepat jadi nakhoda baru.
Pengalaman Lampard sebagai pelatih memang masih minim. Hanya satu musim memimpin klub Divisi Championship, Derby yang dibawanya ke final play-off pada musim 2018-19.
BACA JUGA: Negosiasi Transfer Neymar: Barca Ajukan Coutinho, Madrid Tawarkan Dua Pemain Ini
Ada yang berpendapat bahwa mungkin terlalu dini bagi mantan pemain internasional Inggris ini untuk naik ke jenjang manajemen. Ia masih butuh banyak mengikuti kursus pelatih dan jam terbang sebelum kembali ke klub London Barat.
Tapi Bosnich yang juga pernah membela Manchester United, percaya bahwa larangan transfer akan memudahkan Lampard menjalankan tugas barunya di Liga Inggris.
“Saya pikir ini langkah yang bagus untuk kedua belah pihak,” kata Bosnich dikutip dari TalkSport.
“Dari perspektif Chelsea, fakta bahwa mereka dihukum dua jendela transfer dan kehilangan pemain terbaik, Eden Hazard, mungkin bukan perjalanan yang mulus bagi mereka. Tetapi memiliki legenda klub akan memberi mereka ruang bernapas.”
BACA JUGA: Rencana Besar Presiden Real Madrid: Hazard di Kiri dan Mbappe di Kanan
“Dan bagi Frank, ini langkah yang fantastis,” lanjut pria asal Australia itu.
“Ini adalah pekerjaan impian, sangat sedikit orang di dunia yang akan ditawari pekerjaan ini.”
“Jika dia tinggal bersama Derby kemudian kalah dalam tujuh dari 10 pertandingan pertama dan rencana tidak berjalan dengan baik, dia akan menyesal selamanya. Lalu berkata pada dirinya sendiri, ‘Aku seharusnya mengambil kesempatan itu’.
“Saya pikir ini langkah yang sangat bagus dan saya benar-benar berharap itu berhasil baginya,” tuturnya.
(fat/pojoksatu)

Ini Pilihan Utama dan Satu-satunya Pengganti Sarri, Fans Chelsea Pasti Suka

POJOKSATU.id, LONDON – Kursi panas manajer Chelsea tengah jadi perbincangan. Penyebabnya, berhembus rumor kalai Mauricio Sarri bakal pindah ke Juventus. Lalu siapa pengganti ideal pelatih berkebangsaan Italia itu di Stamford Bridge?
Dikutip Pojoksatu.id dari Daily Star, manajemen Chelsea hanya punya pilihan utama bahkan mungkin satu-satunya yang paling layak jadi pengganti Sarri. Dia adalah legenda The Blues, Frank Lampard.
Media di Inggris meyakini Lampard sudah layak jadi manajer Chelsea jika Sarri hengkang. Fans pun diyakini akan senang dengan pilihan ini.
Maklum, Lampard adalah legenda klub London itu. Ia menghabiskan 13 musim sebagai pemain di Stamford Bridge dan mempersembahkan sejumlah trofi yang sarat trofi. Lampard dipandang sebagai pria ideal untuk mengembangkan talenta muda klub.
Legenda Chelsea itu memimpin Derby County ke final play-off Championship di musim perdananya, sebelum kalah dari Aston Villa di Wembley.
Setelah memenangkan trofi Liga Europa dengan mempermalukan Arsenal di Baku, masa depan Sarri akan ditentukan pekan ini.
Chelsea bersedia memutus kontraknya jika Juventus memenuhi biaya kompensasi 5 juta poundsterling.
Sarri sendiri menolak mengomentari rumor tersebut, tetapi Starsport meyakini kalau eks pelatih Napoli itu baru bersedia tinggal jika diberi keleluasaan lebih besar dalam mengontrol transfer pemain.
Dari laman tersebut dijelaskan bahwa jika Sarri menerima jabatan pelatih yang lowong di Juventus, maka Chelsea akan beralih ke Lampard sebagai penggantinya.
Chelsea menghadapi larangan pembelian pemain untuk dua jendela transfer yang diberlakukan oleh FIFA.
Mereka telah mengajukan banding terhadap keputusan tersebut, namun jika ditolak, maka Chelsea akan bergantung pada pemain pinjaman dan pemain muda mereka untuk memperkuat skuad tim utama.
Dan bos Chelsea percaya Lampard adalah satu-satunya kandidat untuk mengerjakan tugas berat semacam itu.
(fat/pojoksatu)