mario gomez

Lawan Persija, Pelatih Borneo FC : Kami Datang untuk Dapat Poin

POJOKSATU.id, BEKASI – Borneo FC akan menghadapi Persija Jakarta pada lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Senin (11/11).
Jelang pertandingan, Pelatih Borneo FC Mario Gomez menegaskan pihaknya bertekad untuk meraih tiga poin.
“Persiapan kami sangat bagus. Melawan Persija tidak mudah. Kami datang untuk dapat poin. Menang atau imbang itu target kami,” ujarnya dilansir laman Liga Indonesia, Minggu (10/11).
Demi mewujudkan target tersebut, Gomez mengaku sudah menyiapkan strategi untuk meredam Persija.
Menurut Gomez, Persija harus sangat diwaspadai. Sebab, Macan Kemayoran mampu mendulang empat poin dalam dua laga terakhir.
Bukan hanya itu, pada pertandingan sore nanti, Persija tentu punya motivasi lebih dengan dukungan langsung dari para suporternya.
Gomez menambahkan, pihaknya membawa 20 pemain, termasuk bintang Borneo FC Diego Michiels yang telah pulih dari cedera juga dibawa.
“Kami menyiapkan strategi dengan sangat matang. Saya perlu pemain yang sangat siap untuk bertanding dan memberikan perlawanan,” tegasnya.
(jpnn/pojoksatu)

Mario Gomez Ogah Anggap Remeh Persib Bandung

POJOKSATU.id, BANDUNG – Borneo FC akan bertamu ke Persib Bandung pada laga lanjutan Liga 1 2019, hari ini (14/8).
Kedua tim dijadwalkan akan bertanding di Stasion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung.
Menghadapi Persib yang tengah terpuruk, Mario Gomez menekankan pada skuad asuhannya untuk tidak menganggap remeh dan fokus mengejar tiga poin.
“Kami tahu mereka sedang dalam momen yang kurang baik, tapi itu sudah lewat. Setiap pertandingan itu selalu berbeda dan tergantung momennya,” ujarnya dilansir dari Simamaung.
Pelatih Borneo FC ini melanjutkan, pihaknya bakal waspada mengantisipasi kebangkitan Persib saat bermain di hadapan pendukungnya sendiri.
“Mungkin di satu pertandingan tidak bisa menang tapi laga besok tentunya akan berbeda. Karena mungkin persiapannya berbeda atau pemainnya juga berbeda,” tandasnya.
Diketahui, Borneo FC kini menduduki posisi enam di klasemen sementara dengan sukses mengumpulkan 19 poin dari 11 pertandingan.
Sedangkan Persib Bandung berhasil mengoleksi 14 poin dari total 13 pertandingan.
(zul/pojoksatu)

Dikalahkan Persebaya, Mario Gomez Minta Pemain Segera Move On

POJOKSATU.id, SAMARINDA – Borneo FC takluk saat menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Segiri, kemarin (23/6).
Menanggapi kekalahan ini, pelatih Mario Gomez meminta pemainnya segera move on.
Sebab, pada Sabtu (29/6) mendatang mereka akan bertandang ke markas Persija Jakarta.
Tidak ingin mendapat hasil minor, Mario menegaskan jika pihaknya bakal melakukan banyak evaluasi.
“Pasti banyak evaluasi yang akan kami lakukan. Kami akan kejar kemenangan di laga berikutnya,” paparnya.
Sementara itu, terkait kekalahan atas Persebaya, Mario tak menampik timnya bermain jelek.
Dirinya menilai seluruh pemain sudah berusaha maksimal, namun terjadi beberapa kesalahan yang akhirnya mampu dimanfaatkan Persebaya.
“Kami memulai pertandingan hanya dengan dua opsi, yakni menang dan imbang. Tidak ada pilihan untuk mengalah. Kami akan evaluasi lagi semua lini,” ujar Gomez.
(jpnn/pojoksatu)

Kembali Bertemu Persib Bandung, Ini Kata Mario Gomez

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mario Gomez akan kembali bertemu Persib Bandung pada babak 8 besar Piala Indonesia.
Sebelum menjadi arsitek Borneo FC untuk musim ini, Gomez diketahui sempat bersama Persib Bandung.
Namun, kedua belah pihak telah sepakat untuk berpisah pada akhir musim lalu. Pertemuan tersebut bisa jadi emosional baginya, mengingat Maung Bandung adalah tim pertamanya di Indonesia.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Gomez tak banyak berkomentar. Dia mengatakan, saat ini fokus utamanya adalah mengenal para pemainnya terlebih dahulu.
“Saat ini, saya baru mengetahui permainan pemain lewat internet. Penting bagi saya untuk mengenal mereka di lapangan secara langsung,” jelasnya.
Sebagai pelatih, Gomez mengaku, memiliki filosofi yang cukup simpel. Dia mengharuskan pemainnya bekerja keras di setiap pertandingan.
Menurut dia, untuk menentukan strategi bukan bergantung kepada dirinya. Tapi kembali ke masing-masing pemain.
Termasuk saat menentukan skema yang akan Gomez terapkan nantinya. “Ketika pemain pegang bola, semua harus bermain. Ketika kehilangan bola, semua harus bekerja,” imbuh Gomez.
(jpc/pojoksatu)

Persib Bantah Pemecatan Mario Gomez karena Gagal Juara

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pihak manajemen Persib Bandung menepis alasan pemecatan Mario Gomez karena pelatih asal Argentina itu gagal mempersembahkan titel juara Liga 1 tahun ini
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S. Taryono menegaskan, Gomez tak lagi dipakai untuk musim depan bukan karena gagal mempersembahkan titel juara, namun karena pertimbangan lain.
Ditegaskan Kuswara, keputusan tersebut pun telah melewati pertimbangan matang dan dipandang dari berbagai aspek secara komprehensif.
“Bukan (karena gagal). Penilaiannya banyak. Semuanya sudah diatur dikontrak tapi penilaiannya secara menyeluruh atau komprehensif,” kata Kuswara.
Namun pihaknya ogah membeberkan secara detil faktor-faktor yang menjadi pendorong pemecatan mantan pelatih Johor Da’rul Takzim tersebut.
Pihaknya kini akan fokus mencari suksesor ideal Gomez sebagai persiapan menghadapi musim depan. “Intinya, insya Allah akan bergerak cepat, secepatnya saja. Makin cepat makin bagus,” katanya.
“Pokoknya sedang bergerak cepat. Tapi belum mengerucut. Intinya kami ingin yang terbaik karena musim depan target juara,” tandasnya.
Saat disinggung soal sosok Miljan Radovic sebagai kandidat ideal pelatih Persib Bandung, Kuswara meminta publik terutama Bobotoh bersabar.
Pasalnya, sebut dia, Miljan didatangkan bulan lalu untuk menjadi Direktur Teknik (Dirtek), kendati secara persyaratan (menjadi pelatih kepala) telah memenuhi.
“Posisinya sebagai dirtek. Pokoknya nanti kami lihat secara komprehensif. Radovic secara persyaratan sudah memenuhi, secara sosok akan lihat yang terbaik. Pokoknya yang terbaik, bisa asing bisa juga lokal,” tandasnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Mario Gomez: Terima Kasih Bobotoh, sampai Jumpa Lagi!

POJOKSATU.id, BANDUNG – Mario Gomez resmi berpisah dengan Persib Bandung di akhir musim ini setelah gagal mempersembahkan titel juara di musim debutnya.
Pihak manajemen Maung Bandung resmi mendepaknya atas berbagai pertimbangan, salahsatunya terkait kondisi di ruang ganti yang cenderung kurang ‘adem’.
Kontrak pelatih asal Argentina berusia 61 tahun itu sendiri sedianya baru akan habis akhir tahun depan, namun diputus di tengah jalan karena sejumlah pertimbangan.
Legenda Real Madrid ini Digadang Suksesor Ideal Mario Gomez
“Evaluasi sudah ada. Maksudnya dengan attitude dia (Mario Gomez) ya kalian semua tahu. Jadi tidak nyaman bagi pemain juga,” kata Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono beberapa waktu lalu.
“Jadi tidak nyaman bagi pemain, kondisi seperti itu akhir-akhir ini. Hubungan dia dengan pemain, hubungan dia dengan ofisial lain,” imbuhnya.
Setelah mendapatkan putusan tersebut, Mario Gomez pun segera berkemas untuk pulang ke kampung halamannya di Argentina. Gomez meninggalkan Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang.
Sebelum benar-benar meninggalkan Indonesia, eks pelatih Johor Darul Ta’zim ini telah mengucapkan salam perpisahan, terutama untuk suporter Persib Bandung.
Secara khusus, ia berterima kasih kepada Bobotoh yang telah memberikan dukungan penuh selama satu musim. Meski di tengah jalan mendapat rintangan akibat sanksi dari Komisi Disiplin PSSI.
“Sampai jumpa lagi. Terima kasih Bobotoh untuk musim ini. Saya pikir ini sangat penting bagi Persib Bandung,” ucapnya lewat, akun resmi klub.
(qur/pojoksatu)

Legenda Real Madrid Ini Digadang Suksesor Ideal Mario Gomez

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung telah kehilangan sosok pelatih mereka, usai resmi memutus kontrak sang arsitek, Mario Gomez.
Gomez didepak sebagai juru racik Maung Bandung  atas banyak pertimbangan teknis maupun non teknis di dalam dan di luar lapangan.
Pihak manajemen Persib Bandung sendiri belum punya calon pasti soal pelatih untuk musim depan kendati beberapa kriteria telah dikemukakan ke publik.
Dari banyak kriteria yang diinginkan, sosok legenda Real Madrid, Roberto Carlos mencuat ke permukaan dan digadang-gadang sebagai suksesor ideal Gomez.
Namun, pihak manajemen dalam hal ini melalui PT Persib Bandung Bermartabat menepis spekulasi tersebut. “Enggak, enggak ada,” ucap sang direktur Teddy Tjahjono seperti dikutip dari laman Bobotoh.id.
Kendati demikian, Teddy tak menampik kalau pihaknya mengincar pelatih asing lagi. Saat ini, manajemen tengah bekerja keras mengejar sosok pilihannya tersebut.
“Ada (pelatih yang belum pernah melatih di Indonesia). Clue-nya ya banyak, makanya kami lagi cari. Seperti yang kemarin kami cek kiri kanan juga,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Selain Mario Gomez, Persib Bandung Juga Depak Soler

POJOKSATU.id, BANDUNG – Manajemen Persib Bandung resmi memutuskan kerjasama dengan sang pelatih, Mario Gomez usai Liga 1 2018 berakhir.
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono mengemukakan, keputusan klub tersebut bukan serta merta namun atas pertimbangan yang matang dan tentu saja hasil evaluasi.
“Evaluasi sudah ada. Maksudnya dengan attitude dia (Mario Gomez) ya kalian semua tahu. Jadi tidak nyaman bagi pemain juga,” kata Teddy di Trans Luxury Hotel Bandung, Rabu (12/12/2018).
Persib: Kehadiran Mario Gomez bikin Tak Nyaman Pemain!
Dua Legiun Asing Persib ini Segera Ikuti Jejak Mario Gomez!
Terungkap, Alasan Persib Bandung Depak Mario Gomez
Mario Gomez – Fernando Soler (simamaung.com)
Selain Gomez, Maung Bandung juga mendepak Fernando Soler, asisten sekaligus penerjemah pelatih asal Argentina itu. “Iya Soler juga (tidak diperpanjang kontrak),” sebut Teddy.
Teddy mengemukakan, perbedaan kesepahaman antara pihak manajemen dengan Gomez menjadi salahsatu dasar pengambilan keputusan tersebut.
Selain itu, persoalan kenyamanan di ruang ganti juga menjadi pertimbangan lainnya. “Jadi tidak nyaman bagi pemain, kondisi seperti itu akhir-akhir ini. Hubungan dia dengan pemain, hubungan dia dengan ofisial lain,” tuturnya.
(qur/pojoksatu)

Persib: Kehadiran Mario Gomez Bikin Tak Nyaman Pemain!

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung resmi mendepak Mario Gomez kendati sang pelatih masih menyisakan kontrak setahun ke depan.
Pihak manajemen Maung Bandung pun mengungkapkan, salahsatu alasan dibalik keputusan yang cukup mengejutkan itu, karena sang pelatih kurang bisa menjaga situasi ruang ganti.
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono menyebutkan, kendati secara kapasitas dan kualitas Gomez adalah sosok yang mumpuni sebagai pelatih, namun sikapnya kurang baik sehingga tidak bagus untuk keseimbangan tim.
Dua Legiun Asing Persib ini Segera Ikuti Jejak Mario Gomez!
Terungkap, Alasan Persib Bandung Depak Mario Gomez
“Jadi kehadiran Gomez membuat tidak nyaman pemain. Tak hanya pemain, namun juga pada ofisial lainnya. Imbasnya kondisi tim tidak baik di akhir-akhir ini,” tutur Teddy seperti dikutip dari Goal.
Kendati begitu, pihaknya ditegaskan Teddy akan bertanggungjawab terkait persoalan gaji. “Soal kompensasi sisa kontrak, itu masalah internal kami, yang jelas urusan pelatih bersama Persib sudah selesai dan diputus kontrak,” ujarnya.
Soal siapa penggantinya, Teddy memberikan sinyalemen sudah mengantongi sejumlah nama, namun belum berani mengungkapnya ke publik.
“Banyak kandidatnya. Nanti kita evaluasi dengan harapan Desember ini sudah didapatkan,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Terungkap, Alasan Persib Bandung Depak Mario Gomez

POJOKSATU.id, BANDUNG – Manajemen Persib Bandung resmi mengakhiri kerjasamanya dengan sang pelatih, Mario Gomez.
Didepaknya pelatih asal Argentina itu cukup mengejutkan banyak pihak mengingat kedua belah pihak sempat menyuarakan terkait rencana musim depan.
Kontrak pelatih berusia 61 tahun itu sendiri baru akan habis pada 2019 mendatang. Namun, Persib memilih mengakhirinya lebih cepat.
Pihak klub pun mengungkapkan alasan dibalik keputusan tersebut, salahsatunya karena persoalan hubungan sang pelatih dengan pemain.
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono mengungkapkan, Gomez merupakan juru formasi yang mumpuni, namun karena sikapnya kurang baik sehingga tidak bagus untuk keseimbangan tim.
“Jadi kehadiran Gomez membuat tidak nyaman pemain. Tak hanya pemain, namun juga pada ofisial lainnya. Imbasnya kondisi tim tidak baik di akhir-akhir ini,” tutur Teddy seperti dikutip dari Goal.
Kendati begitu, pihaknya ditegaskan Teddy akan bertanggungjawab terkait persoalan gaji. “Soal kompensasi sisa kontrak, itu masalah internal kami, yang jelas urusan pelatih bersama Persib sudah selesai dan diputus kontrak,” ujarnya.
Soal siapa penggantinya, Teddy memberikan sinyalemen sudah mengantongi sejumlah nama, namun belum berani mengungkapnya ke publik.
“Banyak kandidatnya. Nanti kita evaluasi dengan harapan Desember ini sudah didapatkan,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)