Mauricio Pochettino

Barcelona Dekati Mauricio Pochettino Gantikan Ernesto Valverde?

POJOKSATU.id, JAKARTA – Barcelona dikabarkan mendekati mantan pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino.
Dikatakan, hal tersebut dilakukan Barcelona untuk mengganti pelatih saat ini Ernesto Valverde.
Barca dilaporkan sangat mempertimbangkan memecat Valverde dalam waktu dekat, terlebih setelah kekalahan di semifinal Piala Super Spanyol dari Atletico Madrid di Arab Saudi.
Sebelumnya, Barca mengincar mantan pemain mereka, Xavi Hernandez. Namun, ia menolak dan menyatakan komitmennya untuk tetap bersama klub Qatar Al-Sadd.
Mundo Deportivo pun mengklaim saat ini Pochettino menjadi kandidat utama.
Menurut laporan, pelatih asal Argentina itu mendapat dukungan dari presiden klub Barcelona Josep Bartomeu.
Sebelumnya, Pochettino sempat mengklaim ‘mustahil’ melatih Barcelona karena kedekatannya dengan Espanyol.
Diketahui, sebelum melatih Tottenham, Pochettino juga pernah melatih Southampton dan Espanyol.
(zul/pojoksatu)

Tetap di Premier League, Pochettino Bakal Gantikan Solskjaer atau Guardiola?

POJOKSATU.id, LONDON – Meski dipecat sebagai manajer Tottenham Hotspur November lalu, Mauricio Pochettino tetaplah sosok pelatih beratribut tinggi. Wajar jika juru taktik 47 tahun itu tidak sembarang pilih klub yang akan ditukangi selanjutnya.
Tapi kabar terbaru dari The Sun, cukup mengejutkan. Pelatih berkebangsaan Argentina itu berani menolak tawaran senilai Rp200 miliar per musim dari raksasa La Liga, Real Madrid.
BACA JUGA: Pochettino Tolak Tawaran Rp200 Miliar Real Madrid, Berharap Dilamar Duo Manchester
Mauricio Pochettino yang pernah dipecat klub La Liga, Espanyol sebelum berkarir di Inggris ternyata masih penasaran melatih klub Premier League.
Mantan manajer Southampton itu menolak Los Blancos karena menunggu lamaran dari salah satu duo Manchester, Manchester United atau Manchester City.
Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer. (BBC)
Media-media di Inggris meyakini Pochettino akan jadi pilihan utama dan pertama MU atau City jika memecat atau berpisah dengan manajer mereka saat ini.
Asumsi ini bisa dimaklumi. Selain karena sepak terjang Pochettino selama menukangi Spurs memang cukup mengesankan, bos MU dan City saat ini sesungguhnya dalam tekanan berat. Dan mungkin mereka akan dipecat jika gagal memenuhi ekskpektasi klub.
BACA JUGA: Ancelotti Ingin Eks Real Madrid dan Bayern Gabung Dengannya di Everton
Ole Gunnar Solskjaer misalnya, meraih empat kemenangan dalam lima pertandingan terakhir dan telah membawa United kembali ke urutan keenam di Liga Premier, bukanlah prestasi memuaskan.
Catatan awal musim ini yang merupakan periode terburuk Setan Merak dalam 30 tahun terakhir, membuat posisi pelatih yang identik dengan julukan The Baby Face itu belumlah aman.
Sementara petinggi United adalah pengagum lama Mauricio Pochettino dan Solskjaer akan menemukan dirinya di bawah tekanan lagi jika pergforma klub saat ini tidak ditingkatkan, minimal dipertahankan.
Manajer Manchester City, Pep Guardiola.
Sementara itu, ada spekulasi Guardiola bisa meninggalkan City musim panas ini di tengah peluang mempertahankan gelar mulai menipis dan kepergian Mikel Arteta yang tampaknya segara diumumkan sebagai manajer baru Arsenal.
Guardiola juga mungkin akan dipecat jika gagal membawa The Citizen ke final Liga Champions musim ini. Sementara mereka harus menghadapi raja Eropa, Real Madrid di babak 16 besar.
(fat/pojoksatu)

Pochettino Tolak Tawaran Rp200 Miliar Real Madrid, Berharap Dilamar Duo Manchester

POJOKSATU.id, LONDON – Mantan manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino menolak tawaran jadi pelatih Real Madrid. Pelatih asal Argentina itu memilih menunggu salah satu dari Manchester United atau Manchester City melamarnya jadi manajer baru.
Pochettino akhir-akhir ini disebut sebagai calon pengganti Zinedine Zidane di Santiago Bernabeu, namun ia juga telah lama dikaitkan dengan Man United.
Bahkan rumor terbaru juga mencuat wacana jika Pochettino adalah kandidat utama untuk menjadi manajer Man City berikutnya seandainya Pep Guardiola memutuskan hengkang dari klub pada musim panas tahun depan.
Dikutip Pojoksatu.id dari The Sun, Mauricio Pochettino yang dipecat sebagai bos Tottenham bulan lalu, telah menolak tawaran kontrak senilai 12 juta pound atau setara dengan Rp200 miliar lebih untuk menjadi pelatih kepala Real Madrid berikutnya.
Laporan itu menyebutkan bahwa raksasa La Liga ingin mengikatnya ketika mereka membutuhkan pengganti Zidane.
El Real saat ini berada di urutan kedua di La Liga, sejajar dengan pemimpin klasemen Barcelona (hanya terpaut selisih gol) – tetapi masa depan Zidane akan ditentukan oleh sukses mereka di Liga Champions. Los Merengues sendiri akan menghadapi tim asuhan Pep Guardiola, Man City di babak 16 besar.
Pochettino diyakini sempat mengincar kursi pelatih Real Madrid beberapa waktu lalu, namun disi lain ia juga ingin sekali lagi melatih di Liga Premier – meskipun The Sun mengklaim bahwa ia hanya tertarik menukangi salah atu dari duo Manchester.
Laporan itu mengatakan Pochettino akan senang dengan tantangan mengembalikan United ke puncak kejayaan, dengan dana yang jauh lebih banyak daripada yang dia miliki di Spurs.
(fat/pojoksatu)

Selain Marco Silva, Empat Pelatih Klub Liga Inggris Ini Juga Dipecat

POJOKSATU.id, JAKARTA – Everton baru saja mengumumkan kabar pemecatan pelatih Marco Silva pada Jumat (6/12) dini hari WIB.
Dengan ini, Marco Silva menjadi pelatih kelima yang dipecat klub di Liga Inggris musim ini.
Sebelumnya, Javi Gracia menjadi pelatih pertama yang dipecat. Ia dipecat pada awal September lalu oleh Watford.
Gracia dianggap tidak bisa mengangkat performa Watford. Tercatat, mereka hanya meraih satu kali hasil seri dan satu kemenangan di ajang Piala Liga.
Watford pun menggantinya dengan Quique Sanchez Flores. Namun, setelah empat bulan, ia juga dipecat menyusul kekalahan 2-1 dari Southampton, Minggu (1/12) dini hari WIB.
Saat ini, Watford ada di dasar klasemen dengan hanya satu kemenangan. Sisanya, lima kali seri dan sembilan kali kalah.
Pelatih berikutnya yang dipecat adalah Mauricio Pochettino. Tottenham Hotspur mengumumkannya paa Rabu (20/11) dini hari WIB.
Pochettino dianggap gagal membawa timnya bersinar musim ini. Posisinya kini digantikan oleh Jose Mourinho.
Terakhir, Unai Emery. Sempat diprediksi sebelumnya, kabar pemecatannya diumumkan petinggi klub Jumat (29/11) lalu.
Arsenal tampil buruk di awal musim 2019/20. Granit Xhaka dkk tak pernah menang dalam tujuh laga terakhir di semua kompetisi dan pada penampilan terbaru di Liga Europa kalah di kandang sendiri dari Eintracht Frankfurt 1-2, Jumat (29/11) dini hari WIB.
Saat ini, Freddie Ljungberg ditunjuk sebagai pelatih. Namun, dikabarkan ia hanya sementara. Arsenal disebut-sebut tertarik mendatangkan Massimiliano Allegri dan Mauricio Pochettino.
(zul/pojoksatu)

Pulang ke Argentina, Mauricio Pochettino Berharap Kembali ke Eropa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pasca dipecat Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino memutuskan untuk pulang ke Argentina.
Ia memilih untuk menenangkan diri sebelum membuka peluang kembali berkarier di Eropa.
Pasalnya, kepada Fox Sports Argentina, Pochettino mengaku sudah banyak tawaran yang memintanya untuk menjadi pelatih.
“Ada banyak klub dan proyek menarik untuk saya ikuti. Adalah niat saya untuk kembali mengelola di Eropa,” katanya dikutip dari BBC.
“Tetapi sekarang saya harus tenang selama beberapa hari dan melihat apa yang terjadi,” sambungnya.
Pasca kabar pemecatan, Pochettino memang langsung dikaitkan dengan sejumlah klub. Diantaranya Arsenal dan Bayern Munchen.
Namun begitu, Pochettino tidak ingin buru-buru kembali menjadi pelatih. Ia tampaknya masih terpukul karena dipecat. Sehingga memilih pulang ke Argentina.
“Untuk saat ini yang paling penting bagi saya adalah menjernihkan pikiran saya setelah lima setengah musim yang luar biasa dengan Tottenham.
“Tujuan saya adalah mencari kemampuan untuk membangun kembali diri saya dan mendapatkan kembali motivasi diri saya. Saya belum punya banyak waktu untuk mencerna apa yang telah terjadi.
“Keputusan pertama saya adalah kembali ke Argentina, kembali ke rumah saya dan melihat keluarga dan teman-teman. Keputusan terbaik saya adalah datang ke Argentina.
“Tetapi saya berharap untuk kembali ke Eropa untuk membuat keputusan tentang masa depan saya. Di usia saya, saya tidak perlu banyak waktu untuk pulih. Saya terbuka untuk mendengarkan proyek yang ada di hadapan saya,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Usai Dipecat Spurs, Pochettino Malah Jadi Kandidat Kuat Latih Klub Raksasa Eropa

POJOKSATU.id, MUNICH – Reputasi Mauricio Roberto Pochettino Trossero atau Mauricio Pochettino sebagai mantan manajer Tottenham Hotspur tak perlu diragukan. Tidak heran setelah dipecat Spurs, Pochettino langsung dilirik sejumlah klub elit Eropa. Salah satunya yang kian mengemuka adalah Bayern Muenchen.
Dikutip Pojoksatu.id dari Sky Sports, Pochettino kini menjadi kandidat kuat untuk peran kosong di klub raksasa Bundesliga. Bayern saat ini ditukangi pelatih sementara Hansi Flick yang akan bertanggung jawab setidaknya sampai Januari.
BACA JUGA: Eks Presiden Real Madrid Bongkar Alasan Sebenarnya Mourinho Terima Tawaran Spurs, Lelah Menunggu!
Namun menyusul menganggurnya Pochettino, Bayern mungkin akan mempertimbangkan untuk mempercepat masa kerja Flick dan menunjuk pelatih 47 tahun itu sebagai manajer permanen di Allianz Arena, menurut Sky di Jerman.
Memang belum ada kontak dengan pelatih asal Argentina setelah pemecatannya dari Tottenham, tetapi ia menjadi favorit utama untuk peran kosong yang saat ini sedang diisi oleh bos sementara Hansi Flick.
Pelatih sementara Bayern Muenchen, Hans-Dieter Flick.
Pochettino meninggalkan Hotspur Way minggu ini setelah lima tahun memimpin Spurs, membimbing klub menuju final Liga Champions yang pertama kalinya musim lalu. Beberapa musim terakhir juga menjadi penantang dalam perburuan gelar juara Premier League.
Namun penampilan Spurs awal musim ini menurun. Mereka terpuruk ke peringkat 14 klasemen sementara Premier League setelah 12 pekan kompetisi berjalan. Situasi yang membuat petinggi Spurs mendepak Pochettino.
BACAJUGA: Inikah Rekrutan Pertama Mourinho? Spurs Bakal Punya Trio Penyerang Paling Menakutkan
Kini Mauricio Pochettino diyakini akan menuju petualangan baru dalam karir kepelatihannya yang mungkin itu adalah Bayern Muenchen.
Sebelum nama Pochettino mengemuka, ada pelatih Ajax Erik ten Hag, pelatih Paris Saint-Germain Thomas Tuchel, dan mantan bos RB Leipzig Ralf Rangnick yang kini semuanya menjauhkan diri dari posisi itu dalam beberapa pekan terakhir.

Soal Kans Pochettino Gantikan Zidane, Mantan Presiden Madrid Bilang Begini

POJOKSATU.id, MADRID – Mantan Presiden Real Madrid, Ramon Calderon mengomentari pergantian manajer Tottenham Hotspur, dari Mauricio Pochettino ke Jose Mourinho yang begitu cepat.
Selain mengungkap alasan sebenarnya Mourinho menerima tawaran jadi bos baru di Tottenham Hotspur Stadium, ia juga berbicara soal peluang Pochettino menggantikan Zinedine Zidane di kursi pelatih Los Blancos.
BACAJUGA: Eks Presiden Real Madrid Bongkar Alasan Sebenarnya Mourinho Terima Tawaran Spurs, Lelah Menunggu!
Sejak didepak Spurs pada Selasa (19/11/2019) malam lalu, spekulasi mengenai masa depan Pochettino merebak.
Pelatih asal Argentina itu belum membuat komentar ke publik tentang kepergiannya setelah lima setengah tahun bertugas di London utara, atau rencana masa depannya.
Mauricio Pochettino.
Tapi spekulasi sudah berkembang. Ada yang menyebut dia akan beralih ke klub Liga Premier lainnya. Manchester United dan bahkan rival berat Spurs, Arsenal, disebut-sebut sebagai destinasi potensial Pochettino berikutnya.
Dia juga baru-baru ini dikaitkan dengan kepindahan ke Real Madrid, yang sudah mengincarnya sejak musim panas 2018.
Ditanya apakah Pochettino dapat kembali ke Spanyol selanjutnya, Calderon menjawab: “Mungkin. Dia adalah pelatih yang sangat baik dengan banyak reputasi di Spanyol,” dikutip Pojoksatu.id dari TalkSport.
BACA JUGA: Inikah Rekrutan Pertama Mourinho? Spurs Bakal Punya Trio Penyerang Paling Menakutkan
“Real Madrid memikirkannya dan bertanya kepada Levy apakah mereka bisa merekrutnya, tetapi dia tidak menyukainya dan dia tidak datang karena itu,” terang Calderon mengisahkan upaya Madrid pada 2018 lalu.
“Tapi Zidane kuat di sini sekarang, kami memimpin La Liga dan pasti kami akan lolos ke babak sistem gugur di Liga Champion, jadi tidak ada poin [alasan] bagi Real Madrid [untuk mendatangkan Pochettino],” pungkasnya.
Sebelumnya, Calderon mengungkap bahwa Mourinho mau menerima tawaran jadi manajer Spurs karena sudah muak menunggu Zidane yang tak kunjung dipecat atau mundur sebagai pelatih Madrid. The Special One diyakini sangat berambisi kembali menduduk kursi panas di Santiago Bernabeu.
(fat/pojoksatu)

Legenda Arsenal Usul Datangkan Mauricio Pochettino

POJOKSATU.id, JAKARTA – Martin Keown menyarankan agar Arsenal menunjukkan Mauricio Pochettino sebagai pelatih baru.
Leganda Arsenal ini merasa khawatir dengan kinerja Unai Emery. Pasalnya, pelatih asal Spanyol itu dinilai tidak dapat mempertahankan permainan atraktif yang jadi ciri khas Arsenal.
“Tidak ada keharusan untuk merasa panik di Arsenal, kami sudah berada dalam posisi yang mendekati papan atas, tetapi bagian dari manajemen klub harus mempertimbangkan kemungkinan untuk mendatangkan Mauricio Pochettino,” ujarnya dilansir Goal.
“Menurut saya pemecatannya adalah momen yang besar karena dapat menghasilkan dampak yang signifikan di dalam keseluruhan Premier League,” sambungnya.
Lebih lanjut, Martin Keown menilai, saat ini banyak manajer yang tengah waspada dengan posisinya. Sebab, banyak klub yang akan mempertimbangkan untuk mendapatkan jasa Pochettino.
“Berbagai manajer akan merasa semakin waspada dengan posisi mereka sekarang. Berbagai pihak dari manajemen di berbagai klub akan mempertimbangkan Pochettino,” ucapnya.
“Real Madrid akan memantau kemungkinan untuk mendapatkannya, saya rasa Arsenal juga harus mempertimbangkan kemungkinan yang sama,” tandasnya.
Selain itu, dikabarkan juga Pochettino jadi incaran Bayern Munchen menggantikan Hansi Flick yang akan menjabat sebagai pelatih hingga akhir paruh pertama musim 2019/20.
(zul/pojoksatu)

Dikalahkan Liverpool 2-1, Pelatih Tottentam Ogah Komentar Soal Penalti Salah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tottenham Hotspur gagal meraih kemenangan saat menghadapi Liverpool pada laga lanjutan Liga Inggris, Senin (28/10) dini hari WIB.
Bertamu ke Anfield, Tottenham kalah 2-1 dari sang pemuncak klasemen sementara Liga Inggris musim ini.
Padahal, Tottenham tampil meyakinkan diawal dengan gol cepat yang dicetak Harry Kane saat laga baru berjalan satu menit.
Mereka bahkan mampu mempertahankan keunggulan hingga babak pertama. Di babak kedua, Liverpool akhirnya menyamakan kedudukan.
Gol penyama kedudukan dicetak oleh Jordan Henderson di menit ke-52. Tuan rumah pun balik unggul di menit ke-75 setelah Mohammad Salah mencetak gol dari titik penalti.
Terkait penalti Salah, pelatih Tottenham Mauricio Pochettino enggan memberikan komentar.
Pochettino menuturkan jika pemainnya sudah bekerja keras pada pertandingan tersebut.
“Kami mencoba dalam 10 atau 15 menit terakhir dan memiliki peluang tetapi itu tidak mungkin! Saya tidak punya keluhan tentang penalti. Anda dapat memiliki pendapat sendiri. Itu reaksi yang adil,” ujarnya kepada BBC.
Soal penampilan kiper Gazzaniga, Pochettino memberikan pujian. “Dia melakukan penyelamatan yang bagus tetapi pasti dia sangat frustrasi dan kecewa karena kita kalah,” tandasnya.
Dengan hasil ini, Tottenham pun berada di posisi ke-11 dengan perolehan 12 poin. Sedangkan Liverpool di puncak klasemen dengan 28 poin.
(zul/pojoksatu)

Posisinya Terancam, Begini Kata Mauricio Pochettino

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mauricio Pochettino mulai membahas masa depannya seiring dengan penampilan buruk Tottenham Hotspur.
Sejauh ini, Tottenham baru menang tiga kali dari 12 pertandingan mereka musim ini. Terakhir, di Liga Inggris mereka hanya imbang lawan Watford.
Hasil ini membuat mereka berjarak 13 poin dari Liverpool yang berada di posisi puncak klasemen.
Akan tetapi, Pochettino masih memiliki peluang dengan mempersembahkan kemenangan saat lawan Red Star Belgrade di Liga Champions pada Rabu (23/10) dini hari WIB.
“Jika kami tidak meningkatkan kinerja dan memperbaiki hasil, apa hasilnya? Itu selalu sama di sepakbola,” kata Pochettino dilansir Mirror.
“Saya mengerti bisnisnya, saya berusia 47 tahun. (Sekarang) Saya hanya memperhatikan fakta bahwa kami perlu meningkatkan kinerja kami,” sambungnya.
Soal kemungkinan bakal dipecat, Pochettino mengaku tidak terkejut. Ia memahami hal tersebut bisa terjadi pada pelatih.
“Inilah sepak bola. Itu sama seperti ketika orang memuji Anda ketika Anda melakukannya dengan baik. Jika Anda tidak melakukan apa yang orang harapkan, itu normal,” ucapnya.
“Sepak bola hari ini selalu tentang kemenangan. Pelatih harus selalu menang, hari ini dan besok,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)