maurizio sarri

Maurizio Sarri Dukung Ronaldo Raih Ballon D’Or

POJOKSATU.id, JAKARTA – Hubungan Maurizio Sarri dengan Cristiano Ronaldo belakangan jadi sorotan. Keduanya dirumorkan terlibat masalah.
Kabar ini mencuat setelah megabintang Juventus itu diganti di dua pertandingan oleh Sarri karena alasan kondisi yang kurang fit.
Seolah ingin menepis rumor tersebut, Sarri menunjukkan dukungan pada Ronaldo untuk bisa meraih penghargaan Ballon d’Or.
“Cristiano Ronaldo tampil memuaskan dalam pertandingan terakhir yang kami jalani, meskipun mengalami kesulitan,” katanya dalam konferensi pers yang dikutip dari AS.
“Sekarang Cristiano hanya perlu meningkatkan tingkat performanya ke tingkat brilian. Saya harap Cristiano dapat meraih penghargaan Ballon d’Or,” sambungnya.
Selain Ronaldo, Sarri juga berharap Matthijs de Ligt meraih penghargaan Kopa Trophy.
“Matthijs de Ligt untuk Kopa Trophy, dan Paulo Dybala dapat terlibat dalam persaingan penghargaan Ballon d’Or di masa depan,” tambahnya.
(zul/pojoksatu)

Sebut Ronaldo Tidak Fit, Saudara Perempuan CR7: Jangan Macam-macam Sarri!

POJOKSATU.id, TURIN – Pelatih Juventus, Maurizio Sarri jadi sasaran kemarahan dua saudara perempuan Cristiano Ronaldo, Elma dan Katia. Keduanya mengecam eks pelatih Chelsea itu karena menyebut CR7 tidak sedang dalam kondisi terbaiknya.
Sarri tampaknya telah memulai keretakan dengan Ronaldo setelah menggantikannya baru-baru ini. Kini, saudara-saudara perempuan CR7 angkat bicara membela mantan superstar Real Madrid itu.
BACA JUGA: Jadwal Final Hong Kong Open 2019, Indonesia Bisa Bawa Pulang 2 Gelar
Elma dan Katia menyerang balik Maurizio Sarri karena klaim dari pelatih Juventus bahwa Ronaldo berjuang untuk mencapai kebugaran.
Pelatih berkebangsaan Italia itu mengganti Ronaldo pada 55 menit ketika melawan AC Milan akhir pekan lalu. Ia menyebut bintang Timnas Portugal itu mengalami masalah lutut dan tidak dalam kondisi terbaiknya.
Cristiano Ronaldo diganti Paulo Dybala pada menit 55 laga Juventus vs AC Milan di Allianz Arena, Turin, Senin (11/11/2019) dini hari WIB.
Ronaldo jelas sangat marah karena digantikan, dan dikabarkan meninggalkan stadion sebelum pertandingan berakhir.
Salah satu saudara perempuan Ronaldo, Katia Aveiro, mengunggah foto bersama Ronaldo di akun instagramnya, dan menulis keterangan foto: “Jangan macam-macam dengannya.”

 

View this post on Instagram

 
Hoje a melhor mana do Mundo faz anos , a melhor sim porque tenho melhores eu tinha tanta coisa para te dizer , mas te direi e já disse enes de vezes .. só vou te dizer tenhas dia mt feliz , que eu te amo muito muitoé que este dia se repita mts e mts anos para que possa contar sempre contigo , minha mana , amiga , companheira , guerreira , minha amada Dia mt feliz
A post shared by Elma Aveiro (@elma_oficial) on Oct 5, 2019 at 2:14am PDT

Saudara perempuannya yang lain, Elma, menambahkan, menurut Corriere dello Sport: “Tuhan tidak gagal. Dia bugar, jadi sekarang bagaimana?”
BACA JUGA: Beda Keterangan Pelatih Juventus dan Portugal Soal Cedera Ronaldo, Ini Faktanya
Protes dari Elma dan Katia itu merujuk pada kenyataan bahwa Ronaldo baik-baik saja. Terbukti, pada laga kualifikasi Euro 2020, Ronaldo mencetak hat-trick untuk membantu Portugal mengalahkan Lithuania 6-0, Kamis (14/11/2019) lalu.
Manajer Portugal Fernando Santos juga mengklaim tidak ada yang masalah dengan mantan pemain Real Madrid dan Manchester United itu.

Ronaldo Marah Saat Diganti, Maurizio Sarri Maklum

POJOKSATU.id, JAKARTA – Maurizio Sarri maklum dengan reaksi Cristiano Ronaldo yang marah saat ditarik keluar di laga Juventus lawan AC Milan.
“Sudah sewajarnya seorang pemain akan kesal meninggalkan lapangan, terutama ketika dia bekerja sangat keras untuk berada di sana,” katanya kepada Sky Sport Italia.
Diketahui, di menit ke-55, Sarri memutuskan menarik keluar Ronaldo dan digantikan oleh Paulo Dybala.
Ronaldo pun terlihat kesal. Ia bahkan tidak duduk di bangku cadangan, tapi memilih langsung ke ruang ganti.
Setelahnya, Dybala mencetak gol, yang menjadi satu-satunya di pertandingan tersebut, untuk membawa Juventus kembali ke puncak klasemen.
Sarri pun menjelaskan, alasannya menggantikan Ronaldo dengan Dybala karena ia lebih khawatir dengan cedera sang pemain.
“Selama sebulan terakhir, ia memiliki masalah pada lututnya, ia mengalami benturan saat latihan dan itu melukai ligamen kolateralnya,” jelasnya.
“Ketika dia berlatih atau bermain dengan intensitas tinggi, lututnya jadi tidak seimbang, itu mengakibatkan kompensasi berlebihan dan itu merusak otot betis dan paha.
“Itu (cedera) mempengaruhi penampilannya dan dia tidak dalam kondisi terbaiknya saat ini,” tambahnya.
Karena itu, Sarri tidak tersinggung jika Ronaldo marah, justru sebaliknya.
“Semua pemain yang tengah berusaha memberikan yang terbaik akan kesal ketika mereka digantikan, tetapi seorang pelatih secara umum akan jauh lebih khawatir jika dia tidak tampak kesal,” ucapnya.
Lebih lanjut, Sarri mengatakan pihaknya harus berterima kasih pada Ronaldo. Pasalnya, meski dalam kondisi tidak fit tetap berupaya menampilkan yang terbaik.
“Kita harus berterima kasih kepada Ronaldo, karena dia membuat pengorbanan untuk berada di sana dalam situasi yang sulit. Dia melakukan segala yang mungkin untuk dilakukan, tetapi saya melihat dia tidak sehat dan berpikir terbaik untuk menariknya keluar,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Maurizio Sarri Ungkap Alasan Sebenarnya Ronaldo Marah Saat Diganti

POJOKSATU.id, JAKARTA – Juventus berhasil lolos ke babak 16 besar setelah menang 2-1 atas Lokomotiv Moscow, Kamis (7/11) dini hari WIB.
Selain kabar kemenangan, kemarahan ​Cristiano Ronaldo juga menjadi perbincangan usai laga berakhir.
Ronaldo terlihat kesal dan marah saat ditarik keluar dan digantikan Paulo Dybala di menit ke-81.
Tidak ingin hal ini berlarut-larut, Maurizio Sarri pun angkat bicara. Ia mengungkap alasan sebenarnya mengapa sang mega bintang Juventus itu marah.
Sarri menjelaskan, Ronaldo marah karena merasa kecewa tidak bisa tampil maksimal. Penyebabnya, ia tengah mengalami cedera lutut ringan.
“Cristiano Ronaldo marah saat meninggalkan lapangan karena dia mengalami cedera lutut ringan dalam beberapa hari terakhir,” ungkapnya dilansir ​AS.
“Itu juga membuat dia mengalami sedikit masalah di bagian paha. Hal itu sudah membuatnya khawatir sejak istirahat babak pertama,” sambungnya.
Lebih lanjut, Sarri menuturkan, karena cedera tersebut ia memutuskan untuk menarik Ronaldo keluar.
“Alasan saya menariknya keluar hanyalah karena saya tak mau cederanya bertambah parah,” jelasnya.
(zul/pojoksatu)

Jamu Lokomotiv Moscow, Juventus Waspadai Kejutan Tim Tamu

POJOKSATU.id, TURIN – Raksasa Serie A, Juventus akan menghadapi klub Rusia, Lokomotiv Moscow pada matchday 3 Liga Champions di Allianz Stadium, Turin, Rabu (23/10/2019) dini hari WIB. Meski diunggulkan, pelatih Juventus, Maurizio Sarri mewaspadai kejutan dari tim tamu.
Sarri menyebut Lokomotiv Moscow punya potensi untuk membuat kejutan di Turin, bahkan ia menyebutnya pertandingan dini hari nanti adalah laga perangkap.
“Perangkap itu bermain melawan tim yang mengalami musim yang hebat. Mereka menempatkan diri mereka dalam posisi yang baik di Liga Champions, dan itu berarti tim ini lebih baik dari yang diharapkan semua orang.
Juve saat ini memuncaki klasemen Grup D dengan 4 poin. Hanya unggul satu angka dari Lokomotiv yang ada di posisi ketiga.
“Kami harus sangat menghormati mereka dan menjadi sangat tenang dalam 90 menit. Itu akan sulit. ”
Terkait skuat yang disiapkan untuk menghadapi klub Rusia, eks manajer Chelsea itu menyebut lini serangnya dalam kondisi baik dan semua siap diturunkan.
“Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain keduanya baik-baik saja. Siapa pun yang bermain akan melakukannya dengan ketenangan pikiran yang benar.”
Sarri juga berkonentar tentang megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo yang baru saja mencatat gol kee-700 sepanjang karirnya.
“Melatih Ronaldo, bagi saya, adalah sumber kepuasan dan kebanggaan. Dia memiliki mental yang luar biasa dan tahu bagaimana memaksakan tujuan pada dirinya dan tim.
“Ketika dia mencetak gol ke-700, dia berpikir tentang golnya yang ke-800. Saya pikir itu penting bagi kita semua yang dekat dengannya karena mentalnya menular ke kami,” lanjut Sarri.
“Dia membuatku mengerti bahwa perbedaan terletak pada mentalitas: dia memiliki sesuatu yang lebih.”
(fat/pojoksatu)

Dirumorkan Mesti Diet Karbohidrat, Begini Reaksi De Ligt

POJOKSATU.id, JAKARTA – Matthijs de Ligt angkat bicara soal rumor dirinya dipaksa diet karbohidrat oleh Maurizio Sarri.
Rumor tersebut mencuat lantaran De Ligt kesulitan mengamankan satu tempat di starting XI karena dinilai kegemukan.
Saat dikonfirmasi, mantan pemain Ajax ini membantahnya. Ia menegaskan kabar tersebut tidak benar.
“Artikel yang menyebutkan jika saya diminta menjalani diet karbohidrat benar-benar liar. Saya tak merasa terkejut,” ujarnya dilansir dari Goal.
De Ligt melanjutkan, dirinya merasa sudah tampil maksimal. Akan tetapi, selalu ada anggapan berbeda tentang dirinya.
“Terkadang saya merasa sudah menampilkan performa maksimal, tetapi tetap saja ada anggapan berbeda. Itu hanyalah opini, hal terpenting saat ini adalah saya mengetahui apa yang kini tengah dilakukan,” tuturnya.
Dirinya menambahkan, sebagai pemain baru ia membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Untungnya, saat ini sudah banyak diturunkan Sarri.
“Setiap pemain baru pasti memerlukan waktu untuk beradaptasi, sebelumnya Juventus sudah memiliki dua bek hebat, Chiellini dan Bonucci,” ungkapnya.
“Rencana awal, pelatih akan memasukkan saya ke skuat utama secara perlahan, beruntung kini saya sudah banyak diturunkan. Ini merupakan tantangan yang hebat,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Absen di Acara Penghargaan, Ronaldo Tulis Pesan Bijak Bahas Kesabaran dan Ketekunan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Cristiano Ronaldo tidak menghadiri acara penghargaan The Best FIFA Football Awards 2019, Senin (23/9) malam WIB.
Padahal, ia masuk nominasi menjadi pemain terbaik pria, yang diketahui dimenangkan oleh Lionel Messi.
Absennya Ronaldo ini pun langsung jadi sorotan. Terlebih ia tampak aktif di Instagram.
Pemain Juventus ini mengunggah foto dirinya tengah duduk sambil membaca ditemani putranya yang duduk tak jauh darinya.
Yang menarik dari postingan tersebut adalah pesan bijak yang dituliskan di kolom caption. Ia membahas soal kesabaran dan ketekunan.
Ronaldo menilai, dua karakteristik itu adalah kunci yang membedakan antara pemain profesional dan amatir.
“Kesabaran dan ketekunan adalah dua karakteristik yang membedakan profesional dari amatir. Segala sesuatu yang besar hari ini dimulai dari yang kecil,” tulisnya.
Tidak hanya itu, Ronaldo juga berpesan untuk selalu berupaya maksimal demi mewujudkan impian.
“Anda tidak dapat melakukan segalanya, tetapi lakukan semua yang Anda bisa untuk membuat impian Anda menjadi kenyataan. Dan perlu diingat bahwa setelah malam selalu datang fajar,” sambungnya.
Sementara itu, dikutip dari Mirror, absennya Ronaldo dimungkinkan karena cedera yang dialaminya.
Kabar ini pun sudah dikonfirmasi pelatih Juventus Maurizio Sarri. Karena itu, Ronaldo dipastikan bakal absen pada laga lawan Brescia dalam lanjutan Serie A, Rabu (25/9) dini hari WIB.
“Cristiano (Ronaldo) memiliki masalah sedikit terkait kelelahan. Saya tidak ingin mengambil risiko dengan cedera,” ungkapnya.
(zul/pojoksatu)

Perokok Berat, Sarri Kena Pneumonia, Tak Bisa Dampingi Juventus Lawan Parma dan Napoli

POJOKSATU.id, TURIN – Pelatih anyar Juventus, Maurizio Sarri dipastikan absen pada dua pertandingan Juventus di awal musim Serie A 2019/20. Sarri harus menjalani pemulihan akibat terserang penyakit Pneumonia.
Dikutip Pojoksatu.id dari Goal International, Sarri akan melewatkan pertandingan Juventus melawan Parma dan Napoli.
Pelatih berusia 60 tahun itu didiagnosis menderita penyakit infeksi pernapasan itu. Ia mengalami radang pernapasan di paru-paru.
BACAJUGA: Maurizio Sarri Dirawat karena Pneumonia
Sarri sudah absen dalam kemenangan laga persahabatan timnya atas Triestina pada hari Sabtu dan tidak dapat mendampingi pelatihan tim meskipun kembali ke tempat latihan klub pada hari Senin.
Dan klub Italia telah mengkonfirmasi bahwa dia akan absen pada dua pertandingan Serie A berikutnya melawan Parma pada hari Sabtu dan Napoli pada minggu berikutnya.
“Maurizio Sarri menjalani tes medis lebih lanjut hari ini, yang menunjukkan peningkatan klinis yang baik,” bunyi pernyataan klub.
BACA JUGA: Perwakilan Real Madrid Terbang ke Paris untuk Neymar, setelah Tawaran Fantastis Ditolak
“Untuk sepenuhnya pulih dari radang paru-paru yang menimpa dirinya selama beberapa hari terakhir, pelatih tidak akan duduk di bangku cadangan untuk dua pertandingan Serie A pertama melawan Parma dan Napoli.”
“Keputusan diambil untuk mengizinkan teknisi, yang bahkan hari ini pergi ke JTC untuk mengoordinasikan pekerjaan dengan stafnya, untuk melanjutkan kegiatan rutin sesegera mungkin.”
Pelatih Juventus, Maurizio Sarri yang doyan merokok.
Sarri diketahui merupakan pelatih yang sangat doyan merokok. Dalam sehari, Sarri mengaku bisa menghisap 60 batang atau rata-rata mengonsumsi sekitar empat bungkus rokok sehari.

Maurizio Sarri Dirawat karena Pneumonia

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kabar kurang menyenangkan datang dari Juventus. Pelatih Maurizio Sarri dikabarkan harus dirawat karena pneumonia.
Dilansir dari BBC, alasan Sarri tidak melakukan perjalanan ke Triestina karena sakit.
Awalnya, ia merasa tidak enak badan dan menduga hanya mengalami flu. Namun melalui tes lebih lanjut, ia pun didiagnosis pneumonia.
Sementara itu, pada laga lawan Parma nanti belum diketahui apakah Sarri akan memimpin atau tidak.
“Maurizio Sarri, setelah istirahat selama sepekan, berada di JTC Continassa hari ini. Dia berkoordinasi pekerjaan dengan stafnya. Sayangnya, dia tidak dapat melakukan pelatihan di lapangan karena flu yang terus menerus, yang melanda dirinya selama sepekan lalu,” demikian pernyataan Juve.
“Pada sore hari, dia menjalani tes lebih lanjut yang memastikan dia menderita pneumonia dan sudah melakukan terapi khusus.
“Pelatih telah memberi wewenang kepada klub untuk mengomunikasikan keadaan kesehatannya,” sambungnya.
(zul/pojoksatu)

Chelsea Dinilai Melakukan Kesalahan karena Lepas Maurizio Sarri

POJOKSATU.id, JAKARTA – Chelsea dinilai telah melakukan kesalahan karena mengakhiri kerja sama dengan Maurizio Sarri.
Hal ini disampaikan oleh eks asisten pelatih Sarri, Gianfranco Zola.
Diketahui, Chelsea dan Sarri memiliki kontrak kerja sama hingga 2022. Namun, baru semusim tepatnya pada akhir musim 2018/19 kerja sama tersebut sudah berakhir.
Padahal, capaian Chelsea musim kemarin tak terlalu buruk. Mereka finis di posisi ketiga Liga Premier dan menjuarai Liga Europa.
Sarri pun memutuskan pindah ke Juventus, sedangkan Chelsea kini ditangani Frank Lampard.
Dilansir Football London, Zola mengatakan jika Chelsea sudah mengambil keputusan yang salah soal mengakhiri kerja sama dengan Sarri.
Menurutnya, kinerja Sarri adalah yang terbaik. Ia membenarkan jika hal tersebut tidak akan terlalu terlihat di awal.
Namun, ia yakin, jika masih ditangani Sarri, musim berikutnya The Blues akan lebih baik.
“Melihat caranya bekerja, memang perlu sedikit waktu untuk mengetahui apa yang dia inginkan. Sarri juga akan selalu menuntut pemain, tetapi saat mereka sudah mulai terbiasa, maka tim akan terus membaik dan permainan juga akan semakin efektif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zola juga mengungkapkan perasaannya karena harus meninggalkan Stamford Bridge.
“Ya, ini (hengkang dari? Chelsea) memang terasa cukup menyakitkan. Anda berada di tempat yang tepat dan sangat berarti. Tetapi saya harus tetap bersikap profesional dan menghormati keputusan yang sudah diambil. Bukan masalah,” paparnya.
(zul/pojoksatu)