maurizio sarri

Juventus Bidik Guardiola Gantikan Sarri, Terserah Minta Gaji Berapa

POJOKSATU.id, TURIN – Keingina Juventus merekrut Pep Guardiola pada musim panas mendatang, tampaknya bukan isapan jempol belaka. Si Nyonya Tua kabarnya bersedia menyodorkan kontrak tanpa batas kepada pelatih berkebangsaan Spanyol itu.
Dikutip Pojoksatu.id dari The Sun, Juventus sudah membidik Guardiola sebagai kandidat pengganti Maurizio Sarri. Meski sesungguhnya, Juve asuhan Sarri masih berada di jalur juara untuk tiga kompetisi yang mereka ikuti.
BACA JUGA: Selain Duetkan Ronaldo dan Messi, Juventus Juga Berencana Rekrut Guardiola
Bianconeri saat ini hanya kalah selisih gol dari pemuncak klasemen sementara Serie A musim 2019/20. Artinya, secara matematis, Cristiano Ronaldo dkk masih berpeluang meraih scudetto kesembilan secara beruntun.
Juventus juga lolos ke semifinal Coppa Italia dan akan menghadapi rival abadi, AC Milan tengah pekan ini. Sementara di Liga Champions, mereka akan menghadapi klub Prancis, Lyon di babak 16 besar akhir Februari ini.
Juventus takluk di kandang Hellas Verona 2-1 pada laga lanjutan Liga Italia, Minggu (9/2) dini hari WIB. (@juventus)
Tapi jika Sarri gagal membawa Juventus berjaya, terutama di Liga Champions dan Serie A, bukan tidak mungkin pelatih yang baru bertugas di Turin pada musim panas lalu, bakal di depak.
Lalu Guardiola yang masa depannya di Etihad Stadium juga masih abu-abu menyusul gelar Premier League musim ini hampir pasti jadi milik Liverpool. Di Liga Champions, Guardiola juga harus melewati adangan Real Madrid di babak 16 besar.
Mantan pelatih Barcelona itu pernah mengungkap bahwa ia tidak akan meninggalkan Etihad, meski minat JUventus sangat tinggi. Tapi tawaran kontrak tanpa batas, tampaknya bisa membuatnya berubah pikiran.
BACA JUGA: Jadwal Siaran Langsung Bola Hari Ini: Persija, Arema FC dan Bali United Vs Than Quang Ninh
Menurut The Sun, Juventus mempersilakan Guardiola menentukan sendiri nilai kontraknya dan persyaratan yang diinginkan untuk mencoba tantangan baru dalam karirnya. Menjadi pelatih di Italia.
Saat ini, Guardiola menerima gaji sekitar 15 juta pound (Rp20 miliar) per tahun di City, jauh lebih tinggi ketimbang honor Sarri di Turin yang ‘hanya’ sekitar 6 juta euro per musim.
Menarik ditunggu, akankah Guardiola tertarik dengan godaan menggiurkan dari raksasa Italia.
(fat/pojoksatu)
The post Juventus Bidik Guardiola Gantikan Sarri, Terserah Minta Gaji Berapa appeared first on Pojoksatu.id.

Selain Duetkan Ronaldo dan Messi, Juventus Juga Berencana Rekrut Guardiola

POJOKSATU.id, TURIN – Klub raksasa Italia, Juventus ingin melakukan pembenahan tim secara serius musim depan. Selain berencana merekrut Lionel Messi yang sudah ‘tidak nyaman’ di Camp Nou, Juve juga ingin mendatangkan pelatih papan atas sekelas Pep Guardiola.
Dikutip Pojoksatu.id dari The Sun, Juventus bersiap melakukan kudeta manajerial yang paling berani dengan membujuk Pep Guardiola untuk meninggalkan Manchester City musim panas mendatang.
BACA JUGA: Kalah di Persidangan, David Beckham Terpaksa Ganti Nama Inter Miami?
Mantan pelatih Barcelona itu disiapkan untuk menggantikan Maurizio Sarri sebagai bos baru di Allianz Stadium.
Juve baru saja menunjuk Maurizio Sarri di musim panas lalu, tetapi kemungkinan akan didepak akhir musim ini jika gagal membawa Si Nyonya Tua mengangkat trofi, terutama Liga Champions.
Dan menurut The Sun, Guardiola adalah sosok yang diincar Juventus untuk mengisi kursi pelatih berikutnya.
Manajer Manchester City, Pep Guardiola.
Presiden Juventus, Andrea Agnelli dikatakan yakin Guardiola adalah mata rantai yang hilang untuk memulihkan dominasi timnya di Italia dan Eropa.
Saat ini, Juve berada di urutan kedua Serie A kalah selisih gol dari rival lama Inter Milan.
BACA JUGA: Jadwal Siaran Langsung Bola Hari Ini: Persija, Arema FC dan Bali United Vs Than Quang Ninh
Inter, dipimpin oleh mantan bos Juve Antonio Conte, telah menghabiskan banyak uang dan bertekad untuk kembali di antara klub elit sepakbola Eropa.
Sarri terancam gagal melanjutkan rekor delapan gelar Serie A berturut-turut. Dan jika hal itu terjadi, Juve sudah punya alasan untuk mendepak mantan pelatih Napoli dan Chelsea itu.
The post Selain Duetkan Ronaldo dan Messi, Juventus Juga Berencana Rekrut Guardiola appeared first on Pojoksatu.id.

Dikalahkan Napoli, Maurizio Sarri Nilai Juventus Bermain Pasif

POJOKSATU.id, JAKARTA – Maurizio Sarri tidak bisa menutupi rasa kecewanya saat Juventus dikalahkan Napoli 2-1 pada laga lanjutan Liga Italia, Senin (27/1) dini hari WIB.
Sarri mengatakan, penampilan Juventus pasif dan hambar. Ia pun tidak ingin melemparkan kesalahan pada salah satu pemain, karena secara keseluruhan timnya bermain buruk.
“Kami tampil pasif untuk seluruh pertandingan, berpikir kami bisa bermain dengan tempo lambat, mengambil lima sentuhan, selalu berjauhan di antara lini, sangat hambar,” kata Sarri kepada Sky Sport Italia.
“Itu adalah permainan yang buruk, kami memiliki pendekatan yang salah, baik intensitas dan interpretasi psikologisnya, yang disusul oleh interpretasi fisik. Jelas ini bukan kita.
“Kami membuat Napoli ke dalam situasi di mana mereka mengalahkan kami dengan upaya minimum. Kami selalu terlambat ke setiap bola. Seolah-olah kita dalam gerakan lambat dan tidak ada yang berhasil.
“Saya memilih trio (Cristiano Ronaldo, Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain) ini karena mereka semua tampak dalam kondisi yang baik, lini tengah tampak cukup seimbang untuk menopang mereka, tetapi saya tidak melihat ada individu yang bisa disalahkan untuk ini. Seluruh tim itu hambar,” sambungnya.
Meski kalah, Juventus tetap ada di puncak klasemen dengan 51 poin atau unggul tiga poin setelah Inter hanya bermain imbang.
(zul/pojoksatu)
The post Dikalahkan Napoli, Maurizio Sarri Nilai Juventus Bermain Pasif appeared first on Pojoksatu.id.

Bicara Soal Pensiun, Ini yang Jadi Pertimbangan Maurizio Sarri

POJOKSATU.id, JAKARTA – Maurizio Sarri memberikan pernyataan mengejutkan. Dirinya mengisyaratkan bakal pensiun setelah kontraknya di Juventus habis.
Usai, menjadi salah satu pertimbangannya dalam memutuskan pensiun dari dunia kepelatihan. Diketahui, saat ini ia berusia 61 tahun.
“Setelah merasakan pengalaman ini (melatih Juventus), saya mungkin bisa berhenti melatih,” katanya dikutip Goal International.
“Saya pensiun atau tidak tergantung apakah saya masih memiliki energi yang tersisa atau apakah saya bisa berpikir bahwa saya bisa melatih dengan baik lagi,” sambungnya.
Saat ditanya apakah tekanan besar sebagai pelatih juga jadi pertimbangannya untuk pensiun? Ia tegas membantah.
“Tekanan bukanlah penyebab hal ini, karena tekanan dari luar seharusnya tidak mempengaruhi anda. Namun yang mempengaruhi adalah ketika motivasi anda hilang sehingga lebih baik untuk mengakhirinya,” bebernya.
“Saya tidak tahu apakah saya akan tetap menjadi Sarri yang sama setelah kontrak saya di Juventus habis.
“Jika iya, maka saya akan melanjutkan karir saya, dan jika tidak maka saya akan berhenti,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)
The post Bicara Soal Pensiun, Ini yang Jadi Pertimbangan Maurizio Sarri appeared first on Pojoksatu.id.

Juventus Sukses Kalahkan Parma, Maurizio Sarri Tidak Puas

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelatih Juventus Maurizio Sarri tampaknya tidak puas meski skuad asuhannya meraih kemenangan saat menjamu Parma, Senin (20/1) dini hari WIB tadi.
Hal ini lantaran penampilan para pemainnya. Dikatakan, pada pertandingan tersebut mereka seperti lebih senang bermain di wilayah sendiri.
“Saya lebih suka kebobolan dari serangan balik daripada menghabiskan 10-15 menit ada di bawah tekanan,” katanya seperti dilansir Football Italia.
“Kami telah meningkat pertahanan dari skema bola mati, tetapi malam ini kami kebobolan melawan salah satu tim yang memiliki spesialis dalam skenario ini,” sambungnya.
Diketahui, kemenangan Juventus tercipta berkat dua gol Cristiano Ronaldo. Dengan begitu, ia telah mencetak 11 gol dalam tujuh pertandingan terakhir di Serie A.
“Anda memiliki pemain kelas dunia yang mungkin menyebabkan beberapa masalah, tetapi juga bisa menyelesaikannya. Jadi Anda harus memperhitungkannya dan mengatasi karakteristiknya,” kata Sarri.
Juventus sekarang memiliki 51 poin, diikuti oleh Inter di posisi kedua dengan 47 poin dan Lazio 45 poin.
“Lazio dalam kondisi yang sangat spektakuler saat ini, sehingga kita hanya bisa berharap itu (kemenangan beruntun) tidak bertahan lama!” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Maurizio Sarri Dukung Ronaldo Raih Ballon D’Or

POJOKSATU.id, JAKARTA – Hubungan Maurizio Sarri dengan Cristiano Ronaldo belakangan jadi sorotan. Keduanya dirumorkan terlibat masalah.
Kabar ini mencuat setelah megabintang Juventus itu diganti di dua pertandingan oleh Sarri karena alasan kondisi yang kurang fit.
Seolah ingin menepis rumor tersebut, Sarri menunjukkan dukungan pada Ronaldo untuk bisa meraih penghargaan Ballon d’Or.
“Cristiano Ronaldo tampil memuaskan dalam pertandingan terakhir yang kami jalani, meskipun mengalami kesulitan,” katanya dalam konferensi pers yang dikutip dari AS.
“Sekarang Cristiano hanya perlu meningkatkan tingkat performanya ke tingkat brilian. Saya harap Cristiano dapat meraih penghargaan Ballon d’Or,” sambungnya.
Selain Ronaldo, Sarri juga berharap Matthijs de Ligt meraih penghargaan Kopa Trophy.
“Matthijs de Ligt untuk Kopa Trophy, dan Paulo Dybala dapat terlibat dalam persaingan penghargaan Ballon d’Or di masa depan,” tambahnya.
(zul/pojoksatu)

Sebut Ronaldo Tidak Fit, Saudara Perempuan CR7: Jangan Macam-macam Sarri!

POJOKSATU.id, TURIN – Pelatih Juventus, Maurizio Sarri jadi sasaran kemarahan dua saudara perempuan Cristiano Ronaldo, Elma dan Katia. Keduanya mengecam eks pelatih Chelsea itu karena menyebut CR7 tidak sedang dalam kondisi terbaiknya.
Sarri tampaknya telah memulai keretakan dengan Ronaldo setelah menggantikannya baru-baru ini. Kini, saudara-saudara perempuan CR7 angkat bicara membela mantan superstar Real Madrid itu.
BACA JUGA: Jadwal Final Hong Kong Open 2019, Indonesia Bisa Bawa Pulang 2 Gelar
Elma dan Katia menyerang balik Maurizio Sarri karena klaim dari pelatih Juventus bahwa Ronaldo berjuang untuk mencapai kebugaran.
Pelatih berkebangsaan Italia itu mengganti Ronaldo pada 55 menit ketika melawan AC Milan akhir pekan lalu. Ia menyebut bintang Timnas Portugal itu mengalami masalah lutut dan tidak dalam kondisi terbaiknya.
Cristiano Ronaldo diganti Paulo Dybala pada menit 55 laga Juventus vs AC Milan di Allianz Arena, Turin, Senin (11/11/2019) dini hari WIB.
Ronaldo jelas sangat marah karena digantikan, dan dikabarkan meninggalkan stadion sebelum pertandingan berakhir.
Salah satu saudara perempuan Ronaldo, Katia Aveiro, mengunggah foto bersama Ronaldo di akun instagramnya, dan menulis keterangan foto: “Jangan macam-macam dengannya.”

 

View this post on Instagram

 
Hoje a melhor mana do Mundo faz anos , a melhor sim porque tenho melhores eu tinha tanta coisa para te dizer , mas te direi e já disse enes de vezes .. só vou te dizer tenhas dia mt feliz , que eu te amo muito muitoé que este dia se repita mts e mts anos para que possa contar sempre contigo , minha mana , amiga , companheira , guerreira , minha amada Dia mt feliz
A post shared by Elma Aveiro (@elma_oficial) on Oct 5, 2019 at 2:14am PDT

Saudara perempuannya yang lain, Elma, menambahkan, menurut Corriere dello Sport: “Tuhan tidak gagal. Dia bugar, jadi sekarang bagaimana?”
BACA JUGA: Beda Keterangan Pelatih Juventus dan Portugal Soal Cedera Ronaldo, Ini Faktanya
Protes dari Elma dan Katia itu merujuk pada kenyataan bahwa Ronaldo baik-baik saja. Terbukti, pada laga kualifikasi Euro 2020, Ronaldo mencetak hat-trick untuk membantu Portugal mengalahkan Lithuania 6-0, Kamis (14/11/2019) lalu.
Manajer Portugal Fernando Santos juga mengklaim tidak ada yang masalah dengan mantan pemain Real Madrid dan Manchester United itu.

Ronaldo Marah Saat Diganti, Maurizio Sarri Maklum

POJOKSATU.id, JAKARTA – Maurizio Sarri maklum dengan reaksi Cristiano Ronaldo yang marah saat ditarik keluar di laga Juventus lawan AC Milan.
“Sudah sewajarnya seorang pemain akan kesal meninggalkan lapangan, terutama ketika dia bekerja sangat keras untuk berada di sana,” katanya kepada Sky Sport Italia.
Diketahui, di menit ke-55, Sarri memutuskan menarik keluar Ronaldo dan digantikan oleh Paulo Dybala.
Ronaldo pun terlihat kesal. Ia bahkan tidak duduk di bangku cadangan, tapi memilih langsung ke ruang ganti.
Setelahnya, Dybala mencetak gol, yang menjadi satu-satunya di pertandingan tersebut, untuk membawa Juventus kembali ke puncak klasemen.
Sarri pun menjelaskan, alasannya menggantikan Ronaldo dengan Dybala karena ia lebih khawatir dengan cedera sang pemain.
“Selama sebulan terakhir, ia memiliki masalah pada lututnya, ia mengalami benturan saat latihan dan itu melukai ligamen kolateralnya,” jelasnya.
“Ketika dia berlatih atau bermain dengan intensitas tinggi, lututnya jadi tidak seimbang, itu mengakibatkan kompensasi berlebihan dan itu merusak otot betis dan paha.
“Itu (cedera) mempengaruhi penampilannya dan dia tidak dalam kondisi terbaiknya saat ini,” tambahnya.
Karena itu, Sarri tidak tersinggung jika Ronaldo marah, justru sebaliknya.
“Semua pemain yang tengah berusaha memberikan yang terbaik akan kesal ketika mereka digantikan, tetapi seorang pelatih secara umum akan jauh lebih khawatir jika dia tidak tampak kesal,” ucapnya.
Lebih lanjut, Sarri mengatakan pihaknya harus berterima kasih pada Ronaldo. Pasalnya, meski dalam kondisi tidak fit tetap berupaya menampilkan yang terbaik.
“Kita harus berterima kasih kepada Ronaldo, karena dia membuat pengorbanan untuk berada di sana dalam situasi yang sulit. Dia melakukan segala yang mungkin untuk dilakukan, tetapi saya melihat dia tidak sehat dan berpikir terbaik untuk menariknya keluar,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Maurizio Sarri Ungkap Alasan Sebenarnya Ronaldo Marah Saat Diganti

POJOKSATU.id, JAKARTA – Juventus berhasil lolos ke babak 16 besar setelah menang 2-1 atas Lokomotiv Moscow, Kamis (7/11) dini hari WIB.
Selain kabar kemenangan, kemarahan ​Cristiano Ronaldo juga menjadi perbincangan usai laga berakhir.
Ronaldo terlihat kesal dan marah saat ditarik keluar dan digantikan Paulo Dybala di menit ke-81.
Tidak ingin hal ini berlarut-larut, Maurizio Sarri pun angkat bicara. Ia mengungkap alasan sebenarnya mengapa sang mega bintang Juventus itu marah.
Sarri menjelaskan, Ronaldo marah karena merasa kecewa tidak bisa tampil maksimal. Penyebabnya, ia tengah mengalami cedera lutut ringan.
“Cristiano Ronaldo marah saat meninggalkan lapangan karena dia mengalami cedera lutut ringan dalam beberapa hari terakhir,” ungkapnya dilansir ​AS.
“Itu juga membuat dia mengalami sedikit masalah di bagian paha. Hal itu sudah membuatnya khawatir sejak istirahat babak pertama,” sambungnya.
Lebih lanjut, Sarri menuturkan, karena cedera tersebut ia memutuskan untuk menarik Ronaldo keluar.
“Alasan saya menariknya keluar hanyalah karena saya tak mau cederanya bertambah parah,” jelasnya.
(zul/pojoksatu)

Jamu Lokomotiv Moscow, Juventus Waspadai Kejutan Tim Tamu

POJOKSATU.id, TURIN – Raksasa Serie A, Juventus akan menghadapi klub Rusia, Lokomotiv Moscow pada matchday 3 Liga Champions di Allianz Stadium, Turin, Rabu (23/10/2019) dini hari WIB. Meski diunggulkan, pelatih Juventus, Maurizio Sarri mewaspadai kejutan dari tim tamu.
Sarri menyebut Lokomotiv Moscow punya potensi untuk membuat kejutan di Turin, bahkan ia menyebutnya pertandingan dini hari nanti adalah laga perangkap.
“Perangkap itu bermain melawan tim yang mengalami musim yang hebat. Mereka menempatkan diri mereka dalam posisi yang baik di Liga Champions, dan itu berarti tim ini lebih baik dari yang diharapkan semua orang.
Juve saat ini memuncaki klasemen Grup D dengan 4 poin. Hanya unggul satu angka dari Lokomotiv yang ada di posisi ketiga.
“Kami harus sangat menghormati mereka dan menjadi sangat tenang dalam 90 menit. Itu akan sulit. ”
Terkait skuat yang disiapkan untuk menghadapi klub Rusia, eks manajer Chelsea itu menyebut lini serangnya dalam kondisi baik dan semua siap diturunkan.
“Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain keduanya baik-baik saja. Siapa pun yang bermain akan melakukannya dengan ketenangan pikiran yang benar.”
Sarri juga berkonentar tentang megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo yang baru saja mencatat gol kee-700 sepanjang karirnya.
“Melatih Ronaldo, bagi saya, adalah sumber kepuasan dan kebanggaan. Dia memiliki mental yang luar biasa dan tahu bagaimana memaksakan tujuan pada dirinya dan tim.
“Ketika dia mencetak gol ke-700, dia berpikir tentang golnya yang ke-800. Saya pikir itu penting bagi kita semua yang dekat dengannya karena mentalnya menular ke kami,” lanjut Sarri.
“Dia membuatku mengerti bahwa perbedaan terletak pada mentalitas: dia memiliki sesuatu yang lebih.”
(fat/pojoksatu)