W88top casino trực tuyến

Medan

Keluar Rumah tanpa Masker, Akhyar Tegaskan Sanksi Penarikan KTP

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution kembali mengingatkan pentingnya penggunaan masker di tengah wabah corona saat ini.
Terlebih setelah keluarnya Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Karantina Kesehatan dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid 19) di Kota Medan.
Sebab, warga yang membandel akan ditindak. “Pemko Medan terhitung mulai tanggal 1 Mei 2020 telah memberlakukan Perwal No 11 Tahun 2020 yang mengatur mengenai karantina kesehatan. Didalam Perwal tersebut merupakan regulasi pelaksanaan cluster Isolation,” ujar Akhyar dalam talk show di radio, Sabtu (2/5/2020).
Di dalam peraturan yang terdiri dari 23 pasal dan 12 BAB itu, Akhyar menjelaskan, salah satunya akan ada sanksi yang diterapkan bagi warga yang tidak menggunakan masker ketika berada di luar rumah. Selama ini, tambah Akhyar, Pemko Medan hanyak dapat melakukan imbauan-imbauan tanpa bisa melakukan penindakan. “Bagi warga yang masih membandel tidak menggunakan masker ketika keluar rumah Pemko Medan kini sudah dapat menerapkan sanksi berupa penarikan KTP,” tegas Akhyar.
Akhyar juga menginformasikan, jajarannya hari ini (2/5/2020 juga akan melakukan penyaluran masker secara serentak kepada seluruh warga Kota Medan sebagai langkah awal menjalankan Perwal tersebut, sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat tidak menggunakan masker terutama saat melakukan aktivitas di luar rumah. “Hari ini saya dan Jajaran Pemko Medan mulai dari Camat, Lurah hingga Kepala Lingkungan (Kepling) secara masif akan membagikan masker kepada seluruh masyarakat. Hal ini juga berkaitan dengan peraturan yang terkandung dalam perwal yang baru ini, diharapkan masyarakat akan sadar dan memahami pentingnya menggunakan masker guna memutus mata rantai Covid 19 di Kota Medan agar tidak semakin meluas,” kata Akhyar.
Selain mewajibkan menggunakan masker, sambung Akhyar, aturan lain yang terkandung didalam Perwal tersebut adalah pelarangan kepada pengusaha atau pedagang khususnya yang bergerak dibidang kuliner agar tidak melayani makan ditempat. “Dalam perwal ini juga mewajibkan kepada pengusaha kuliner agar hanya melayani pemesanan take away maupun melalui aplikasi pemesanan makanan online. Jika ditemukan pengusaha yang masih menyediakan meja dan kursi serta memfasilitasi kerumunan orang, kami juga akan menindak melalui sanksi pencabutan izin usahanya,” papar Akhyar.
Selanjutnya, Akhyar juga memaparkan mengenai akan diberlakukannya karantina rumah yang diberlakukan bagi warga yang masuk kategori Pelaku Perjalanan (PP), Orang Tanpa gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) serta Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ringan. Sedangkan yang dikarantina di rumah sakit diberlakukan bagi warga yang masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berat serta bagi warga yang positif Covid-19.
“Perwal ini juga mewajibkan isolasi dirumah bagi warga dengan kategori OTG, ODP serta PDP ringan sesuai dengan rekomendasi Tim ahli, mekanismenya Tim Ahli akan melihat kondisi kesehatan serta kelayakan rumah untuk menjalankan isolasinya jika dinyatakan layak maka warga yang masuk kategori tersebut diisolasi di rumah masing-masing. Namun, jika tidak Pemko Medan akan menyiapkan tempat yang layak untuk warga yang akan diisolasi,” jelas Akhyar.
Pada masa karantina atau isolasi ini, tambah Akhyar, tim medis akan secara intensif akan memantau kesehatan warga tersebut begitu juga dengan asupan makanan bergizi dan vitamin juga akan diberikan. “Selama masa isolasi Pemko Medan juga akan memberikan bantuan bagi kebutuhan dasar, sehingga orang yang diisolasi tidak harus pergi ke luar rumah untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Tim medis juga terus menerus memantau kesehatan serta asupan gizi serta vitamin juga akan diberikan hingga orang tersebut dinyatakan sembuh atau negatif,” ucapnya. (*/pojoksumut)
The post Keluar Rumah tanpa Masker, Akhyar Tegaskan Sanksi Penarikan KTP appeared first on Pojoksatu.id.

Tak Hanya Covid-19, Waspadai Juga Cabin Fever, Begini Cara Mengatasinya

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Masyarakat diimbau untuk mewaspadai munculnya permasalaan Cabin Fever, yaitu emosi atau perasaan sedih yang muncul akibat terlalu lama terisolasi di dalam rumah ataupun tempat tertentu selama masa pandemi Covid-19.
Sebab, tanpa penanganan yang tepat gejala Cabin Fever akan sulit dikontrol.
Hal ini dikatakan Juru bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPPGTPP Covid-19 Sumut Aris Yudhariansyah dalam keterangan pers di Media Center GTPP, Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Sabtu (2/5/2020).
Aris menjelaskan, ada beberapa gejala Cabin Fever, di antaranya kegelisahan, turunnya motivasi, mudah tersinggung, mudah putus asa, sulit berkonsentrasi, tidur tidak teratur, sulit bangun dari tidur, lemah, lesu sulit percaya dengan orang lain, tidak sabaran, merasa sedih dan depresi.
Dia menyampaikan beberapa tips yang dapat dilakukan warga untuk mengatasi Cabin Fever. “Berikut kami sampaikan tips bagaimana untuk mencegah cabin fever selama masa pendemi Covid-19 ini,” katanya.
Pertama, katanya, adalah membawa dunia luar ke dalam rumah, seperti membuka jendela untuk menghirup udara luar, memberi makan hewan di luar rumah, termasuk burung dan kucing serta menanam bunga yang bisa membawa wangi dunia luar ke dalam rumah.
“Jangan remehkan berbagai kegiatan di atas, sebab bisa mengobati perasaan rindu dunia luar akibat Covid-19,” katanya.
Kedua, buatlah rutinitas yang bisa menjaga jadwal sehari-hari, misalnya tetaplah bangun pagi, mandi di pagi hari supaya tubuh dan pikiran tetap terjaga. Kemudian bekerja di depan laptop layaknya sedang berada di kantor.
“Tapi ingatlah jam istirahat, jangan malah bekerja dari rumah membuat lupa dengan jam istirahat,” katanya.
Ketiga, menjaga komunikasi karena kekuatan komunikasi di tengah masa darurat Covid-19 ini bisa membuat orang merasa tidak sendirian. Berbicara dengan teman juga dianggap sebagai cara ampuh untuk mencari solusi dari segala masalah yang dihadapi dengan adanya internet dan teknologi.
“Kita tetap bisa bertatap muka dan mengobrol dengan sahabat ataupun keluarga di luar kota. Menjaga otak tetap sibuk bisa melawan rasa bosan dan kegelisahan, akibat yang mungkin dirasakan selama berdiam diri di rumah,” katanya.
“Mari kita yang berada di rumah, tetap berada di rumah dan jangan bepergian. Kita bisa pulihkan Sumut yang kita cintai ini karena kita punya tekad menyelamatkan keluarga kita dan lingkungan kita,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Aris mengkonfirmasi data pasien Covid-19 di Sumut hingga Sabtu (2/5/2020). Data pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 162 orang, pasien positif berjumlah 117 orang, 41 orang sembuh dan yang meninggal dunia berjumlah 13 orang. (*/nin/pojoksumut)
The post Tak Hanya Covid-19, Waspadai Juga Cabin Fever, Begini Cara Mengatasinya appeared first on Pojoksatu.id.

Tak Hanya PSMS, Firza Andika, Direktur 2Touch Ungkap Persela Juga Jadi Korban Northcliff

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kabar tidak mengenakkan kembali datang dari Northcliff, sponsorship beberapa klub di Liga Indonesia..
Setelah PSMS, Firza Andika, Norhcliff dikabarkan belum melaksanakan kewajiban sponsor di klub Persela Lamongan.
Hal ini diungkapkan Direktur 2Touch International, Khairul Asyraf, yang sempat diminta menjadi wakil Northcliff di Persela, menjelaskan, pihak klub bahkan sudah mengambil jalur hukum untuk mengatasi masalah ini.
Khairul mengatakan Northcliff mau mensponsori Persela pada awal musim 2019 sebenarnya adalah untuk menutup malu karena undur dari mengambil alih saham di PSMS Medan. Seperti diketahui Northcliff sempat menjadi sponsor PSMS musim 2018, kemudian mengungkapkan mau mengambil alih PSMS musim 2019, namun rencana itu tak jelas hingga saat ini. Hingga kini, Northcliff masih menyisakan utang Rp700 juta di PSMS yang belum dibayar.
“Northcliff mau tetap ada nama Northcliff di klub Liga 1. Gengsinya Erry Sulistio (CEO Northcliff) untuk tetap ada branding di klub liga 1. Juga sebagai taktiknya untuk menarik nasabah untuk investasi di NorthCliff. Selepas tidak jadi ambil alih PSMS, disuruh Saya ke Persela Lamongan, PSIS Semarang Dan PSS Sleman untuk bicara sponsorship atau pembelian saham, tapi ternyata uang sponsorship tidak dibayar,” ujarnya, Jumat (6/9/2019).
Direktur 2Touch International, Khairul Asyraf.
Khairul mengatakan karena dia yang menjadi perwakilan ke Persela, dialah yang dimintai kejelasan oleh klub. “Jadi sekarang yang tagih uang ke saya, tapi mereka sudah ngerti yang saya hanya membantu Northcliff. Yang tidak deliver adalah Northcliff. Dan yang tidak memberi respon itu Northcliff,” jelasnya.
“Persela Lamongan sudah contact legal officer. Banyak sekali pembohongan Northcliff ini,” tegasnya.
“Ini adalah persoalan Norhcliff yang kesekalian kali. Setelah PSMS, Firza Andika yang haknya juga belum dibayar sekarang ini Persela,” pungkasnya. (nin/pojoksumut)

Sang Agen Blak-blakan Klarifikasi Soal Firza Andika Tak Lagi Perkuat AFC Tubize

POJOKSUMUT.com, MISTERI status pemain timnas Indonesia asal Medan, Firza Andhika di klub Belgia, AFC Tubize mulai terkuak.
Kabar tentang Firza didepak tidaklah benar, namun Firza berada dalam pusaran persoalan sponsor dan klub yang tidak berjalan dengan baik.
Hal ini dikatakan oleh Director 2Touch yang juga sebagai agen Firza, Khairul Asyraf, kepada Pojoksumut.com, Selasa (30/7/2019) via pesan WhatsApp.
Khairul juga membantah soal Firza yang tidak gaji klub asal Eden Hazard itu selama enam bulan sebagai persoalan inti.  Namun, nama Firza diakui Khairul memang tidak didaftarkan ke kompetisi Belgian First Amateur Division. Firza teken kontrak sejak Januari 2019 dan sejatinya baru akan berakhir 2020 mendatang.
“Firza pulang karena memang sudah habis musim kompetisi di Belgia. Masalahnya Firza ini tidak dikirim ke Belgia untuk musim kompetisi baru. Firza adalah pemain bagus dan rencananya mau dimainkan di tim inti musim ini bukan tim U-23. Tapi, AFC Tubize memang memerlukan sponsor untuk Firza setelah prestasi waktu trial. Dimana, sponsor yang akan mengambil alih biaya gaji dan kehidupan selama di Belgia,” ujarnya.
Nah, sponsor yang dimaksud tentu NorthCliff yang membawa Firza ke Belgia. Dan, berdasarkan klausa kontrak Firza hanya akan berlaku kalau sponsor membayar uang. Dan, faktanya tanda tangan kontrak sejak Januari, NorthCliff belum membayar kewajibannnya. “Jadi ini sudah tujuh bulan tidak dibayar uang sponsorshipnya dari NorthCliffnya ke AFC Tubize,” tambahnya.
Pun demikian kata Khairul, meski belum dibayar ke klub, sebelum ini, tanggung jawab AFC Tubize telah dilakukan. Ini ditandai dengan AFC Tubize sudah meletakkan logo NorthCliff di jersey mereka, siapkan makan, tempat tinggal, nutrisi, tempat latihan yang bagus dan lainnya. “Ini bisa dilihat di sosial media di AFC Tubize sendiri, bahwa logo NorthCliff terpampang di jersey,” jelasnya.
Saat ini, Firza sendiri sudah berada di Medan tanpa kepastian. Nasibnya berbanding terbalik dengan pemain Medan lainnya, Egy Maulana Vikri yang berkiprah  Lechia Gdansk.
Sementara itu, PSMS dikabarkan tertarik mengontrak Firza kembali, klub yang tahun lalu harus rela melepaskan karena Firza telah teken kontrak sebagai pemain di bawah naungan NorthCliff. (nin/pojoksumut)

Tiga Kali Beraksi, Spesialis Pencuri HP di Masjid Al Jihad Berhasil Diciduk

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kelihaian Suri Catur Ningrum (34) mencuri barang-barang di Masjid Al-Jihad, Jalan Abdullah Lubis Medan, akhirnya berhasil dihentikan.
Ini setelah warga Jalan Bunga Asoka Gang Kemkem Kelurahan Asam Kumbang Medan ini ditangkap berdasarkan laporan korban bernama Putri Rahmayani Ritonga (25) warga Jalan Sei Beras Tanjung Selamat Medan yang kehilangan satu unit HP merek Vivo Y 71 di masjid tersebut, Sabtu (23/2/2019) lalu.
“Jadi awalnya, korban datang ke Masjid Al-Jihad untuk mendengar pengajian yang dilaksanakan setelah Sholat Zuhur, dan korban meletakkan tas miliknya dekat teman korban yang sedang duduk di dalam mesjid, untuk mengambil wudhuk,” kata Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah H.Tobing SIK melalui Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba SH MH, Senin (18/3/2019).
Setelah acara pengajian selesai, korban mengambil HP miliknya dari dalam tas. Namun korban terkejut dengan HP miliknya Jenis Vivo Y 71 telah hilang. “Di situ, Korban sempat menanyakan kepada temannya namun tidak mengetahui dimana HP tersebut. Kemudian korban melaporkan ke Polsek Medan Baru,” jelasnya.
Menanggapi laporan korban tersebut, selanjutnya petugas melakukan penyelidikan bersama pihak keamanan Masjid Al-Jihad Medan, petugas melihat rekaman CCTV yang diketahui pelaku merupakan seorang perempuan yang terlihat mengambil HP dari tas korban.
“Berdasarkan rekaman cctv itu lah, tersangka langsung ditangkap Tim Pegasus Polsek Medan Baru. Dari hasil interogasi, tersangka ternyata mengaku telah 3 kali melakukan pencurian HP di Masjid Aljihad Medan,” ujarnya.
Kini tersangka dijerat dengan Pasal 362 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 5 (lima) Tahun Penjara. (*/pojoksumut)

Guru Pelajaran Agama Islam di Sumut Curhat Terkait Dualisme dalam Struktur Kepegawaian

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Para guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP-PAI) di Sumatera Utara (Sumut) mengeluhkan persoalan kedudukan dan eksistensi guru-guru PAI dalam struktur kepegawaian.
Mereka menilai bahwa adanya dualisme wewenang yang membawahi mereka, yakni Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumut yang menimbulkan kebingungan dalam beberapa proses perngurusan administrasi.
Hal inilah dicurhatkan MGMP-PAI saat bertemu dengan Pemerintah Provinsi Sumut melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat Asren Nasution di Lantai 8 kantor Gubernur Sumut, Senin (18/3).
“Dualisme ini membuat kami merasa kurang diperhatikan. Kemenag merasa kami dibina oleh Dinas Pendidikan, sebaliknya Dinas Pendidikan merasa kami dibina oleh Kemenag. Alhasil, kami jadi merasa seolah-olah terabaikan,” ujar Ketua MGMP PAI Zahro Baity.
Asren menyambut baik kedatangan pihak MGMP-PAI. Didampingi oleh pihak Dinas Pendidikan Sumut, Asren memberikan penjelasan dan menjawab keluhan yang mereka sampaikan. Menurutnya, hal-hal yang menjadi keluhan oleh pihak MGMP PAI merupakan masalah serius dan harus segera diselesaikan.
“Guru agama miliki posisi penting dan strategis, karena selain mengajarkan dasar-dasar agama, juga berikan kekuatan moral bagi anak-anak kita. Setinggi apapun IQ, tanpa pengawalan spiritual dan moral maka akan sia-sia. Untuk itu, hal-hal yang ibu dan bapak keluhkan hari ini akan segera kita proses, kita atur pertemuan selanjutnya,” ujar Asren memberi solusi.
Selain itu, Asren juga menyarankan agar MGMP PAI menyusun kajian-kajian dan menyusun rekomendasi yang dianggap benar untuk kemudian dibahas pada pertemuan selanjutnya bersama-sama dengan pihak Dinas Pendidikan Sumut dan pihak Kemenag. “Setelah dibahas, hasilnya nanti bisa berupa rekomendasi yang akan kita ajukan ke pusat melalui tembusan Gubernur,” jelasnya.
Rombongan MGMP PAI tampak puas dengan solusi yang diberikan. Mereka berjanji akan menyusun kajian dan menantikan pertemuan selanjutnya. (*/nin/pojoksumut)