W88top casino trực tuyến

nasional

Dicibir, Pengemis Tajir Tetap Mangkal di Yasmin Bogor, Lihat Vidoenya

POJOKSATU.id, BOGOR – Foto pengemis tajir di Yasmin Bogor viral sejak Selasa (19/3) kemarin. Dia menjadi perbincangan ramai di medsos dan grup WhatsApp karena memiliki mobil, rumah mewah dan beristri 3. Bahkan, dia seorang juragan angkot.
Kendati demikian, pengemis kaya itu sepertinya tak terpengaruh cibiran warganet dan masyarakat Bogor.
Buktinya, hari ini dia tetap mengemis di lampu merah Yasmin, depan Lotte Mart Bogor, Jl KH Abdullah bin Nuh, Kota Bogor, Jawa Barat.
BACA: Pengemis Kaya di Bogor, Ngasih ke Supir Rp500 Ribu per Hari
Seperti biasa, dia tetap mengenakan baju koko, sarung, surban dan kopiah. Ia berjalan di antara deretan mobil yang berhenti karena lampu merah.
Ia menjulurkan tangan, berharap receh dari pengguna jalan. Beberapa pengguna jalan mengacuhkannya. Namun, ada pula yang tetap memberikan pecahan uang kerta kepada pengemis tajir tersebut.
Pengemis Bogor hendak naik ke mobilnya.
Pengemis asal Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor ini sempat terjaring razia Satpol PP pada Senin (18/3) lalu. Namun, dia tidak ditangkap. Dia hanya diusir dan diminta untuk tidak kembali mengemis di lokasi tersebut.
BACA: Tajir! Pengemis Bogor Saingi Kakek ‘Winnie The Pooh’ yang Punya 7 Istri
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Bogor, Azrin Syamsudin mengatakan bahwa membenarkan bahwa pengemis tajir itu adalah juragan angkot.
Selain sebagai juragan angkot, pengemis kaya itu juga memiliki mobil Avanza, rumah mewah, dan 3 istri.
BACA: 10 Pengemis Kaya, Koleksi Mobil Mewah Hingga Beristri 7
Menurut Azrin, seharusnya pengemis tajir itu dikurung enam bulan dan didenda Rp50 juta sesuai peraturan daerah (perda) yang berlaku di Kota Bogor.
“Dia juragan angkot, rumah mewah punya istri 3. Harusnya dikenai kurungan 6 bulan dan denda Rp50 juta sesuai Perda 8 Tahun 2011,” ujar Azrin.
Berikut video pengemis tajir Bogor yang tetap mangkal di lampu merah Yasmin meski fotonya sudah viral di media sosial:

(one/pojoksatu)

Kemendagri Bantah Terlibat Rencana Apel Kades Bareng Jokowi di GBK

POJOKSULSEL.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menepis tudingan yang menyebut institusi pimpinan Tjahjo Kumolo itu ikut menggerakkan para kepala desa se-Indonesia menghadiri apel bersama, sekaligus pemberian gelar Bapak Pembangunan Desa untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 30 Maret mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Menurut Sekretaris Jenderal Kemendagri Hadi Prabowo, pihaknya tak pernah ikut campur kegiatan bertitel Silaturahmi Nasional Pemerintah Desa itu.
Hadi mengatakan, penyelenggara kegiatan itu adalah Badan Koordinasi Nasional Pembangunan, Pemerintahan dan Pemberdayaan Kemasyarakatan Desa (Bakornas P3KD). Menurutnya, Bakornas P3KD pula yang menggagas acara itu.
“Pendanaan acara tersebut menjadi bagian dari panitia. Kemendagri tidak pernah ikut campur, meskipun dalam surat edaran Badan Koordinasi Nasional para kepala desa bisa menggunakan dana desa untuk transportasi dan akomodasi sebesar Rp 3 juta rupiah,” kata Hadi di kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2019).
Karena itu Hadi menepis anggapan yang menyebut pemerintah terutama Kemendagri dan Kementerian Koordinator Polhukam memfasilitasi acara tersebut. “Jadi, dalam hal ini Kemendagri, Kemenkopolhukam tidak ada keikutsertaannya,” tegas Hadi.
Hanya saja, Hadi tidak memastikan apakah kegiatan seperti itu bisa menggunakan dana desa atau tidak. Sebab, penggunaan dana desa sebetulnya sudah diatur dalam rancangan keuangan pemerintah desa (RKPDes).
“Kami enggak mengerti, semua RKPDes-nya kan ada. Kalau itu dikeluarkan sebagai perjalanan dinas kan ada yang sah, ada yang tidak. Itu kan masing masing. Kalau tidak, terus diada-adakan itu tidak pas. Jadi harus dilihat satu persatu,” jelasnya.
Sebelumnya politikus Partai Demokrat (PD) Andi Arief berkicau soal kegiatan apel para kades itu melalui akunnya di Twitter. Andi menyebut ada upaya mirip pemerintahan Orde Baru dengan memobilisasi para kades untuk memenangkan Soeharto dan Golkar.
“Kepala desa dimobilisasi, uang dana desa dijadikan akomodasi. Ini dulu modus Orba untuk memenangkan Pak Harto dan Golkar. Pak Harto sudah pergi tapi Mendagri Tjahjo Kumolo pewaris Golkar dalam tubuh Jokowi dan PDIP. Tarik maaang,” cuitnya.
(jpc/jpg/pojoksulsel)

Gita Dirampok Sopir Taksi Online Gegerkan Balikpapan, Kejadian di Jakarta

POJOKSATU.id, BALIKPAPAN – Kabar perampokan terhadap wanita bernama Gita menggegerkan Balikpapan. Kabarnya, Gita dirampok sopir taksi online di Jalan Bukit Sion, Balikpapan Kota.
“Gita naik grabcar. Jadi abang grabnya pura-pura mobilnya rusak, ternyata ambil pisau sama pistol langsung ditodong dan diajak ke ATM, dikuras semua uangnya dan diambil smua barang berharganya. (Lalu) ditusuk paha, pipi, sisanya dibuat berdarah perut sama telapak tangannya,” demikian isi pesan berantai yang beredar di kalangan masyarakat Balikpapan.
Bahkan, dalam pesan tersebut juga ditulis bahwa Gita akan menjalani perawatan medis secara intensif.
“Mohon doanya, nanti jam 9 Gita mau dioperasi. Semoga lancar dan enggak ngilangin cacat, ya. Kasian anaknya masih kecil, belum 2 tahun,” tambahnya, dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group/Pojoksatu.id) pada Rabu (20/3).
Perampokan Gita oleh sopir taksi online di Balikpapan dipastikan tidak benar alias hoax.
Perampokan sadis ini terjadi di kawasan Jakarta Timur. Perempuan yang dimaksud dalam kasus ini berinisal Gita, karyawan PT Bank Mandiri Tbk (Persero). Gita dirampok sopir taksi online pada Jumat (15/3) lalu.
Pipi pegawai Bank Mandiri diris ddriver taksi online
Saat itu, Gita naik taksi online dari Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) kawasan Kemang, Jakarta Selatan menuju rumahnya di Jatiwaringin, Jakarta Timur.
Di tengah perjalanan tiba-tiba sopir tersebut menghentikan mobilnya dan diduga melakukan perampokan dengan mengancam karyawati tersebut dengan pisau.
“Di tengah jalan dirampok oleh sopir taksinya dan dipaksa diambil uangnya dari kartu ATM. Dia dilukai di paha dan di wajah,” kata Rohan, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Sabtu (16/3).
Rohan menjelaskan, kasus ini sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Bahkan kepolisian juga sudah menangkap pelaku pada Sabtu, sekira pukul 02.30 WIB.
(one/pojoksatu)

Pengemis Bogor Itu Juragan Angot dari Jasinga, Punya 3 Istri

POJOKSATU.id, BOGOR – Pengemis Bogor menjadi buah bibir warganet. Pengemis yang sering mangkal di simpang Yasmin, tepatnya di depan Lotte Mart itu ternyata orang kaya.
Kabarnya, pengemis kaya berusia sekitar 60 tahun ini tidak hanya memiliki mobil Avanza. Dia juga dikabarkan memiliki usaha rumah kontraka, angkutan kota (angkot) dan rumah mewah.
Yang tak kalah mengejutkan, pengemis yang belum diketahui identitasnya itu disebut-sebut memiliki 3 istri.
“Dia orang Jasing, juragan angkot dan punya istri 3. Tapi gak tau alamat lengkapnya,” ucap salah satu warganet yang mengomentari foto pengemis kaya tersebut.
Foto pengemis tajir itu pun langsung viral. Bagi warga yang sering melintas di simpang Yasmin Bogor, wajah pengemis ini sudah sangat familiar.
Pemilik akun @p.dwivira mengatakan, cerita tentang pengemis kaya ini sudah lama dia dengar dari seorang driver grab.
“Kabar ini sebenernya udah lama, akupun dapet info dari abang grab waktu itu, jadi si bapak ini tuh punya supir. Nah supirnya ini ngobrol sama driver yg aku tumpangi ini, si supir bapak ini cerita kalo dia sekali disupirin bisa dapet 200-500 ribu perhari,” katanya.
BACA: 10 Pengemis Kaya, Koleksi Mobil Mewah Hingga Beristri 7
Dia mengatakan, berdasarkan cerita dari driver grab, pengemis kaya itu memiliki beberapa mobil dan rumah mewah.
“Kebayang ga? Yg kerja aja gak sampe segitu per hari, nah makanya dia ngemis beralasan gitu, terus si supirnya bilang kalo si bapak ini rumahnya dimana ya? Aku lupa tapi mewah banget deh, mobilnya juga ada banyak gak itu doang,” katanya lagi.
Ia pun mengajak netizen untuk memperhatikan cara pengemis tajir itu bershalawat saat mengemis di lampu merah.
“Terus si bapak initeh kalo ngemis kalian dengerin deh mulutnya kayak solawatan, tapi itu solawatan yg aneh, dengerin deh, aku pernah dengerin dan itu freak banget, jadi dia cuman kedok peci sorban koko sarung doang, mulutnya gajelas komat kamit, bikin kasian bangetkan?,” ujar akun ini lagi.
“Perhatiin aja galusuh banget bajunya, gak kayak yg lain, mending kasih ke yg badut badut, asli mereka kasian banget jual jasa hiburan buat anak anak, udah panas panasan diripula, sekian hehe,” pungkasnya.
Kabid Dalops Satpol PP Kota Bogor, Dimas Tiko mengaku sedang menelusuri identitas pengemis yang sedang menjadi perbincangan ramai di medsos dan grup WA tersebut.
“Kami masih lakukan validasi dan pendalaman, insya Allah nanti kita share kembali,” ujar Dimas kepada pojokbogor, Selasa (19/03/2019).
Dimas menjelaskan, menurut informasi yang dia dapat, pengemis tersebut terjaring saat kegiatan patroli di kawasan Yasmin Bogor.
“Hanya masih saya konfirmasikan karena kegiatan saat itu di bawah kendali bidang trantib,” imbuhnya.
Tiko membenarkan kalau foto pengemis bermobil yang beredar luas di medsos itu berada di Kota Bogor.
“Untuk lokasi persisnya, saya belum dapat beritanya lebih lanjut karena sedang dalam perjalanan dari Bandung ke Bogor,” tandasnya.
(adi/pojokbogor)

10 Pengemis Kaya, Koleksi Mobil Mewah Hingga Beristri 7

POJOKSATU.id, BOGOR – Pengemis sering dipandang sebelah mata. Pekerjaan ini dianggap rendahan. Setiap hari mangkal di perempatan jalan. Berharap receh dari pengguna jalan.
Mereka berjuang di bawah panas terik matahari. Memelas belas kasih. Menunggu uluran tangan dari pagi hingga sore.
Siapa sangka, penghasilan mereka ternyata lebih dari cukup. Sebagian dari mereka bisa membeli mobil mewah, rumah mewah, dan tanah belasan hektare.
Tak hanya itu, sebagian dari mereka juga punya istri banyak. Bahkan, ada yang memiliki 7 istri.
Berikut ini kisah 10 pengemis kaya yang pernah menggegerkanb publik yang dikutip Pojoksatu.id dari berbagai sumber:
1. Pengemis Bogor Punya Mobil dan Rumah Mewah
Pengemis Bogor mendadak jadi perbincangan ramai. Pengemis yang sering mangkal di simpang Yasmin Bogor, tepatnya di lampu merah depan Lotte Mart itu ternyata memiliki mobil.
Tak hanya itu, pria berusia sekitar 60 tahun itu juga disebut-sebut memiliki rumah mewah, rumah kontrakan dan angkutan kota (angkot). Dan tang tak kalah mengejutkan, pria itu dikabarkan memiliki tiga istri.
Bagi pengendara yang sering melewati lampu merah Yasmin, pasti tidak akan asing dengan wajah pria tersebut. Ia kerap memakai kopiah saat mengemis. Wajahnya sangat mudah dikenali. Hidungnya (maaf) bolong.
Kabid Dalops Satpol PP Kota Bogor, Dimas Tiko mengaku sedang menelusuri identitas pengemis tersebut.
“Kami masih lakukan validasi dan pendalaman, insya Allah nanti kita share kembali,” ujar Dimas kepada pojokbogor, Selasa (19/3/2019).
Dimas menjelaskan, menurut informasi yang dia dapat, pengemis tersebut terjaring saat kegiatan patroli di kawasan Yasmin Bogor.
2. Kakek ‘Winnie The Pooh’ Punya Istri 7
Kakek Winnie The Pooh
Pengemis Mojokerto, Suaedi (75) menggegerkan publik pada tahun 2016 lalu. Pengemis yang dijuluki kakek ‘Winnie The Pooh’ sering mangkal di depan Lippo Mall Sidoarjo.
Setiap hari, warga Mojokerto itu bisa mengantongi Rp 500 ribu. Dari pendapatannya itulah, Suaedi membeli rumah mewah dan beristri 7.
“Ini dari pengakuannya sendiri. Dia bilang kalau sehari tidak dapat (Rp 500 ribu) itu, dia tidak akan pulang,” ucap Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Sidoarjo, Husni Tamrin.
Dari hasil mengemis, dalam satu tahun dia bisa membeli rumah di Mojokerto, beli motor Yamaha Vixion dan motor matik.
Sewaktu Suaedi dibawa petugas Liponsos Sidoarjo pada Minggu (14/6/2016), tiba-tiba seorang perempuan berlari menghampiri petugas.
Perempuan itu mengaku istri ketujuh Suadi. Namanya Karsih. Ia bertugas mengawasi Suaedi dari jauh saat mengemis. Dia tidak ikut berpakaian badut. Tapi dalam tasnya ada dua pakaian badut.
3. Dapat Rp30 Juta Sebulan
Seorang pengemis tajir bernama Romli ditangkap aparat Satpol PP Kotim, Kalimantan Tengah, Minggu (28/6) malam.
Pengemis ini berpenghasilan Rp1 juta sehari atau Rp30 juta sebulan. Dari hasil mengemis itu, Romli berhasil membeli tanah seluas 4 hektare.
Romli yang biasa mangkal di Pasar Ramadan di Taman Kota Sampit ditangkap bersama anaknya yang masih kecil. Di tempat terpisah, istrinya Suparmi juga ditangkap dengan barang-barang bawaannya.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah surat kepemilikan tanah (SKT), plus uang dalam jumlah besar. Dari keluarga tersebut, petugas menemukan uang tunai Rp 10 juta.
Selain itu, petugas juga menemukan lima buah SKT dengan luas tanah keseluruhan 4,25 hektare.
Kepada petugas, warga Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan keluarga ini mengaku mampu mengumpulkan uang dari hasil mengemis minimal Rp 1 juta setiap hari.
4. Beli Mobil dan Melancong ke Luar Negeri
Seorang pengemis di Lhokseumawe ditangkap petugas pad atahun 2015 lalu. Saat diperiksa, pengemis ini memiliki uang sebanyak Rp 14,5 juta bersama passport.
Ketika diinterogasi personel Satpol PP dan WH Lhokseumawe, Aceh, dia beralasan ingin memiliki mobil.
“Mau beli mobil dan pergi ke Malaysia,” kata Sufyan di kantor Satpol PP Lhokseumawe, Kamis (30/7/2015).
Menurut pengakuannya, uang sebesar Rp 14,5 juta didapatkan dari hasil mengemis. Setahun terakhir, dia mengaku beroperasi di Simpang 4 Lhokseumawe dengan membawa kotak sumbangan anak yatim.
Sufyan juga mempunyai uang Ringgit yang diperolehnya dari turis di Banda Aceh. Sebelum tinggal di Lhokseumawe, duda beranak satu ini mengaku pernah di Banda Aceh.
Ketika digeledah, warga asal Desa Balee, Kecamatan Mamplam, Bireuen itu diketahui memiliki paspor yang masih berlaku hingga 2019.
5. Punya Tabungan Puluhan Juta Rupiah
Kelakuan pemuda yang satu ini benar-benar tak patut ditiru. Masih 26 tahun, Ade Cahyano memilih untuk menekuni profesi meminta-minta alias mengemis. Padahal dari perawakannya dia masih sehat, segar bugar dan masih bisa bekerja apapun.
Ade akhirnya kena batunya. Dia terjaring razia Bhakti Praja di pusat Kota Banjar, Selasa (22/3).
Satpol PP memang manaruh curiga dengan Ade. Pasalnya, dia tergolong muda. Di lihat dari faktor wajah, dia sebenarnya juga tak jelek-jelek amat dan tak layak menjadi pengemis.
Tapi karena nekat meminta-minta, Ade lantas ditangkap.
Nah, saat digeledah, petugas menemukan uang hasil mengemis sebesar Rp 2 juta lebih. Bentuknya pecahan seratus ribu, lima puluh ribu dan sepuluh ribuan plus.
Petugas terus menelusuri kekayaan Ade. Betapa kagetnya mereka saat tahu Ade punya uang tabungan di koperasi sejumlah Rp 19.702.000. Artinya, kekayaan Ade senilai Rp 22 juta.
6. Berangkat Ngemis Naik Mobil Sedan
Kehidupan Arif Komady berbanding terbalik dengan pekerjaannya. Meski hanya bekerja sebagai pengemis, kehiduan warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan itu bak orang kaya.
Arif memiliki mobil jenis sedan yang dipakainya berangkat mengemis bersama keluarga. Selain itu, dia juga punya kartu kredit. Arif juga punya kartu ATM di dompetnya.
Arif mengaku mengemis karena kondisi fisiknya tak memungkinkan. Dengan kaki yang cacat, Arif berusaha meminta belas kasihan orang yang melintas.
“Saya memang sengaja datang ke sini untuk mengemis. Fisik yang mengalami kelumpuhan ini mendorong untuk seperti ini. Apalagi usaha yang pernah saya lakukan sudah tidak berhasil, sehingga nekat melakukan pekerjaan ini,” katanya kepada Kalteng Pos.
7. Pendapatannya Setara Gaji Manajer
Seorang pengemis tua di Balikpapan membuat heboh. Bagaimana tidak, dalam sehari ia berhasil mengumpulkan uang dari belas kasihan orang lain hingga Rp 1 juta.
Jika dikalikan sebulan, pengemis tua yang diketahui bernama Sarmin (76) ini bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp 30 juta. Setara gaji manajer perusahaan bonafide.
Penghasilan kakek Sarmin terungkap saat dirinya ditangkap petugas Satpol PP di kawasan Jalan Ruhui Rahayu, tepatnya di depan Dome, Balikpapan Selatan, Senin (26/6/2017) malam.
Kakek Sarmin sendiri sudah menjadi target petugas sejak lama. Pasalnya, pihaknya sering mendapatkan keluhan dari warga soal keberadaannya.
“Saat itu saya juga sedang patroli dan melihat ada pengemis yang selama ini jadi target kami. Saya kontak anggota untuk mengamankan dia,” ujar Kabid Tibum dan Tranmas Subardiyono.
8. Isi Tabungan Legiman Rp900 Juta
Legiman
Pengemis yang satu ini bikin geleng-geleng kepala. Dia terjaring razia satpol PP di Kota Pati Sabtu malam lalu (12/1/2019).
Yang menghebohkan, pengemis yang diketahui bernama Legiman alias Lek Man Ceker mengantongi buku tabungan dan kartu ATM dengan nilai mencengangkan.
Saldo di rekeningnya Rp 900 juta. Kalau ditambah dengan rumah senilai Rp 250 juta dan tanah seharga Rp 275 juta yang dia klaim berada di Desa Ngawen, total uang dan asetnya mencapai Rp 1,425 miliar.
Oleh sejawat sesama pengemis, Legiman dikenal rajin dan daerah operasinya banyak. Namun, klaim punya rumah dan tanah di kampung asal dibantah sang kepala desa.
Pujianto mengamati foto itu untuk beberapa saat. Tak lama kemudian kepalanya menggeleng.
“Ndak kenal saya. Sepertinya bukan orang sini dia,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus yang menemuinya di sebuah warung kopi di Desa Ngawen, Kecamatan Margorejo, Pati, Jawa Tengah.
9. Punya Mobil Toyota Land Cruiser
Polisi Dubai mengamankan seorang wanita yang meminta-minta di dekat sebuah masjid di Dubai. Wanita ini ditangkap bukan karena berbuat kejahatan di jalan. Tapi, lantaran ia kepergok mengemudikan sebuah mobil mewah ketika meninggalkan lokasi tempatnya mengemis.
Menurut Polisi, mereka memang sudah beberapa kali mengintai aktivitas wanita tersebut. Begitu melihat selesai mengemis, polisi mengikutinya dari jauh.
“Kami melihat dia berjalan ke belakang masjid dan menaiki kendaraan roda empat Toyota Land Cruiser, beberapa meter dari tempat dia mengemis, dan mengemudikannya meninggalkan tempat tersebut,” kata Wakil Ketua Urusan Penanganan Kriminal, Khalil Al-Mansouri seperti dilansir BBC.
Pihaknya meningkatkan patroli untuk memberantas kegiatan mengemis menjelang Ramadan yang semakin menjadi-jadi di negara itu walaupun perbuatan meminta sedekah sangat dilarang.
Khalil juga berkata, polisi menahan seorang pengemis warga Asia baru-baru ini yang didapati mempunyai lebih Dh70.000 (Rp250 juta) bersamanya.
“Dia membawa uang sebanyak itu karena cemas akan dicuri rekan sekamarnya,” kata Khalil.
10. Hasil Ngemis Rp2,4 Miliar Setahun
Pendapatan pengemis kaya ini mengejutkan banyak orang. Betapa tidak, dari hasil mengemis, dia mendapatkan US$ 130 ribu atau Rp 2,4 miliar setahun.
Pengemis kaya yang setiap hari mangkal di pusat Kota Wolverhampton, West Midlands, Inggris itu mendapatkan 500 poundsterling atau Rp 9,3 juta setiap hari.
Pengemis kaya ini meraup sekitar 2.500 poundsterling atau Rp 46,7 juta seminggu, atau Rp186 juta sebulan.
Seperti dikutif dari Daily Mail, Rabu (2/3/2016), pendapatan pengemis kaya tersebut nyaris menyamai gaji Perdana Menteri Inggris, David Cameron senilai 142.500 poundsterling.
Ketua lingkungan Wolverhampton yang juga anggota dewan perburuhan, Steve Evans, mengatakan, pengemis kaya tersebut diketahui tinggal di rumah mewah.
“Informasi bahwa ia (pengemis) mendapatkan 500 poundsterling per hari dari hasil meminta-minta didapat dari anggota dewan yang lain,” ujar Evans.
“Kami tahu dia bukan tunawisma karena ia tinggal di rumah yang cukup layak. Namun ia terlihat di tengah-tengah pusat kota pada jam sibuk dan senang untuk duduk di sana sepanjang hari,” tambah Evans.
(one/pojoksatu)

Tawuran di Cakung, 17 Abg Labil Diamankan Polisi, Pak RT Kena Timpuk

POJOKSATU.id, JAKARTA- Sebanyak 17 orang diciduk polisi buntut tawuran di Jalan Raya Bekasi Km 19,8, Jalan Swadaya 3, Cakung, Jakarta Timur pada Minggu (17/3). Dalam peristiwa ini, seorang ketua RW yang tak jauh dari lokasi kejadian juga jadi korban.
Peristiwa itu terjadi awalnya para elaku menyerang ke rumah-rumah warga di sana hingga warga mengalami luka. Menurut keterangan saksi datang sekelompok orang tidak dikenal menggunakan 30 sepeda motor sambil membawa senjata tajam menyerang warga hingga masuk ke perkampungan.
“Sekitar 17 orang saat ini tersangkanya sudah kita tangkap,” ucap Kanit I Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Malvino Edward Yusticia di Mapolda Metro Jaya, Selasa 19 Maret 2019.
Pelaku juga melempar batu sehingga melukai warga. Warga yang kesal lantas membalas ulah para pelaku tersebut sampai akhirnya tawuran tak terelakan.
“Saat itulah terjadi pembacokan yang melukai warga RW 02 hingga terjadi korban luka tangan kanan putus, korban luka bacok punggung dan luka bacok kepala,” ucapnya.
Lebih lanjut dia menyebut dalam kejadian tersebut ternyata ada juga anak dibawah umur yang jadi pelaku. Sementara itu, untuk para korban sendiri kini sudah lebih membaik pasca langsung mendapatkan perawatan.
“Ada tujuh orang anak-anak dibawah umur itu juga sudah kita periksa dan didampingi. Nanti kita persiapan untuk mengirim berkasnya,” katanya lagi.
(dhe/pojoksatu)
 

Edan! Siswa SMK Jadi Produsen Narkoba di Apartemen Mewah Bandung

POJOKSATU.id, BANDUNG – Direktorat Narkoba Polda Jabar berhasil mengungkap peredaran narkoba di wilayah Kota Bandung, Jawa Barat.
Polda Jabar menemukan pabrik narkoba jenis gorila di Apartemen Grand Asia Afrika Residence, Jalan Karapitan, Kota Bandung.
Pabrik narkoba ini dibuat oleh seorang siswa SMK berinisial MRF (18). Selain menjadi produsen, siswa kelas 3 itu juga menjadi pengedar narkoba.
“Sangat miris pelaku yang juga pembuat dan pengedar ini berstatus pelajar kelas 3 SMK,” ucap Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo, Selasa (19/3).
Menurut Trunoyudo, Polda Jabar telah mengamankan MRF sebagai otak dari industri kecil pembuatan barang haram tersebut pada Minggu 10 Februari 2019.
“Kami melihat pelaku bisa membuat narkoba dengan lihai. Bahkan jika kelebihan dosisnya bisa membuat pemakainya menjadi gila secara permanen,” terang Truno.
Menurut Truno‎ pengungkapan narkotika yang juga sering disebut sintetic canabinoid ini adalah berdasarkan laporan masyarakat.
Pelapor merupakan sesama penghuni apartemen mewah yang berada di tengah Kota Bandung tersebut.
“Tim khusus dari Ditres Narkoba Polda Jabar pun langsung melakukan penyelidikan saat mendapatkan laporan ini. Bahkan tim yang juga telah mengumpulkan bahan keterangan stand by di lokasi kejadian selama kurang lebih dua minggu,” ucapnya.
Menurut Truno, siswa SMK itu membuat narkoba di lantai 18, kamar no 26. Setelah diproduksi, narkoba ini dijual ke masyarakat secara online.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di apartemen tersebut. Ada yang ditemukan di atas tempat tidur, ada pula yang disimpan di dalam lemari pakaian.
“Barang bukti di dalam laci lemari berupa bahan kimia untuk membuat tembakau gorilla,” katanya.
Di dalam lemari itu juga ditemukan peralatan-peralatan khusus yang digunakan sebagai alat produksi.
“Tersangka tidak bisa mengelak saat kami dari Polda Jabar lakukan penangkapan,” katanya.
Kepolisian mengamankan barang bukti di antaranya 10 paket gorilla dengan berat 175,4 gram.
“Selain itu ada juga 1 paket sedang lainnya dengan berat mencapai 8,74 gram. Kami juga amankan 1 kilogram tembakau gorilla yang disimpan di atas panci,” katanya.
“Selain itu ada juga 2 buah pil ekstasi yang salah satunya telah hancur. Diduga satu pil yang hancur itu adalah salah satu bahan campuran untuk membuat tembakau gorilla,” tambahnya.
‎Pihak kepolisian juga mengamankan 1 paket tembakau gorilla dengan bungkus oranye seberat 75,69 gram ditambah 1 paket lainnya dengan bungkus putih.
“Pada bungkus putih tersebut memiliki berat lebih ringan dari yang bungkus oranye yaitu seberat 28,7 gram,” jelasnya.
Ditres Narkoba Polda Jabar juga, mengamankan 6 buah paket besar bahan mentah dengan berat 8 KG.
“Ditambah ‎8 paket kecil bahan mentah dengan berat 800 gram. Lalu ada juga 6 buah botol alkohol dengan kandungan 96 persen, dan 2 ponsel pintar jenis Oppo dan 1 jenis Samsung,”terangnya.
‎Akibat perbuatannya tersebut tersangka MRF bisa dijerat berbagai pasal tentang narkotika pada UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika. Di antaranya Pasal 111, 112 dan pasal 114 dengan ancaman pidana maksimal hukumum seumur hidup dan hukuman mati.
(arf/pojoksatu)

Disdukcapil Jabar Didorong Lakukan Desentralisasi Pelayanan

POJOKSATU.id, Bandung – DPRD Provinsi Jawa Barat meminta percepatan pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di Kabupaten Bandung.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Diding Saepudin Zukhri saat meninjau langsung tempat pelayanan Disdukcapil.
Menurut Diding, antrian yang sedemikian banyak dikhawatirkan dapat mengurangi tingkatvkepuasan
masyarakat terhadap kinerja pelayanan pemerintah.
“Tadi pas saya lihat di loket semuanya pada antri, sampe keluar pintu gedung,” keluh Diding di Kantor
pelayanan Disdukcapil Kab. Bandung, Senin (18/3/2019).
Diding menambahkan, berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya mendorong semua Disdukcapil se-Jabar untuk meninhkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Pelimpahannya dapat dilakukan di tingkat
kecamatan hingga ke desa-desa.
“Tentu ada cara untuk mengurangi antrian warga baik yang akan membuat ktp maupun Kartu Keluarga (KK),” ucapnya.
Selain itu, lanjut dia, perekaman ktp untuk WNA juga harus didata dengan baik dan ekstra hati-hati.
Pasalnya, ditahun politik ini kesalahan sedikitpun dapat memicu berbagai masalah. Seperti kasus WNA
yang terdaftar sebagai DPT di Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu.
“Jangan sampai gara-gara kekeliruan saat mengentry data penduduk semua terkena imbasnya,” katanya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung, Salimin menyebutkan,
hingga saat ini warga yang sudah melakukan perekaman E-KTP baru mencapai 97,20 persen.
Oleh karenanya, untuk mencapai perekaman 100 persen, sesuai arahan Ditjen Dukcapil tersebut, akan
dilakukan perekaman jemput bola.
“Dalam rangka percepatan untuk perekaman kami sudah melaksanakan pelayanan terpadu (yandu-red)
sabilulungan yang dipusatkan di Kecamatan Rancaekek Trans Center dan kawasan Ciparay,” ucap Salimin
di Kantor Disdukcapil Kab. Bandung, Senin (18/3/2019).
Ditegaskan Salimin, sebelum ada perintah dari Ditjen Dukcapil, pihaknya sudah berupaya keras untuk
perekaman 100 persen.
Selain membuka layanan di Kecamatan, Disdukcapil Kabupaten Bandung pun membuat layanan terpadu (Yandu) Sabilulungan setiap hari Rabu secara bergilir dari satu kecamatan ke
kecamatan lain.
“Jadi disamping pelayanan akta kelahiran, kamijuga melakukan perekaman untuk KTP pada hari Rabu
tersebut,” tegasnya.
Salimin menuturkan, salah satu penyebab warga masih belum melakukan perekaman E-KTP adalah
belum ada kesadaran warga akan pentingnya E-KTP. Sehingga, warga pun enggan melakukan perekaman
E-KTP.
“Mereka merasa tidak membutuhkan KTP karena tidak pernah ke Kota, tidak pernah kemana-mana. Dan
kedua mereka yang sibuk bekerja siang hari, jadi tidak sempat melakukan perekaman ke kecamatan,”
tandasnya.
(*/dia/pojoksatu)

Rayakan Liburan Paskah di HARRIS Hotel Sentul City Bogor

POJOKSATU.id, Bogor – Menyambut libur panjang sekaligus jelang Hari Raya Paskah, 19-21 April 2019 mendatang, HARRIS Hotel Sentul City Bogor telah mempersiapkan beragam paket menarik mulai dari Easter Brunch hingga paket menginap untuk menghabiskan waktu santai dan istirahat sejenak bagi Anda dan keluarga.
Kali ini HARRIS Hotel Sentul City Bogor memberikan penawaran menarik dalam paket “ Easter Family Holiday”. Paket ini di mulai harga Rp 1,200,000,-/net/night/room, mereka yang mengambil paket ini akan mendapatkan 1 Malam menginap di HARRIS Room, Sarapan pagi untuk 2 orang, serta bagi tamu yang membawa putra-putri nya menginap, maka mereka bisa mengikuti kids activity yaitu mewarnai telor di hari Sabtu & Minggu pagi, mulai jam 08.00 – 10.00
Bukan hanya itu saja, tetapi tamu yang menginap juga di tawarkan berbagai fasilitas lengkap yang dapat di nikmati oleh seluruh anggota keluarga, antara lain : Fitness Center, Mini soccer garden, Dino Kids Club, Singing Lounge, Free Bicycle, Jaringan Internet Nirkabel (WIFI) secara gratis, serta tempat parkir yang luas & nyaman.
“Penawaran “Easter Family Holiday” package ini, juga berlaku bagi member My TAUZIA Privilege yang akan melakukan reservasi melalui www.mytauziaprivilege.com . MTP member tentunya akan mendapatkan penawaran menarik, yaitu disc 10% untuk kamar dan disc 15% untuk F&B, sedangkan untuk UNIQUE member mereka akan mendapatkan benefit yang exclusive, yaitu early check in jam 09.00 dan late cek out jam 15.00. Liburan keluarga menjadi menarik dan lebih menyenangkan ketika tujuannya adalah di HARRIS Hotel Sentul City Bogor” ujar Ririn Nusantara, Revenue Manager
Untuk tamu yang ingin melakukan reservasi, dapat melalui www.mytauziaprivilege.com atau www.harrishotels.com , sedangkan untuk no telp bisa menghubungi no : 021 – 2868 9999 atau melalui WA di 0878 5257 5756 . Silahkan follow social media @harrissentulcity untuk update info
Tentang TAUZIA Hotels
Didirikan di tahun 2001, TAUZIA Hotels adalah sebuah portofolio dari 123 hotel yang beroperasi dan dalam taraf pembangunan di bawah merek-merek Préférence – sebuah label dari koleksi hotel butik yang unik dan berbeda, HARRIS Vertu – hotel kelas atas dengan konsep ‘Joy of Life’,HARRIS – hotel kelas menengah atas dimana para tamu dapat terus ‘Stay Bright’, FOX Harris – hotel kelas menengah dengan desain kontemporer dan mudah beradaptasi, YELLO – hotel kelas menengah untuk para traveler yang teraspirasi menjunjung kreativitas akan desain dan teknologi, dan POP! – hotel ekonomi untuk para wisatawan yang smart dan eco-friendly.
TAUZIA bertujuan untuk membentuk sebuah perpaduan budaya dalam gaya manajemen dan pengembangan produk seraya mempromosikan keragaman dalam industri perhotelan.
TAUZIA baru-baru ini menerima penghargaan Most Innovative Business Award 2018 dari Majalah Warta Ekonomi. Kunjungi https://www.tauziahotels.com atau @tauziahotels untuk informasi lebih lanjut.
TAUZIA adalah anggota dari The Ascott Limited (Ascott), sebuah perusahaan Singapura yang telah berkembang menjadi salah satu perusahaan pemilik-pengelola penginapan terdepan yang bertaraf internasional.
Mencakup lebih dari 170 kota dan terbentang di 30 negara, merek-merek yang dimiliki Ascott adalah Ascott, Citadines, Somerset, Quest, The Crest Collection, dan lyf. Ascott adalah anak perusahaan yang dimiliki secara penuh oleh CapitaLand Limited (CapitaLand), salah satu perusahaan real estat terbesar di Asia yang berkantor pusat dan terdaftar di Singapura.
Memiliki rekam jejak di industri selama lebih dari 30 tahun dan merupakan merek serviced residence yang telah meraih banyak penghargaan internasional sekaligus diakui di seluruh dunia.
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai CapitaLand dan Ascott, silakan kunjungi www.capitaland.com dan www.the-ascott.com.
Media Contact :
Popi HAFLAN
Asst Marketing & Branding Manager
Phone : (021) – 2868 9999
Hp : 0877 7076 4201
Email : [email protected]
(*/dia/pojoksatu)

Kompleks Makam Raja-raja Mataram Longsor

POJOKSULSEL.com – Longsor di kompleks makam raja-raja Mataram di Imogiri mengagetkan banyak pihak. Perasaan itu juga dialami Penghageng Kawedanan Panitrapura Keraton Jogja GKR Condrokirono. Putri kedua Sultan Hamengku Buwono (HB) X itu mengaku syok.
Akibat longsor itu mengakibatkan kerusakan di sejumlah lokasi. Kerusakan terparah terlihat di kompleks makam raja-raja Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Khususnya akses jalan yang menghubungkan calon makam HB X dengan kompleks Saptorenggo yang berada di sisi baratnya. Saptorenggo merupakan kompleks makam HB IX, HB VIII dan HB VII. Kompleks ini dibangun di masa HB VII.
“Saya baru mendengar kabar pagi tadi. Ini membuat saya syok,” ungkap Condrokirono saat meninjau lokasi seperti dikutip Radar Jogja (Jawa Pos Group), Selasa (19/3/2019).
Tak banyak komentar disampaikan putri sultan ini. Dia berjanji segera melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP dan ESDM) DIJ guna penanganan lebih lanjut.
Sekitar satu jam setelah kunjungan Condrokirono, Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat GKR Wandansari Koesmoertiyah juga mengunjungi lokasi. Secara kebetulan saat itu kerabat Keraton Surakarta tengah menggelar ritual wilujengan (doa memohon keselamatan) di kompleks makam Sultan Agung dan kompleks makam Susuhunan Paku Buwono (PB) X, PB XI dan PB XII.
Usai acara didampingi sejumlah kerabat, Gusti Moeng, sapaan akrabnya, melihat dari dekat lokasi. “Kami sebagai bagian dari Dinasti Mataram ikut prihatin,” ucap Gusti Moeng yang datang bersama kakaknya, GKR Galuh Kencono. Kedua putri PB XII itu berharap longsor tersebut segera dapat ditangani.
Lebar longsor di barat calon makam HB X itu diperkirakan mencapai 50 meter dengan kedalam lebih dari 100 meter.
Ditengarai longsor disebabkan pondasi calon makam raja yang belum diberi nama itu tak kuat menahan gerusan air. Longsor terjadi pada malam hari. Namun warga setempat, termasuk abdi dalem baru mengetahui pagi harinya.
“Jebolnya pondasi bangunan calon makam HB X karena masih ada retakan gempa 2006 silam. Air kemudian masuk sehingga membuat ikatan di bawahnya menjadi lemah,” tutur Joko Nugroho.
Joko merupakan abdi dalem yang sehari-hari bertugas di kompleks makam Saptorenggo. Dibandingkan bangunan lain, dampak terparah diakui Joko hanya terjadi pada calon makam HB X. Sebab, bangunan tersebut tergolong baru. Pembangunannya baru dilakukan 2013 silam.
Juru Pelihara Makam Imogiri dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogjakarta Jumali juga mengkhawatirkan kondisi halaman kompleks Saptorenggo. Di lokasi ini terjadi retakan sedalam 10 meter. “Ini juga berpotensi menimbulkan longsor susulan,” ujarnya.
Kejadian longsor di calon makam HB X ini seingat Jumali bukan kali pertama. “Dulu longsornya di dalam kompleks makam. Tapi tidak separah yang terjadi di halaman makam seperti sekarang ini,” ceritanya.
Di bagian lain, halaman kompleks makam HB VII, HB VIII dan HB IX konbloknya terlihat jebol. Ada rekahan tanah yang menganga. “Terus terang kami khawatir. Kalau turun hujan lebat, bangunan ini bisa ikut longsor seperti di sebelah timur ( halaman calon makam HB X, Red),” tuturnya.
Jumali berharap potensi longsor di kompleks Saptorenggo juga mendapatkan perhatian. “Jangan sampai meluas ke kompleks lain,” harapnya.
Di sisi barat Saptorenggo ada kompleks Besiyaran. Di sini merupakan makam HB IV, HB V dan HB VI. Sedangkan di ujung barat dinamakan kompleks Kasuwargan. Itu menjadi tempat pemakaman HB I dan HB III. Sedangkan HB II dimakamkan di Kotagede.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUP ESDM DIJ Muhammad Mansur menduga tanah di halaman calon makam HB X tersebut merupakan tanah gembur. “Jadi mudah longsor,” ucapnya.
Guna memastikan penyebabnya, Mansur berencana membentuk tim identifikasi. Sebagai solusi awal, Mansur akan menutup beberapa bagian di sekitar bangunan menggunakan terpal dan bambu. Langkah ini untuk meminimalisasi dampak longsoran jika turun hujan.
Mantan Plt kepala Dinas PUP dan ESDM DIJ ini memilih langkah hati-hati. Pertimbangannya bangunan di makam Imogiri termasuk bangunan cagar budaya. “Rekayasa konstruksinya akan kami identifikasi lebih lanjut,” imbuhnya.
Selain di kompleks makam raja-raja Mataram yang berada di atas bukit, longsor juga terjadi di permukiman warga. Lokasinya tepat di bawah kompleks makam raja-raja Mataram. Akibat longsor dua rumah warga tertimbun tanah longsor. Satu orang meninggal. Dua orang masih belum ditemukan.
(jpc/pojoksulsel)