W88top casino trực tuyến

nasional

Menag Lukman Hakim Terlibat Kasus Romahurmuziy?

POJOKSULSEL.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggeledah kantor Kementerian Agama terkait kasus suap yang menyeret mantan Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy jadi tersangka. Apakah Menteri Agama, Lukman Hakim terkait kasus Romi?
Dari penggeledahan di ruang Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin, Senin (18/3/2019), penyidik menyita uang seratusan juta rupiah. Sejumlah dokumen juga disita.
Wakil Ketua KPK Laode M Syarief kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Jakarta, Senin (18/3/2019), mengatakan proses penyelidikan dan penyidikan terkait kasus Romi masih terus dilakukan.
Hal itu dibuktikan KPK yang pada hari ini (18/3) tim penyidik KPK menggeledah Kantor DPP PPP dan Kantor Kemenag RI.
Wakil Ketua KPK Laode M Syarief dan Jurubicara KPK Febri Diansyah.
Ditanya soal dugaan keteribatan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin dalam skandal jual jabatan Romahurmuziy alias Romi, KPK tidak bisa membeberkan hal tersebut.
“Itu merupakan bagian dari penyelidikan dan penyidikan. Belum bisa kita jelaskan,” kata Laode singkat.
Sementara itu, Lukman Hakim sendiri masih enggan angkat bicara soal dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kementeriannya. Politikus senior PPP itu mengaku akan memberikan keterangan secara resmi jika dipanggil sebagai saksi oleh KPK.
“Saya harus menahan diri untuk tidak menyampaikan hal-hal yang bisa langsung maupun tidak langsung terkait dengan materi hukum, karena saya belum memberikan keterangan resmi kepada KPK,” kata Lukman di kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3).
Lukman juga mengaku pihaknya akan kooperatif dengan KPK. Dirinya pun meminta publik untuk bersabar menunggu perkembangan kasus dugaan jual beli jabatan di Kemenag yang menyeret Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy.
“Sekali lagi, saya memilih menahan diri dulu menyampaikan kepada publik sebelum saya menyampaikan kepada KPK. Sebagai institusi resmi negara yang mengusut kasus ini,” tegas Lukman.
Oleh karena itu, Lukman memastikan dirinya siap untuk dimintai keterangan dari kasus yang juga menyeret dua anak buahnya.
“Pasti, pernyataan resmi saya kan sudah clear. Bahkan saya mengajak seluruh ASN Kemenag memberikan dukungan penuh KPK dalam rangka mengungkap kasus ini, sehingga cepat tuntas dan ke depan menatap lebih baik lagi,” pungkas Lukman.
(fat/jpg/pojoksatu/pojoksulsel)

WNI yang Jadi Korban Kecelakaan Ethiopian Airlines, Sudah Dikirimi DNA

POJOKSATU.id,JAKARTA- DNA adik Harina Hafitz, WNI yang menjadi korban kecelakaan Ethiopian Airlines dikabarkan telah dikirim dari Roma, Italia ke Addis Ababa, Etiopia.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arrmanatha Christiawan Nasir mengatakan, DNA tersebut sebelumnya telah diambil dari adik kandung korban guna membantu proses identifikasi.
“Sampel DNA dari WNI yang meninggal telah dikirim dari Roma. Yang mengambil sampel adalah adik dari WNI tersebut, diperkirakan harusnya sudah sampai di Addis Ababa,” ungkap pria yang akrab disapa Tata di Ruang Palapa, Kemlu, Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (18/3).
Tata menyebut jika hasil proses identifikasi tersebut memakan waktu yang tidak singkat. Meski begitu, Kemlu akan mendorong agar proses identifikasi segera cepat selesai sehingga jenazah dapat segera dipulangkan.
“Informasi yang kami terima dari Addis Ababa, proses identifikasi akan memakan waktu beberapa bulan, tentunya kita terus mendorong agar proses segera dilakukan,” tandasnya, dikutip dari rmol (grup jawa pos)
Pemerintah Etiopia juga telah membentuk tim dari Kepolisian Etiopia, interpol, dan Kemeterian Kesehatan Etiopia untuk melakukan identifikasi.
Untuk diketahui, Harina Hafitz merupakan seorang perempuan asal Indonesia yang tinggal di Roma Italia dan bekerja untuk World Food Program (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia adalah korban dari kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines, ET 302 yang terjadi 10 Maret 2019 lalu.
(dhe/pojoksatu)

Kasus Suap Romahurmuziy Bukan Cuma di Jatim, Banyak Daerah!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wakil Ketua KPK Laode M Syarief membeberkan dari hasil pemeriksaan sementara mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy alias Romi. Diketahui Romi terlibat kasus suap jabatan di Kementerian Agama, bukan cuma di Jawa Timur (Jatim) saja.
Berbicara kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Jakarta, Senin (18/3/2019), Laode mengatakan proses penyelidikan dan penyidikan terkait kasus Romi masih terus dilakukan.
BACA JUGA: Menteri Agama Terlibat Kasus Suap Romi? Ini Kata Pimpinan KPK
Laode menegaskan bahwa Romi terlibat dugaan suap tidak hanya di dua daerah Kantor Wilayah Kemenag Jatim saja melainkan terindikasi suap di sejumlah daerah lain.
“Ya itu yang sedang di dalami oleh KPK. Jadi laporan yang kami terima bukan hanya satu, banyak jumlahnya. Bukan cuma yang di Jatim tapi di tempat lain juga,” kata Laode.
Wakil Ketua KPK Laode M Syarief dan Jurubicara KPK Febri Diansyah.
Dalam kasus suap Romi ini, KPK telah menggeledah kantor Kementerian Agama. Dari penggeledahan di ruang Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin, Senin (18/3/2019), penyidik menyita uang seratusan juta rupiah. Sejumlah dokumen juga disita.
Ditanya soal dugaan keteribatan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin dalam skandal jual jabatan Romahurmuziy alias Romi, KPK tidak bisa membeberkan hal tersebut.
BACA JUGA: Giliran Belanda Jadi Sasaran Teror, Pelaku Menembak Membabi Buta di dalam Kereta
“Itu merupakan bagian dari penyelidikan dan penyidikan. Belum bisa kita jelaskan,” kata Laode singkat.
Sementara itu, Lukman Hakim sendiri masih enggan angkat bicara soal dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kementeriannya. Politikus senior PPP itu mengaku akan memberikan keterangan secara resmi jika dipanggil sebagai saksi oleh KPK.
“Saya harus menahan diri untuk tidak menyampaikan hal-hal yang bisa langsung maupun tidak langsung terkait dengan materi hukum, karena saya belum memberikan keterangan resmi kepada KPK,” kata Lukman di kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3).
Lukman juga mengaku pihaknya akan kooperatif dengan KPK. Dirinya pun meminta publik untuk bersabar menunggu perkembangan kasus dugaan jual beli jabatan di Kemenag yang menyeret Romi.
BACA JUGA: KPK Geledah Ruangan Menteri Agama, Ini Hasilnya
“Sekali lagi, saya memilih menahan diri dulu menyampaikan kepada publik sebelum saya menyampaikan kepada KPK. Sebagai institusi resmi negara yang mengusut kasus ini,” tegas Lukman.
Oleh karena itu, Lukman memastikan dirinya siap untuk dimintai keterangan dari kasus yang juga menyeret dua anak buahnya.
“Pasti, pernyataan resmi saya kan sudah clear. Bahkan saya mengajak seluruh ASN Kemenag memberikan dukungan penuh KPK dalam rangka mengungkap kasus ini, sehingga cepat tuntas dan ke depan menatap lebih baik lagi,” pungkas Lukman.
(jpg/pojoksatu)

Ungkap Kasus Jual Beli Jabatan, KPK Diminta Periksa Menag Hingga Pejabat Universitas

POJOKSULSEL.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selayaknya juga memeriksa Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Pemeriksaan Menag Lukman dinilai penting guna menemukan ada tidaknya keterkaitan atau kausalitas dalam jual beli jabatan yang menjerat politisi PPP, M. Romahmurmuziy.
“KPK bisa menarik dan dilihat peristiwa dua tahun belakangan ini, untuk posisi pejabat pejabat yang akan mendududuki jabatan strategis di Kemenag yang memerlukan tanda tangan Menteri,” terang Ketua asosiasi ilmuwan praktisi hukum Indonesia (Alpha), Azmi Syahputra kepada redaksi, Senin (18/3/2019).
Road To Senayan
Menurut Azmi, jika nanti dari penyisiran ditemukan keterkaitan, maka patut diduga perbuatan Rommy ‘diberi celah’ pintu masuk oleh Menag. Termasuk, kata Azmi, disisir pula proyek-proyek yang ada di Kemenag dan pejabat universitas.
“Siapapun personil yang menjadi pintu masuknya ini harus disisir teliti oleh penyidik KPK guna menemukan kejelasan peristiwa pidana yang dikemas cukup rapi ini,” ujarnya.
Dengan begitu, pernyataan Rommy bahwa dirinya dijebak akan mudah dibuktikan oleh penyidik KPK.
“Masyarakat sudah bosan mendengar kejahatan korupsi ini yang jadi musuh bangsa makanya KPK harus lebih berani menemukan formulasi pemberantasan,” imbuhnya.
Lebih lanjut Azmi menekankan, reformasi total Kemenag agar menjadi contoh kementerian maupun lembaga pemerintah yang lain.
“Ini tolok ukur baru kementerian lain mudah dibersihkan, jika di Kementerian Agama saja masih curang, ada praktik jual beli amanah begini ya makin sulit untuk berbenah. Kementerian Agama itu ya seharusnya clear, mengendalikan diri bukan melampiaskan diri,” tegasnya.
Azmi menerangkan, penyegelan ruang kerja Menag dan Sekjen menjadi ada benang merahnya jika Menag turut diperiksa dan diujui dengan kenyataan bukti empiris di lapangan.
Ia yakin langkah KPK ini akan mendapat dukungan dari banyak pihak demi bersih-bersih di Kemenag.
“Ini PR lama dan sudah diketahui oleh orang banyak tentang kinerja di Departemen Agama, tentu kepala utamanya adalah Menteri, Menteri harus berani bertanggung jawab dan jujur agar departemennya bisa sembuh, tidak sakit lagi sehingga berharap jangan ada fakta yang digelapkan atau disembunyikan,” demikian Azmi yang juga dosen di Fakultas Hukum Univesitas Bung Karno.
(jpc/pojoksulsel)

Innalillahi, Ibunda Ustad Abdul Somad Meninggal

POJOKSULSEL.com – Kabar meninggalnya Hajjah Rohana, ibunda dari Ustaz Abdul Somad yang akrab disapa UAS, di Pekanbaru, telah ramai menyebar di sejumlah grup WhatsApp dan media sosial Facebook, Senin pagi (18/3/2019).
“Innalillahi Wa Innaillaihi Rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah ibu Rohana (ibunda ustadz Abdul Somad) di Pekanbaru. Semoga ibunda Husnul Khotimah. Diterima amal ibadah nya diampunkan dosa2nya Aamiin. Ya Allah,” tulis sejumlah akun.
Berdasarkan kabar tersebut, ibunda UAS meninggal pagi tadi di RS Sansani Pekanbaru. Juga disebutkan jenazah almarhumah akan langsung dibawa ke kampung halamannya di Sumatera Utara.
Road To Senayan
Ustadz Mustafa Umar yang tidak lain adalah guru sekaligus sahabat dekat UAS membenarkan informasi yang beredar tersebut.
“Iya InsyaAllah benar Informasinya (meninggal),” ujar Mustafa.
Hanya saja, Mustafa mengaku belum mendapat informasi detailnya. “Masih dicari tahu,” katanya.
(rmol/pojoksulsel)

Ortu Bayi Kembar Buncing Pasrah Diasingkan ke Ujung Desa, Dilarang Pulang ke Rumah

POJOKSATU.id, BALI – Pasangan suami istri (pasutri) I Gede Sadia Utama (34) dan Made Welianingsih (30) menjalani masa pengasingan selama 3 bulan di ujung desa di Desa Pakraman Padang Bulia, Sukasada, Buleleng, Bali.
Pasutri ini diasingkan karena melahirkan bayi kembar buncing (laki-perempuan). Pengasingan Sadia Utama dan istrinya Welianingsih merupakan bagian dari prosesi upacara kembar buncing.
Bayi kembar buncing itu lahir di Rumah Sakit Karya Dharma Husada Singaraja pada Selasa (12/3) sekitar pukul 12.40 lalu.
Sesuai peraturan adat setempat, orang tua bayi itu pun segera melaporkannya ke prajuru desa.
Selain itu, sesuai dengan dresta, pihak desa kemudian menggelar upacara kembar buncing. Seluruh prosesi dan biaya upacara ditanggung oleh desa pakraman.
Upacara diawali dengan pembuatan pondok di ujung desa. Pondok ini akan menjadi tempat tinggal sementara keluarga Sadia Utama bersama istri dan anak kembarnya.
Mereka dibuatkan pondok di lahan milik desa, yang terletak pada tanggun desa atau ujung desa.
Lahan ini terletak di belakang lapangan banjar Runuh Kubu, sekitar 50 meter dari Pura Dalem Runuh Kubu.
Orang tua bayi bersama dengan anak-anaknya akan tinggal di pondok tersebut selama tiga tilem atau tiga bulan. Mereka baru boleh pulang ke rumahnya setelah menjalani prosesi itu.
Selama tinggal di pondok itu, seluruh keperluan makan minum keluarga dan perlengkapan bayi, akan ditanggung oleh desa pakraman.
Selain itu krama (warga) juga akan turut begadang selama tiga bulan di pondok tersebut untuk menjaga keluarga itu.
Kelian Desa Pakraman Padangbulia Gusti Komang Suparta mengatakan, upacara itu digelar sesuai dengan petunjuk dalam lontar Brahma Sapa.
Dalam lontar disebutkan bahwa saat terjadi kelahiran bayi kembar yang beda jenis kelamin, harus dilakukan upacara untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya gagal panen atau wabah penyakit.
“Itu bhisama yang tercantum dalam lontar, dan kami laksanakan sampai sekarang guna menghindari hal buruk. Jadi ini untuk menstabilkan energi, agar jagat rahayu,” katanya.
Selama keluarga bayi tinggal di pondok tersebut, krama juga akan melakukan perenungan diri atau anyuci laksana, serta memohon pada Tuhan agar selalu dihindarkan dari hal-hal yang tak diinginakn.
Selain itu krama juga dilarang melaksanakan upacara persembahyangan diparahyangan pura, baik itu pura kahyangan tiga maupun di sanggah merajan.
Menurut Suparta, desa pakraman tidak memberikan sanksi pada krama yang tidak mengikuti bhisama itu.
“Ini keyakinan. Bukan sanksi. Makanya kalau keluarganya tidak mau, ya tidak ada sanksi,” ucapnya kepada Radar Bali.
“Ada dulu yang tidak melaksanakan. Saat pertama istrinya melahirkan, anaknya kembar buncing tidak mau upacara. Kemudian melahirkan kedua kalinya, kembar buncing lagi. Baru dia mau melaksanakan upacara,” ceritanya.
Sementara itu orang tua bayi, I Gede Sadia Utama mengaku dirinya sangat bahagia dianugerahi bayi dengan jenis kelamin berbeda.
Ia mengungkapkan bayi perempuan lahir lebih dulu dengan berat 2,4 kilogram, disusul bayi laki-laki dengan berat 2,45 kilogram.
“Rasanya bahagia sekali. Ada yang pingin punya anak laki, ada yang pingin punya anak perempuan. Kalau saya sekali melahirkan dapat dua sekaligus. Ini luar biasa,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurut Sadia ia dan keluarga pasarah dan siap mengikuti upacara kembar buncing.  Ia tak mempermasalahkan meski harus diasingkan dan tinggal di pondok sederhana selama tiga bulan.
Apalagi pihak desa sudah memberikan keringan. Seperti menanggung biaya upacara serta memberi kesempatan pada ia dan istrinya untuk bekerja seperti biasa.
“Bagi saya ini anugerah. Anak-anak lahir dengan sehat, selamat. Sekarang kami jadi keluarga yang diistimewakan. Dibuatkan rumah, dilayani segala sesuatunya sama krama, seperti raja saja. Kami sudah siap ikut dresta,” ujarnya.
(rb/eps/pra/mus/jpr)

Sindiran Tajam Mahfud MD Bikin Ngilu Usai Acara Apel Kebangsaan di Semarang

POJOKSATU.id, JAKARTA – Para tokoh dan ulama mengikuti Apel Kebangsaan di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Minggu (17/3).
Mereka yang hadir antara lain Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kiai Haji Maimun Zubair, Habib Luthfi bin Yahya, Gus Muwafiq, KH Munif Zuhri dan Profesor Mahfud MD.
Apel dengan tema Merah Putih itu digelar untuk mengajak masyarakat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Acara yang diinisiasi Pemprov Jateng itu juga menghadirkan grup band Slank dan sejumlah artis seperti Virzha.
Mahfud MD diberi kesempatan menyampaikan orasi dalam acara tersebut.
Melalui akun Twitternya, Mahfud MD malah menyindir kelompok tertentu yang kerap menggelar acara namun menyimpan kepentingan politik tertentu.
“Apel Merah Putih td di Simpang Lima Semarang berjalan bagus, kan? Tak ada kalimat atau gambar2 yg berisi kampanye atau yel2 kebencian atau sindiran kpd kelompok politik trtntu.. Semua berjalan tertib dan damai. “Bagimu yg menang pemilu embanlah amanat itu, kita tetap bersaudara” ujar Mahfud.
Seperti diketahui di kubu 02 sempat juga menggelar acara Munajat 212 yang disebut tidak berisikan acara politik namun tampak dukungan-dukungan terhadap Prabowo-Sandi.
“Mari masyarakat Jawa Tengah, dan juga di seluruh Indonesia menjaga persatuan dan kesatuan bangsa agar rakyat tidak terpecah belah,” kata Mahfud dalam keterangannya, Minggu (17/3/2019).
Dalam orasinya saat itu, Mahfud mengapresiasi Pemprov Jateng yang menyelenggarakan Apel Kebangsaan.
Akademisi yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengatakan, meskipun saat ini akan digelar Pemilu 2019, tetapi perbedaan tidak menjadi halangan.
“Tidak ada dalil apa pun yang membantah bahwa menjaga kebangsaan itu penting baik menurut konstitusi maupun secara agama. Maka dari itu menjaga NKRI, UUD 45, Pancasila dan Merah Putih itu penting. Titik!” tegasnya.
(sta/pojoksatu)