ole gunnar solskjaer

Dikalahkan Manchester United, Steve Bruce Kecewa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Harapan Newcastle meraih poin penuh gagal usai menelan kekalahan 4-1 dari Manchester United, Jumat (27/12).
Mendapati hasil ini, pelatih Newcastle Steve Bruce mengaku kecewa. Ia menuturkan, pada pertandingan di Old Trafford dini hari tadi, pemainnya membuat banyak kesalahan.
“Kami menghadiahkan (kemenangan) kepada mereka. Itu adalah kekecewaan terbesar yang kita semua rasakan,” katanya dikutip dari BBC.
“Anda tidak dapat membuat banyak kesalahan di sini. Itu mengecewakan. Alasan kami mendapat beberapa hasil adalah cara kami bertahan. Kami membuat terlalu banyak kesalahan individu hari ini.
“Anda tidak pernah terkejut dengan karakter Manchester United. Itu adalah kekecewaan. Tidak ada pemain yang ingin melakukan kesalahan yang kami lakukan,” sambungnya.
Sementara itu, pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer mengaku tim lawan membuat kesalahan.
Namun diakui Soslskjaer, skuad asuhannya membuatnya lebih tertekan.
“Newcastle membuat kesalahan, tetapi kami membuat mereka membuatnya dengan menekan dan kami membuatnya sulit bagi mereka,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia pun memuji para pemainnya. Salah satunya Mason Greenwood yang mencetak satu gol di pertandingan tersebut.
“Dia belajar, tumbuh, dia akan tumbuh lebih dan lebih,” ujarnya.
Di sisi lain, Manchester United harus merasakan kerugian dari kemenangan ini usai Scott McTominay dinyatakan menderita cedera.
Solsjaer sendiri mengaku belum bisa memastikan seberapa parah cederanya. Meski diragukan tampil lawan Burnley, ia berharap McTominay segera pulih.
“Aku tidak tahu seberapa buruk (cedera). Ia memiliki hati terbesar dan kami telah melihatnya pulih dengan cepat sebelumnya, tetapi saya tidak yakin apakah ia akan siap untuk hari Sabtu,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Nasib Solskjaer Bakal Ditentukan dalam Dua Laga ke Depan?

POJOKSATU.id, JAKARTA – Masa depan Ole Gunnar Solskjaer jadi sorotan setelah Manchester United ditahan imbang Aston Villa belum lama ini.
Hasil tersebut jadi hasil imbang keempat yang diraih United dalam sembilan pertandingan terakhir.
Bukan hanya itu, raihan 18 poin pun jadi raihan poin terendah klub dalam kurun waktu 31 tahun terakhir.
Menurut laporan Daily Mail, Manchester United bakal segera menentukan nasib Solskjaer.
Setan Merah bakal mendepaknya jika gagal meraih kemenangan dalam dua laga ke depan, yakni melawan Tottenham Hotspur dan Manchester City.
Dalam laporan juga disebutkan, Solskjaer sudah memberi tahu kepada para pemain soal kemungkinannya bakal dipecat.
“Ole Gunnar Solskjaer saat ini sangat emosional dan sudah memberi tahu pemain bahwa jika klub gagal meraih hasil maksimal dalam dua pertandingan ke depan, maka dirinya takkan lagi menjadi pelatih Manchester United,” ujar seorang sumber dalam klub.
“Saat ini benar-benar waktu yang buruk untuk menghadapi Tottenham Hotspur, terlebih mereka kini bermain di bawah arahan Jose Mourinho,” tambahnya.
(zul/pojoksatu)

Manchester United Turunkan Pemain Muda Hadapi Astana, Termasuk Max Taylor

POJOKSATU.id, JAKARTA – Manchester United mengumumkan pemain yang akan dimainkan saat menghadapi Astana, pada laga lanjutan Liga Eropa, Kamis (28/11).
Disebutkan, ada 18 pemain yang akan dibawa dan 14 diantaranya berusia 17 hingga 19 tahun.
Dilansir dari BBC, 10 diantara pemain yang dibawa ke Kazakhstan belum tampil dalam pertandingan tim utama.
Salah seorang diantaranya adalah Max Taylor. Bek Manchester United itu menerima panggilan pertamanya untuk tim senior, setelah 12 bulan menjalani perawatan kemoterapi akibat kanker yang dideritanya.
Taylor baru kembali ke pelatihan pada bulan September lalu setelah mendapat izin dari staf medis.
Berikut nama-nama dan usia skuad Manchester United untuk lawan Astana:
Kiper: Lee Grant (36), Matej Kovar (19).
Belakang: Max Taylor (19), Luke Shaw (24), Axel Tuanzebe (22), Teden Mengi (17), Di’Shon Bernard (19), Ethan Laird (18).
Tengah: Dylan Levitt (19), Ethan Galbraith (18), Arnau Puigmal (18), James Garner (18), Jesse Lingard (26), Tahith Chong (19), Angel Gomes (19).
Depan: Largie Ramazani (19), D’Mani Bughail-Mellor (19), Mason Greenwood (18).
(zul/pojoksatu)

Lawan Partizan, Manchester United tanpa Victor Lindelof

POJOKSATU.id, JAKARTA – Manchester United (MU) akan menghadapi Partizan Belgrade pada laga lanjutan Liga Europa, Jumat (8/11).
Pada laga dini hari WIB nanti, MU dikabarkan tidak akan diperkuat oleh bek sentral Victor Lindelof.
Adapun absennya Lindelof dibenarkan Ole Gunnar Solskjaer. Sang pemain sendiri terlihat absen di sesi latihan Setan Merah jelang duel nanti.
“Tidak, Victor tidak berlatih (untuk melawan Partizan), jadi dia takkan bermain,” katanya kepada MUTV.
Meski begitu, Solskjaer berharap pemainnya itu bisa kembali untuk melawan Brighton pada akhir pekan.
“Mudah-mudahan dia bisa bermain pada akhir pekan, namun saya tidak yakin,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Solskjaer memberikan kabar terkini terkait kondisi Eric Baily dan Timothy Fosu-Mensah yang sudah absen lama karena cedera.
“Saya pikir kita bisa melihat mereka kembali berlatih, terutama Eric, dalam dua sampai tiga pekan ke depan. Mudah-mudahan dia bisa bergabung dengan para pemain lain dan tidak butuh waktu lama,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Dikalahkan Bournemouth, Ini Kata Solskjaer

POJOKSATU.id, JAKARTA – Manchester United kembali menelan kekalahan di Liga Inggris. Terbaru, mereka takluk saat berhadapan dengan Bournemouth, Sabtu (2/11).
Pada laga pekan ke-11 Liga Inggris, United kalah dengan skor tipis 1-0 dari Bournemouth.
Hasil ini membuat United ada di posisi ke-10 di klasemen sementara dengan perolehan 13 poin.
Usai pertandingan, Ole Gunnar Solskjaer menilai bahwa kekalahan tersebut menunjukkan United tengah mengalami kemunduran.
Meski begitu, Solskjaer bertekad untuk membawa United kembali bangkit.
“Anda pasti akan merasa sangat sedih dan berada pada titik terbawah saat menelan kekalahan, melihat hasil yang didapat​ Manchester United dalam beberapa laga terakhir, tentu kami menargetkan kemenangan dalam pertandingan ini,” ujarnya dilansir ​Goal.
“Ini (kekalahan atas Bournemouth) menjadi sebuah kemunduran untuk ​Manchester United, tetapi kami harus segera bangkit dan melupakannya,” sambungnya.
(zul/pojoksatu)

Dipinjamkan ke AS Roma, Chris Smalling Ngaku Masih Diawasi Solskjaer

POJOKSATU.id, JAKARTA – Chris Smalling mengaku masih diawasi oleh pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer.
Padahal, saat ini Smalling bermain di AS Roma, meski dengan status pinjaman.
“Dia mengawasiku, dia melihat aku telah menjadi man of the match dan memberi selamat padaku,” ujarnya kepada The Athletic dilansir Metro.
Bukan hanya itu, Smalling juga mengaku masih berhubungan baik dengan pemain Manchester United.
“Saya masih berbicara dengan semua pemain – saya sudah lama di sana, mereka adalah teman saya,” ungkapnya.
Pernyataan Smalling ini seolah sinyal dirinya bakal kembali membela United.
Dalam kesempatan tersebut, Smalling pun mengungkap alasannya meninggalkan Setan Merah. Tidak lain karena jaminan mendapat waktu bermain lebih banyak.
“Saya Saya terus berdialog dengan Ole dan dia mengatakan kepada saya bahwa saya akan memainkan cukup banyak permainan,” ungkapnya.
“Saya akan bermain 20-25 pertandingan, mungkin lebih, tetapi kemudian Roma mengajukan penawaran. Itu diberikan kepada saya dan saya merasa saya bisa bermain 40-50 pertandingan dengan Roma, mungkin dua kali lipat apa yang saya mainkan di United,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Pengen Buru-buru Gantikan Solskjaer, Alasan Allegri Masuk Akal

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Kursi manajer Manchester United tengah digoyang. Ole Gunnar Solskjaer tidak bisa duduk tenang karena performa anak asuhnya buruk. Tidak heran jika sekarang muncul wacana calaon pengganti. Salah satunya, Massimiliano Allegri.
Bahkan dikutip Pojoksatu.id dari Mirror, Allegri telah menetapkan batas waktu bagi Manchester United jika klub Premier League itu berminat mengangkatnya jadi manajer baru.
Mantan pelatih Juventus itu punya alasan tersendiri mengapa ingin buru-buru bekerja sebagai manajer MU.
Manajer MU saat ini, Ole Gunnar Solskjaer berada di bawah tekanan yang cenderung meningkat dan mencuat wacana bahwa Max Allegri berpotensi jadi suksesor.
Namun dikutip Pojoksatu.id dari Mirror, Allegri akan menolak tawaran menggantikan Solskjaer kecuali jika proposal datang beberapa pekan ke depan.
Mantan bos Juventus ini memang sedang tidak bekerja alias pengangguran setelah meninggalkan Stadion Allianz pada akhir musim lalu.
Di sisi lain, Solskjaer dalam tekanan berat untuk menyelamatkan pekerjaannya setelah hasil buruk yang membuat mereka berada di urutan ke-12 di klasemen Liga Premier hingga pekan ke-8 musim 2019/20.
Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer. (BBC)
Setan Merah baru dua kali meraih kemenangan, 3 kali imbang dan sudah 3 kali kalah.
Wakil ketua eksekutif MU, Ed Woodward, yang menyerahkan Solskjaer kontrak tiga tahun pada bulan Maret, dianggap kehilangan kesabaran melihat performa tim.
Tetapi jika Allegri adalah orang yang United ingin menggantikan Solskjaer, mereka mungkin harus bertindak cepat.
Gazzetta dello Sport mengklaim bahwa pelatih berusia 52 tahun itu tertarik untuk mengambil pekerjaan di Old Trafford secepatnya agar memiliki banyak waktu untuk mengubah tim.
Allegri saat ini dalam cuti panjang dan diyakini bahwa ia akan menolak jika MU baru mengajukan penawaran pada pertengahan musim. Tawaran harus datang sebelum akhir Desember.
Pendekatan harus dilakukan dalam beberapa minggu ke depan, yang berarti Woodward harus membuat keputusan tentang masa depan Solskjaer dalam waktu dekat.
Sementara itu, mantan bintang Arsenal Paul Merson mengingatkan Allegri bahwa mengambil pekerjaan di United bisa berisiko bagi seorang manajer dengan reputasi sebaik Allegri.
Ia mengklaim bahwa seorang manajer baru akan membutuhkan 700 juta poundsterling untuk mengubah nasib tim.
“Siapa yang mengambil pekerjaan ini (manajer MU)?” kata Merson, berbicara di The Debate on Sky Sports.
“Ini adalah pekerjaan sekali seumur hidup. Anda mengelola Inggris, Man United dan mereka berdua.”
“Sekarang, saya tidak akan melihat antrian di sekitar blok. Mereka berada satu juta mil jauhnya.
“Ini adalah pekerjaan seharga 700 juta poundsterling. Jika seseorang seperti Allegri masuk, dia ingin menghabiskan 700 juta poundsterling. Mereka membutuhkan setidaknya tujuh pemain baru,” kata Merson.
(fat/pojoksatu)

Pesan Allegri buat Manchester United: Kalau Mau, sebelum Desember!

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Massimiliano Allegri menetapkan batas waktu bagi Manchester United jika klub Premier League itu berminat mengangkatnya jadi manajer baru. Mantan pelatih Juventus itu punya alasan tersendiri mengapa ingin buru-buru bekerja sebagai manajer MU.
Manajer MU saat ini, Ole Gunnar Solskjaer berada di bawah tekanan yang cenderung meningkat dan mencuat wacana bahwa Max Allegri berpotensi jadi suksesor.
Namun dikutip Pojoksatu.id dari Mirror, Allegri akan menolak tawaran menggantikan Solskjaer kecuali jika proposal datang beberapa pekan ke depan.
Mantan bos Juventus ini memang sedang tidak bekerja alias pengangguran setelah meninggalkan Stadion Allianz pada akhir musim lalu.
Di sisi lain, Solskjaer dalam tekanan berat untuk menyelamatkan pekerjaannya setelah hasil buruk yang membuat mereka berada di urutan ke-12 di klasemen Liga Premier hingga pekan ke-8 musim 2019/20.
Setan Merah baru dua kali meraih kemenangan, 3 kali imbang dan sudah 3 kali kalah.
Wakil ketua eksekutif MU, Ed Woodward, yang menyerahkan Solskjaer kontrak tiga tahun pada bulan Maret, dianggap kehilangan kesabaran melihat performa tim.
Tetapi jika Allegri adalah orang yang United ingin menggantikan Solskjaer, mereka mungkin harus bertindak cepat.
Gazzetta dello Sport mengklaim bahwa pelatih berusia 52 tahun itu tertarik untuk mengambil pekerjaan di Old Trafford secepatnya agar memiliki banyak waktu untuk mengubah tim.
Allegri saat ini dalam cuti panjang dan diyakini bahwa ia akan menolak jika MU baru mengajukan penawaran pada pertengahan musim. Tawaran harus datang sebelum akhir Desember.
Pendekatan harus dilakukan dalam beberapa minggu ke depan, yang berarti Woodward harus membuat keputusan tentang masa depan Solskjaer dalam waktu dekat.
(fat/pojoksatu)

MU Kalah, Robin Van Persie Kritik Solskjaer

POJOKSATU.id, JAKARTA – Robin van Persie melontarkan kritik pada Ole Gunnar Solskjaer usai kekalahan Manchester United dari Newcastle.
Mantan pemain United ini mempertanyakan kemampuan Solskjaer dalam menangani tim.
“Anda dapat melihat dia mengalami kesulitan di sana, jika saya boleh jujur,” ujarnya kepada Optus Sport.
“Saya mengerti jika Anda adalah manajer Manchester United di periode yang sulit. Jadi dia mencari kata-kata, mungkin dia memilih beberapa yang salah. Karena sebagai pemain, apa artinya itu, ‘menjernihkan pikiran pemain’, apa artinya?
“Jika Anda seorang pemain Anda berpikir, ‘pikiran saya baik-baik saja’,” sambungnya.
Menurut Persie, sebagai manejer, memang tugasnya untuk memperbaiki keadaan dan membuat kepercayaan diri pemain yang rendah menjadi tinggi.
“Ketika tim Anda terlalu percaya diri, hingga menjadi berlebih (jemawa), Anda harus membuatnya kembali imbang lagi,” tuturnya.
“Berdasarkan wawancara, dan apa yang saya lihat di pertandingan, saya tidak yakin apakah dia benar-benar tahu bagaimana menemukan tombol di sana,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Solskjaer Akui Manchester United Butuh Striker

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ole Gunnar Solskjaer mengaku jika Manchester United membutuhkan tambahan di lini depan.
Setelah ditinggal Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez, kondisi lini depan United belum juga maksimal.
Terlebih dua pemain, yakni Marcus Rashford dan Anthony Martial kini mengalami cedera. Keduanya bahkan diragukan bakal bermain saat lawan Arsenal, Selasa (1/10) dini hari WIB.
“Mengingat Rom dan Alexis pergi, Anda tidak perlu menjadi ilmuwan roket untuk melihat kami perlu mencari beberapa pemain dengan kreativitas dan gol,” ujarnya dikutip dari BBC.
Meski begitu, Solskjaer enggan gegabah dalam merekrut pemain. Ditegaskan, ia akan merekrut yang dibutuhkan tim.
“Ada striker lain yang tersedia tetapi mereka bukan yang kami inginkan. Jika ada yang tepat, kami akan (melihat untuk menandatangani mereka),” ungkapnya.
Sementara itu, ditengah kritik yang diterimanya karena performasi Manchester United, Solskjaer menegaskan bahwa dirinya masih percaya akan kemampuannya dalam memimpin tim.
“Aku sendiri tidak meragukan, tidak. Jika aku meragukan diriku sendiri maka seluruh dunia juga akan (meragukannya),” katanya.
(zul/pojoksatu)