pelatih persebaya

Persebaya Surabaya Resmi Tunjuk Aji Santoso Sebagai Pelatih

POJOKSATU.id, SURABAYA – Aji Santoso resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Persebaya Surabaya di sisa pertandingan putaran kedua kompetisi Liga 1 musim 2019.
Aji Santoso bertugas mengembalikan tren positif Persebaya yang gagal menang di enam pertandingan terakhir hingga menyebabkan mundurnya Wolfgang Pikal.
“Terima kasih saya diberi kesempatan melatih di Persebaya Surabaya,” ujarnya di laman resmi klub.
Nama Aji Santoso sejatinya disebut-sebut sejak nama Djadjang Nurdjaman diberhentikan sebagai kepala di akhir putaran pertama lalu.
Akan tetapi, urung karena ia masih melatih salah satu tim di Liga 2, PSIM Yogjakarta.
Terkait keputusanya bergabung dengan Persebaya, dirinya mengaku sulit menampik tawaran tersebut. Terlebih telah memiliki ikatan emosional.
“Sebelumnya saya sempat mendapat tawaran, tetapi situasinya tidak memungkinkan. Tentu sekarang saya menerima tawaran ini dengan pertimbangan matang, karena Persebaya adalah tim yang membesarkan saya,” ucapnya.
Pelatih asal Malang sudah tidak asing bagi pencinta Bajol Ijo, sebab selain pernah mengantarkan Persebaya juara saat masih menjadi kapten tim 1996-1997, ia juga pernah melatih tim kebanggaan Arek-Arek Suroboyo tersebut.
Sebagai arsitek, Aji Santoso juga membawa Persebaya melewati play-off ISL musim 2009-2010 dengan status sebagai caretaker, kemudian menjadi arsitek Persebaya pada era IPL.
Ia berharap dengan pengetahuannya terhadap kultur Persebaya, mampu mengembalikan marwah tim yang kini menghuni peringkat sembilan di klasemen sementara tersebut.
(ant/jpnn/pojoksatu)

Djadjang Nurdjaman Penasaran dengan Film Preman Pensiun

POJOKSATU.id, SURABAYA – Djadjang Nurdjaman mengaku penasaran dengan film Preman Pensiun.
Diakuinya, ia mendengar pemutaran film tersebut saat mengikuti program lisensi AFC Pro di Spanyol.
“Saya dengar itu (film Preman Pensiun) waktu di Spanyol. Saya pikir kok seru juga ya,” kata pelatih asli Majalengka itu.
Sayangnya, dirinya belum berkesempatan untuk menonton film tersebut. Sepulang dari Spanyol, pria yang akrab disapa Djanur ini langsung memimpin latihan skuad Green Force.
“Belum. Belum sempat (lihat) saya,” sambungnya. Meski sibuk, tekad Djanur untuk melihat film Preman Pensiun tetap ada.
“Kalau ada waktu luang pasti saya nonton. Katanya film ini kocak dan bagus,” terangnya.
Keinginan Djanur untuk melihat film tersebut bisa jadi karena dirinya pernah menjadi bagian dari sinetron Preman Pensiun.
Ya, dulu saat masih menjabat sebagai pelatih Persib Bandung, ia pernah menjadi bintang tamu di sinetron tersebut.
Memerankan karakternya sendiri, Djanur tampil tiga kali dalam tiga episode berbeda. Dalam cerita, dia selalu beradu akting dengan aktor senior, Epy Kusnandar.
Diakui Djanur, meski kini di Surabaya, ia mengaku masih sering berkomunikasi dengan artis pemeran Preman Pensiun.
“Ya kan saya punya kontak mereka. Jadi ya pastilah (komunikasi),” tandasnya.
(gus/jpc/pojoksatu)