pelatih psm

Dua Kali Kalah, Ini Kata Pelatih PSM Makassar

POJOKSATU.id, MAGELANG – PSM Makassar menelan kekalahan saat kontra Persipura Jayapura dalam laga lanjutan Grup C Piala Presiden 2019, Minggu (10/3).
Ini merupakan kekalahan kedua PSM Makassar setelah di laga perdana.
Mengalami kekalahan dua kali, pelatih kepala PSM Darije Kalezic buka suara.
Ia mengaku tak menyikapi serius kekalahan ini. Pasalnya, baginya kekalahan di pertandingan kedua ini merupakan hal wajar.
Sebab, pemain yang diturunkan merupakan lapis kedua.
“Seperti yang saya katakan sebelumnya saya menggunakan ajang Piala Presiden ini untuk memberikan menit bermain kepada pemain saya. Dan kepada pemain yang tidak bermain melawan Kalteng Putra sebelumnya,” kata Darije usai pertandingan.
Lebih lanjut, Darije mengatakan turnamen pramusim ini merupakan salah satu wadah sekaligus momentum yang tepat untuk melihat kekuatan tim lapis kedua.
Karena itu, Mapapun hasil pertandingan sama sekali tak akan mempengaruhi niatnya untuk melakukan persiapan lebih dini.
Khususnya bagi pemain yang jarang mendapatkan menit bermain. Pertimbangan lainnya karena saat ini ia hanya fokus untuk menyelesaikan misinya di ajang AFC Cup 2019.
“Ini waktu yang cukup tepat untuk membiarkan pemain-pemain kami yang lain untuk mendapatkan menit-menit bermain,” ujarnya.
Pelatih berkebangsaan Bosnia ini, juga mengapresiasi kerja keras seluruh anak asuhnya sepanjang pertandingan. Hasil ini akan dijadikan sebagai evaluasi untuk mempersiapkan diri dalam pertandingan lanjutan nanti.
(jpc/pojoksatu)

Rene Alberts: Bhayangkara FC Tidak Senang PSM Juara

POJOKSATU.ID, MAKASSAR – PSM Makassar harus melakoni laga berat pada pekan ke-33 Go-jek Liga 1 musim 2018. Juku Eja tandang ke Stadion PTIK, Jakarta Selatan, markas sang juara bertahan Bayangkara FC, pada Senin (3/12/2018) mendatang.
Dengan dua laga tersisa, tim besutan Robert Rene Alberts wajib meraih poin maksimal agar tetap berada di jalur juara.
PSM saat ini masih memuncaki klasemen sementara Liga 1 dengan 57 poin. Hanya unggul satu angka dari Persija Jakarta di posisi kedua.
BACA JUGA:
Rangking Terbaru FIFA Edisi November: Indonesia Stagnan, Vietnam Tembus 100 Besar
Jadwal Lengkap Pertandingan Pekan 33 Liga 1: Menguntungkan Persija?
Dalam posisi tersebut, jelas Juku Eja diungulkan jadi kampiun. Namun status sebagai unggulan bisa berubah jika gagal menang, apalagi sampai kalah.
PSM Makassar dan Persija Jakarta, kandidat kuat juara Liga 1 musim 2018.
Untuk itu, Rene Albert mengaku sedang mencari cara untuk mendapatkan poin penuh dari laga kontra Bhayangkara FC. Ia menginstruksikan timnya dapat tampil lepas.
Pelatih berkebangsaan Belanda ini juga tak mau anak asuhnya memikirkan hasil akhir pertandingan karena akan mempengaruhi performa bertanding.
“Kami sedang cari cara untuk menghadapi Bhayangkara FC. Kami harus mampu mengontrol dan tidak melakukan kesalahan. Mereka tim juara, dan kami sadar mereka tidak senang hati memberikan gelar juara itu untuk kami,” kata Rene Alberts dikutip Pojoksatu.id dari Liga-indonesia.id.
“Jadi kami harus bermain sangat displin, karena nanti pertandingan pasti sengit, dan kami harus dapatkan poin penuh,” tambah sosok berpaspor Belanda tersebut.
(fat/pojoksatu)

Dihadiahi Penalti, Pelatih PSM Sebut Wasit Musthofa Umarella Netral

POJOKSATU.ID, MAKASSAR – PSM Makassar meraih kemenangan besar saat menjamu Bali United, Minggu (25/11/2018) sore. Pelatih PSM, Robert Rene Alberts menilai militansi anak asuhnya plus kepemimpinan wasit Musthofa Umarella yang netral menjadi kunci kemenangan timnya.
Pada pertandingan pekan ke-32 Go-jek Liga 1 musim 2018 di Stadion Andi Mattalatta, PSM menang 4-0. Masing-masing lewat gol Zulham Zamrun, penalti Marc Klok dan brace dari Ferdinand Sinaga.
Tambahan tiga angka ini membawa Pasukan Ramang menggeser Persija Jakarta dengan koleksi 57 poin, unggul satu angka dari Macan Kemayoran.
BACA JUGA:
Klasemen Akhir Piala AFF 2018: Capaian Terburuk Indonesia Sepanjang Sejarah
Imbangi Indonesia di GBK, Filipina Melaju ke Semifinal Piala AFF
Pelatih PSM, Robert Alberts memuji semangat juang anak asuhnya. Laskar Juku Eja tampak betul sangat bernafsu untuk memenangkan pertandingan penting melawan Bali United.
“Para pemain menunjukkan sikap dan militansi untuk memenangkan pertandingan penting kali ini. Saya berharap semangat seperti ini kembali terlihat di dua laga sisa,” ujarnya dalam konferensi pers usai pertandingan.
Faktor lain yang menurut Robert juga memberi dampak bagus pada penampilan anak asuhnya adalah kepemimpinan wasit Musthofa Umarella. Netralitas dijaga dan keputusannya sangat bagus.
PSM Makassar menang 4-0 atas Bali United di Stadion Andi Mattalatta, Minggu (25/11/2018) sore.
“Ini juga berkat kepemimpinan wasit yang netral. Sehingga pertandingan bisa berjalan dengan menarik,” tutur pelatih asal Belanda tersebut.
Sekadar diketahui, pada laga tersebut PSM mendapat hadiah penalti kontroversial jelang jeda. Striker PSM, Sandro dalam posisi offside sebelum kiper Bali United melanggar Marc Klok.
Pujian Robert terhadap wasit kali ini tentu berbeda pada beberapa laga sebelumnya, di mana juru taktik asal Belanda itu kerap mengkritik pengadil.
PSM sendiri kini semakin berpeluang jadi kampiun musim ini. Dengan catatan mampu menjaga konsistensi permainan dalam dua laga sisa.
Dua laga sisa akan mereka lakoni, yakni tandang ke markas Bhayangkara FC, dan menjamu PSMS Medan di Stadion Andi Mattalatta.
(fat/pojoksatu)