pelatih timnas indonesia

Simon McMenemy Pelatih Timnas Indonesia, PSSI: Dia Mumpuni!

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI mengungkapkan alasan mereka menunjuk mantan pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Dikemukakan Wakil ketua umum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri, sang pelatih punya kapasitas yang mumpuni sebagai juru racik Hansamu Yama dan kawan-kawan.
Sebagai bentuk kepercayaan penuh terhadap pelatih asal Skotlandia itu, federasi pun langsung menyegel tanda tangannya di atas meterai untuk durasi dua tahun ke depan.

“Tidak mudah (memilih pelatih Timnas Indonesia), ini dijaring dalam sebulan terakhir. Ada dua sampai tiga poin sebelum kami putuskan,” tutur Jokdri seperti dikutip dari Goal.
McMenemy dikatakan dia diharapkan bisa mendongkrak performa timnas yang sempat tumpul di ajang Piala AFF 2018. “PSSI menggodok beberapa nama, dan akhirnya McMenemy dipilih dengan catatan dan track record-nya, dan layak dengan target,” sebut dia.
Jokdri menilai, pilihan federasi tepat karena McMenemy mampu menunjukan kinerja yang konsisten dan prestatif. Terbukti, ia berhasil mempersembahkan gelar Liga 1 untuk Bhayangkara FC tahun lalu.
Selain itu, Jokdri menambahkan, PSSI telah menunjuk Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas Indonesua U-22. Indra diberi masa bakti selama satu tahun atau sampai berakhirnya SEA Games 2019.
“Demikian juga coach Indra. Kami ingin berkesinambungan dengan timnas U-22. Sehingga di ASEAN bersepakat untuk Olimpiade Tokyo, jika menilik kelompok usia tadi, maka anak-anak U-19 punya potensi untuk itu, dan dengan track record nya, coach Indra layak,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Soal Nasib Bima Sakti, Ini Garansi Edy Rahmayadi

POJOKSATU,id, MEDAN – Ketua umum PSSI, Edy Rahmayadi mengaku belum memutuskan soal keberlangsungan Bima Sakti bersama Timnas Indonesia pasca gagal di ajang Piala AFF 2018.
Pernyataan Edy ini sekaligus untuk meredakan spekulasi pemecatan Bima Sakti sebagai pelatih skuat Garuda senior itu.
Pihaknya bahkan berencana akan mengirimnya ke Eropa untuk menimba ilmu. “Bukan berarti Bima Sakti tidak jelas, karena Piala AFF kalah,” katanya.

“Dia tidak diberhentikan. Malah tanggal 30 (Desember) nanti saya mau tambah ilmunya. Dia akan diberangkatkan ke Inggris,” ujar Edy.
Bima Sakti memang tengah mendapat sorotan dari publik sepak bola tanah air usai gagal mempersembahkan hasil terbaik timnya di ajang paling prestisius se Asia Tenggara itu.
Bima yang ditunjuk sebagai pelatih kepala menggantikan sosok Luis Milla yang memilih mundur meski kontraknya diperpanjang PSSI dinilai belum layak menjadi juru racik skuat Merah-Putih.
Sejumlah anggota Expo PSSi bahkan sempat menyuarakan desakannya agar PSSI melengserkannya sejurus mencuatnya sejumlah nama sebagai suksesor ideal mantan pemain Primavera itu.
(qur/pojoksatu)

Nasib Bima Sakti Akan Diputuskan Besok Lusa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Exco PSSI bukan suara terkait performa minor pelatih Bima Sakti bersama Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2018.
Bima Sakti gagal membawa timnya menembus babak semifinal kendati masih menyisakan satu laga pamungkas kontra Fipilina di fase Grup B.
Anggota Exco PSSI Yoyok Sukawi mengungkapkan, pihaknya masih belum tahu tentang masa depan Bima Sakti bersama timnas.
Jika Dinilai Gagal Total, Bima Sakti Siap Mundur
Pihaknya masih akan merundingkan masalah tersebut dalam Rapat Exco yang akan dilakukan pada 25 November mendatang.
“Agendanya ada tiga, yang pertama agenda rutin, yang kedua persiapan kongres tahunan, yang ketiga baru membahas terkait evaluasi timnas di Piala AFF, di dalamnya juga tentang nasib Bima,” tutur Yoyok seperti dikutip dari jpnn.
Namun begitu, Yoyok menilai, sang pelatih memang harus diganti menyusul hasil buruk di ajang kompetisi paling bergengsi se-Asia Tenggara itu.
“Dia sudah diberi mandat jadi pelatih kepala tapi hasilnya tidak sesuai harapan. Bima paling pas di asisten pelatih, atau diberi kesempatan untuk menangani timnas yang lebih muda,” sebut dia.
Soal sosok suksesornya, Yoyok mengaku belum mendapat gambaran, namun ia menyarankan calon pelatih berikutnya tak perlu muluk-muluk sekaliber Luis Milla.
“Saya mengusulkan pelatih yang lebih berpengalaman saja, yang punya jam terbang di timnas,” tuturnya.
Selain itu, sebut dia, pelatih nanti juga harus punya harga ‘standar’ alias sesuai dengan kondisi keuangan federasi.
“Percuma kalau pelatih mahal tidak mampu bayar,” sebut Yoyok merujuk pada kasus tunggakan gaji pelatih timnas sebelumnya, Luis Milla.
(qur/pojoksatu)

Jika Dinilai Gagal Total, Bima Sakti Siap Mundur

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kegagalan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2018 menyeret sosok sang pelatih, Bima Sakti.
Sejumlah pihak termasuk Exco PSSI menginginkan jebolan Primavera itu diganti karena gagal membawa Merah-Putih berkiprah lebih dalam di ajang paling prestisius se-Asia Tenggara itu.
Timnas gagal melaju ke babak semi-final kendati menyisakan satu pertandingan lagi kontra Filipina yang baru akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (25/11/2018) petang WIB.
Kegagalan Indonesia melaju ke fase knock-out tidak terlepas dari hasil pertandingan antara Filipina dengan Thailand yang berkesudahan seri 1-1.
Atas hasil buruk tersebut, Bima pun siap meletakkan jabatannya jika diminta PSSI. “Kalau memang PSSI sudah memutuskan, kami mundur dan kami siap,” kata Bima.
Bima menilai, mendapat banyak pelajaran selama kiprahnya menukangi timnas untuk meneruskan kinerja Luis Milla.
“Saya harap media dan masyarakat mengerti bahwa ini proses yang tak mudah. Thailand dan Vietnam, contohnya, dari usia dini mereka dibentuk jadi sudah memiliki dasar yang bagus,” sebut dia.
Jika memang publik dan PSSI menginginkannya mundur, Bima berharap penggantinya bisa mendapat dukungan penuh dari suporter.
“Siapapun pelatihnya, mau asing atau lokal ya harus kita dukung semaksimal mungkin,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Curhat Luis Milla di Instagram, dari Ucapkan Terima Kasih, Salam Perpisahan Hingga Sentil Profesionalisme PSSI

POJOKSATU.id, SPANYOL – Luis Milla akhirnya memutuskan tak meneruskan kiprahnya bersama Timnas Indonesia meski PSSI telah menambah durasinya hingga tahun depan.
Lama bungkam sejak kepulangannya ke Spanyol pasca gelaran Asian Games 2018, Milla buka-bukaan lewat akun Instagram miliknya.
Pelatih berusia 52 tahun asal Teruel Spanyol itu pun menulis cukup panjang berisi segala hal tentang kondisi dirinya selama membesut Hansamu Yama dan kawan-kawan.

 

View this post on Instagram

 
Today is not an easy day for me, since I will not continue as a coach in Indonesia. A project of more than a year and a half has come to an end, where despite the poor management, constant breaking of the contract and low professionalism of the leaders, over the last ten months, I leave with the feeling of having done a good job. . Indonesia will always be my second homeland, as I appreciate how well the Town has treated my wife, my assistants and myself. I would like to thank all my Staff their support and all the hard and professional work done, especially to BIMA, BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR, ARMIN, ALI, MANU, IPANG and UCCI. It has been a pleasure working with all of you! . Finally, I don´t want to say goodbye without a special mention to the players, who have shown commitment, modesty and the will to improve with an excellent attitude at all times. . I will never forget You and you will always be in my heart. Remember you have a friend in Spain for whatever. THANKS Indonesia! . . . Hoy es un día triste para mí, ya que no voy a continuar como Seleccionador de Indonesia. Termina un proyecto de más de un año y medio, donde a pesar de la mala gestión, incumplimiento constante del contrato y poca profesionalidad de los dirigentes en estos últimos diez meses, me quedo con la sensación de haber hecho un buen trabajo y sintiendo que Indonesia será mi segunda casa, por cómo nos ha tratado el pueblo de Indonesia tanto a mí, como a mi mujer y a mis ayudantes. . Quería agradecer a todo mi staff la ayuda, el trabajo bien hecho y profesional empezando por BIMA, BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR ARMIN, ALI, MANU, IPANG y UCCI. Ha sido un enorme placer haber trabajado con vosotros. . Por último, despedirme de los verdaderos protagonistas, los jugadores, que habéis demostrado en todo momento vuestro compromiso, humildad y ganas de mejorar, con una actitud ejemplar. Nunca os olvidaré y siempre estaréis en mi corazón. En España tenéis un amigo para lo que necesitéis. . GRACIAS DE CORAZÓN Indonesia! . Sampai jumpa iagi. Terima Kasih atas dedikasi dan waktunya Selena ini.
A post shared by Luis Milla (@luismillacoach) on Oct 21, 2018 at 7:53am PDT

Lewat dua bahasa, Inggris dan Spanyol, Milla menyebut keputusannya tersebut sangat berat namun ia mengaku harus diambil karena berbagai pertimbangan.
“Hari ini tidak mudah bagi saya, karena saya tidak akan melanjutkan karier sebagai pelatih di Indonesia. Sebuah program yang sudah berlangsung lebih dari 1,5 tahun harus berakhir,” tutur Milla.
Milla juga sempat mengkritik sikap profesional PSSI yang menurutnya kurang sehingga tata kelola sepakbola tanah air menjadi buruk.
“Meski dengan tata kelola yang buruk dan kurangnya profesionalisme para petinggi dalam sepuluh bulan terakhir, saya pergi dengan perasaan telah bekerja dengan baik,” ujarnya.
“Indonesia akan selalu menjadi tanah air kedua saya karena saya mengapresiasi betapa baiknya (negeri itu) memperlakukan istri saya, para asisten saya, dan saya sendiri,” sahut Milla.
Dalam pernyataan itu, Milla tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih untuk orang-orang yang selama ini membantu tugasnya, seperti tim pelatih dan ofisial.
“Saya ingin berterima kasih kepada semua staf saya atas dukungan, kerja keras, dan profesionalisme yang telah ditunjukkan, terutama Bima, Bayu, Doktor Papi, SR, Enri, Sudir, Armin, Ali, Manu, Ipang dan Ucci. Saya senang bekerja dengan kalian semua,” imbuhnya.
Milla tentu tak lupa menyampaikan salam perpisahan untuk para pemainnya. “Akhirnya, saya tak ingin mengatakan selamat tinggal tanpa menyampaikan ucapan khusus kepada para pemain yang telah menunjukkan komitmen, sikap rendah hati, dan keinginan untuk selalu berkembang dengan sikap yang luar biasa,” tuturnya.
“Saya tidak akan melupakan kalian dan kalian akan selalu ada di hati saya. Ingat, apa pun, kalian punya teman di Spanyol. Terima kasih Indonesia,” demikian Luis Milla menutup pernyataannya.
(qur/pojoksatu)

Alasan PSSI Tunjuk Bima Sakti Jadi Pelatih Timnas Indonesia

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI akhirnya menunjuk Bima Sakti sebagai pelatih definitif Timnas Indonesia setelah Luis Milla tak unsung memberikan kepastian.
Selama ini, Bima Sakti dipercaya sebagai kertaker sambil menunggu kepulangan pelatih asal Spanyol itu. Namun, hingga batas waktu yang telah ditentukan, Milla tak kunjung datang.
Alhasil, melalui sebuah rapat yang digelar Exco PSSI, mereka sepakat untuk menunjuk Bima Sakti sebagai pelatih jelang Piala AFF 2018 yang akan segera diikuti skuat Merah-Putih.
“Selamat bertugas untuk pelatih Bima Sakti dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada pelatih Luis Milla atas dedikasi dan kerja samanya selama satu setengah tahun,” demikian pernyataan Wakil Ketua PSSI, Joko Driyono lewat laman resmi PSSI seperti dikutip dair Goal.
PSSI menilai alasan ditunjukkannya Bima Sakti berdasarkan hasil evaluasi dari beberapa laga ujicoba timnas di bawah arahan Bima Sakti yang terbilang bagus.
Timnas Indonesia tak terkalahkan atas Mauritius dan Myanmar, serta bermain imbang dengan Hong Kong.
“Ini menjadi momentum PSSI dan arahan ketua umum yang mempercayakan pelatih timnas Indonesia kepada sosok pelatih muda,” ujarnya.
(qur/pojoksatu)

PSSI Menunggu Jawaban Luis Milla, sampai Kapan!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sebulan lagi jelang perhelatan Piala AFF 2018 pelatih Luis Milla belum juga menunjukkan batang hidungnya di Indonesia.
Milla yang memilih pulang ke negaranya Spanyol usai Asian Games 2018 lalu belum juga memberikan kepastian soal tawaran perpanjangan kontrak setahun dari PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Padahal, sebagaimana ultimatum PSSI terhadapnya, Milla sedianya harus sudah menghadap atau datang ke Indonesia pada 9 Oktober kemarin.

Namun begitu, PSSI melalui sekjen Ratu Tisha Destria akan tetap setia menunggu jawaban sang pelatih yang saat ini memilih berkomunikasi lewat email.
“Ya, kita lihat, perencanaan telah dipersiapkan. Solusinya sekarang PSSI untuk Milla, Milla baru menyelesaikan refreshing UEFA Pro tanggal 9 Oktober. Secepat-cepatnya dia bisa memberikan kabar,” tutur Tisha seperti dikutip dari Bolalob.
Kendati opsi menyiapkan calon pengganti ada, namun Tisha menegaskan Milla tetap jadi prioritas PSSI sebagai juru racik Hansamu Yama dan koleganya itu.
PSSI pun tak lagi menetapkan batas waktu karena memang fokus untuk selesaikan negosiasi kontrak untuk Milla.
“Kita lihat saja, pasti setelah tanggal 9 Oktober baru ada jawaban. Kita tunggu seperti apa. Selebihnya PSSI menyiapkan planning yang ada,” tuturnya.
“Harapan dan komitmen tetap untuk Milla, maka dari itu kita berusaha yang terbaik bahkan bersabar menunggu respons dari Milla,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)