pemain

Tak Pinjam Pemain Belakang, Ini Alasan Persija

POJOKSATU.id, JAKARTA – Meski tak bisa diperkuat Ryuji Utomo dan Neguete di Kualifikasi Liga Champions Asia (LCA), Persija Jakarta tidak akan meminjam pemain belakang.
COO Persija, Rafil Perdana membenarkan hal tersebut. Dijelaskan, hal tersebut karena waktu yang ada sangat mepet untuk mendaftarkan pemain.
Seperti diketahui, Macan Kemayoran tampil pincang pada kualifikasi LCA. Mereka tak bisa diperkuat empat pemain barunya karena masalah ITC. Dua di antaranya berposisi sebagai defender.
Kondisi itu akhirnya membuat Macan Kemayoran cuma mendaftarkan satu bek tengah yakni Maman Abdurrahman. Mereka justru meminjam Rishadi Fauzi dari Persebaya Surabaya untuk posisi striker.
“Rishadi ini proses peminjamannya sudah lama karena dari awal-awal musim kalau enggak salah 7 Januari. Dari situ kami sudah menunggu head coach dahulu,” Rafil Perdana.
Terlebih lagi, ditambahkannya, Ivan Kolev juga belum lama sampai di Jakarta.
“Ketika kolev datang, 10 Januari baru latihan. Kami harus berkoordinasi dulu, pemain-pemain apa saja yang dibutuhkan,” tandasnya.
(jpc/pojoksatu)

Jose Mourinho: Pemain Sekarang Merasa Lebih Besar dari Klub!

POJOKSATU.id, SETUBAL – Mantan manajer Manchester United, Jose Mourinho mengungkapkan perbedaan yang sangat signifikan terkait peran pemain dalam klub.
Dikatakan Mourinho, di era sepakbola modern sekarang ini, pemain cenderung punya kuasa lebih atas klub, terutama pemain-pemain yang berlabel bintang.
Karena itu, apabila sang pemian terlibat friksi dengan pelatihnya, maka dipastikan klub akan cenderung berpihak pada klub, bahkan sampai harus menyingkirkan pelatih.
Jose Mourinho: Saya ini Spesial Pelatih Klub Top!
Momen Luar Biasa Jose Mourinho Ada di Klub Ini
Pernyataan Mourinho itu sendiri seakan berkisah tentang pengalamannya yang baru saja dialami di Old Trafford.
Diyakini, keputusan manajemen Setan Merah mendepaknya tak hanya soal performa tim di lapangan namun jika tidak terlepas dari hubungannya dengan pemain terutama dengan Paul Pogba.
Mourinho dan Pogba memang kerap terlibat silang pendapat bahkan friksi. Puncaknya, Mourinho pun mencopot ban kapten Pogba dan memarkirnya di bangku cadangan untuk beberapa pertandingan.
“Sekarang semakin sulit untuk menjalin hubungan langsung dengan pemain,” tutur Mourinho kepada beIN Sports seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
Oleh karena itu, Mourinho menilai para pelatih saat ini membutuhkan suatu struktur yang bisa mengatasi permasalahan pemain generasi sekarang.
“Setiap klub harusnya punya perwakilan yang bisa berkomunikasi dengan para pemain, sehingga itu akan lebih terorganisir. Pelatih hanya melatih, bukan orang yang menjaga kedisiplinan pemain,” tuturnya.
Kenyataan ini (di Manchester United), menurut dia jauh berbeda di era Sir Alex Ferguson. Sir Alex selalu menegaskan ‘klub lebih penting dari pemain’.
“Ferguson mengatakan setelah kepergian (David) Beckham bahwa ketika pemain merasa lebih penting dari klub, maka harus dijual. Hari ini, hal itu tak lagi ada,” ujarnya.
“Saya ulangi bahwa memang dibutuhkan suatu struktur yang bisa melindungi para pelatih, karena bukan urusan pelatih untuk berusaha menjaga ketertiban dan kedisiplinan para pemain,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Satgas Antimafia Bola Mulai Garap Pemain yang Terlibat Match-Fixing

POJOKSATU.id, JAKARTA – Satgas Antimafia Bola bentukan Mabes Polri sejauh ini telah menangkap empat orang yang diduga terlibat kasus match-fixing atau pengaturan skor di pertandingan sepak bola tanah air.
Mereka juga akan menggarap Vigit Waluyo, yang baru saja menyerahkan diri, yang diduga juga terlibat dalam praktik mafia bola tersebut.
Selain membidik sejumlah petinggi federasi, satgas juga akan mulai menggarap sejumlah pemain yang diduga terlibat di dalamnya.
Wow, Sudah ada 240 Laporan Match-Fixing yang Masuk
Hari Ini, Satgas Antimafia Bola Garap Vigit Waluyo!
Langkah tersebut, dikemukakan Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo sebagai tindak lanjut atas laporan-laporan yang masuk melalui call center satgas.
Sejauh ini, dikatakan Dedi sudah ada 240 laporan dugaan match-fixing, dan 47 laporan diantaranya dinilai layak untuk ditindaklanjuti.
”Ini (47 laporan) sedang kami dalami,” kata Dedi seperti dikutip Pojoksatu.id dari JPNN.
Dari laporan-laporan tersebut, pihaknya juga akan mulai membidik pemain-pemain yang yang terlihat janggal ketika bermain di lapangan selama kompetisi berlangsung.
Misalnya, pemain yang sengaja melakukan gol bunuh diri atau dengan sengaja gagal melakukan eksekusi penalti. ”Yang jelas, semua elemen pasti diselidiki,” tegasnya.
Dikesempatan ini, pihaknya juga turut mengomentari terkait klarifikasi sejumlah pemain Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2010 yang datang ke Polda Metro Jaya guna mengklarifikasi bahwa permainan berjalan fair.
Namun, dikatakan Dedi, hal tersebut masih versi pemain. Pihaknya akan mendalami kejadian yang sebenarnya terjadi. ”Kan ini juga viral. Informasinya sebaiknya berupa data. Jangan hanya katanya,” ucapnya.
Untuk itu, satgas akan melakukan kroscek antara keterangan dari pemain dan sejumlah pihak yang mengetahui jalannya pertandingan Piala AFF 2010 tersebut. ”Proses masih panjang ya,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Jurgen Klopp Tuding Para Pemain PSG Berulah Tak Sportif

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Manajer Liverpool, Jurgen Klopp menunjukkan kekecewaannya setelah timnya takluk di tangan Paris Saint-Germain 1-2 di fase grup Liga Champions, kemarin.
Namun, Klopp lebih menyoroti perilaku beberapa pemain Les Parisiens yang menurutnya sudha berlaku tidak sportif.
Dalam laga yang digelar di Parc des Princes itu, sang pengadil lapangan harus merogoh sedikitnya delapan kartu kuning.
Jurgen Klopp – Manajer Liverpool (express.co.uk)
Dua diberikan pada pemain tuan rumah, dan sisanya sebanya enam kartu diganjarkan pada para pemain The Reds.
“Jika Anda bertindak seperti orang mati dan saat berikutnya Anda bangun lagi, kamu akan menerima kartu kuning dan itu bukan perilaku sportif,” kata Klopp seperti dikutip dari Sky Sports.
“Saya tidak ingin mengatakan Paris tidak layak mendapatkannya karena mereka mencetak dua dan kami mencetak satu,” sebut dia.
Pelatih asal Jerman itu menegaskan tidak ingin mendapatkan “bantuan” dari wasit di pertandingan itu, ia hanya tidak suka dengan ulah-ulah unfair yang dipertontonkan beberapa pemain lawan.
“Kami mengejar pertandingan dengan penuh semangat dan Paris juga sangat bergairah. Tetapi dengan jumlah interupsi dalam permainan, itu tidaklah bagus,” tandasnya.
Kekecewaan Klopp ini tentu sangat beralasan mengingat hasil minor di laga tersebut menghambat langkah Liverpool untuk lolos ke fase berikutnya.
Mohamed Salah dan koleganya kini tertahan di urutan ketiga Grup C, dan wajib menang atas Napoli di laga pamungkas C dengan agregat 2-0.
(qur/pojoksatu)

Persib : Penggawa Maung Ngora Not For Sale!

POJOKSATU.id, BANDUNG – Keberhasilan Persib U-19 menjuarai Liga 1 U19 2018 memicu ketertarikan klub-klub lainnya untuk memboyong para penggawa Maung Ngora.
General manajer Diklat Persib Bandung, Yoyo S. Adireja pun tidak menampik jika saat ini beberapa pemain junior Persib itu sudah diincar sejumlah klub profesional yang pentas di Liga 1.
“Betul, sudah ada yang melirik pemain kita. Mungkin 30 persen pemain kita sudah diminati oleh beberapa klub,” tutur Yoyo seperti dikutip dari laman resmi klub.
Pelatih Persib U-19 Belum Ijinkan Beckham Naik Kelas
Kendati demikian, pihaknya menegaskan tidak akan melepasnya dan akan terus berupaya untuk tetap mempertahankan mereka sebagai investasi masa depan skuat senior, Persib Bandung.
“Kita akan ada kiat untuk memproteksi itu semua. Kita berusaha antisipasi itu agar pemain kita bisa berkembang terus di sini,” tandasnya.
Sebelumnya, sejumlah pemain muda Persib berencana akan ditarik pelatih Persib Bandung, Mario Gomez, kendati beberapa diantaranya belum akan dilepas.
Beckham Putra Nugraha, striker Maung Ngora menjadi salahsatu incaran, namun sang pelatih, Budiman menegaskan sang pemain tidak akan kemana-mana dulu.
(qur/pojoksatu)

Masalah Match-Fixing Clear, Persib Bandung Siap Mamprang Lagi

POJOKSATU.id, BANDUNG – Selesainya dugaan pengaturan skor yang menyeret sejumlah nama pemain Persib sebagaimana ditudingkan sang pelatih Mario Gomez menambah motivasi tersendiri bagi seluruh penggawa untuk tampil lebih spartan.
Kapten Persib Bandung, Supardi Nasir, yang namanya juga sempat tertuding menyebut, dengan selesainya permasalahan tersebut menambah motivasi seluruh skuat tim.
Karena itu, Supardi berharap ini menjadi momentum bagi Maung Bandung untuk kembali ke jalur kemenangan dengan menyapu bersih tiga laga tersisa hingga akhir musim.
Perangi Match-Fixing, PSSI Tempuh Langkah Berikut Ini
“Saya terus terang dengan masalah ini selesai, mulai tumbuh semangat lagi bawa tim kita ke tangga naik lagi,” tutur Supardi seperti dikutip dari laman Bobotoh.id.
Supardi juga mengaku tak sabar ingin kembali turun ke lapangan setelah diparkirkan Gomez karena persoalan tersebut.  “Saya tidak sabar lagi untuk menikmati pertandingan,”
Supardi menegaskan, nama Persib jauh lebih besar dari nama pemain itu sendiri. Karena itu, ia meminta para pemain tetap menjaga marwah Persib.
“Kalian tahu siapapun yang masuk Persib kita bukan siapa siapa tetapi yang besar Persib, siapapun pemain pelatih manajemen Persib ya Persib, kita harus jaga marwah Persib itu tertanam dalam diri saya dan para pemain, mustahil kita berkhianat,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Tiduri Istri Pengusaha, Pemain Ini Dibunuh Secara Sadis

POJOKSATU.id, SAO PAOLO – Ulah nakal Daniel Correa, seorang pemain asal Brasil berujung nasib tragis yang diterima sang pemain.
Correa tewas dibunuh secara sadis karena selingkuh dengan perempuan istri seorang pengusaha ternama setempat.
Dikutip dari Daily Mirror, suami perempuan tersebut cemburu dan marah atas aksi serong istrinya dengan pemain berusia 24 tahun itu.
Tak ayal, saat perselingkuhan tersebut terjadi, saat keduanya sedang berasyik masyuk di atas tempat tidur, korban langsung dihabisi pelaku.
Bahkan melihat kondisi jenasah korban yang ditemukan di kota Sao Jose dos Pinhais, Sabtu lalu, kondisinya mengenaskan dengan alat vital yang dikebiri dan kondisi kepalanya hampir terpenggal.
Diketahui, sebelum terbunuh, korban yang bermain untuk Sao Paulo itu diketahui berada di pesta ulang tahun ke-18 Allana Brittes di klub malam di Curitiba.
Tiga hari kemudian, Edson Brittes Junior, 39 tahun, pengusaha yang mengaku telah membunuh Correa mengatakan kepada polisi bahwa dia telah menemukan pesepakbola yang tidur dengan istrinya, Cristiana.
Bukti perselingkuhan itu dikuatkan dengan munculnya gambar yang menunjukkan Correa saat berada di tempat tidur dengan istri Edson Brittes di tempat tidur. Polisi menenggarai foto-foto itu kemungkinan besar diambil sendiri korban.
Sumber menambahkan, sebelum dieksekusi Correa mengalami pukulan di kepala, hingga pingsan dan dimasukkan ke bagasi mobil lalu diangkut ke hutan, tempat mayatnya ditemukan.
Pengacara untuk dua tersangka lainnya telah menceritakan bagaimana mereka membantu Brittes meletakkan Correa di bagasi mobil, dengan maksud menelanjanginya dan membuangnya di jalan.
Penyelidik utama dalam kasus ini, Amadeu Trevisan mengatakan, tindak keji ini sangat berlebihan dan memprihatinkan. “Tidak perlu membunuhnya dan apalagi dengan cara yang biadab dan kejam ini,” ujarnya.
Polisi menangkap Brittes, atas dugaan pembunuhan Correa. Trevisan juga menegaskan bahwa ia juga memburu hingga tiga orang lagi dan berencana untuk mempertanyakan semua orang yang berada di rumah Brittes setelah pesta.
“Kami mencari ketiga orang ini karena Brittes tidak bertindak sendiri,” ungkap Trevisan.
(jpc/qur/pojoksatu)

PSSI Ingatkan Klub Tak Persulit Pemain ke Timnas

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI telah memanggil 23 pemain ke dalam Timnas Indonesia untuk berlaga di ajang Piala AFF 2018.
Melihat materi pemain yang ada, skuat Garuda diisi perpaduan pemain muda dan senior. Kebanyakan dari mereka adalah alumni Asian Games 2018.
Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono pun meminta semua klub yang pemainnya mendapat ‘tugas negara’ untuk memberikan dukungan penuh.
Jokdri pun meminta seluruh pemain yang dipanggil datang sesuai jadwal, dan pihaknya tak ingin berkompromi atas upaya klub yang meminta dispensasi soal jadwal pemanggilan sebagaimana yang diutarakan pihak Sriwijaya FC.
Dikutip dari Goal, Sriwijaya FC meminta kepada PSSI agar Alberto Goncalves dan Zulfiandi diizinkan gabung telat. Kedua pemain tersebut masih dibutuhkan Laskar Wong Kito untuk melawan Persela Lamongan, Jumat (2/11).
“Kami sadari, tapi ini bukan tiba-tiba. Oleh karena itu, PSSI tidak mau kompromi. Ini jadi kebijakan dan Timnas harus prioritas,” tegas Jokdri seperti dikutip dari Goal.
“Pemanggilan pemain betul-betul kepentingan PSSI, merah-putih dan ini komitmen bukan tiba-tiba pula. Kami yakin klub, pemain punya komitmen sama, untuk pencapaian terbaik di Piala AFF,” ujarnya.
Karena itu, sebut dia, klub harus mengerti dengan keputusan PSSI. Timnas Indonesia bertanding di Piala AFF untuk membawa nama negara.
“Pemanggilan pemain untuk timnas, kewajiban sesuai keinginan pelatih. Oleh karenanya, kami pahami bahwa setiap klub punya keinginan sama, tanding dengan skuat terbaik dengan tujuan masing-masing, seperti menjadi yang terbaik, menghindari degradasi,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Dituding Penuh Drama, Asisten Pelatih Qatar: Pemain Kami Cedera dan Kelelahan!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tim pelatih Qatar U-19 membantah keras tudingan kudu Timnas U-19 Indonesia yang menuding para pemainnya bermain drama di lapangan untuk mengulur-ulur waktu.
Ditegaskan asisten pelatih, Lino Godinho, soal tudingan beberapa pemain melakukan gimmick dengan berpura-pura cedera adalah tidak benar.
Ditegaskan Lino, beberapa pemainnya memang mengalami cedera setelah dilanggar pemain lawan di pertandingan babak penyisihan Grup A Piala Asia U19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Minggu (21/10/2018) malam WIB itu.
Indra Sjafri Sebut Permainan Qatar Penuh Drama
Lewati Garis Lapangan, Pelatih Qatar Diganjar Kartu Merah
Selain itu, sebut dia, beberapa pemainnya mengalami kelelahan, sehingga apa yang ditudingkan tim Indonesia keliru dan apa yang terjadi di lapangan tersebut bukan merupakan sebuah strategi.
“Itu bukan strategi kami. Cuaca di sini kurang bersahabat, sehingga menyulitkan kami,” tutur Lino.
Kendati begitu, Lino mengakui kalau pemainnya bermain minor setelah leading 6-1. Akibatnya, tim lawan mampu mengejar ketertinggalan dengan mencetak empat gol beruntun.
“Setelah unggul 6-1, pemain bermain lebih bertahan dan itu strategi dari kami mempertahankan keunggulan,” ujarnya menandaskan.
(jpc/qur/pojoksatu)

Para Pemain Real Madrid Paling Loyalis di Eropa

POJOKSATU.id, MADRID – Real Madrid boleh saja tengah kehilangan sosok megabintang Cristiano Ronaldo yang musim ini memutuskan hengkang ke Juventus.
Selain itu, Los Blancos juga telah kehilangan sosok pelatih yang telah mengantarkan Madrid meraih banyak trofi tahun lalu, yakni Zinedine Zidane.
Namun demikian, secara loyalitas pemain, Real Madrid ternyata tercatat sebagai klub paling stabil di kawasan Eropa.
Menurut sebuah penelitian International Soccer Observatory, Madrid berada di urutan teratas klub Eropa dengan rata-rata pemainnya telah mengabdi selama 5,84 tahun.
Dalam sepuluh tahun terakhir, Real berhasil mempertahankan banyak pemain inti dan tidak terlalu mengubah skuatnya musim per musim.
Sergio Ramos, Marcelo dan Karim Benzema menjadi pemain paling lama di Madrid. Ramos sejak 2005, Marcelo dari 2007 dan Benzema 2009.
Setelah Real Madrid, seteru abadi mereka di LaLiga, Barcelona juga tercatat sebagai klub dengan tingkat kesetiaan pemainnya yang tinggi, yakni dengan rata-rata 5,26 tahun.
Berikut daftar klub di Eropa dengan tingkat loyalitas tinggi pemainnya:

(jpnn/qur/pojoksatu)